
Hari semakin sore dan para tamu pun semakin berkurang, Fadil dan juga kancil sudah kembali ke kamar yang sudah disiapkan oleh Mom dan juga Daddy.
Di sebuah kamar Fadil dan juga Kanza mereka sedang duduk di sofa, dengan sikap yang saling Canggu membuat mereka bingung harus melakukan apa
" Mas, apa mau Mas dulu atau aku dulu yang mandi? Soalnya tubuhku sangat lengket hehehe.. "
" Lebih baik kamu saja duluan yang mandi setelah itu baru aku " Jawab fadil
" Baiklah kalau begitu, Aku mandi duluan ya " Kanza langsung berdiri dan Anda untuk pergi ke dalam kamar mandi ia menghentikan langkahnya " Mas, Apa boleh aku minta tolong? "
Fadil sama diri dan menghampiri sang istri " apa yang bisa kau bantu? "
" Aku mau minta tolong untuk membukakan resleting gaunku " Ucap Kanza dengan ragu karena ia takut jika suaminya itu tidak akan membantunya
" O..oh, Baiklah sini aku bantu " kata Fadil yang langsung mencoba membuka resleting milik Kanza
Dengan perlahan Fadil membuka resleting gaun pengantin milik sang istri, perlahan demi perlahan dia bisa melihat punggung mulus milik Kanza, Fadil menelan air ludahnya ketika ia melihat dengan jelas Bagaimana mulus dan putihnya punggung sang istri.
" Mas " Lirih Kanza pelan
" Ah iya, sudah aku bukakan " Jawab Fadil
Kanza mengangguk " Terimakasih Mas " Kata Kanza yang langsung pergi ke dalam kamar mandi karena ia juga merasa gugup ketika Fadil membuka resleting miliknya
" Huh... Kenapa jantung ini terus berdetak Ya ampun " Gumam kanza membuang napasnya " janjian cepat atau terlambat kamu akan memberikan hal yang berharga milikmu kepada Mas Fadil " Kanza mata pelajarannya di pantulan cermin lalu ia membuka riasan satu persatu yang melekat di kepalanya
Setelah melepaskan riasan kepalanya Kanza langsung membuka gaun pengantin dan menaruhnya di wastafel " sebentar lagi tunggu ini aku menjadi milikku Fadil apa aku mampu? "
kanza langsung menyiram seluruh tubuhnya dengan air shower ia membersihkan seluruh tubuhnya lalu ia juga membilas area-area yang menurutnya akan disentuh oleh suaminya nanti.
Setelah beres mandi Kanza keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono mandi dan rambut yang ia gulung dengan handuk kecil
" Mas "
Fadil yang sedang memainkan handphonenya ya langsung menghentikan aktivitasnya ketika mendapat panggilan dari sang istri, Fadil melihat istrinya yang terlihat segar " Kamu sudah beres? " Tanya Fadil
Kanza menganggukkan kepalanya " air hangatnya sudah aku siapkan untuk Mas mandi " Kata Kanza
Fadil berdiri dan menghampiri istrinya, Fadil mengecup bibir Kanza, lalu ia merangkul pinggang Kanza dan sebelah tangannya mengan tengkuk leher Kanza agar ciuman mereka semakin dalam dan semakin Panas
Kanza menatap suaminya ketika dirinya sudah terbaring di atas tempat tidur tanpa melepas pautan mereka
Fadil membuka tali handuk kimono milik Istrinya, Terpampang jelas bagaimana indahnya ciptaan Tuhan yang begitu sempurna, Melon yang cukup besar bahkan lebih besar dari kepalan tangannya ceri merah di atasnya membuat Fadil tidak bisa menahannya lagi, Fadil mencium dan menjilat leher Kanza dengan tangan yang bermain di ceri merah milik Kanza
Kanza ****** ketika Fadil meninggalkan bekas kemerahan di sana
__ADS_1
" Aku sudah tidak bisa menahannya lagi, Apa aku boleh... "
Kanza menganggukkan kepalanya pelan " Tubuhku sudah menjadi milikmu Mas " Jawab Kanza
Fadil tidak menunggu lama lagi ia melancarkan aksinya dan membawa istrinya ke sensasi yang belum pernah mereka rasakan, darah yang merasa mendidih hawa yang semakin panas bahkan keringat semakin bercucuran mereka sangat menikmatinya.
