
Hari ini Lili dan adik Iparnya memesan makan dari salah satu Restoran, Lili ingin memberikan kejutan kepada Bunda atas kehamilannya karena hari ini Bunda akan pulang " Sudah siap semuanya? " tanya Lili kepada sang adik
" Sudah kak " jawab nya
" Oke, kak Reno sedang jemput Bunda di bandara dan katanya sudah jalan pulang " Kata Lili
Adik Ipar Lili cekikikan ia tidak bisa membayangkan bagai mana bahagianya Bunda ketiak mendengar kehamilan kakak ipar nya " Aku gak sabar liat Reaksi Bunda kak "
" Sama kakak juga " jawanya
Terdengar suara Mobil yang masuk kedalam halaman rumah Itu pertanda jika mobil Reno sudah ada di depan rumah " Itu kayanya " kata Lili
" Assalamualaikum... " Sapa Bunda yang membawa koper Kecil
" Wa'alaikumsalam Bunda " Lili dan Adik Reno langsung mencium punggung tangan Bunda
" Wah Anak-anak Bunda sepertinya seneng banget ya hari ini "
" Iya dong, kan bunda pulang " jawab Adik Reno " Ayo Bund ke meja makan, Aku sudah laper nih " Keluh nya sambil memegang Perut
" Adek, belum makan? kenapa? " tanya Bunda
" Sengaja nunggu Bunda " Jawanya sambil nyengir
" Yaudah ayo kita makan dulu " ajak Bunda
Bunda langsung duduk di kursi meja makan namun Bunda heran kenapa di piringnya ada kotak Kado " Ini apa? " tanya Bunda heran
" Di buka aja Bund " ucap Reno
" Loh ko kalian yang kasih hadiah kan Bunda yang habis pergi " Ucap Bunda Heran
" Buka saja dulu Bund " Reno sudah memeluk Lili sedangkan adik Reno sudah siap memegang Handphone miliknya untuk mengambil Gambar kebahagian sang Bunda
Bunda menyeliksik Ke tiga anaknya ini. Karena penasaran Bunda langsung membuka Kotak Kado " Ini? " Bunda menutup mulutnya dengan tangan Ia menitihkan air mata, Bunda melihat ada Hasil USG dan di sana juga ada tulisan ( Halo Oma ) " Ini beneran Nak? " Tanya Bunda menangis sesenggukan
__ADS_1
" Iyah Bunda, Nanti rumah kita tidak akan sepi lagi dan akan Di penuhi dengan suara-suara tangis baby " ucap Lili yang langsung memeluk sang Bunda
" Alhamdulillah.. ya Allah engkau telah mendengarkan semua doa-doa hamba selama ini " Bunda memeluk Lili, bunda benar-benar terharu bahagia.
" Bunda jangan nangis " Lili ikut menangis ia menyeka air mata Bunda " kalo Bunda menangis nanti Lili juga ikut menangis " Ucap Lili sambil tersenyum
Bagai mana tidak bahagia, Bunda selama ini Selalu mendoakan Lili agar di berikan Momongan, bunda tiada henti meminum dan berdoa kepada Allah.
" Bunda tidak menangis sayang, Ini adalah Tangis bahagia " Ucap Bunda Mencium Pipi Lili " Kalo begitu ayo makan, kasian Cucu Bunda pasti sudah laper " ajak Bunda
" Tapi Lili gak bisa makan Nasi Bund, paling Lili makan yang lain aja ya dan Kak Reno juga dia gak akan ikut makan soalnya Kak Reno akan muntah jika mencium aroma makanan " ucap Lili menjelaskan kepada Sang Bunda
" Kasian kalian, jadi kalian mau makan apa Hem, Bilang pada Bunda biar Bunda buatkan " Kata Bunda
" Ini, Lili sudah memesan makanan untuk Lili dan juga Kak Reno, Bunda nikmati saja makan yang ada di meja. Kita akan makan di ruang Tv " ucap Lili kepada Bunda
Bunda langsung berwajah sendu, Bunda merasa kasian kepada Anak dan menantunya yang tidak bisa makan seperti biasanya lagi " Baiklah kalo kaya gitu " ucap Bunda
Mau bagai mana lagi di paksa juga gak mungkin karena semakin di paksa pasti akan semakin mual
~ RUMAH ADAM
Meisya dan Diva sedang ada di taman mereka sedang mengawasi Baby Fadil yang sedang bermain di atas rumput, Meisya sengaja membiarkan Baby Fadil bermain di atas rumput bahkan Meisya juga tidak segan untuk membiarkan baby Fadil bermain di atas tanah. karena menurut Meisya itu sangat bagus untuk Sang anak agar sang Anak mengenal dunia luar tidak hanya mengenal dunia rumah saja.
