
Sebelum pulang Meisya mampir terlebih dahulu di sebuah supermarket karena bahan-bahan masakan Sudan kosong " Kakak Fadil mau beli apa nak? " Tanya Mom Meisya
Anak kecil itu langsung mengambil apa saja yang ia mau bahkan Fadil sangat peka, Fadil mengambil susu formula untuk adiknya lalu menaruhnya di keranjang belanjaan
Mom Meiysa yang melihat nya merasa terharu karena Putra kecilnya ini begitu sangat perhatian kepada Adiknya " Kakak Fadil ingin Mom beli ini? "
Fadil menganggukkan kepalanya " Baiklah kota beli ini ya buat Adek " Kata Mom Ayu yang memasukan susu Formula namun sebelum itu Mom Meisya menukar kemasannya karena yang Fadil ambil itu untuk usia enam bulan ke atas sedangkan Adiknya Kan masih di bawah Enam bulan.
Setelah siap dengan bermacam-macam Belanja yang sudah di taruh di keranjang, Mom Meisya langsung mendorong troli ke kasir
Fadil terlihat sangat lucu ketika ia duduk di dalam troli " Mom, Anak nya lucu sekali " Wanita itu tiba-tiba saja mencubit pipi Fadil namun siapa sangka dengan Reaksi Fadil
" Do not hold me " Ucap Fadil dengan tatapan tajam kearah ibu hamil
Mom Meisya yang melihat Reaksi putranya, Ia langsung meminta maaf kepada Si ibu hamil " Maafkan Anak saya Bun, Anak saya tidak suka di pegang sama orang yang tidak di kenal " Mom Meisya benar-benar meminta Maaf
" Ah.. Tidak apa-apa Mom. Wajar jika anak balita tidak ingin di pegang, Saya nya saja yang terlalu gemas makanya hendak mencubit pipinya " Kata Wanita hamil itu
" Sekali lagi saya minta Maaf ya Bun " Mom Meisya membawa kantong belanjaan yang sudah di bayar kedalam mobil.
Di dalam mobil Mom Meisya melihat putranya yang langsung murung " Kamu kenapa Boy? " Tanya Mom Meisya
" Maafkan Kakak Mom, gala-gala Kakak Mom Jadi malu " Lirih Fadil
Mom Meisya tersenyum " Tidak apa-apa Boy, lagian setiap orang berhak untuk protes " Kata Mom Meisya yang tidak ingin jika Putranya merasa bersalah
Mom Meisya sudah cukup paham dengan Sikap Putranya bahkan Mom Meisya tidak menyangka jika sipat suaminya akan menurun kepada Putranya.
" kalo begitu kita pulang ya " Ajak Mom yang langsung di balas anggukan oleh Fadil.
Di perjalanan Pulang Tidak ada suara hanya ada suara radio yang di setel oleh Mom Meisya.
__ADS_1
Setelah perjalanan membutuhkan waktu tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah, Mom Meisya langsung membawa putranya ke kamar untuk ganti pakaian dan tidur siang.
Setelah Melihat Fadil terlelap. Mom Meisya langsung mencari keberadaan Putrinya " Mbak, Putriku Dimana? " Tanya Mom Meisya
" Itu ada di taman Nyonya, Tadi sempat rewel makanya di bawa ke taman " kata Bibi
" Oh baiklah, Terimakasih ya mbak " Kata Mom Meisya yang langsung pergi ke taman dan mencari keberadaan Putrinya namun... Mom Meisya mendengar suara ******* kecil, Mom Meisya langsung melotot ketika melihat si pelayan itu..
