Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
AULIA MEMINTA MAAF


__ADS_3

Amira menemui Aulia di  rumahnya karena tadi ketika Amira menelpon Aulia, Aulia seperti sedang tidak baik-baik saja ‘’ Tante, aulia dimana? ‘’ Tanya Amira


‘’ Kamu datang tepat waktu, Anak itu dari tadi pagi tidak keluar kamar, kamu tolongin tante ya buat jelasin kepada Aulia ‘’ Kata ibu Lili


Amira tersenyum ‘’ Amira coba ya tante ‘’ Jawab Amira


Amira sudah mengetahui soal Aulia yang menampar Kanza, awalnya Amira juga ikut kesal kepada kanza karena Kanza telah berani makan malam bersama pria lain di belakang Kakak nya maun setelah di jelaskan dengan detail Akhirnya Amira mengerti dan bisa memahami Kanza dan Aulia telah salah paham kepada Kanza.


‘’ Aku kemar Aulia dulu ya Tante ‘’


‘’ Iyah Amira, tolong kamu kasih pengertian Aulia ya ‘’ Amira menganggukkan kepalanya


Amira mengetuk pintu Kamar Aulia ‘’ Aulia, ini Aku ‘’ Kata Amira di balik pintu kamar Aulia


Ceklek...


Aulia membuka pintu kamar nya lalu ia memeluk Amira ‘’ Kamu kenapa? ‘’ Tanya Amira yang melihat Aulia yang cukup menyedihkan


Amira membawa Aulia kedalam kamar nya lalu mereka duduk di atas tempat tidur ‘’ Cerita kepadaku kamu kenapa? ‘’ Amira membenarkan Rambut yang menghalangi wajah Aulia


‘’ Kamu masih ingat ketika waktu itu aku pernah bercerita kepadamu jika aku telah menyukai seorang pria? ‘’


Amira mencoba mengingat ingat lagi ‘’ Oh iya aku ingat, pria yang membuat kamu semangat untuk belajar memasak, lalu apa hubungannya dengan kamu menampar Kanza?’’ Tanya Amira


‘’ Kemarin Aku menemani Pria itu untuk mencari Cincin yang cantik Aku pikir Kak Rendi ingin memberikannya kepadaku tapi ternyata ia malah makan malam bersama  Kanza dan memberikan Cincin itu kepadanya


Hiks... ‘’ Aulia memeluk Amira dengan lekat hatinya benar-benar sakit ‘’ Kak Rendi itu Cinta pertama ku tapi kenapa Kanza dengan tega nya mengambil Kak Rendi dariku hiks.. ‘’


‘’ Sepertinya kamu salah paham, Malam itu Ada Kak Fadil juga di sana. Kanza makan malam dengan Pak Rendi karena Kanza telah membuat kesepakatan dengan Pak rendi, Jika Kanza ingin libur di hari Sabtu maka Kanza harus makam malam dengannya ‘’ Jelas Amira ‘’ Aku tau jika Pak Rendi menyukai Kanza tapi Aku yakin jika Kanza tidak menyukai Pak Rendi ‘’ Lanjut Amira


‘’ Kenapa kamu bisa dengan yakin jika Kanza tidak menyukai Kak Rendi ‘’


Amira membuang napas nya pelan ‘’ Karena selama Aku bekerja Bersama Kanza, aku tidak pernah melihat Kanza yang genit ataupun mendekati Pak Rendi yang Ada Pak Rendi yang selalu mengambil celah dan mencari kesalahan Kanza agar Pak Rendi bisa membawa Kanza ke ruangannya ‘’ Jelas Amira, Amira memegangi tangan Aulia ‘’ Kamu boleh tidak percaya dengan Kanza tapi masa ia kamu juga tidak percaya kepadaku, sepupumu sendiri kita telah tumbuh bersama sejak kecil jadi mana mungkin aku membohongi kamu ‘’ Kata Amira


Aulia termenung ia merasa bersalah karena sudah menuduh Kanza yang tidak-tidak Apalagi Aulia sampai menampar Kanza ‘’ Hiks.. Aku sangat berdosa sekali kepada Kanza bahkan Aku sampai menamparnya kemarin malam ‘’ Kata Aulia yang menyesalinya


