Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
AMIRA BEKERJA


__ADS_3

Hari ini benar saja Aulia kembali lagi ke rumah Mom, ia benar-benar ingin belajar bagaimana cara memasak yang baik dan juga benar agar ia bisa menggaet laki-laki pujaannya


‘’ Semangat banget yang mau belajar memasak ‘’ Kata Mom tersenyum


‘’ Ih Tante,.. ‘’ Aulia tersipu malu ketika di ledek oleh Mom


‘’ Baiklah kalo begitu bagaimana jika hari ini kita masak Ayam rica pedas pasti kamu suka ‘’ Kata Mom Yang langsung di balas anggukan oleh Aurel


‘’ Ngomong-ngomong dimana Amira Tante? ‘’ Tanya Aurel yang tidak melihat keberadaan Amira


‘’ Oh.. tadi sih bilang nya mau pergi cari kerja ‘’ Bisik Mom kepada Aurel membuat Aulia membulatkan kedua bola matanya


‘’ Hups.. yakin Amira mau cari kerja tante, emang bisa? ‘’ Tanya Aulia tidak percaya


‘’ Kita lihat saja Nanti ‘’ Jawab Mom


Semalam setelah beres makan malam Amira langsung ijin kepada kedua orang tuanya untuk bekerja. Amira lebih memilih bekerja daripada ia harus bergelut di dapur dengan perabotan dapur. Amira merasa tidak cocok berada di dapur.


Di tempat lain Kanza di kejutkan oleh Amira yang membawa surat lamaran kerja ‘’ Amira apa kamu tidak salah ingin bekerja di sini? Di sini kotor loh dan gajinya pun tidak sebesar uang yang di berikan oleh kedua orang tua kamu ‘’ Kata Kanza yang terkejut dengan kedatangan Amira


‘’ Aku serius Kanza, aku tidak peduli berapapun gajih nya yang penting Aku


kerja dari pada aku di rumah malah di suruh belajar memasak sama Mom. Itu lebih tidak bisa lagi ‘’ Keluh Amira yang benar-benar ingin kerja


‘’ Oke kalo begitu. Aku akan bawa kamu keruangan Atasan aku kebetulan Pak Rendi sudah datang ‘’ Kata Kanza yang langsung membawa sahabatnya ini untuk bekerja


Tok... tok.. tok...


‘’ Kanza  apa dia sudah tua? ‘’ Tanya Amira


Kanza tersenyum ‘’ Nanti kamu bisa lihat sendiri ‘’ Jawab Kanza kepada Amira


‘’ Masuk ‘’


‘’ Ayo masuk ‘’ Ajak Kanza yang langsung di balas anggukan oleh Amira


Mereka masuk kedalam ruangan Pak Rendi.  Amira melihat pria tampan yang begitu rupawan bahkan Amira tidak menyangka jika calon majikannya itu adalah Pemuda tampan.


‘’ Ada Apa kamu ke ruangan saya., Apa karena kamu mau menerima tawaran makan malam dari saya?’’ Tanya Pak Rendi sambil tersenyum


Amira merasa kecewa karena ternyata calon atasannya ini menyukai kanza


‘’ Ini Pak, saya bawa teman saya yang berniat kerja di Kafe ini ‘’ Jawab kanza yang tidak ingin membahas masalah makan malam


‘’ Oh ‘’ Jawab Pak Randi dingin


Amira melihat Kanza dengan lekat. Amira yakin jika sahabatnya tidak menyukai Pak Rendi, Ada senyuman di bibir Amira karena ia memiliki kesempatan agar bisa mendapatkan hati Pak Rendi.


‘’ Amira, kamu lanjut ya sama si Boss, Aku tinggal dulu ‘’ Kata Kanza kepada Amira

__ADS_1


‘’ Iyah ‘’ Jawab Amira


Kanza pun langsung keluar dari ruangan Pak Rendi dan melanjutkan aktivitasnya sebagai pelayan kafe.


‘’ Jadi sebelumnya kamu pernah bekerja dimana? ‘’ Tanya Pak Rendi yang melihat berkas lamaran milik Amira


Amira langsung menggelengkan kepalanya ‘’ Saya belum pernah bekerja dan ini adalah pekerjaan pertama saya ‘’ Jawab Amira Jujur


Pak Rendi mengerutkan keningnya ketika ia tau jika Amira adalah lulusan kampus internasional di salah satu Negara ‘’ Kamu yakin mau bekerja di sini? ‘’ Tanya Pak Rendi yang tidak yakin dengan Amira


‘’ Iyah saya yakin Pak, maka dari itu Bapak harus menerima saya karena saya masih Gress hehehe.. ‘’


Pak Rendi membuang napasnya ‘’ Gress..?’’


