
Di sini lah sekarang berada di rumah ce kokom tukang seblak, mereka benar-benar niat banget buat jajan seblak ce kokom sampai di samperin ke rumah nya " Ce kokom!!!" panggil meisya yang sudah tidak sabar bertemu dengan ce kokom
Ce kokom pun keluar dengan tergesa-gesa " Ah.. neng meisya !!!" teriak ce kokom sambil berlari memeluk meisya
" Kangen " ucap Meisya sambil mengulurkan pelukan nya
" Cece juga kangen sama neng, neng kemana aja.?" tanya ce kokom " Perusahaan ini jadi sepi ketika neng pergi "
" He he he... iya ce, sekarang aku sudah gak tinggal di sini lagi " jawab Meisya
Sedangkan lili jangan di tanya dia sudah ada di warung ce kokom untuk membuat jus " Ce ini bagai mana menggunakan nya.?" teriak lili
" Ya ampun neng lili, apa yang neng lakukan sama warung Cece .? " tanya ce kokom yang melihat warung nya sudah berantakan
Lili hanya menyingkir kuda memperlihatkan gigi nya " Astaga lili apa yang kamu lakukan dengan warung ce kokom .?" tanya meisya yang baru melihat warung ce kokom
" He he.. habis gue haus, niat nya pengen buat jus sendiri, habis ce kokom malah sibuk sama meisya sehingga aku di lupakan " elak lili
__ADS_1
" Is is is..." Meisya menggelengkan kepalanya
Sedangkan ce kokom malah tersenyum " Anak gadis ko gak bisa bikin jus, sini ce kokom buatkan, kalian tunggu lah di teras nanti ce kokom bawa ke sana " kata ce kok sambil melanjutkan pekerjaan lili yang sudah berantakan
" Siap ce, tapi sekalinya sama seblak tulang nya juga ya, level pedas sedang aja " pinta lili
Meisya langsung mengajak lili untuk meninggalkan warung, karena kalo lebih lama lagi bisa_bisa lili meminta yang lain_lain
Mereka pun duduk lesehan di teras rumah ce kokom " neng meisya.." panggil ibu itu yang mau jajan ke warung ce kokom
Meisya langsung berdiri dan bersalaman dengan ibu itu " Iya Bu, apa kabar.?" tanya meisya ramah
" Kabar aku juga baik bu, ah ibu bisa aja itu hanya pekerjaan baru aku aja " jawab meisya lembut
" Sukur lah, kalo hidup kamu jauh lebih baik, ibu ikut senang dengar nya, Asalkan jangan jadi wanita sombong saja ketika kamu sukses nanti, tetap rendah hati jangan lupa main_main ke sini jangan lupakan ibu_ibu perumahan ini ya " kata ibu itu mengelus lengan meisya, sebenarnya ibu itu penasaran dengan rumah tangga meisya dan juga suami nya karena ia sudah berapa kali melihat Diego membawa wanita yang tidak sama ke rumah itu
" Iyah Bu, aku akan ingat selalu nasehat ibu " balas meisya
__ADS_1
" Terus nasehat buat lili apa Bu.?" tanya lili dengan muka polos nya
Ibu itu tersenyum " kalo buat neng lili, cepat lah menikah agar ada yang kelonin "
" Is ibu, itu mah bukan nasihat bu tapi menyuruh" balas lili sambil cemberut, meisya dan ibu itu tertawa melihat lili yang cemberut kaya gitu
Tak lama kemudian ce kokom membawa nampan yang isi nya dua porsi seblak tulang dan jus mangga " wah pemanasan aku sudah datang " seru meisya
" he he ini neng, selamat menikmati " kata ce kokom sambil menaruh nampan itu
" punya aku yang mana ce .?" tanya lili
" sudah tidak manyun lagi " sindir meisya
" Ini yang punya neng lili, ibu kasih bonus tulang yang banyak "
" Wah ibu memang paling mengerti aku " kata lili
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan makan seblak nya sambil mengobrol dengan ibu_ ibu, keberadaan ibu_ibu mengobati rasa rindu nya