
Tak lama kemudian ketika lili sedang asik dengan Handphone nya tiba-tiba ada seorang laki-laki tampan dengan menggunakan kemeja putih dan celana jins, rambut yang ia sisir rapih menambah ketampanan laki_laki itu apa lagi parfum yang ia gunakan sangat enak di cium " Halo apa kamu yang bernama lili.?"
Lili langsung menoleh ke arah suara, jantung nya mulai dag Dig dug
" Halooooo!!!" kata Reno sambil melambaikan tangan di depan lili
" Ah Iyah, maaf " kata lili grogi
" Apa kamu yang bernama lili .?" tanya ulang Reno
" I..Iyah saya lili, ka..kamu.?"
" Perkenalkan saya Reno " kata Reno sambil mengulurkan tangan
Lili membalas uluran tangan rafa " ah ia silahkan duduk " ucap lili, tanya lili gagu, lili tidak menyangka jika teman chatting nya sangat tampan, padahal awal nya lili agak ragu untuk ketemu karena ia takut kalo laki_laki yang selama ini chatting sama tidak sesuai dengan harapan apa lagi ia tidak menggunakan foto asli
__ADS_1
Reno pun duduk di kursi depan lili sambil tersenyum manis " Maaf menunggu lama, tadi di jalan agak macet "
" Ah tidak apa-apa lagian aku juga baru sampai Ko " balas lili
Reno melihat gelas yang ada di meja sudah kosong " Benar kah "
Lili mengangguk, ia tidak sadar jika rafa memperhatikan gelas kosong nya itu " I..Iyah, kalo gitu ayo kita pesan makan dulu, lagian ini sudah jam makan siang " kata lili untuk memecahkan obrolan mereka
Mereka pun memesan makan siang terlebih dahulu, lalu mereka melanjutkan obrolan nya " kenapa Kamu jadi pendiam, bukan nya kalo lagi di telpon Kamu yang paling berisik.?" tanya Reno
Lili langsung tersenyum malu mendengar ucapan Rafa " ya, kan ini baru pertama kali bertemu tentu saja aku harus menjaga ucapan ku, agar laki_laki tampan yang ada di hadapan ku tidak kabur " ceplos lili
Sontak lili langsung melirik Reno " benarkah.?" tanya lili, dan di balas anggukan oleh Reno
" Ah tau gitu, aku tidak akan pura_pura jaim dengan mu, karena itu bukan sifat ku " balas lili yang mulai dengan sikap sehari-hari nya
__ADS_1
" Nah gitu dong, itu baru nama nya lili ku " kata Reno sambil mengucek rambut milik lili
lili yang di perlukan seperti itu merasa senang, entah kenapa hati nya merasa berbunga-bunga" Oh iya, aku pikir kamu itu orang nya helal loh, tadi pas anu menunggu mu sudah harap_harap cemas " kata lili
" Kalo aku orang jelek memang nya kenapa.?" tanya Reno
" Tidak apa-apa sih, paling aku hanya akan bertemu sekali saja lalu aku cari lagi deh laki_laki tampak yang akan aku jadikan pacar " Kata_kata lili membuat Rafa tersenyum geli mendengar nya
" Jadi sekarang apa aku termasuk laki_laki tampan dan akan jadi pacar mu .?" tanya Reno
" kamu tampan, aku mungkin suka tapi aku tidak tau dengan mu, mana mungkin aku memaksa mu untuk menjadi pacar ku " lirih lili sambil menunduk
" kalo begitu, jadikan lah laki_laki tampan ini pacar mu " balas Rafa sambil mengelus wajah cabi milik lili
Lili langsung menoleh ke arah Rafa, yang tadi nya dia sudah lemas tiba_tiba darah nya mulai hangat kembali, bibirnya pun langsung tersenyum simpul " benar kah .?" tanya lili tidak percaya, dan di balas anggukan oleh Reno
__ADS_1
" Yey... akhirnya aku punya pacar tampan " seru lili sambil berjingkrak-jingkrak
Reno yang melihat itu tersenyum melihat reaksi polos lili yang tidak ada jaim_jaim nya sekali " Baru kali ini aku mendapatkan wanita yang apa adanya, tapi aku suka bahkan lebih suka " batin Reno