
Setelah beres makan malam aja langsung naik ke lantai dua untuk membangunkan Fadil yang masih tertidur.
Kanza ketuk pintu tiga kali nemenin tidak ada jawaban lalu ia pun masuk ke dalam kamar milik Fadil, dan benar saja Kanza melihat Fadil yang masih terbaring di atas tempat tidur dengan tidak menggunakan kaos.
" Mas " Bisik Kanza di samping fadil
Karena tidak ada jawaban Kanza pun mencoba menggoyangkan tubuh Fadil pelan, walaupun dirinya merasa tidak nyaman karena Melihat Fadil yang tidak menggunakan pakaian.
" Mas, bangun Mas "
" Eum.. " Fadil membuka kedua matanya dan ia melihatkan saya duduk di sampingnya ia langsung menarik tangan Kanza ke dalam pelukannya
" Mas jangan begini " Keluh Kanza mencoba untuk berontak namun Fadil tidak melepaskannya
" Biar begini dulu " Pinta Fadil
" Tapi nanti ada yang lihat bagaimana " Lirih Kanza
" Tidak akan ada yang lihat, lagian tidak akan ada yang berani yang masuk kedalam kamarku " Balas Fadil yang mempererat pelukannya
Dan akhirnya Kanza pasrah dan membiarkan Fadil untuk memeluk dirinya " Besok adalah hari yang kita tunggu, setelah itu jangan harap kamu bisa lepas dari pelukanku " Gumam Fadil pelan namun masih bisa di dengar oleh Kanza
Gleg...
Kanza menelan air ludahnya ia baru ingat jika Besok adalah hari pernikahannya dengan Fadil, Kanza merasa tidak menyangka jika dirinya akan menikah secepat ini apalagi menikahi orang yang ternyata sudah menjadi suaminya di dalam game.
" Mas, Apa masakan menyangka jika istri yang di dalam game itu akan menjadi istri kenyataan untuk Mas? " tanya Kanza
Fadil tersenyum " siapa yang akan menyangka jika istriku ini sudah menjadi istriku di dalam game beberapa bulan yang lalu dan aku pun tidak pernah berpikir jika kita akan benar-benar menikah di dunia nyata " Balas Fadil " Jika saja kamu tidak bekerja di apartemen dan tidak bersahabat dengan kedua adikku mungkin saat ini akan menjadi calon pengantinku bukan kamu melainkan wanita lain "
" Mas benar, dunia ini terlalu sempit sehingga kita bisa bertemu "
__ADS_1
" Kamu banar, Hmm... Apa kau bahagia dengan pernikahan kita? "
Kanza menganggukkan kepalanya " Aku cukup bahagia karena suami yang akan menjadi suamiku ini adalah suami yang ada di dalam game, jadi Aku tidak berselingkuh dari suamiku yang ada di dalam Game Hahhaha.."
Fadil mencium pundak Kanza ia benar-benar merasa bersyukur karena di pertemukan dengan Kanza, Gadis yang sudah mengambil hatinya dan mencairkan gunung es.
Obrolan mereka terus berlangsung bahkan banyak yang mereka ceritakan entah itu di masa lalu ataupun masakan datang tidak lupa Fadil juga menceritakan tentang Liana yang sudah menyiram Kanza
Fadil sengaja menceritakan tentang Liana karena ia tidak ingin ada kesalahpahaman antara dirinya dan juga Kanza apalagi Liana yang selalu keras kepala.
