
Setelah semaunya siap Lili dan adik iparnya membawa tiga mangkuk Cilok ke meja makan " Mana kak Reno ko belum turun " ucap Adiknya
" Sebentar. Kakak panggil dulu ya " Lili langsung pergi ke kamar untuk mencari sang suami, Untung saja Lili tidak menunggu di meja makan orang Suaminya sedang tertidur " Heum kata nya pengen yang berkuah eh malah tidur " gumam Lili
" Yank. yank bangun, makanannya sudah siap " Ucap Lili membangunkan sang suami
" eum.. iya yank " Jawab nya dengan mata yang masih terpejam
" Ayo bangun " Pinta Lili
" Iyah ini sudah bangun " Reno langsung bangun dari tidur nya ia langsung cuci muka dan mengikuti langkah sang istri
" Yank ini buatan mu? " tanya Reno
" Sama Adek juga, kan aku bilang aku gak bisa bikin jadi aku minta ajarin sama Adek " jawab Lili
" Ini pasti enak " Reno langsung mencoba cilok buatan sang istri, Senyumannya mengambang karena Ciloknya sangat enak, tidak hanya ada cilik di sana juga ada tahu isi yang daging yang di stok di lemari es " Ini enak sayang, kamu emang pintar " Puji Reno
" Oh jadi hanya kak Lili saja yang di puji, terus aku di lupakan gitu? " sindir Adiknya sambil memalingkan wajahnya
" kamu juga Dek " Ucap Reno
Lili tersenyum melihat adik dan suaminya ini " Sudah ayo makan nanti kalo sudah dingin gak enak " ucap Lili
" Siapin yank "
" jangan ngadi-ngadi deh kak, di sini ada aku. Bisa-bisa mataku tercemar oleh kakak " protes Adik Reno
" Iri bilang Dong, hahaha "
" Dasar kakak gak punya akhlak " keluh nya
Yang di sindir malah senyum-senyum tidak menghiraukan keluhan sang adik " Lagi Yank. ini sangat enak " pujinya
Lili tersenyum " Kalo begitu makanlah yang banyak yank biar aku tambah senang lihatnya " Ucap Lili
Mereka menimati cemilan mereka dengan tenang sedangkan Adiknya reno ia malah cemberut karena harus melihat kemesraan Sang kakak dengan kakak ipar nya.
__ADS_1
" Aku sudah beres " ucapnya " Kalo begitu aku langsung permisi ke kamar dulu kak " Adik Reno langsung masuk kedalam kamarnya
Sedangkan Reno dan Lili mereka masih duduk di meja makan, Lili sangat aneh melihat sang suami yang meminta hal-hal yang aneh seperti saat ini Reno Meminta Lili untuk memanjakan dirinya.
" Yank, Ko aku merasa aneh ya dengan kamu Yank. gak biasanya ayank seperti ini bahkan Biasanya ayank yang memanjakan aku " keluh Lili yang merasa heran kepada sang suami
" Masa sih yank, mungkin karena efek cuaca makanya aku ingin di manja terus " Ucap Reno mengelus pipi sang istri
" Mungkin " Reno membawa tubuh sang istri ke pelukannya " Yank, Sekali lagi yuk " Bisik Reno
" Kan tadi udah Yank "
" Sekali lagi, mumpung masih ujn gede. kapan lagi kita main di saat hujan " Bujuk Reno yang menc*** Pundak sang istri membuat Lili mend*** kecil
" Eum.. Baiklah, Tapi tidak di sini Yank " ucap Lili kepada sang suami
Dengan senang hati Reno langsung menggendong Lili ke kamar mereka. Reno tidak melepaskan pangu*** Bi*** miliknya ia malah semakin memperdalam dan mengobrak Abrik Mul**** Lili dengan Lid*** nya
Reno membaringkan Lili di atas tempat tidur ia mengelus pipi Lili yang cantik dan...
#Skip
Situasi di rumah Adam tidak kalah hangat seperti di rumah Reno. kini Adam sedang mengajak Putranya untuk bermain, Balita usia sepuluh bulan itu sangat aktif ia berlari kesana kemari walaupun Fadil belum pandai Berlari bahkan sering terjatuh namun Balita itu seakan tidak ada kapoknya ia terus saja mengulanginya lagi.
