
Drama pagi telah usai kini Adam meisya dan lili sedang menikmati Suasana taman dengan di temani jus " Aku jadi rindu seblak ce kokom " kata meisya tiba-tiba
" Benar aku juga " balas lili
Adam yang tidak mengerti dengan seblak ce kokom hanya bisa mengerutkan alisnya " Yang Pedas asin dan di temani minumnya pop ice "
" Uh segar nya...."
" Stop!!! apa yang kalian bicarakan " Tegur Adam, Adam tidak Pernah tau dengan makanan yang bernama Seblak pop ice, karena ia tidak pernah memakannya
Meisya dan Lili saling pandang, lamunan mereka seketika buyar " Kakak kenapa.? "
" Iya mas kenapa.?"
" Kalian ngomong apa aku tidak mengerti " Seketika dua wanita itu saling pandang dan mengulum senyum nya
" Apa kakak mu itu belum pernah mencicipi nya.?" tanya meisya kepda lili
Lili pun langsung menggelengkan kepala nya " Mana ada di laur negri seblak ce kokom ha ha ha " tawa lili pecah
" Oh ya.. "
" Iyah " Balas lili
__ADS_1
Tiba_tiba ide muncul di kepala meisya " Mas apa kamu sayang aku.?"
" Tentu " balas Adam yang masih sedikit kesal karena tidak mendapatkan jawaban dari keuda wanita ini tentang seblak ce kokom
" Apa boleh aku meminta sesuatu.?" tanta Meisya
" Apa saja boleh sayang, asalkan jangan menyuruh mas untuk memindahkan gunung saja sayang, karena mas tidak bisa melakukan itu "
" kalo gitu mari kita ke warung ce kokom untuk jajan seblak " Ajak Meisya dengan mata yang memohon
" Memang nya dimana restoran nya.?"
Lili tertawa kembali ia tidak tahan dengan kakak nya itu " bukan restoran mas tapi warung yang dekat rumah aku dulu"
" Kenapa.?" Kata serempak dua wanita itu
" karena itu lingkungan mantan mu, aku tidak ingin kamu mengenang masa lalu mu " Jawab Adam tegas " Dan si sana kamu pasti akan bertemu dengan mantan suami mu itu "
Meisya dan lili langsung cemberut mendengar alsan Adam " Aha.. aku punya ide " kata Lili tiba_tiba
" Jangan teriak lili berisik " Tegus Adam
" Bagai mana kalo kita undang saja ce kokom ke sini terus buatkan seblak untuk kita " Saran lili
__ADS_1
" Mas...."
" Apa tidak bisa beli di tempat lain.?" tanya Adam, Bukan apa_apa adam tidak ingin mendengar Ocehan ce kokom nanti nya pasti bakalan ada Nge bahas mantan suami Meisya
" Tidak ada, hanya seblak ce kokom yang paling Top " Ucap serempak kedua wanita itu
Alhasil Adam pun dengan pasrah menerima saran Lili, ia tidak tega melihat calon istri nya itu mengiba kepadanya " Dengan satu sarat "
" Apa .?"
" Bilangin kepada ce kokom kokom itu, di rumah ini di larang membahas mantan suami mu " Kata Adam tegas
" oke "
Akhirnya supir pun menjemput ce kokom, ke alamat yang di berikan meisya, Meisya sudah menelpon Ce kokom untuk bersiap dan tidka lupa untuk memberi tau ce kokom untuk tidak membahas mantan suami nya
" Wah rumah nya meni gedong besar ey.." Kata cek kokom yang baru saja sampai di depan rumah
" silahkan Bu masuk " Kata supir itu
Ce kokom pun mengikuti langkah Laki_laki itu, Ce kokom juga tidak henti-hentinya mengagumi besar nya rumah Itu " Barang_barang nya pasti mahal " puji ce kokom " Kelihatan licin pada licin "
" Bu Nona Meisya, Nona lili dan taun Adam ada di taman " Kata laki_kali itu
__ADS_1
Ce kokom Pun berjalan ke arah yang di tunjukan ia melihat Tiga orang yang sedang duduk di kursi taman " Neng Meisya " teriak ce kokom