‘’ Dan gara-gara kamu menamparnya sekarang Kanza sedang demam ‘’ Balas Amira


Aulia melirik Amira ‘’ Benarkah separah itu? ‘’ Tanya Aulia


‘’ Kamu pikir Aku bohong, bahkan Kak Fadil sampai tidak masuk kerja gara-gara harus menjaga Kanza di Apartemennya dan Mommy juga ada di sana sedang melihat kondisi Kanza ‘’


‘’ Antarkan Aku ke sana, Aku ingin meminta Maaf ‘’ Pinta Aulia


‘’ Hm.. Baiklah tapi kamu bersihkan dulu wajah mu ‘’ Kata Amira kepada Aulia

__ADS_1


Aulia langsung mengangguk Patuh ia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan Tubuhnya .


Sambil menunggu Amira memainkan Handphone miliknya dan tiba-tiba ada pesan  masuk ‘’ Pak Rendi ‘’ Gumam Amira yang melihat kearah Kamar mandi


Pak Rendi : Amira saya mau minta Alamat Kanza karena hari ini ia tidak masuk kerja


Amira memandang sinis kepada pesan yang di kirim oleh Pak Rendi ‘’ Cih.. pas pertama kali aku melihatnya Aku sangat terpesona dengan ketampanannya tapi sekarang jangankan Aku terpesona melihat tampangnya saja ogah apa lagi sudah membuat kedua sahabatku ribut ‘’ Keluh Amira


Iya mungkin Dulu Amira sempat jatuh hati kepada Pak Rendi mamun sekarang jangankan jatuh hati yang Ada Amira merasa jijik kepada Pak Rendi yang tidak tau malu itu.


Amira : Saya tidak memiliki Alamat rumah nya dan tolong jangan ganggu Kakak Iparku lagi jika kamu tidak Ingin terkena masalah.


Amira : Dan satu lagi menjauh dari sahabatku jangan pernah kamu tunjukan lagi wajahmu di sekitar Sahabatku jika tidak Aku sendiri yang akan mengajarimu.


Amira langsung memasukan Handphone miliknya kedalam tas karena ia tidak ingin Aulia mengetahui jika Pak Rendi telah mengirim pesan kepada nya, sudah cukup Pak Rendi membuat kedua sahabatnya ribut ia tidak ingin itu terulang kembali,


‘’ Kamu sudah beres? ‘’ Tanya Amira ketika melihat Aulia yang keluar dari kamar ganti


Aulia mengangguk ‘’ Yasudah kalo begitu ayok kita berangkat sekarang ‘’ Kata Amira


‘’ Iya Ayok ‘’ Jawab Aulia


Setelah berpamitan kepada Ibu Lili dan Ayah Reno. Amira dan juga Aulia langsung menuju Apartemen milik Kakak nya


‘’ Kamu seperti tidak tau sipat sahabatmu itu, Kanza itu orang nya pemaaf jadi tidak mungkin ia menaruh dendam kepadamu ‘’ Kata Amira yang sangat ta betul bagaimana sipat Kanza yang tidak pernah menaruh dendam kepada siapapun.


‘’ Tapi kalo Kak Fadil Aku tidak tau hihihi.. ‘’ Amira sangat tau betul bagaimana Kakak nya itu


Aulia semakin takut untuk ke Apartemen ‘’ Apa kita urungkan saja, dan kita putar balik saja. Aku takut Kak Fadil marah kepadaku karena sudah menyakiti wanitanya ‘’


‘’ Kamu minta maaflah, aku yakin Kak Fadil pasti akan  memaafkan kamu ‘’ Balas Amira sambil mengulum senyum


‘’ Kamu nakut-nakutin aku sih jadi aku semkin takut untuk datang kesana ‘’ Keluh Aulia


Sesampainya Di depan kamar Apartemen milik Fadil Aulia lagi-lagi ia merasa ketakutan ‘’ Aku takut ‘’


