
" Lili bisakah Kamu besok malam mengundang Reno untuk Makan malam bersama kita? " Ucap Paman Ibram
Lili menaruh Sendoknya " Tumben papah Ingin bertemu dengan Kak Reno, Ada apa? " Tanya Lili
Saat Ini Di kediaman Paman Ibram Sedang Melaksanan Makan malam bersama Seperti Biasanya hanya saja Adam tidak bisa ikut karena ia sedang pergi ke luar Kota.
" Sudah lama Kita tidak makan bersama, Memang nya Terasa aneh ya Jika papah Meminta Reno Untuk makan bersama dengan kita? "
" Tidak sih pah, Malah aku seneng dengan begitu Keluarga kita Semakin dekat dengan Kak Reno " jawab Lili tersenyum
Sedangkan Meisya sepertinya ia tau Apa yang sedang di Rencanakan oleh paman nya itu, namun ia lebih memilih Diam karena itu bukan urusan nya tapi apapun yang menjadi keputusan Paman Ibram semoga menjadi yang terbaik.
" Makanya Kalo pacaran itu jangan di luar mulu, Ajak ke rumah Biar Kita yang ada di rumah semakin Akrab dengan Reno " Sindir Meisya kepada Sahabat nya itu
" Nah benar Tuh kata Meisya, Kalo pacaran itu di rumah jangan di luar jadi Biar mamah dan papah Bisa ngawasin kalian juga hehehe "
" Is Mamah sama kamu sama saja, Mana Ada Paran di rumah kecuali kalo sudah Nikah baru Pacaran di rumah biar gak kena Gerebeg Mamah Papah Hahaha "
" Nah itu papah Setuju Bagai mana jika kalian Cepat menikah, Biar Papah bisa gendong Cucu " Lanjut Paman Ibram seperti mendapatkan jalan
Lili menatap Ke Setiap Orang yang ada di Meja makan ia merasa Curiga " Pah, Mah, Kalian tidak serius kan Dengan Ucapan Kalian? "
" Kenapa Tidak serius jika sudah cukup umur kenapa Tidak " jawab Paman Ibram
" Sudah-sudah Ayo kita makan dulu kasian Meisya dia sudah kelaperan apa lagi dia sedang hamil tidak boleh Telat Makan " Ucap Bibi Vina
Meisya yang mendapatkan Kedipan Mata dari Bibi Vina langsung mengiyakan " Ah ia nih, Bibi tau saja Jika aku sudah tidak tahan ingin Makan "
Akhirnya mereka langsung melanjutkan makan malam yang sempat tertunda baruan
Setelah makan malam Lili tidak langsung masuk kedalam kamar nya ia malah pergi ke kamar milik Meisya '' Apa kamu sudah tidur? '' Tanya Lili yang membuka kamar milik Meisya
'' Belum '' Jawab nya '' Masuklah ''
Lili berjalan ke arah sopa yang dekat dengan balkon kamar '' Ada apa? Tumben kamu mampir ke sini ''
'' Hanya ingin saja '' jawab nya sambil menyandarkan Tubuhnya di sopa
'' Ada apa, AKu tau jika kamu sedang memikirkan sesuatu '' Tanya Meisya, Ia tau betul bagai mana Lili
'' Aku.. ''
'' Apa karena ucapan Bibi dan Paman tadi yang membuat kamu datang ke kamar ku? '' Tanya nya yang langsung mendapatkan anggukan oleh Lili
'' Percayalah JIka bibi dan Paman ingin yang terbaik untukmu mereka ingin melihatmu bahagia apa lagi usia mereka sudah tidak lagi muda dan kamu Adalah Anak satu-satunya Bibi dan Paman jadi sudah jelas jika mereka mengharapkan yang lebih dari kamu Lagian kenapa kamu bingung Bukannya kamu Punya Reno? ''
'' Bukan itu masalahnya. Aku takut jika harus menikah sekarang-sekarang '' Lirih nya
'' Apa yang kamu takutkan? ''
'' Aku takut jika aku sudah menikah Aku tidak di perbolehkan untuk kerja dan melanjutkan Bisnis ku. Seperti kamu, Kamu rela berhenti menjadi model hanya karena Menikah dengan Kak Adam padahal Karir kamu sedang di atas ''
Meisya tersenyum kini dia mengerti apa yang menjadi ketakutan Lili '' Dengar kalo soal aku berhenti menjadi Model, Itu Atas keinginan ku sendiri Bahkan Mas Adam tidak memintaku untuk berhenti beliau malah selalu mendukung apa yang menjadi pilihanku '' Ucap Meisya
'' Jadi kalo kamu gak berhenti pun Kak Adam akan tetap mendung mu? '' Tanya Lili yang mendapatkan Anggukan dari Meisya '' Lalu kenapa kamu memilih berhenti padahal Karir kamu saat itu sedang di atas ''
'' Aku hanya takut. Takut aku tidak memiliki privasi lagi, Apa lagi kamu tau sendiri netizen paling suka mengulik masa lalu orang dan kamu tau betul bagai mana masalalu ku ''
'' Oh.. '' Lili beroh ria
'' Jadi kamu jangan takut lagi jika Paman dan bibi Menyuruh mu untuk menikah malah menurutku lebih Asik pacaran setelah menikah lebih halal dan lebih Afdol hihihi.. Kalo mau enak-enak juga tidak akan ada yang melarang dna tidak akan takut hamil ''
Bukg..
