Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
AULIA SALAH PAHAM


__ADS_3

Kanza dan juga Pak Rendy mereka benar-benar bertemu di salah satu Resto namun walaupun begitu Kanza juga memberitahu Fadil dimana posisi dirinya saat ini karena Kanza tidak ingin ada kesalahan pahaman di antar mereka


‘’ Pak mari kita selesaikan makam malam ini dengan cepat ‘’ Kata Kanza yang merasa tidak enak


‘’ Kenapa kamu terlalu terburu-buru lagian ini masih siang ‘’ Kata Pak Rendi yang melihat jam yang melingkar di  tangannya


‘’ Karena saya kurang nyaman Pak, saya tidak ingin ada karyawan atau teman-teman saya yang melihat ini apa lagi.. ‘’


Pak Rendi hendak memegang tangan Kanza namu Kanza langsung menarik tangannya ‘’ Maaf Pak ‘’ Kata Kanza yang langsung memakan makanannya agar ia tidak berlama-lama


Pak Rendi merasa kecewa karena Kanza terburu-buru untuk makan ‘’ Sebenarnya saya mengajak kamu makan malam karena ada hal yang ingin saya katakan kepadamu ‘’ Kata Pak Rendi yang mengeluarkan kotak kecil berwarna merah


Plak...


‘’ Aulia ‘’ Kanza terkejut karena aulia tiba-tiba menampar pipinya


‘’ Sahabat macam apa kamu itu Hah!! Kua sudah memiliki Kak Fadil tapi lihat.. ‘’ Aurel benar-benar marah ketika melihat Pria yang ia sukai malah makan malam dengan sahabatnya ‘’ Kau keterlaluan ‘’ Teriak Aulia yang langsung pergi


‘’ Auliaa.. ‘’ Kanza memanggil Aulia lalu mengejarnya dan membiarkan Pak Rendi yang masih mematung di tempatnya


Kanza mencari keberadaan Aulia namun Kanza kehilangan jejaknya ‘’ Ada Apa? ‘’ Tanya Fadil yang tiba-tiba datang


Kanza yang melihat keberadaan Fadil ia langsung memeluk Fadil lalu menumpahkan kesedihannya ‘’ Hiks.. Aulia marah kepadaku ‘’


Fadil memeluk Kanza dengan erat lalu Fadil melihat Pak Rendi yang keluar darii Restoran. Fadil memberikan tatapan tajam kepada Pak Rendi entah tatapan yang seperti Apa namun tatapan Fadil mampu membuat Pak Rendi merinding


‘’ Tenanglah.. kita bisa jelaskan kepada Aulia nanti ‘’ Kata Fadil yang mengelus kepala Kanza


‘’ Bagaimana jika Aulia tidak ingin mendengar penjelasanku ‘’


Fadil mendekat wajah Kanza lalu menghapus air matanya ‘’ Percaya kepadaku ‘’ Kata Fadil yang langsung di balas anggukan oleh kanza. Namun pandangan fadil beralih kearah pipi Kanza yang terlihat kemerahan ‘’ Apa ini ulah Aulia? ‘’


‘’ Ini tidak Apa-apa ‘’ Kata Kanza yang tidak ingin memperpanjang masalah


‘’ Baiklah kalo begitu kita obati dulu ‘’ Kata Fadil yang langsung membawa Kanza kedalam mobilnya


Terlihat dari wajah Fadil jika Fadil sedang marah namun ia tahan karena ia tidak ingin membuat Kanza takut kepadanya. Sesampainya di Apartemen Fadil menggendong Kanza yang sudah tertidur


Ting...


‘’ Eum.. Mas ‘’ Lirih Kanza

__ADS_1


‘’ Tidurlah ‘’ Kata Fadil


Kanza menyandarkan kepalanya di dada bidang Fadil. Sesampainya di Kamar Fadil langsung membaringkan tubuh Kanza


di atas tempat tidurnya ‘’ Aku Ambilkan dulu kompres untukmu ‘’ Kata Fadil yang langsung mengambil kompres untuk mengompres pipi Kanza yang terlihat merah.


Fadil langsung mengompres wajah Kanza dengan lembut ‘’ Biar Aku saja ‘’ Kata Kanza


‘’ Tidak perlu ‘’ Kata Fadil dengan nada dingin


‘’ Apa Mas marah? ‘’


‘’ Mulai besok tidak perlu masuk


kerja lagi ‘’


Kanza membulatkan kedua bola matanya ‘’ Gak bisa begitu Mas ‘’


Fadil memberikan tatapan dingin kepada Kanza ‘’ Jika kamu butuh pekerjaan kamu bisa datang ke tempatku ‘’ Kata Fadil


Kanza membuang napasnya lalu ia mengambil posisi duduk ‘’ Mas ‘’


‘’ Nurullah, jika kamu masih di sana bukan hanya aulia yang akan membenci mu tapi Amira juga akan ikut membencimu karena mereka akan mengira jika kamu telah berselingkuh dengan atasanmu itu ‘’


‘’ Kamu bisa bekerja di salah satu perusahaan yang sedang ku bangun sekarang dan kamu cukup duduk dan mengikuti perintahku saja jadi tidak akan membutuhkan keterampilan ‘’ Kata Fadil yang langsung mengecup bibir Kanza sekilas ‘’ Tidur lah, ini sudah malam


‘’ Kanza mengangguk


Fadil menyelimuti Kanza lalu ia keluar dari kamarnya dengan membawa selimut dan juga bantal karena fadil akan tidur di Sofa


Kanza yang tidak bisa tidur karena mungkin karena tamparan aulia yang cukup keras membuat Kanza merasa jika tubuhnya demam. Kanza memegangi keningnya ‘’ Sedikit panas ‘’ Gumam Kanza yang langsung duduk dengan tubuh yang ia balut dengan selimut ‘’ Apa Mas Fadil sudah tidur ‘’ Kanza melihat kearah pintu kamar yang tertutup.