Amira mengangguk ‘’ Gress. Karena saya belum pernah bekerja di tempat lain ‘’


‘’ Saya tidak yakin jika kamu bisa bekerja di tempat saya, Apa lagi saya lihat jika kamu lulusan luar negri ‘’


‘’ Itu tidak penting Pak, yang penting itu kan bagaimana saya bisa bekerja atau tidak dan saya jamin jika Bapak tidak akan menyesal menerima saya ‘’ Kata Amira dengan yakin


‘’ Baik kalo begitu saya akan terima kamu tapi Maaf saya tidak bisa memposisikan yang layak untuk kamu ‘’ kata Pak Rendi


‘’ Iyah Pak, tidak Apa-apa yang penting saya di terima bekerja di sini ‘’ Kata Amira


‘’ Oke kalo begitu ‘’


‘’ jangan manyun seperti itu ‘’ Kata Kanza


‘’ Bagaimana aku tidak manyun Aku pikir aku akan di terima sebagai kasir atau apa gitu, ini malah di suruh jadi pelayan. Percuma saja aku lulusan luar negri jika hanya jadi pelayan ‘’ Keluh Amira


‘’ hahaha.. lagian kamu Ada-ada saja, dah tau lulusan luar negri masih saja mau melamar di Kafe ini ‘’ Kata Kanza ‘’ Sudah jangan manyun kaya gitu, ayo kerja nanti jika Pak Rendi tau bisa gawat ‘’ Ucap Kanza yang langsung


mengajarkan Amira untuk sebagai pelayan kafe.


Siapa yang akan sangka jika Putri dari pebisnis terkenal kini menjadi seorang pelayan di salah satu Kafe yang tidak terlalu besar. Bahkan mungkin anggota keluarganya juga pasti akan terkejut jika tau saat ini Putri mereka telah menjadi pelayan.


Hari semakin sore jam kerja Kanza sudah mau habis ia langsung bersiap untuk pergi ke tempat kerja selanjutnya ‘’ Kamu mau kemana? ‘’ Tanya Amira heran


Kanza tersenyum ‘’ Aku harus segera pergi ke tempat kerja ku yang selanjutnya ‘’ Jawab Kanza membuat Amira melongo


‘’ Kanza kamu tidak lelah, aku saja merasa lelah sekali bahkan rasanya tulang-tulang aku itu mau rontok ‘’ Kata Amira


‘’ Kamu kan anak sultan, nah Aku anak siapa? Aku tidak bisa mengandalkan gajih di Kafe ini saja untuk memenuhi kebutuhan hidupku ‘’ Kata Kanza  ‘’ Yasudah Aku pergi dulu ya ‘’ Ucap Kanza yang berpamitan kepada Amira


Amira yang melihat punggung Kanza semakin jauh ia hanya bisa menggelengkan kepalanya ‘’ Kasian sekali kamu Kanza ‘’ Gumam Amira pelan namun masih bisa di dengar oleh orang lain


‘’ Maka Dari itu bersyukurlah jika kamu terlahir dari orang berada ‘’ Kata Pak Rendi yang tiba-tiba datang dan membalas ucapan Amira


‘’ bapak ‘’ Ucap Amira tersenyum karena ia bisa melihat atasannya sebelum ia pulang

__ADS_1


‘’ Hm.. kasian kan dia ‘’ Kata Pak Rendi yang menoleh kearah Kanza pergi


‘’ Betul Pak, aku berteman dengannya sedari dulu tapi Aku tidak tau jika Kanza memiliki dua pekerjaan, Aku pikir hidup dia senang dan tidak kesusahan karena dia tidak pernah mengeluh ‘’ Kata Amira


Pak Rendi tersenyum ‘’ karena itulah saya menyukainya ‘’ Ucap Pak Rendi yang bisa di dengar oleh Amira ‘’ Sudah kalo begitu, saya pergi duluan ‘’ Kata Pak Rendi yang meninggalkan Amira di sana


Amira membuang napasnya, ia menjadi pendek harapan ‘’ Apa aku bisa mengambil hati Pak Rendi, sedangkan Pak Rendi sendiri malah Menyukai Kanza ‘’ Gumam Amira yang terlihat galau ‘’ Tapi jangan putus asa dulu, Aku pasti memiliki harapan karena Aku lihat Kanza tidak menyukai Pak Rendi ‘’ Wajah Amira langsung bersemu ketika membayangkan jika dirinya bisa jadian dengan Pak  Rendi.


