Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
RESTORAN PADANG


__ADS_3

Setelah kepergian Aldi dan juga Istrinya, Lili masih menyuapi Reno " Kamu juga makan yank, masa ia aku makan sendirian Nanti kamu ikut sakit " Ucap Reno


Lili Mengembalikan kepalanya " Tidak apa-apa aku sudah biasa makan siang, Ayank makan aja dulu Biar sembuh " Jawab Lili. lili mana bisa makan ketika melihat orang yang di cintai nya masih kesakitan, Ia lebih baik Nahan laper dari pada Harus melihat kekasihnya Sakit


Reno Mengambil sendok di tangan Lili lalu menyuapi Lili " Makan, Nanti yang ada aku sembuh dan giliran kamu yang sakit " Tegur Reno


Lili mengunyah Makanan yang di suapi oleh Reno " Nah gitu dong yank makan, Kita makan bersama ya " Lili menganggukkan kepalanya


" sudah jangan nangis lagi ya, Aku sudah baik-baik saja ko " Reno membawa Lili kedalam pelukan nya. Reno merasa bersalah telah Membohongi kekasihnya Reno Pikir tidak akan separah ini


" Aku khawatir tau Yank Hiks.. aku gak mau liat kamu sakit yank hatiku perih liat kamu kaya tadi hiks.. "


" Sudah. Aku sudah baik-baik saja Lihat nih aku sudah bisa memelukmu seperti ini " Reno semakin memeluk Lili sehingga Lili terasa sesak


" Yankkk..." Rengek Lili


" hehehe.. Nah gitu dong baru cantik "


" Jadi Tadi aku gak cantik Hem "


" Cantik sayang mana mungkin kamu tidak cantik bahkan kamu sangat Cantik sekali " Puji Reno


Lili membuang napas nya pelan " Yaudah skrg ayank istirahat ya nanti Jika sudah waktunya pulang aku bangunin " Kata Nara


" Iyah yank, Kamu temani aku ya. aku gak mau sendirian " Ucap Reno yang di balas anggukan oleh Lili


Sedangkan di Kota Meisya dan Adam sedang jalan-jalan di sebuah Pasar Minggu, Tadi pagi Meisya Merengek ingin pergi ke pasar minggu Ia ingin Makan bubur di pasar Minggu


" Sayang, Kita cari tempat lain ya di sini penuh " Keluh Adam


" kalo penuh berarti Buburnya Enak Mas " jawab Meisya


" Tapi kita mau makan di mana, Kursinya aja sudah penuh kaya gini"

__ADS_1


" Sudah tunggu paling sebentar lagi juga ada yang kosong " Ucap Meisya " Nah tuh Ada yang sudah, ayo ke sana " Ajak Meisya namun Kursi yang akan di duduki oleh Meisya malah keburu di isi oleh Orang lain


" eh itu kursi kami " Tegur Adam Namun sekian detik mereka sadar siapa yang mengambil kursi kosong milik mereka " Kamu " Tunjuk Adam


Pria itu memalingkan wajah nya lalu melihat siapa yang ada di samping Adam " Apa kabar Mey " Sapa nya


" Mas kita cari tempat lain yuk, tiba-tiba saja Anak kita gak mau makan di sini " ajak Meisya. Adam Menganggukkan kepalanya


" Meisya tunggu "


Namun Meisya tidak menghiraukan panggilan si pria, Adam dan Meisya terus berlalu meninggal pria di masa lalu nya itu, Bukan karena masih ada perasaan Namun Meisya merasa males saja Jika harus bertemu orang yang sudah ia lupakan


" Sayang, Apa kamu masih punya prasaan dengannya? " Tanya Adam dengan tatapan yang tajam


" Hem.. Apa Mas Cemburu? " tanya Meisya


" Tidak "


" Lalu kenapa Mas marah? " tanya Meisya


" Mas, Lihat aku sini " Pinta Meisya " Aku sudah tidak memiliki prasaan Apa-apan lagi kepadanya, Aku hanya mencintai mu Mas, Hanya saja Perutku Mual ketika melihat orang itu apa Mas tidak kasian kepadaku yang harus muntah-muntah gara-gara kita masih di sana "


Adam melirik Meisya lalu mengelus pipi istrinya itu " Maafkan aku, Aku terlalu kekanak-kanakan " Ucap Adam


Meisya Mengangguk " Kalo begitu Ayo kita Cari Tukang nasi Padang saja, Sepertinya Makan nasi Padang pakai rendang terus di kasih sambel bakaln lebih Nikmat dari pada makan bubur " Ajak Meisya


" Baiklah ayo " Adam membawa Istrinya keadaan Mobil lalu Mengendarai mobilnya ke salah satu Restoran Nasi Padang yang cukup terkenal di kota ini.