‘’ Sudah kamu hadapi saja lagian kamu juga sih cari gara-gara sama Kak Fadil ‘’


Aulia langsung menundukkan kepalanya ‘’ Kak ‘’ Panggil Amira ketika sudah masuk kedalam Apartemen milik Fadil


‘’ Mau Apa kalian ke sini? ‘’ Tanya Fadil yang memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana


Amira menyenggol lengan Aulia ‘’ Kak, Aku kesini ingin meminta Maaf kepada Kanza dan juga Kakak ‘’ Lirih Aulia


‘’ Apa kamu sadar dengan kesalahanmu? ‘’ Tanya Fadil dengan suara dinginnya

__ADS_1


‘’ Iya Kak, Maka dari itu aku ingin meminta Maaf kepada Kanza dan juga Kakak ‘’ Lirih Aulia


Amira baru pertama kali melihat Kakak nya yang cukup tegas dan juga menakutkan membuat dirinya ikut takut


‘’ Jangan pernah kamu ulangi lagi, jika sampai itu terjadi lagi maka Kakak tidak akan segan-segan untuk membalasnya dan satu lagi sebelum bertindak seharunya kamu bertanya dulu agar tidak kejadian yang seperti ini lagi di kemudian hari ‘’ Kata Fadil ‘’ Kanza


ada di dalam kamar Kakak ‘’


‘’ Iyah Kak, Aku janji jika Aku tidak akan gegabah lagi ‘’ Kata Aulia yang benar-benar takut untuk memandang Fadil Kakak nya.


‘’ Kalo begitu, Aku dan Amira ke kamar Kakak dulu ‘’ Ijin Amira yang langsung di balas Anggukan oleh Fadil


‘’ Ayok ‘’ Ajak Amira kepada Aulia untuk masuk kedalam kamar kakak nya


Amira dan juga Aulia mereka masuk kedalam kamar sang Kakak              ‘’ Hai Kanza ‘’ Sapa Amira ‘’ Bagaimana keadaan mu? ‘’ Tanya Amira yang berjalan kearah Kanza yang sedang duduk di atas tempat tidur


‘’ Kalian Datang, Aku sudah baik-baik saja ‘’ Jawab Kanza ‘’ Cuman kakak mu yang terus menerus menyuruh aku untuk istirahat ‘’ Keluh Kanza yang memanyunkan bibirnya


‘’ Hahaha.. itulah Kak Fadil, jika sudah sayang pasti begitu ‘’ Ucap Amira ‘’ Oh iya, Ada yang mau minta maaf tuh sama kamu ‘’ Kata Amira yang menunjuk ke arah Aulia yang ada di ambang pintu


‘’ Aulia ‘’ Lirih Kanza


‘’ Aku keluar dulu ya ‘’ Pamit Amira yang memberikan ruang untuk Aulia dan juga Kanza untuk mengobrol berdua


Setelah kepergian Amira, Aulia berjalan kearah Kanza lalu ia memeluk Kanza ‘’ Maafkan Aku Kanza, Aku salah Hiks.. ‘’


Kanza membalas pelukannya ‘’ Aku sudah Maafkan kamu ko ‘’ Jawab Kanza dengan tulus


‘’ Aku benar-benar bersalah kepadamu, bahkan Aku sampai menampar pipi mu, Aku


benar-benar minta Maaf ‘’


Kanza mengulurkan pelukannya ‘’ Aku sudah memaafkan kamu jadi jangan di bahas lagi ya


‘’ Kata Kanza


‘’ Kamu benar-benar baik, Aku bersyukur memiki sahabat seperti kamu ‘’ Kata Aulia


Kanza tersenyum ‘’ Aku bodoh Kanza, Aku sudah buta karena telah menyukai Kak Rendi ‘’


‘’ Jadi kamu menyukai Pak Rendi? ‘’ Tanya Kanza yang langsung di balas anggukan oleh Aulia


‘’ Aku sudah lama jatuh cinta kepadanya tapi Pak Rendi tidak pernah menyukaiku malah


mencintai kamu ‘’ Keluh Amira

__ADS_1


__ADS_2