" Apa yang kau lakukan!! " Bentak Mom Meisya ketik melihat Putrinya di paksa meminum sumber ASI milik Si pengasuh
Mom Meisya langsung mengambil Putrinya dari gendongan si mbak pelayan itu " Nyo..nya " Kaget Si pelayan
" Apa yang kau lakukan dengan putriku? " Tanya Mom Meisya tegas
" A..ku "
" Aku tanya sekali lagi apa yang lakukan kepada putriku, apa selama ini kamu selalu memaksa putriku untuk melakukannya? "
Pelayan itu langsung gelagapan dan langsung bersimpuh di kaki Mom Meisya " Maafkan Saya Nyonya.. Maafkan saya "
" Aku marah bukan karena putriku meminum asi milikmu, karena sejatinya air asi itu sangat bagus untuk bayi tapi apa tidak aneh jika seorang wanita menyuruh Bayi untuk meminum sumber ASI yang masih kosong? " Ucap Tegas Mom Meisya
" Maafkan saya Nyonya Maaf "
" Pergi dari rumah saya, saya tidak ingin melihatmu lagi " Kata Mom Meisya yang langsung meninggalkan Pelayan itu di taman
" Berikan dia gajih full serta Bonus nya, biarkan dia pergi dari rumah ini tidak dengan tangan kosong " Kata Mom Meisya kepada kepala pelayan karena kebetulan kepala pelayan juga ada di sana.
Setelah kepergian Mom Meisya. kepala pelayan itu langsung menghampiri Pelayan yang masih bersimpuh di bawah dengan pipi yang masih basah
" Apa yang sudah kamu lakukan, apa kamu tidak berfikir bagaiman baiknya Nyonya dan juga Tuan kepada kamu? Jika sudah begini bagaimana nasib kedua orang tuamu di kampung? " Tegur Kepala pelayan
__ADS_1
Pelayan itu masih menangis tidak bisa membendung air matanya " Pergilah, Dan ini gajih terakhir mu plus bonusnya juga karena kamu selalu menjaga Nona kecil " Kata Kepala pelayan
" Terimakasih Ibu Kepala " Kata pelayan itu tanpa menjawab ucapan kepala pelayan.
Kepala pelayan yang melihat kepergian bawahannya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah ia juga tidak bisa membantu pelayan itu untuk tetap Stay di rumah ini apa lagi jika sudah Nyonya mereka yang berbicara pasti langsung bungkam.
Mom Meisya menatap Putrinya dengan lekat ia benar-benar tidak menyangka jika Pelayan nya itu berani melakukan hal di luar nalar, Andai saja jika pelayanan itu sedang menyusui juga mungkin Mom Meisya tidak akan semarah ini.
" Maafkan Mom ya, karena Mom baru mengetahuinya " Mom Meisya mengelus dan mengecup kening sang putri.
Daddy Adam yang mendapatkan kabar dari Istrinya, ia Langsung memutuskan untuk pulang padahal Tadi Daddy Adam sedang melakukan Meeting.
" Dimana wanita itu? " Tanya Daddy Adam dengan tegas
" Pelayan itu sudah di berhentikan oleh Nyonya Tuan " Jawab kepala pelayan yang tau apa maksud Tuannya itu
" Bagus. Karena saya tidak ingin ada orang yang seperti itu di rumah saya " Kata Tegas Daddy Adam
" Baik tuan " Jawab nya.
Daddy Adam langsung pergi ke kamar Anak-anak karena ia yakin jika istri dan Anaknya ada di sana.
Siapapun pasti tidak akan ada yang menyangka Jika pelayanan yang sudah bekerja bertahun-tahun akan melakukan hal yang memalukan seperti tadi. Orang yang Mom Meisya percaya ternyata tidak jauh beda dengan orang yang tidak berada.
" Sayang "
" Dad.. " Mom Meisya yang masih memberikan asi kepada Putrinya langsung berdiri
Daddy Adam berjalan kearah sang Istri " Bagai mana, Apa putri kita tidak apa-apa? " Tanya Daddy Adam
" Tidak apa-apa Dad. Hanya saja tadi aku kaget ketika melihat kelakuan pelayan itu. Aku tidak menyangka jika pelayan itu akan menjadikan Putri kita sebagai... "
__ADS_1
" Sudah Stop jangan di lanjutkan lagi, yang penting sekarang kita harus lebih waspada lagi dan jangan membiarkan orang lain menyentuh putri atau putra kita " Daddy Adam memeluk Istri dan juga putrinya.