
Di dalam Kamar Kanza bukannya tidur ia malah pergi ke balkon rumah dengan menggunakan jaket, topi, masker dan juga kaos tangan. Kanza begitu antusias melihat salju yang melimpah di balkon kamarnya
" Sayang, kamu sedang apa? Di sana dingin sayang, Ayo cepat masuk " Ucap Fadil yang melihat istrinya yang sedang berjongkok
Kanza langsung berdiri dan menghadap kepada Suaminya " Habby, tolong ambil gambar Aku " Pinta Kanza sambil menunjukkan manusia salju di tangannya
Fadil tersenyum, ia baru ingat jika istrinya memang menginginkan membuat orang-orang salju
" Cepat Habby, aku kedinginan " Seru Kanza yang sudah mulai menggigil
" Sebenar sayang " Fadil langsung mengambil gambar sang istri dengan menggunakan kamera handphone miliknya
" Sudah? " Tanya Kanza
" Sudah sayang, celah masuk " Pinta Fadil
Kanza langsung berlari kearah sang suami dan langsung membuka jaket dan juga topi nya " Mana hasilnya? " tanya Kanza yang cukup antusias
" So cute " Puji dirinya sendiri
" Apa kamu baru sadar jika Istriku ini memang Imut. Cup " Fadil mengambil kesempatan untuk mengecup bibir sang Istri
" Kalo Aku gak imut mana mungkin Habby mau sama aku. Weeekkkk " Kanza langsung masuk kedalam kamar dan membawa orang salju buatannya
" Sayang, Dia harus tinggal di tempat dingin kalo tidak dia bisa meleleh" Tegur Fadil
" Benarkah? "
" Iyah Sayang "
Kanza seolah berfikir lalu ia berjalan kearah pintu balkon dan menaruh orang salju itu di depan pintu " Karena aku tidak ingin menyakiti mu maka kamu diam di sini saja ya, biar kamu tetap hidup " Gumam Kanza
Fadil yang melihat istrinya seperti itu hanya bisa mengulum senyumannya lalu menggelengkan kepalanya.
~ Pagi hari
Hari ini Kanza sudah bersiap untuk pulang ke tanah Air, Fadil juga sudah memasukan barang apa saja yang akan di bawa pulang " Sayang Ayok, kita berpamitan dulu sama Tuan Lee " Ajak Fadil yang langsung di anggukan olen Kanza
__ADS_1
Kanza dan Fadil langsung berjalan bersama untuk ke ruangan Tuan Lee " Kek " Panggil Kanza
Tuan Lee menganggukkan kepalanya pelan " Kanza dan Mas Fadil pamit pulang dulu ya, kapan-kapan Kanza janji akan sering main ke sini buat jenguk Kakek " Kata Kanza yang sudah duduk di samping Tuan Lee
Sungguh berat hati ini untuk meninggalkan Tuan Lee namun Kanza juga tidak bisa tetap di sini " Iyah Tuan Lee, Jika nanti ada kesempatan kami pasti akan ke sini " Lanjut Fadil
" Tuan, Aku titip Kakek ya jaga Kakek dengan baik " Kata Kanza meminta bantuannya kepada Tuan Asisten untuk menjaga Tuan Lee
" Nona Muda tenang saja, Saya pasti akan menjaga Tuan Lee dengan baik " Jawab Tuan Asisten
" aku percayakan Kakek kepada Tuan Asisten" Ucap Kanza.
Setelah berpamitan Kanza dan Fadil pun langsung pergi menaiki Jat pribadi yang sudah lending di atas rumah Tuan Lee.
Fadil yang melihat istrinya sedang tidak baik-baik saja ia langsung membawa sang istri kedalam pelukannya " Kamu jangan sedih, aku yakin Asisten Tuan Lee akan menjaga Tuan Lee dengan baik " Kata Fadil yang menenangkan Kanza
" Iyah Habby, aku berharap seperti itu karena aku tidak ingin terjadi Apa-apa kepada Kakek " Ucap Kanza
" Kalo begitu tersenyum lah, Nona Lee " Goda Fadil mencubit pipi sang Istri
Kanza tersenyum kecil " Aku sekarang malah mempunyai dua julukan "
" Nyonya Fadil dan juga Nona muda Lee. Hehehhe... "
" Kamu bisa saja sayang, Kamu pantas untuk mendapatkan nya " Ucap fadil " Tidurlah, perjalanan kita cukup panjang dan kamu pun semalam tidak istirahat dengan benar " kanza menganggukkan kepalanya.