Amira pulang dengan mengendarai Mobil miliknya. Jalanan yang macet membuat


Amira kelelahan dan bahkan hampir saja ia tertidur ‘’ Astaga Amira Fokusss.. bagaimana jika kamu menabrak orang ‘’ Kata Amira kepada dirinya sendiri


Setelah jalanan lancar Akhirnya Amira samai di rumah utama ‘’ Aku pulang ‘’ seru Amira


‘’ Kamu sudah pulang, bagaimana melamar kerjanya lancar? ‘’ Tanya Mom kepada sang putri


Amira menjatuhkan tubuhnya di sofa ia benar-benar kelelahan dan bahkan ia tidak sempat membalas pertanyaan sang Mommy karena Amira keburu terlelap tidur


‘’ Astaga anak ini ‘’ Kata Mom yang melihat putrinya yang sudah tidur ‘’ Apa Amira benar-benar habis bekerja makanya ia terlihat kelelahan seperti itu ‘’ Gumam Mommy yang langsung menyelimuti tubuh putrinya dengan kain yang ada di sana.


Setelah melihat Putrinya tertidur Mom langsung pergi mencari keberadaan sang suami


‘’ Dad, sedang Apa disini? ‘’ Tanya Mom


‘’ Eh sayang. Ini Aku lagi memberi makan ikan kesayangan ku ‘’ JawaB Daddy


Mom duduk di kursi ‘’ Dad, sepertinya Putri kita beneran mencari kerja deh soalnya barusan pas baru datang ia seperti kelelahan bahkan Amira saat ini sedang tidur di Sofa ruang tengah ‘’ Kata Mom


Daddy tersenyum ia seperti tidak kaget ketika mendengar perkataan dari istrinya ‘’ Putri kita bekerja di salah satu Kafe bersama sahabatnya yang bernama Kanza. Dan Daddy juga sudah pastikan jika Putri kita aman dan akan merasakan bagaimana susahnya mencari uang ‘’ Jawab Daddy yang berjalan lalu duduk di samping Mom


Mom mengerutkan keningnya ‘’ Apa Daddy menyelidikinya? ‘’ Kata Mom yang curiga


‘’ Hahahaa... Tentu, tidak mungkin aku akan membiarkan putra dan putriku berkeliaran di luar tanpa pengawasanku ‘’ Jawab Daddy yang meminum Kofi miliknya


‘’ Hm... Apa jangan-jangan selama ini juga Daddy mengawasi ku ? ‘’ Tanya Mom curiga


‘’ Anak-anak saja aku jaga Apalagi kamu Ratu di rumah ini dan Ratu di hatiku sudah pasti ku jaga karena Aku tidak ingin terjadi Apa-apa sama kamu Sayang ‘’ Kata Daddy yang mencubit pipi sang Istri


‘’ Is.. Daddy nanti ada yang lihat loh ‘’ Kata Mom


‘’ Siapa yang berani melihat kita sayang ‘’ Ucap Daddy ‘’ kalo Kamu tidak ingin Ada yang lihat Ayo kita ke kamar ‘’ Ajak Daddy yang langsung membawa Mommy ke dalam kamar miliknya.


Sudah tau dong, kalo Daddy membawa Mom kedalam kamar milik nya pasti mereka akan melakukan Apa secara Daddy kan selalu bringas dan selalu ingin membuat Mom puas dan melayang layang keatas awang.


Di Apartemen. Fadil baru saja sampai di Apartemen ia langsung menaruh Jas dan juga tas kerjanya di atas Sofa lalu ia menjatuhkan bokongnya di sofa dan menutup kedua matanya karena merasa lelah namun ketika Fadil menutup kedua matanya tiba-tiba saja ia mencium aroma wangi di dapur


‘’ Bau harum Apa ini ‘’ Gumam Fadil yang langsung berdiri dan langsung berjalan kearah dapur


‘’ Kamu sedang Apa disni?’’ Tanya Fadil heran

__ADS_1


__ADS_2