#Skip
Di kamar Hotel Amira dan juga Aulia mereka sedang berendam di air hangat " Apa mereka saat ini sedang melakukannya? " Tanya Aulia dengan wajah yang kemerahan karena tidak tahan harus membayangkan Kanza dan juga Fadil yang sedang mencangkul
" Aku tidak bisa membayangkan itu jika sampai mereka... " Amira menggigit bibir bawahnya " Aaaahhhhh Aku bisa gila memikirkan itu semua huh... " Amira tersenyum geli ketika membayangkan Kanza dan juga kakak nya bermain
" aku sudah tidak sabar ingin segera besok dan melihat mantan perawan hahaha... "
" Mantan gadis?? "
Otak kedua gadis itu benar-benar sudah rusak bisa-bisanya mereka membayangkan Kakak dan juga sahabat nya yang sedang cangkul mencangkul.
" Apa nanti setelah kita menikah kita juga akan menjadi mantan gadis? " Tanya Aulia
" Ya iyalah itu sajakah kau masih gadis hahahah.. " Balas Amira malah meledek sepupunya itu
" Aku masih gadis ya dan bahkan aku masih bersegel Jika kamu nggak percaya coba cek aja sendiri "
" ogah, ngapain Aku ngecek segala kamu nggak ada kerjaan banget lagian geli tau nanti ada pohon rimba hahahha.."
Tawa mereka sangat renyah di dalam kamar mandi, otak mereka benar-benar sudah korslet efek jonesss...
~ PAGI HARI
Para keluarga sudah kumpul di Restoran Hotel karena mereka akan sarapan sebelum mereka aktivitas kembali apa lagi Nanti malam adalah acara resepsi pernikahan Kanza dan juga Fadil.
" Mom, kenapa perayaan pesta nya harus nanti malam? " Tanya Amira sambil memakan makanannya
" Iya karena jika kita paksakan untuk merayakan pesta kemarin malam kita tidak akan sanggup dan pasti akan sangat lelah sekali " Jawab Mommy
" Dan bisa saja kita bangun kesiangan seperti kakakmu " Balas Daddy Yang mau minum kopi hitam
" Memangnya mereka habis ngapain sampai kesiangan bangun Mom? " Tanya Amira yang so polos padahal dirinya juga sudah tau apa yang di lakukan oleh Kakak dan juga Kakak iparnya semalam apa lagi Aulia yang begitu heboh menceritakan tentang malam pertama.
" Sok polos, memangnya Mom atau apa jika kalian semalam begadang hanya gara-gara ngobrolin kakak kalian "
Amira dan juga Aulia langsung saling pandang karena tidak menyangka jika Mommy tau " Ko Mom tau? "
" Apa yang Mom tidak tau tentang kalian jika sedang berdua " Mom selalu tahu apa yang dilakukan oleh kedua gadis ini jika sedang menginap ataupun jika sedang bersama keluarganya bergunjing pasti mau ngomong kan soal barang branded yang baru keluar.
__ADS_1
Hups...
" Kalian pikir ibu dan juga Mommy kalian tidak pernah muda, bahkan dulu kami juga merasa seperti kalian jadi kalian pasti tidak akan jauh beda dengan kami " Kata Ibu Lili
" Jelas beda, generasi Ibu kan kuno dan berhasil kami kan maju " Seru Aulia
" Bahkan ibu dan juga Mommy kalian itu jika sedang bersama pasti mereka akan memesan seblak dan juga pop ice " Daddy menggelengkan kepalanya jika teringat hal itu.
