Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
PESTA


__ADS_3

Hari demi hari Telah berlalu dan kini Resepsi pernikahan pun sedang berjalan dengan lancar, Dua pasangan pengantin itu sangat terlihat bahagia apa lagi bisa di bilang pernikahan mereka itu cukup unik karena menikah bersamaan dengan sepupu sekaligus sahabat.


Kanza dan Fadil yang sedang duduk menikmati pesta, jangan di tanya Kanza saat ini sedang apa. Kanza yang sedang hamil muda itu tidak luput dari makanan sedari dari tadi Kanza terus saja memakan makanan yang di hidangkan membuat Fadil menelan air ludahnya sendiri.


" Sayang, Apa Perut mu ada kantong cadangan? " Tanya Fadil yang heran karena napsu makan sang istri lebih dari biasanya


" Aku kan sekarang makan berdua Habby, Apa Habby tidak ingat jika saat ini aku sedang hamil anak kita? " Gerutu Kanza dengan mulut yang penuh dengan makanan


" Ia ingat sayang, Mana mungkin aku tidak ingat " ucap Fadil " Apa ini karena Anak kita juga kamu makan banyak "


" Bisa jadi " Balas Kanza singkat


Fadil tersenyum lalu ia mengelus rambut sang istri dengan lembut " Apa ada yang ingin kamu makan lagi sayang? " tanya Fadil


Kanza langsung menggelengkan kepalanya " Habby, kita balik ke kamar hotel aja yuk, aku gak kuat ngantuk " Ajak Kanza.


Bagaimana tidak ngantuk Kanza makan lumayan banyak dan bahkan ia melupakan suaminya yang ada di sampingnya gara-gara lihat makanan enak.


" Boleh sayang, Lagian acaranya sebentar lagi beres " Jawab Fadil " Tapi aku pamit dulu sama Mommy dan Daddy ya " Kanza langsung menganggukkan kepalanya dan membiarkan Fadil pergi mencari kedua orang tuanya.


Tidak butuh waktu lama kini Fadil dan Kanza sudah berada di Lift, Lift yang kosong membuat Kanza berleluasa memeluk sang suami, Jari-jari tangan Kanza yang mulai nakal membuat Fadil mengerutkan keningnya.


" Sayang " Lirih Fadil karena tangan Kanza yang sudah bermain-main dengan Ceri milik Fadil


Kanza langsung menatap suaminya dengan lekat, Tatapan Kanza yang begitu menggoda dan jari-jari tangan yang semakin Aktif dan bahakan Fadil menelan air ludahnya ketika Kanza meraba tongkat sakti miliknya.


Kanza Terimakasih ketika merasakan perubahan tongkat sakti milik sang suaminya, Kanza mendongkkan kepalanya agar bisa berbisik ke telinga sang suami " Mari bermain, Anak kita ingin mencoba sensasi baru " Bisik Kanza di telinga Fadil


Fadil tersenyum ia tau apa yang di maksud oleh sang istri " Kamu yakin sayang? " Kanza menganggukkan kepalanya " setelah ini kamu jangan menyesal sayang "


Kanza yang menggunakan gaun di bawah lutut dan memiliki kancing di depan memudahkan Fadil untuk melancarkan aksinya.

__ADS_1


#Skip


Ting...


Fadil keluar dari Lift dengan menggendong Kanza yang sudah terkulai lemas, Bagaimana tidak Fadil dan Kanza benar-benar menikmati sensasi baru mereka, Untung saja Fadil menggunakan Jas yang bisa menutupi Kamera CCTV.


" Tidurlah sayang " Ucap Fadil ketika ia merebahkan tubuh sang istri di atas tempat tidur dan menyelimutinya


" Habby mau kemana? " Tanya Kanza


" Aku mau membersihkan diri dulu sayang, Atau kamu mau aku menjenguk anak kita lagi? " Goda Fadil dengan senyuman yang menggoda


Kanza langsung menarik selimut dan menutupi Tubuhnya " Habby ke kamar mandi saja, Aku mau langsung tidur "


Fadil tersenyum melihat tingkah istrinya yang cukup menggemaskan menurutnya, Fadil masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu ia akan langsung menyusul sang istri kedalam mimpi.


