
Pagi telah tiba Matahari sudah naik ke permukaan Dan Lili juga sudah siap untuk pergi ke Outlet kosmetik nya
" Selamat Pagi semua nya, selamat pagi papah mamah " Lili mencium pipi Mamah dan papah nya
Paman ibram dan Bibi Vina langsung bengong mendapatkan Sapan hangat dari sang putri " Adam apa Putri Paman sedang mendapatkan Lotre? "
Adam mengangkat kedua bahu nya " Entahlah Paman Aku tidak yakin " jawab Adam yang ikut Heran
" Aku emang sedang mendapatkan Lotre Pah, Mah " jawab Lili yang senyuman masing mengambang di wajah nya
" Kalo boleh Mamah tau, Putri Mamah dapat Lotre apa? " tanya Bibi Vina
" Hehehe.. dapat Lotre Calon ibu mertua baik hati "
Semua orang langsung bengong Mendapatkan jawaban dari Lili " Maksud kamu, Kamu dapat Calon ibu Mertua baik Itu siapa? " tanya Meisya yang ikut penasaran Sebagai sahabat siapa yang tidak kepo dengan kehidupan sahabat nya itu
" Kemarin Lili main ke rumah Kak Reno dan Lili di sambut Hangat oleh Bunda dan juga Adiknya kak Reno bahkan Lili Samapi Di ajarin Masak sama Bunda " Puji Lili yang ingat bagai mana Baiknya Bunda
" Wah Kamu hebat Lili bisa menaklukkan Ibu mertua hihihi "
" Iyah Dong Lili gitu loh " Jawab Lili bangga
Paman Ibram dan Bibi Vina ikut senang mendengar Cerita dari putrinya Bisa mereka Yakini jika Bunda nya Reno menyayangi Putri mereka
" Kali-kali Ajak dong mereka main ke sini Biar Bunda bisa tukeran Resep sama Bunda nya Reno " Kata Bibi Vina
" Nanti ya Lili Coba tanya sama Bunda nya "
" Bibi apa Risoles ini buatan Bibi? enak sekali " Puji Adam yang menamakan Risol
Bibi Vina mengerutkan kening nya " Itu bukan Buatan Bibi, Tadi bibi menemukan Risoles itu ada di dalam lemari es " jawab Bibi Vina jujur
" Itu pasti risoles Buatan Nya Bunda, Mah " Kata Lili " Selain jadi ini Rumah tangga Bunda juga Membuat Kue basah dan Bolu yang lain nya juga Lalu di masukan ke Toko-toko Hebat kan Bunda " puji Lili
" Tapi apa Tidak jadi masalahkan Buat Papah dan Mamah jika Bunda nya kak Reno suka menjual Kue? " tanya Lili, sebenar nya Lili merasa was-was ia takut Jika keluarga nya Tidak menerima Reno sebagai calon Mantunya karena Pekerjaan Bunda yang tukang Kue
Dengan harap-harap Cemas Lili ingin mendengarkan Jawab Dari keluarga nya
Paman Ibram Menaruh sendok dan juga Garpu miliknya lalu Membuang Napas nya pelan " Bagi Papah Masalah latar belakang itu tidak menjadi maslaah Selama Itu halal Lagian kita sudah cukup Kaya Jadi buat apa mencari calon mantu yang kaya, Lagian yang utama itu adalah kebahagiaan mu Nak, Papah dan mamah ingin melihatmu Bahagia jangan Bahagia karena Harta tapi harus bahagia lahir dan Batin, Kebahagiaan itu tidak bisa di beli dengan uang Nak, jadi apapun yang menjadi pekerjaan Bunda nya Nak Reno saat ini Kami tidak maslaah " kata Paman Ibram " Lagian jika nanti kamu sudah menikah dengan Nak Reno, Nak Reno bisa Membantu papah di perusahaan " lanjut nya
Lili hampir saja meneteskan air mata nya Ia tidak menyangka jika Keluarga nya akan menerima Bunda dan juga Reno " Hiks.. Makasih ya Pah, Papah memang paling pengertian, Lili sayang Papah " Ucap Lili
" jadi gak sayang sama Mamah? " tanya Bibi Vina
" Sayang Mamah juga " Rengek Lili
Adam dan Meisya yang melihat drama di pagi ini membuat mereka terharu.
Mereka pun menyelesaikan sarapan mereka dengan Tenang, Setelah itu Lili langsung pamit untuk pergi ke Outlet Kosmetiknya Di salah satu Mol dengan menggunakan Mobil pribadi miliknya
__ADS_1
Lili mempunyai Dua pegawai perempuan Yang bernama
Yesi
Evi
Mereka bekerja sudah cukup lama bahkan di awal-awal Outlet baru buka mereka sudah bekerja dengan Lili
" Selamat pagi semua nya " sapa Lili yang baru sampai di outlet miliknya
" Pagi juga Mbak " jawab karyawan Lili
Outlet Milik Lili cukup besar bahkan Lili mempunyai Ruangan pribadi Untuk istirahat dan mengecek pembukuan
Lili tersenyum lalu pergi ke ruangan kerja miliknya lalu duduk di sopa
Lili. : Pagi yank, Ayank sudah sarapan belum? Aku baru saja sampai di Outlet ya, Nanti kalo berangkat kerja hati-hati ya jangan ngebut-ngebut Love you Yank
Setelah mengirim pesan Lili langsung mengecek pembukuan, Inilah yang biasa Lili lakukan di akhir bulan ia harus mengecek Pembukuan dan juga laporan bulanan
" Sepertinya Aku harus mencari sekertaris buat Membantuku ngurus kertas-kertas ini " Gunma Lili
Ting...