" Masa Dad! "
" Kalau kalian tidak percaya tanya saja kepada mereka bahkan sampai Daddy membuat produksi seblak agar hobi Mommy dan juga Ibu kalian itu tersalurkan"
" Dad " Mom langsung memberikan tatapan tajan kepada sang suami karena sudah membongkar masa lalunya
" Hehehe sorry Mom, Habis jika aku liat Aulia dan juga Amira, Aku selalu ingat ketika Kamu dan juga Lili di jaman masa itu " Balas Daddy " Eh tapi kalian juga jangan merendahkan Mommy loh, soalnya Mommy itu bekas model kosmetik di perusahaan Daddy, bahkan semenjak Mommy Gabung keuntungan perusahaan itu semakin melunjak " Lanjut Daddy
Aulia dan juga Amira membulatkan kedua matanya karena ia baru mengetahui jika Mommy mereka adalah bekas seorang model papan atas
" Mom, kenapa Mommy menceritakannya kepada kami itu kan sangat bagus sekali " Seru Amira
" Untuk Apa Mom menceritakan kepada kalian, Nanti kalia iri lagi " Canda Mommy sambil melirik kearah Ibu lili
" Yah, Tante gak seru " Ucap Aulia yang terlihat lemas
Namun beda halnya dengan Amira yang langsung mencari informasi tentang Mommy nya di sosial media
" Astaga Mom!! mommy cantik banget di masa itu " Seru Amira yang melihat Foto-foto Mommy nya di masa itu
" Mana Lihat " Aulia langsung merebut handphone milik Amira karena ia juga penasaran dengan wajah cantik Mommy
Aulia tidak berkedip " Kecantikan Ibu kalah sama Tante Meisya "
Plak..
" Anak kurang adat, masa ia ibu nya malah di ledek dan di bilang lebih cantik kan Tante kamu dari pada aku ibu mu " Keluh Ibu Lili " Apa kamu juga tidak tahu jika Ibu dulu adalah seorang pengusaha di kosmetik yang ternama "
" Ibu! Kalau Ibu tidak percaya lihat nih nih lihat nih... " Aulia memberikan handphone milik Amira kepada ibunya dan menunjukkan foto cantik Mommy Meisya " Ibu kalah kan " Seru Aulia
Walaupun sikap Aulia dan juga Amira agak bar-bar kepada Ibu dan juga Mommy nya, bukan berati mereka tidak menyayangi ataupun menghormati kedua orang tuanya hanya saja itulah cara mereka menyayangi ibu mereka.
Ibu lili dan juga Mommy Meisya tidak pernah keberatan dengan sikap kedua putrinya, karena dengan begitu mereka akan merasa sangat dekat seperti seorang teman. Jarang-jarang loh ada ibu dan juga anaknya bisa bersikap seperti seorang teman apa lagi Samapi berbagai cerita.
Daddy yang melihat anak dan juga istrinya mulai sibuk akan handphonenya " Sudah sudah bukannya kita di sini untuk sarapan kok malah ribut kan soal foto dan masa lalu sih " Tegur Daddy " Lihat tuh Ayah kalian sudah menahan laper " Ledek Daddy
" Ah iya, Mari kita makan sebelum kita disibukkan lagi dengan kegiatan kita masing-masing " Ajak Ayah Reno
__ADS_1
Orang-orang yang ada di meja makan pun mereka Langsung menikmati sarapan mereka masing-masing dan menaruh handphone mereka di atas meja karena Daddy ataupun Ayah Reno tidak pernah membenarkan jika makan sambil memainkan handphone karena itu terlihat tidak sopan apalagi ada orang tua di sana.
Setelah sarapan mereka langsung melakukan tugas mereka masing-masing, karena tamu yang akan diundang untuk acara nanti malam cukup lumayan banyak dan siap-siap aja mereka akan kewalahan dengan kedatangan para tamu.