Kanza turun dari tempat tidur ia membuka pintu kamar untuk mencari kotak obat setau Kanza ada kotak obat di dapur. Dengan jalan sangat pelan Kanza keluar dari kamar ia melihat Fadil yang tertidur di atas Sofa, Kanza melanjutkan langkahnya


‘’ Kamu mau kemana? ‘’


Kanza langsung melirik kearah Fadil yang sudah berjalan kearahnya ‘’ A.. ku mau ke dapur, tenggorokan aku kering ‘’ Bohong Kanza


Fadil tidak percaya begitu saja, Fadil memegang kening Kanza ‘’ Kamu demam ‘’ Kata Fadil yang langsung membawa Kanza kedalam kamar dan membaringkan kanza di atas tempat tidur


‘’ Aku tidak Apa-apa ini hanya.demam sedikit ‘’ Kata Kanza

__ADS_1


Fadil tidak menjawab ia langsung mencari kotak obat ‘’ Minumlah ‘’ Kata Fadil yang memberikan Obat demam dan juga iar putih kepada Kanza


Kanza dengan patuh meminum obat yang di berikan oleh Fadil kepadanya ‘’ Istirahatlah.. Aku akan ada di sini menjaga mu ‘’ Kata Fadil yang duduk di samping Kanza dan mengelus wajah Kanza


Fadil benar-benar memperlakukan Kanza dengan baik bahkan sangat baik seolah dirinya dan juga Kanza sudah saling jatuh cinta sejak lama ‘’ Maafkan adikku ‘’


‘’ Aku tidak Apa-apa, jangan memarahinya ‘’ Ucap Kanza


Fadil membuang  napasnya pelan ‘’ Baiklah ‘’ Kata Fadil pasrah ‘’ Tidurlah ‘’ Kanza mengangguk lalu ia memejamkan kedua matanya


~ PAGI HARI


Kanza terbangun dari tidurnya ia tidak melihat keberadaan Fadil ‘’ Apa semalam aku telah di jaga oleh Mas Fadil ‘’ Gumam Kanza tersenyum lalu ia turun dari tempat tidur untuk mencari keberadaan Fadil


Kedua bola mata Kanza langsung membulat ketika melihat Fadil yang sedang sibuk di dapur. Kanza cukup terpesona kepada Fadil yang sibuk dengan alat-alat dapur ‘’ Sungguh menggoda ‘’ Gumam Kanza


‘’ Kenapa kamu menatap ku seperti itu? ‘’ Tanya Fadil. Fadil berjalan kearah Kanza lalu menaruh telapak tangannya di kening Kanza ‘’ Demam mu sudah turun ‘’ Kata Fadil ‘’ Duduklah, sebentar lagi makanan siap ‘’ Fadil membawa kanza untuk duduk di kursi meja makan lalu ia menyiapkan makanan untuk Kanza


Lagi-lagi pandangan Kanza tidak bisa beralih dari Fadil yang cukup mempesona ‘’ Makanlah ‘’ Kata Fadil menaruh sup  di dekat Kanza


‘’ I..ya Mas ‘’ Kanza langsung memakan sup Ikan buatan Fadil


‘’ Pelan-pelan itu masih panas ‘’ Kata Fadil yang langsung mengambil mangkuk dan juga sendok dari tangan Kanza lalu ia meniup sup yang masih panas dengan perlahan setelah merasa hangat Fadil langsung menyuapi Kanza ‘’ Apa panas? ‘’ TanYA Fadil


Kanza menggelengkan kepalanya ‘’ Tidak ‘’ Jawab Kanza


Fadil dengan telaten menyuapi Kanza bahkan Fadil tidak membiarkan Kanza untuk makan seorang diri, setelah.selesai sarapan Fadil membawa kanza kedalam kamar miliknya ‘’ Minum obat dan istirahatlah, hari ini Aku tidak membiarkan kamu untuk pulang ke kosan milikmu sampai kamu benar-benar sembuh ‘’ Kata Fadil


‘’ Aku sudah baik-baik saja bahkan demam ku juga sudah turun ‘’ Kata Kanza


‘’ Ck.. Nurullah, ini juga untuk kebaikan mu ‘’ Kata Fadil


‘’ Aku juga ingin ganti pakaian ‘’ Kata Kanza


Fadil mengambil kaos di dalam lemarinya ‘’ Kamu bisa gunakan kaos ku ‘’ Kata Fadil memberikan Kaos oblong berwarna putih kepada Kanza


Kanza langsung mengambil kaos yang di berikan oleh Fadil lalu ia pergi  ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan Kaos milik Fadil. Kanza berdiri di depan kaca kamar mandi ‘’Mungkin di tubuh nya ini kaos tapi jika aku yang pake ko kaya dress ‘’ Gumam Kanza yang memutarkan tubuhnya di depan cermin


Tok.. tok.. tok..


‘’ Apa kamu sudah beres ‘’ Kata Fadil di balik pintu kamar mandi

__ADS_1


Ceklek...


__ADS_2