'' Kamu mesum '' Kata Lili kepada Meisya sabil melemparkan bantal sopa ke arah nya
__ADS_1
~ KEESOKAN HARINYA
Sesuai permintaan kedua orang tuanya malam ini Lili mengundang Reno untuk makan malam di rumah nya.
'' Selamat Malam. Om Dan Tante '' Sapa Reno langsung berdiri dan mencium tangan kedua orang tua Lili
'' Malam juga Nak Reno '' jawab Paman Ibram. Paman ibram dan Bibi Vina duduk di sopa '' Silahkan duduk Nak ''
Reno duduk kembali di sopa '' Pah. Mamah mau siapkan dulu makan malam nya ya. Ayo lili '' Ajak Bibi Vina kepada Lili yang duduk di samping Reno
'' Tapi Mah ''
'' Tidak ada tapi-tapian Ayo ikut mamah ke dapur '' Bibi Vina langsung membawa Putrinya ke dapur, Walaupun enggan tapi Lili mengikuti Bibi vIna ke dapur
'' Loh ko pada ke dapur sih '' Ucap Meisya yang sudah terlebih dahulu berada di dapur
'' Entahlah ini Mamah malah ngajak aku ke dapur padahal Aku kan ingin bersama Kak Reno '' Gerutu Lili
Meisya tersenyum ketika melihat sahabatnya itu marah-marah '' Sudah jangan ngedumel kaya gitu lagian kan ini juga buat kekasih mu ''
'' Iya iya '' Jawan Lili
Bibi Vina yang melihat Putrinya kesal hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya '' Yang ikhlas jangan cemberut kaya gitu ''
'' Iyah Mamah ini Aku sudah tersenyum '' Jawab Lili menunjukan gigi putihnya kepada bibi vina
'' Nah Gitu dong kan tambah Cantik kalo seperti itu ''
Di dapur Lili harus membantu Bibi vina dan juga Meisya menyiapkan makanan sedangkan di ruang Tamu Paman Ibram sedang ngobrol serius dengan Reno
'' Jadi begitu Ceritanya. Harapan Om hanya Kamu Nak, Om ingin melihat Putri om bahagia bersama keluarga kecilnya sebelum Om tiada ''
Reno termenung dengan permintaan Paman Ibram Apa lagi Tadi ia sempat terkejut ketika mendengar penjelasan Om ibram soal kesehatan nya
'' baik. Om harap kamu bisa mewujudkan permintaan Om ini ''
Paman Ibram sudah yakin kepada Reno bahkan Paman Ibram sudah menyelidiki latar belakang Reno yang tidak ada Cacat bahkan Reno telah dilahirkan dari keluarga Baik-baik maka dari itu paman ibram meminta Reno agar secepatnya menikahi Lili
'' Iyah Om ''
'' Pah. Makan malam nya sudah siap Bunda mengajak Papah dan kak Reno untuk Makan Malam '' Ucap Lili
Paman Ibram tersenyum '' Baik sayang. Ayo Reno kita makan malam bersama '' Ajak Paman Ibram
Reno menganggukkan kepalanya '' Ayo Yank '' AJak Lili sambil meraih tangan Reno
Di meja makan sudah Ada Bibi vina dan Juga Meisya yang sudah duduk do kursi meja makan '' Halo Reno '' Sapa Meisya
'' Halo juga kak '' Jawab Reno. Reno tidak tau jika usia Meisya seumuran dengan Lili
'' yank Usia ku dan dia itu seumuran kenapa kamu panggil kakak ''
'' Tapi kan dia kakak ipar mu yang akan menjadi Kakak iparku juga '' Jawab Polos Reno
Sontak saja Lili mengerutkan kening nya mendengarkan ucapan Reno '' Sudah AYo duduk kita makan dulu perutku sudah keroncongan '' ucap Meisya
Lili pun langsung duduk di samping Reno '' Li. Ambilkan nasi dan lauk pauk untuk Nak Reno '' Suruh Bibi Vina
'' Iyah Mah '' Lili mengisi piring Reno dengan bermacam makanan
'' Terimakasih Yank ''
'' Sama-sama Ayank nya Aku '' jawab Lili
'' Jangan sayang-sayang belum halal '' Tegur meisya sambil mengulum senyumnya
__ADS_1
" Biarin Wek... " lili duduk kembali di tempat nya Lalu ia menikmati Makan miliknya
" bagai mana Nak Reno enak? itu buatan Lili Loh " Ucap Bibi Vina kepada Reno
" Wah pantesan Rasanya enak banget Tante "
" kalo begitu tambah dan habiskan " Pinta Bibi Vina
Reno Langsung menelan silvernya namun Walaupun begitu dia tetap Memakan masakan Lili
sedangkan Meisya dan Paman Ibram hanya bisa mengulum senyum nya, Meisya Enggan untuk mencoba karena tadi ia sudah mencoba nya dan rasanya Tidak jelas
Sebenarnya Lili pintar masak Namun Lili tidak ahli dalam membuat Sayur Lodeh bahkan rasanya sangat tidak jelas.