" Boy. Jangan lari-lari nanti kamu jatuh lagi Boy " Tegur Adam yang melihat putranya berlari
" Putra kita tidak ada kapoknya ya Dad. ia terus saja berusaha untuk lari padahal ia tau akan terjatuh hehehe "
" Itulah Anak lelaki tidak gampang menyerah " Jawab Adam
" Iyah. Tapi aku senang karena pertumbuhan Fadil Sangat bagus bahkan tidak seperti balita pada umumnya " puji Meisya
" Hap " Adam menangkap Fadil yang berlari karena Adam takut Jika Fadil akan naik ke atas tangga " Boy. kamu gak boleh naik ke atas tangga nanti kamu Terjatuh " Tegur Adam
" Mom apa anak kita sering begini, Lari-lari dan mau menaiki tangga? "
Meisya menganggukkan kepalanya " Makanya Aku lagi pesan penghalang untuk Tangga biar Putra kita tidak bisa naik turun tangga, Ngeri aku liatnya " jawab Meisya
__ADS_1
Meisya sudah memesan penghalang untuk Tangga agar sang putra tidak bisa bebas naik tangga, karena Meisya takut jika dirinya tidak sedang Mengawasi Fadil, Fadil malah naik sendiri dan.. ah buat bayangin nya saja tidak mampu.
" Shukur lah. Aku jadi tenang " Ucap Adam. Adam membawa sang putra ke sopa dan mendudukkan Sang Putra di atas sopa " Diam di sini Boy, kamu jangan lari-lari lagi. Daddy sangat lelah " keluh Nya
" Baru juga segitu sudah lelah bagai mana dengan aku dan juga Diva Yang setiap hari mengawasi putra kita " timbal Meisya sambil menyindir sang suami
Adam yang mendapatkan sindiran dari sang istri langsung mengecup kening Meisya " Maka dari itu aku sangat mencintaimu sayang. Tanpa kesabaran kamu, Aku dan putra kita tidak akan sesehat ini dan tidak akan Sebahagia ini " Puji Adam kepada sang istri
Meisya tersenyum karena ternyata suaminya sangat peka " Tidak Apa-apa Dad, kan ini sudah tugas seorang istri Untuk terus sabar mengurus suami dan juga putranya " Jawab Meisya mengelus pipi sang suami
Balita yang duduk di tengah-tengah mereka langsung menepuk-nepuk Daddy nya karena ia merasa cemburu melihat sang mommy di peluk-peluk oleh Sang Daddy.
Adam dan Meisya saling melirik " Apa putra kita sedang Cemburu heum.. " Adam dan Meisya langsung menggelitik Fadil. balita sepuluh tahun itu langsung tertawa menunjukan gigi yang baru tumbuh beberapa Biji.
Karena hari sudah mulai malam, Kini Adam dan Meisya membawa putra mereka untuk tidur di kamarnya. Baby Fadil sudah terbiasa Tidur seorang diri di dalam kamarnya sendiri. mungkin karena Meisya sudah membiasakan Baby Fadil dari baby jadi Baby Fadil sudah terbiasa.
" Tidurlah sayang, hari sudah malam. karena Mommy harus menidurkan Baby besar Mommy " ucap Meisya mengecup kening sang putra
" Tidurlah boy. Daddy dan Mommy sangat menyayangi Mu " Adam juga mengecup kening Fadil setalah itu mereka langsung keluar kamar Tidak lupa mematikan lampu Kamar Baby Fadil
Di Kamar Adam langsung Membaringkan Tubuhnya di atas tempat tidur " Mom, sini " Ucap Adam sambil menepuk sebelah tempat tidur sebelah nya
Meisya langsung naik ke atas tempat tidur " Aku mau Mimi "
" Aku pikir ada apa, Mimi Daddy Gak cukup sebangar nanti malah menjalar ke arah yang lain "
" Tapi Mommy suka kan.. " Goda Adam yang sudah membuka kancing Pakaian milik sang istri dan melihat Ada gundukan Berwarna putih halus yang selama ini menjadi candu untuk dirinya.
# SKIP
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian dengan Cara Like, komentar, Vote dan Bunga, Terimakasih 🥰♥️