Sedangkan di tanah Air, semenjak Amira tau jika Marlo memiliki Rumah Panti, Amira jadi sering main ke rumah panti karena ia cukup menyukai anak-anak. Seperti saat ini Amira sedang bermain dengan anak-anak.
" Hayoh, Tante kejar ya hehehe..." Amira mengejar anak-anak yang lari ke sana kemari
Hap....
" Tante dapat " Amira langsung menggendong anak perempuan yang ia tangkap barusan
" Amira " Panggil Marlo yang membawa segelas air minum
" Iyah Kak " Jawab Amira yang langsung menoleh kearah suara
" Adek-adek kalian main dulu sama ncuss nya ya " Kata Amira kepada Anak-anak kecil " Ncuss titip anak-anak ya " Amira langsung mendekat kearah Marlo
__ADS_1
" Tumben Kakak sudah pulang " Kata Amira yang duduk di kursi taman
" Kebetulan saja, kerjaan lagi senggang karena Kakak kamu belum pulang hehehe... "
Amira tersenyum " Berarti Kalo kakak sudah pulang, Kak Marlo juga akan sibuk? "
" Hm.. Kamu benar " Jawab Marlo " Oh iya Apa aku boleh meminta bantuan kepada kamu? "
" Apa kak? Kalo aku bisa pasti aku akan bantu "
" Setelah Fadil masuk kerja, Aku pasti akan sibuk di perusahaan dan mungkin akan sering menginap di sana, Apa bisa jika siang nya kamu menggantikan aku untuk mengawasi anak-anak? aku merasa di jaga oleh Sus aja belum cukup "
Amira tersenyum " Dengan senang hati kak, Aku pasti akan jaga anak-anak apa lagi dengan bayi-bayi cantik dan juga tampan itu " Seru Amira yang memang menyukai bayi
" Terimakasih ya, karena kamu sudah mau membantu Aku "
" Kakak tenang saja, Aku pasti akan melakukannya dengan benar dan menjaga mereka dengan jiwa dan raga hahahah... "
Marlo langsung ikut tertawa ketika mendengar Amira tertawa " Kamu bisa saja "
Seketika suasana berubah menjadi hening mereka saling menatap satu sama lain, Amira menggigit bibir bawahnya ketika pandangannya telah di balas oleh Marlo " Jadilah istriku Amira " Ucap Marlo dengan tatapan serius
" kak " Lirih Amira pelan
Marlo tersenyum lalu memutuskan pandangan mereka " Maaf " kata Marlo yang langsung meminta Maaf
" Kakak, Dengerin dulu " Keluh Amira
" Aku sudah tau jawaban apa yang akan kamu berikan kepadaku, Kamu pasti akan menolak ku kan? " Tebak Marlo " Maaf jika waktunya tidak tepat " Marlo langsung menundukkan kepalanya
" Kata Siapa? Aku mau ko jadi Istri Kakak " Ucap Amira dengan lantang
Marlo yang hatinya sudah sedih langsung menoleh kearah Amira " Se..rius? "
Amira menganggukkan kepalanya" Iyah, Aku serius, mungkin ini sudah waktunya untuk aku menerima Kakak. Maaf jika aku terlalu lama memberikan jawaban kepada Kakak " Ucap Amira yang memainkan jari-jari tangannya.
Marlo langsung berdiri lalu ia memeluk Amira, Rasa bahagia menyelimuti Marlo, ia tidak menyangka jika Amira akan membalas rasa cintanya " Terimakasih, Terimakasih karena sudah mau menerima Aku " Ucap Marlo yang memeluk Amira dengan lekat
" Sama-sama kak, Lagian Kakak tidak perlu berterimakasih begitu karena Aku juga memang menyukai Kakak " Kata Amira " Hanya saja Aku butuh waktu untuk membalas perasaan Kakak dan menyakinkan hatiku jika Kakak benar-benar serius kepadaku " Lanjut Amira yang masih di peluk oleh Marlo .
__ADS_1