Lili melihat pesan yang masuk kedalam handphone nya
Lili : Iyah Yank
Lili kembali menaruh Handphone miliknya dan kembali Pokus ke kerjaan nya.
~ DI RUMAH RENO
Ketika sarapan tadi Bunda sempat menanyakan Soal Lili kepada Reno, Bunda sangat kaget ketika mendengar Penuturan Putra nya itu
" Kakak Apa kedua orang tua Nak Lili tau bagai mana kehidupan kita? " tanya Bunda
Reno mengangguk " Tau Bund, Kemarin Ketika Kakak ketemu dengan kedua orang tua Lili aku langsung menjelaskan Maslaah Perekonomian kita dan Mereka tidak mempersalahkan itu semua Kata nya mereka tidak butuh mantu kaya tapi yang mereka butu adalah Menantu yang akan membahagiakan Putri mereka lahir dan batin " jawab Reno jujur
Bunda bernapas Lega setelah ia tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan Nasib percintaan Putra nya, Pikir Bunda jika Benar Lili anak orang kaya Bagai mana nanti Masih percintaan putranya jika Kedua orang tua Lili tidak merestui hubungan mereka
" Syukurlah kalo begitu Bunda ikut senang " ucap Bunda
Reno Memegangi tangan Bunda " Bunda tidak perlu khawatir ya, kakak yakin Jika Lili dan keluarganya adalah Orang baik yang tidak memikirkan latar belakang kita "
" Iyah Kak "
__ADS_1
" Kalo begitu Kakak pergi ke kantor dulu ya Ini sudah mulai siang " Ucap Reno
" Iyah Nak Hati-hati ya " Ucap Bunda
" Assalamualaikum.. "
" Wa'alaikumsalam.. "
Reno pergi dengan menggunakan Mobil miliknya Walaupun mobil sederhana dengan harga yang tidak sampai ratusan juta tapi Reno sangat menyayangi mobil miliknya.
Jam sudah menunjukan Jam Dua belas siang, Lili pergi ke Kantor milik kakak nya
Tok... tok..tok..
" Masuk "
Lili membuka pintu ia melihat kakak nya yang sedang makan siang bersama Meisya
" Wah kebetulan sekali Aku juga belum Makan siang " Kata Lili yang langsung duduk di sopa
" Cuci tangan dulu baru makan " Tegur Meisya
" Hehehe maaf Lupa " Lili langsung pergi cuci tangan lalu duduk kembali di sopa
" Ada apa kamu ke sini, Tumben sekali? " Tanya Adam
" Hehehe.. apa Adik kakak ini tidak boleh Main ke sini? " Jawab lili
" Tapi aku curiga dengan tujuan mu " Adam merasakan ada sesuatu yang mencurigakan dari adiknya
" Hehehe Kakak ini tau saja. Sebenarnya Aku ke sini buat mengajukan proposal kerja kepada Kakak "
Adam Mengerutkan kening nya " Proposal? "
Lili mengangguk " Aku ingin membuka Body Spa, Outlet Milikku kan Sudah cukup besar jadi aku berinisiatif buat membuka Body Spa lagian prodak kita kebanyakan nya adalah perawatan wanita " kata Lili " Tapi hanya saja Dana nya masih kurang makanya aku ingin mengajukan proposal kepada Kakak "
Adam menaruh Piring miliknya lalu membaca Proposal Yang di buat oleh Lili, Adam cukup bangga kepada Adiknya yang ingin mengembangkan Usaha nya, Bagi Adam soal uang tidak jadi maslah yang penting Adiknya serius.
" Baiklah Biar kakak pikirkan "
" Are you serious " Tanya Lili yang cukup senang
" Iyah " Jawab Adam
" Aahhh... Terimakasih Kakak ku sayang, Muah..Muah.. Muahh... " Lili mencium jauh Adam Membuat Meisya Sedikit cemburu
" Kau itu kebiasaan deh cium-cium Suami orang " tegur Meisya
Lili langsung memeluk sahabat nya itu " Maafkan Aku Sayang aku lupa jika bumil ini sekarang jadi cemburu semenjak Mengandung Ponakan ku "
__ADS_1
Ya saat ini Meisya telah hamil Tiga bulan Dan membuat mood si Bumil itu Tidak karuan kadang marah kadang pendiam dan kadang menjadi pencemburu.