" Lalu kenapa mas tidak menyukai Liana? " tanya Kanza
" Karena yang aku cintai adalah kamu, Aku tidak suka dengan wanita yang baru-baru dan aku juga tidak suka dengan wanita yang terlalu posesif kepada pria apalagi sampai kecantikan di depan pria, itu sangat terlihat seperti wanita murahan yang tidak memiliki harga diri " Jawab Fadil
Kanza mengangguk mengerti " Lalu kenapa mau denganku bukannya aku juga tidak jauh beda dengan Liana yang selalu bar-bar? "
" Kamu beda sayang, Bahkan kamu tidak seperti dengannya kamu tidak pernah barbar ataupun menggoda aku. Selama kamu bekerja di apartemen aku bisa melihat Jika kamu bukan wanita yang seperti itu Bahkan aku yakin jika di luar itu juga kamu tidak pernah menggoda pria lain " Kata Fadil " yang aku sukai dari kamu adalah kamu mandiri, pekerja keras dan tidak pernah mengeluh itu Ya aku suka dari kamu yang utama kamu sangat dewasa padahal adik-adikku saja mereka seperti anak kecil "
" Usia itu tidak menjamin kedewasaan, dan mungkin aku terlihat dewasa mandiri dan juga pekerja keras karena hidupku memang sudah keras, sedangkan Amira dan juga Aulia mereka sudah hidup enak apa yang mereka cari uang tinggal minta dan mereka juga dikelilingi dengan orang-orang yang menyayanginya " Balas Kanza
" hehehhe.. dulu ya tapi sekarang nggak "
" Kenapa? "
" Karena sekarang aku memiliki calon suami yang kaya yang bisa memberikan aku uang berapapun yang aku mau dan aku juga memiliki kedua mertua yang begitu baik dan juga menyayangiku " Ucap kanza sambil terkekeh " maka suamiku ini harus bekerja keras agar aku tidak iri kepada Aulia dan juga Amira "
" Baiklah, suamimu ini akan selalu bekerja keras agar kamu tidak dikalahkan oleh Aulia dan juga Amira " Balas Fadil yang mengecup bibir milik kanza
" Ini sudah semakin malam Mas belum mengisi perut Mas, Bagaimana jika aku membuatkan makanan untuk Mas Anggap saja ini adalah bayaran untuk maskeran Mas mau bekerja keras untukku " Kata Kanza
" Boleh, bukan ide buruk "
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu, Mas sekarang pergi ke kamar mandi cuci muka dan aku akan menunggu Mas di bawah " Kata Kanza
" Siap sayang " Balas Fadil.
Kanza langsung pergi ke dapur untuk membuatkan makanan khusu untuk sang kekasih " Bikin apa ya " Gumam Kanza lalu ia teringat jika Fadil tidak menyukai Seafood. Kanza langsung mengambil bahan-bahan di dalam Kulkas dan segera membuat makanan untuk Fadil, Makanan yangs impel dan juga tidak membutuhkan waktu lama untuk memasaknya.
Kanza yang sedang sibuk di dapur tiba-tiba saja ada tangan yang melingkar di pinggang Kanza " Mas, ih bikin aku kaget aja " Keluh Kanza karena terkejut
" Hehehe.. Kamu pikir siapa yang akan Berani memeluk mu hm.. " Fadil memeluk Kanza dan menaruh kepalanya di pundak
Kanza menggeser Fadil ke belakang agar Fadil tidak menghalangi dirinya untuk memasak " Mas, Mundur nanti masakannya gosong " Keluh Kanza
" Memangnya kamu lagi bikin apa sayang, Wanginya harum sekali "
Kanza menghentikan aktivitas nya lalu membawa Fadil untuk duduk di kursi meja makan " Mas duduk di sini ya, Kalo mas ganggu aku akan lama jadinya nanti " Kata Kanza yang memperingatkan Fadil agar tidak mengganggu dirinya
Fadil tersenyum ketika melihat Kanza yang kembali ke dapur dan melanjutkan memasak makanan untuk dirinya. " Jangan lama sayang, Perutku sudah keroncongan " Ucap Fadil
" Iyah Mas, ini juga sudah mau selesai ko " Kata Kanza
Setelah menunggu akhirnya makanan pun jadi, Kanza membawa nampan yang berisi dua piring Steak dan juga dua gelas minuman untuk mereka nikmati.
" Wah sayang, kamu bisa bikin Steak? " Tanya Fadil
" Tentu, Di cobalah rasanya pasti akan lebih nikmat dari restoran di luar sana karena Aku membuatnya dengan Cinta " Ucap Kanza duduk di kursi lalu tersenyum
Fadil tersenyum lalu ia tidak sabar ingin mencicipi steak buatan calon istrinya ini " Ini enak banget sayang "
" Kalo begitu habiskan lah " Kata Kanza
__ADS_1
" Tentu " Jawab Fadil
Mereka pun menikmati makanan mereka dengan canda tawa bahkan Fadil sangat menikmati makanannya.