
Satu Minggu kemudian. Meisya pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam Bukannya tidak ikut sedih tapi Meisya harus tegar jika semuanya sedih lalu siapa yang akan mengurus mereka lagian jika bersedih terus tidak ada gunanya, Cukup Mendoakan Itu lebih Baik dari pada Harus terpuruk
Meisya ke kamar Bibi Vina " Bibi " Panggil Meisya " Aku masuk ya "
Meisya masuk kedalam kamar Bibi Vina, Meisya melihat Jika bibi Vina Masih terlibat Sedih " Bibi " panggil Meisya
Bibi Vina menoleh kearah Meisya " Iyan sayang " jawab Bibi Vina
" Ayo kita makan malam dulu " ajak nya
" bibi Tidak lapar Nak "
Meisya membuang napas nya pelan " Bibi tidak boleh kaya gini, Jika bibi terus begini Nanti paman Tidak akan tengah di sana, Kita harus mengikhlaskan kepergian Paman " Ucap Meisya lembut
" Hiks.. Bibi seperti kehilangan separuh hati Bibi Nak, Bibi merasa tidak berdaya dan bahkan Bibi merasa hidup bibi sudah tidak bergairah "
" Bibi jangan bilang begitu, Di sini masih ada Aku, Mas Adam Lili dan juga suaminya, Bibi tidak sendirian apa lagi sebentar lagi Meisya akan melahirkan apa Bibi tidak ingin melihat Cucu bibi "
Bibi Vina menoleh kearah Meisya, Ucapan Meisya menyadarkan dirinya " Maafkan Bibi Nak, Bibi salah "
" Sudah sekarang kita ke meja makan yuk, bibi harus makan " Ajak Meisya yang di balas anggukan oleh Bibi Vina
Bibi Vina sadar jika dirinya terus begini tidak ada gunanya yang ada menyiksa diri sendiri. Bibi Vina Ikut ke meja makan dengan Meisya di sana sudah ada Adam, Lili dan juga Reno.
Meisya mengisi piring milik Bibi Vina lalu mengisi piring milik suaminya Kemudian Mengisi piring miliknya sendiri " Ayo di makan "
Mereka Makan malam tanpa suara, biasanya akan ada suara ocehan Lili yang cempreng namun sekarang mereka malah Saling diam Bahkan Meisya tidak mengerti kenapa Lili dan suaminya itu bersikap dingin kepada Dirinya Bahkan Adam pun hanya berjaga Secukupnya kepada Meisya.
Setelan makan malam, Semua orang kembali ke kamar, Adam kembali keruangan kerjaan sedangkan Meisya merapihkan dapur terlebih dahulu. ya Walaupun Meisya sedang hamil tapi ia tetap melakukan Aktivitas nya sebagi seorang istri Ia juga tidak ingin hanya ungkang-ungkang kaki
Meisya membawakan satu gelas Kopi ke ruangan kerja suaminya " Mas.. " Panggil nya namun tidak ada jawaban Tapi Meisya tetap masuk keruangan kerja karena biasanya juga begitu
" Mas ini aku bawakan Kopi untuk Mas " Ucap Meisya sambil tersenyum
" Hm.. " jawab nya dingin
__ADS_1
Walaupun mendapatkan jawaban dingin dari suaminya Tapi Meisya tidak memasukkannya ke hati Karena Meisya pikir Adam masih sedih dengan kepergian Paman Ibram beberapa hari lalu
" keluar " usir Adam ketika Meisya akan duduk di Sopa
" Baiklah Mas " Jawab Meisya yang tidak ingin debat
Meisya keluar dari ruangan kerja Adam ia berniat untuk ke kamar nya namun " auch.. panas " Keluh Meisya yang tidak sengaja terkena tumpahan susu panas dari Lili
" Lili "
" Sorry " Ucap Lili yang pergi begitu saja tanpa menghiraukan Meisya yang tangannya terkana air panas
" Ada apa dengannya, kenapa dia menjadi seperti itu? " Gumam Meisya pelan
Lagi-lagi Meisya mengalah dan masuk kedalam kamar nya, Di dalam kamar Meisya memberikan salep di tangan yang terkena Air panas
" Merah sekali " Ucap Meisya memberikan salep nya pelan
DI KAMAR LILI
Lili menyuruh Reno untuk memikirkan kakinya, Entah kenapa Lili berubah drastis ketika kepergian Paman Ibram, Sedangkan Reno menurut saja ia juga ingin memanjakan istrinya walaupun bukan dengan uang tapi dengan hal sederhana.