Setelan Mengemudi selama dua puluh menit Akhirnya Meisya dan Adam Samapi di Restoran Pasang " Wah Mas, ini besar sekali mas " Ucap Meisya melihat Tempah nya yang cukup besar


" di sini Nasi pasangnya Beda sayang bahkan rasanya juga lebih enak dari pada warung nasi Padang yang lain, Ayo masuk "


" Selamat siang Tuan, Nyonya, Selamat datang di Restoran kami " Ucap pelayan restoran itu

__ADS_1


Adam membawa Meisya ke lantai Dua di sana ada ruangan VVIP Adam yakin jika istrinya juga butuh ke tenangan " Silahkan Masuk Tuan, Nyonya "


Meisya Langsung masuk kedalam Ruangan VVIP Ia langsung duduk " Mas, Tempatnya lumayan bagus ya Mas, ada VVIP nya " Ucap Meisya. Meisya Baru tau Jika ada Restoran Padang yang cukup besar dan menyediakan Ruangan VVIP


Makanan telah datang, semua makanan masih panas dan juga menggiurkan. Biasanya jika di tukang Nasi Padang biasa Paling yang panas hanya nasi nya saja Tapi di sini Semuanya panas karena Mereka mengolah masakan nya mendadak


Di meja sudah di siapkan Cincang sapi, Ayam pop, ayam bakar, Cumi bakar, Rendang, paru sapi, ikan bakar, ayam balado, Gudeg khas Padang, kikil, sate Padang, dan jangan lupakan Lalaban plus sambel hijau khas Padang


" Mas ini surganya Nasi Padang nama nya " Seru Meisya ia tidak sabar ingin segera Memakan makana yang ada di hadapan nya ini namun Meisya tidak lupa untuk mendahulukan Mengisi piring Adam lalu mengisi piring miliknya


Adam tersenyum ketika melihat Meisya yang begitu semangat memakan Makan nya bahkan hampir semua menu Meisya coba ya walaupun hanya di cicip saja ujung-ujungnya pasti Adam lah yang harus menghabiskan nya


" Pelan-pelan sayang makan nya nanti kamu keselek " tegur Adam kepada Meisya


" Iyan Mas " jawab Meisya sambil nyengir


" oh iya Mas nanti kita sekalian bungkus ya "


Kedua mata Adam langsung membulat " Sayang apa kamu tidak kenyang dengan semua makan ini? " tanya Adam Kaget


" Bukan buat aku, tapi Buat orang rumah Mas " Jawab Meisya


" Oh aku pikir kamu tidak kenyang makanya meminta di bungkus "


" Mas pikir perut ku perut karet Mas " Ucap Meisya menggelengkan kepalanya heran


" Bukan begitu sayang. yaudah Nanti minta bungkus orang rumah tapi kamu hubungi dulu orang rumah agar tidak masak " Ucap Adam


" Beres Mas " Meisya mengacungkan jempolnya dengan Mulut yang penuh dengan makanan


Meisya makan menggunakan tangan ia tidak menggunakan sendok. Meisya menyuapi suaminya " Aaaa Mas " Ucap Meisya agar Adam membuka mulut


Adam membuka mulutnya lalu mengunyah Makana yang di suapi oleh Sang istri " Sayang Kenapa kalo kamu makan Nasi Padang jarang pakai sendok "

__ADS_1


" Karena Makan pakai tangan lebih enak, itu buktinya Mas aja ke tagihan dengan siapa yang aku berikan " Jalan Meisya yang di balas anggukan Oleh Adam.


__ADS_2