Jam sudah menunjukkan Jam satu Malam, Di kamar Hotel Milik Amira, Amira menatap wajahnya di depan Cermin lalu ia tersenyum " Kata Amira malam pertama itu kita akan di bawa ke surganya dunia, Aku tidak sabar ingin tau bagaimana rasa surga dunia " Gumam Amira sambil tersenyum


" Aaaaahhhhhh... " Teriak Amira karena ia melihat Marlo yang keluar dari kamar mandi dengan menggunakan lilitan handuk di pinggangnya


" Kamu kenapa? " Tanya Marlo heran yang melihat Amira menutup wajah dengan ke dua tangannya.


" Cepat pakai baju, Kamu sudah menodai mata suciku " Keluh Amira


Marlo bukannya langsung memakai pakaian ia malah berjalan ke arah Amira dan pagoda Amira " yakin kamu tidak ingin melihatnya? " Goda Marlo


" Kakak!!!! "


" Coba sini lihat ada yang ingin berkenalan ya sama kamu " Goda Nya lagi yang langsung mengambil tangan Amira dan menuntun tangan Amira untuk berkenalan dengan adik kecilnya


Mata Amira yang masih ia tutup tiba-tiba saja Amira merasakan Batang yang agak kenyal dan.... " Aaaahhhhh... Kakak!!! " Amira merasa geli sendiri ketika membuat mata ternyata ia sedang memegangi batang adiknya Marlo

__ADS_1


Amira yang hendak melarikan diri langsung ditahan oleh Marlo dan membawa tubuh Amira kedalam dekapannya " Kenapa kamu terlihat sakit seperti itu, bukannya malam ini adalah malam pertama kita? " Bisik Marlo yang berhasil membuat Amira menelan air ludahnya


" Ta tapi kak " Lirih Amira terbata


Marlo bisa merasakan bahwa saat ini Amira sedang gugup, Marlo pun langsung memberikan sentuhan manisnya di bibir Amira pelan namun pasti, Marlo membawa berjalan ke arah Surya dunia.


Amira yang awalnya merasa gugup dan canggung Kini tidak lagi karena Marlo begitu lihai menenangkan Amira sehingga Amira pun terbuai oleh sentuhan nya.


#Skip


Mungkin di kamar Marlo dan juga Amira sedang belah duren namun beda halnya dengan di dalam kamar milik Aulia dan juga Lixi, Aulia malah harus menelan pahit ketika ia mengetahui jika Lixi ternyata memiliki kekasih lain selain dirinya.


Iya, Tadi ketika Lixi sedang berada di kamar mandi, Aulia mengangkat telpon masuk dari handphone milik Lixi karena Aulia pikir saat ini dirinya sudah menjadi istri Lixi otomatis dia juga berhak tau siapa yang menghubungi suaminya malam-malam begini.


Aulia terlihat sendu, ia juga ingin marah kepada Lixi " Jelaskan " Lirih Aulia


Lixi memejamkan kedua matanya lalu ia mendekat kearah Aulia " Maafkan Aku "


" Maaf Katamu? " Ucap Aulia dengan tatapan tajamnya " Kenapa kamu tidak jujur sedari awal jika kamu sudah memiliki kekasih dan saat ini dia sedang hamil, Kenapa?!!! " Bentak Aulia memukul dada bidang milik Lixi


Lixi tidak bisa berkata apa-apa, Lixi mengakui kesalahannya. Namun Lixi tidak menyangka jika Kekasihnya itu akan menghubungi dirinya di saat malam pertama.


" aku ingin kita cerai " Ucap Aulia dengan tatapan tajam


" Gak bisa sayang, Aku mohon Maafkan aku, Aku janji aku akan segera putusin dia bahkan malam ini juga aku akan putuskan dia " Mohon Lixi


Aulia tersenyum kecut " Putus katamu? Hahaha... " Aulia tertawa lalu menghapus air matanya " Apa aku wanita sejahat itu sehingga membiarkan wanitamu harus membesarkan anaknya seorang diri? Aku wanita dan Aku bisa merasakan bagaimana perasaan wanita itu saat ini " Aulia tidak habis pikir dengan Lixi


" Tapi Aku benar-benar Sayang sama kamu, dan aku tidak mau kita pisah Sayang. Aku mohon " Lixi terus memohon kepada Aulia agar dirinya di berikan kesempatan kedua " Apa kamu tidak kasian kepada keluarga kita? "


Aulia saat ini benar-benar pusing harus bagaimana, Di satu sisi dirinya tidak ingin mengecewakan kedua orang tua nya tapi di sisi lain Aulia juga tidak ingin menyakiti hati wanita lain.

__ADS_1


__ADS_2