" Bagai mana enak tidak pijitannya? " tanya Reno
" Biasa saja " jawab Lili
" Benarkah? "
" Hm.. " Tidak ada canda tawa di Antara Lili dan juga Reno Entah kenapa Semenjak Paman Ibram meninggal Tidak ada kemesraan di Antara mereka bahkan Di saat Reno ingin bermaja-manja dengan Lili pun. lili tidak menggubris bahakan Lili menyuruh Reno agar agak menjauh karena ia merasa lelah.
" Baiklah kalo begitu, ayo tidur ini sudah malam tidak baik untukmu tidur malam-malam " Ajak Reno
Lili yang sedang Bermain handphone langsung melirik kearah suaminya " Kalo mau tidur ya tidur saja, Jangan ajak-ajak orang lain, Lagian aku masih sibuk " jawab Lili Agak ketus
Reno membuang napas nya pelan ia pun memutuskan untuk tidur, Reno memilih Diam dari pada ujung-ujung ribut.
__ADS_1
Reno sudah mulai menjalankan perusahaan Milik Paman Ibram. awalnya para pekerja merasa Aneh kenapa Reno yang di tunjuk menjadi pemimpin baru tapi setelah di Jelaskan oleh kuasa hukum paman Ibram akhirnya mereka mengerti bahkan mereka sudah tak Jika Reno telah menikah dengan Lili
Tidak mudah untuk Reno Bekerja di perusahaan Paman Ibram apa lagi Cap sebagai Parasit di keluarga paman Ibram yang tiba-tiba saja terdengar oleh Reno
Bagai mana tidak para karyawan Menuduh Reno menikahi Lili karena harta apa lagi paman Ibram meninggal sejalan Menikahkan Lili dengan Reno Semakin jahat gosip yang berseliweran apa lagi mereka tau jika keluarga Reno hanya keluarga biasa saja Tidak sekaya paman Ibram.
Di kamar Meisya, Meisya sudah memejamkan mata nya karena ia merasa lelah, hari ini banyak sekali kerjaan yang ia kerjakan di rumah, apa lagi Adam yang menyuruh dirinya untuk membereskan lemari pakaian nya dengan alasan ada semut dan adam pun mengacak-acak lemarinya agar Meisya yang merapikan nya kemabli
Adam masuk kedalam kamar ia melihat istrinya yang Sudah tertidur pulas, Adam pergi begitu saja dengan membawa jaket entahlah Adam mau pergi kemana yang tau hanya dialah seorang
~ PAGI HARI
Meisya bangun dari tidurnya ia tidak melihat keberadaan sang suami di samping " Kemana mas Adam " Gumam Meisya. ia pun langsung turun dari tempat tidur lalu memeriksakan wajah nya
Seperti Baisa Meisya menyiapkan Sarpan untuk orang-orang yang ada di rumah walaupun tangannya masih sakit tapi ini sudah menjadi tugas nya sebagai seorang istri. Meisya juga tidak mencari keberadaan suaminya karena ia tadi ke ruangan kerja Adam dan ternyata Adam tertidur di sana.
Setelah beres menyiapkan sarapan, Meisya menyiapkan keperluan Adam untuk pergi ke kantor " Mas ini aku sudah siapkan pakaian " ucap Meisya
" Aku tidak suka dengan warna nya " jawab Adam yang memakai pakaian yang lain
Hati istri mana yang merasa tidak di hargai oleh suaminya sendiri padahal Meisya sudah menyempatkan untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya ini.
" Baiklah kalo begitu aku tunggu di bawah untuk sarapan " ucap Meisya masih lembut
" eh..eh.. tunggu "
Deg..
Meisya menghentikan langkahnya Ia terkejut dengan panggilan Adam kepada dirinya, baru kali ini Adam tidak memanggilnya dengan kata sayang
" ada apa mas? " tanya Meisya
" Kamar mandi Kotor, kamu bersihkan dulu kamar mandi baru sarapan " Ucap Adam Yang langsung berlalu meninggalkan Meisya Di kamar
Sedangkan Meisya ia masih mematung, Baru kali ini juga dirinya di suruh untuk Membersihkan kamar mandi selama dirinya menikah dengan Adam
__ADS_1
" Ada apa dengan Mas Adam? " Gumam Meisya " Auh.. " Meisya mengelus perutnya yang terasa keram.