Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
RESTU


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu saat nya Orang-orang bermalas-malasan di rumah namun beda hal nya Dengan Reno pagi-pagi sekali Reno sudah Pergi Joging


" Bund, kakak Mana? " tanya Adik Reno


" paling juga Joging " jawab Bunda


" sekarang kakak Sering sekali Joging Sendiri Gak pernah anak-anak Ade lagi " keluh Nya. Karena dulu Biasanya Reno akan membangunkan adiknya utuk pergi Joging namun entah kenapa Akhir-akhir ini Reno Selalu pergi sendiri tanpa di temani adiknya


" Mungkin karena kamu suka bangun siang makanya kakak mu pergi sendiri " Jawab Bunda yang sedang menyiapkan sarapan nya


" heum.. "


" Sudah jangan cemberut kaya gitu, Mending bantuin Bunda buatkan Susu untuk kakak mu "


" baik Bund " Jawab adik Reno yang langsung membuatkan susu untuk Reno


Tidak berselang lama Reno kembali kerumah dengan Keringat yang masih bercucuran " Kak, Baru pulang? "


" Iyah Bund " jawab Reno mengambil air putih Di dalam Kulkas


" mau sarapan dulu atau mau mandi dulu? "


" mandi Dulu Bund, gak enak bau keringat " jawab Reno " Hai dek "


" heum " jawab Nya dingin


" ada apa dengan mu, lagi sariawan? " Tanya Reno


" Bukan sariawan tapi adikmu lagi kesal kepada kakak karena sekarang kakak sudah tidak pernah mengajak adiknya joging lagi " Jelas Bunda


Reno langsung memeluk adiknya dengan posesif " kakak bau!!.. " kesal adik Reno


" Masih Mau marah sama Kakak Hem.." Reno semakin Mempererat pelukan nya

__ADS_1


" sudah ampun kak, lepaskan aku Kakak bau. bunda bantu Adek "


" kakak "  tegur Bunda


" Habis gitu saja marah, lagian nih ya. Kalo di bangunin Itu langsung bangun bukannya meminta Lima menit lagi, tiga menit lagi lama-lama matahari keburu naik Ke atas " Ucap Reno yang sudah melepaskan adiknya itu


" Ya lagian kakak Pergi joging pagi-pagi banget itu kan waktu yang paling enak tidur "


" tuh kan kakak nya yang di salahin kan, wanita memang selalu benar " ucap Reno " sudah ah Kakak mau mandi dulu setelah itu mau ada yang kakak obrolin sama bunda " lanjut Reno


" ngobrol apa kak, serius banget? "


" ini lebih dari serius " jawab Reno meninggalkan Bunda dan juga adiknya


" kakak mau ngomong apa Bund tumben benget pake Serius-serius. Apa Kak Lili hamil? "


" hus. Kalo ngomong itu di jaga mana mungkin kakak kamu berani melakukan itu sebelum menikah " Tegur Bunda yang sangat percaya kepada Anak bujang nya Itu


" sudah ayo sarapan " ucap Bunda kepada anak gadis nya itu


Setelah mandi Reno langsung menghampiri Bunda yang sedang berada di taman menyiram tanaman " Bund " panggil Reno


" Iyah Kak "


" duduk Bund, ada yang ingin kakak Bicarakan "


Bunda Langsung menaruh selang lalu duduk di samping Reno " ada apa? Kaya nya serius sekali "


Reno membuang napas nya pelan " Begini bund, Kemarin malam kan kakak ke rumah nya Lili lalu Kakak ngobrol dengan Om Ibram "


" Lalu " Bunda sudah mode mendengarkan ia tidak ingin salah dengar


" Om Ibram meminta kakak untuk secepatnya menikahi Lili "

__ADS_1


" Kenapa tiba-tiba ngobrolin nikah kak? "


" Dengar Dulu Bund jangan di potong "


" iya iya .. "


" Om Ibram terkena penyakit Geger otak dan sudah stadium tiga, Om Ibram ingin melihat Putri satu-satunya menikah sebelum ajal nya menjemput, awalnya kakak kaget mendengar cerita om Ibram  kakak tidak menyangka jika Om Ibram mempunyai Penyakit serius. Om Ibram juga meminta kakak untuk merahasiakan penyakit nya "


" Astaghfirullah.. Bunda ikut prihatin kak "


" nah sekarang Kakak Mau tanya kepada bunda, apa Bunda Mengijinkan Kakak untuk menikahi Lili dengan wakti dekat ini? " Tanya Reno serius


" Kak, Bunda tidak ada alasan  untuk melarang mu Nak, lagian Di Islam di ajarkan untuk tidak menunda-nunda niat baik jika kakak sudah siap Maka Laksanakan lah apa lagi Ini permintaan Papah nya Lili, bunda takut jika ini akan menjadi Permintaan terakhirnya " ucap Bunda 


Reno tersenyum Ia senang mendengar jawaban dari Bunda nya " Alhamdulillah kalo Bunda merestui Kakak dengan Lili "


" Kapan kamu akan melamar Lili biar Bunda siap-siap " tanya Bunda


" Nanti kakak Akan kasih tau Bunda jika kakak sudah ngobrol terlebih dahulu dengan Lili " jawab Reno


" Iyah Kak. Bunda tidak menyangka Putra bunda ternyata sudah besar dan sebentar lagi akan menikah "  Bunda mengelus pipi putra nya dengan Haru " Rasanya baru kemarin bunda menyunat mu kak tiba-tiba sudah besar saja "


" Bunda "


" Berbahagialah kamu Nak, Doa bunda akan selalu menyertai mu " ucap Bunda " Andai saja Ayah mu ada di sini mungkin dia juga akan ikut bahagia Nak "


" sudah Bund jangan jangan bahas yang sudah tidak ada, Kita hanya bertiga jadi jangan membawa-bawa orang yang tidak menginginkan kita " ucap Reno


Reno akan sangat kesal ketika Bunda membahas Ayah Kandung Reno. Ayah kandung Reno pergi entah kemana setelah Bunda melahirkan adik Reno. waktu itu keadaan keuangan Keluarga Reno sedang di uji. Bunda harus di larikan ke rumah sakit besar karena harus  sesar namun karena tidak ada uang untuk membayar rumah sakit Akhirnya adik Reno di tahan di Rumah sakit beberapa Minggu Samapi Akhirnya Bunda mendapatkan Pinjaman dari tetangga Barulah Bunda bisa membawa pulang Putri nya Namun siapa sangka Ketika pulang Bunda harus kehilangan rumah peninggalan kedua orang tuanya dan keberadaan suami Bunda juga Entah dimana saat itu. 


" jangan pernah membahas pria tidak bertanggung jawab itu lagi bunda, Kakak tidak ingin mendengar nya " Ucap Reno membuang wajah nya kearah lain


Reno sangat sakit hati kepada Ayah kandung nya, andai saja Waktu itu ayah nya tidak meninggalkan Dirinya dan juga Bunda mungkin saat ini keluarga mereka akan semakin bahagia.

__ADS_1


__ADS_2