" Benarkah Enak? Padahal Aku paling Bodoh dalam masakan Ini dan sangat Tidak ahli " ucap lili
" Cinta emang bisa membuat Mati rasa hahaha " Gumam Meisya
Lili menatap Meisya " Ini kan enak ya kan " lili langsung mencicipi sayur buatan nya " Owekkk... Apa ini Tidak enak " Keluh Nya
" hahaha.. " Tawa Bibi Vina, Paman Ibram dan Meisya langsung kencang Ketika Melihat ekspresi Lili memuntahkan makanan nya
" sayang jangan di makan ini rasanya sangat tidak enak " Keluh Lili " Sini-sini nanti kamu sakit Perut " Lili mengambil Piring Milik Reno namun langsung di cegal oleh Reno
" apapun rasanya aku akan tetap makan Asalkan ini masakan mu " Ucap Reno
wajah Lili Langsung memerah seperti Tomat " dih lihat baru segitu saja Sudah klepek-klepek" ledek Meisya
" bodo Amat " Jawab Lili
Bibi Vina dan Paman Ibram tersenyum mereka semakin yakin dengan pilihan mereka Jika Reno akan selalu menghargai dan mencintai Putri mereka.
Setelah makan malam usai Lili membawa Reno ke taman Mereka duduk di taman dengan di temani Jus Mangga Yang di buat oleh Lili
" Yank "
" iya Yank " jawab Reno
" Tadi papah ngobrol apa dengan mu? Ko tadi pas aku ke depan seperti sedang ngobrol serius " tanya Lili
Reno tersenyum lalu mengelus pipi Cantik Lili " Apa kamu khawatir? "
" tentu saja. Apa lagi akhir-akhir ini papah dan mamah selalu ngomongin pernikahan " keluh Lili
" jangan khawatir. Tadi Kita hanya ngobrol biasa ko kamu seperti tidak Papah kamu saja " jawab Reno
" yakin tidak ngomong yang aneh-aneh "
" Tidak yank. Apa kamu tidak percaya lagi kepadaku? "
" percaya Yank " jawab lili menyandarkan kepalanya di pundak Reno " aku hanya Takut papah ngomong yang tidak-tidak kepadamu "
" Lalu jika Aku mengajak kamu menikah bagai mana? " tanya Reno
Lili langsung mengangkat kepalanya dan menatap Kekasih nya itu " Jika kita menikah apa kamu akan membatasi Aktivitas ku dan menyuruh ku untuk diam di rumah meninggalkan bisnis yang selama ini aku bangun? "
Reno membuang napas nya " Setiap pria pasti ingin Istrinya berada di rumah, menyambutnya pulang dan menemani nya setiap saat Tapi jika kita menikah Aku tidak akan Menghalangi kamu Untuk menjadi wanita Pebisnis Asalkan kamu bisa membagi waktu dan tau batasan nya " Jawab Reno
" Kamu serius? "
" Iyah, Bunda juga sampai saat ini ia Masih bekerja dan menafkahi kami walaupun sebenarnya Kami sudah bisa membiayai hidup kami sendiri " Ucap Reno " Aku tidak akan pernah menghalangi mu Yank, Tapi jika kamu hamil kamu harus mengurangi Aktivitas mu karena aku tidak ingin anak kita ikut kelahan karena ibunya yang super sibuk "
" ahh.. kamu memang pria idaman Yank " Lili memeluk Reno dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang Reno
Bukan Reno Tega membiarkan istrinya bekerja tapi Reno tidak ingin mengekang calon istrinya Nanti, bagi Reno selama bisa membagi waktu kenapa tidak.
__ADS_1