" Nyonya, Saya denger Non Lili hamil ya "
Meisya tersenyum " Iyah, baru delapan Bulan " Jawab Meisya
" Alhamdulillah ya Nyonya, Akhirnya apa yang sudah di tunggu-tunggu ternyata Terkabul juga " Diva sangat tau betul bagai mana perjuangan Lili untuk bisa hamil.
" Kamu banar, Aku ikut terharu ketika mendengar Lili hamil. Bagi seorang wanita Hamil itu adalah anugrah yang sangat luar biasa " ucap Meisya
Diva mengangguk " Nanti kalo kamu sudah menikah jangan menunda untuk memiliki momongan bair usia anak-anak kita tidak jauh beda hehehe "
" Siap Nyonya " jawab diva walaupun dirinya Agak malu-malu
__ADS_1
" Bagai mana persiapan pernikahan kalian sudah sampai mana? " tanya Meisya
" Sudah hampir rampung Nyonya, Tinggal menunggu hari H nya aja " jawab diva
Dengan uang apapun akan cepat selesai hanya butuh satu bulan kurang untuk menyiapkan segalanya bahkan Belum satu bulan tapi mereka sudah hampir rampung.
" Semoga semuanya lancar sampai Hari H Ya "
" amin.. " Jawab Diva
" sayang Jangan ke sana Nak, Nanti kamu nyemplung ke kolam " Tegur Meisya yang melihat Putra nya sudah mendekati Kolam renang
bukannya Takut dengan teguran sang Mommy, Baby Fadil malah tersenyum menunjukan gigi putihnya lalu berjalan ke arah Kolam
Dengan sigap Meisya membawa sang putra sebelum ia masuk kedalam Kolam " Kamu ya, mulai nakal sayang heum " Ucap Meisya sambil mencium seluruh pipi Baby Fadil
Balita itu malah cekikikan karena geli " Mom "
" Wah anak Mom sudah bisa manggil Mom Hem " Meisya meneteskan air mata nya ia merasa terharu karena putranya sudah bisa bilang Mom walaupun masih kurang jelas tapi Meisya sangat bahagia
Fadil yang melajang Mommy nya menangis ia langsung menepuk-nepuk wajah sang Mommy agar tidak menangis lagi " Baiklah, Mom tidak akan menangis " Ucap Meisya Yang seolah mengerti Jika putranya tidak ingin melihat dirinya menangis
" Baby Fadil pinter sekali " Puji Diva yang ikut gemas kepada Baby Fadil
" Iyan dong, Mabk, kan aku anak Deddy dan mommy " Ucap Meisya dengan suara yang meniru anak kecil
" Assalamualaikum.. Daddy pulang " Teriak Adam
" Wa'alaikumsalam.. Wah Daddy pulang sayang " Ucap Meisya kepada putra nya " Ayo kita samperin Daddy " ajak Meisya yang langsung di anggukan oleh Balita itu
Fadil berlari kearah sang Daddy dengan suara yang menggemaskan " Da.da.."
" Hap.. " Adam menangkap sang Putra lalu menggendong nya
" Da..da..."
__ADS_1
" Apa Boy, Apa kamu sedang memanggil Daddy heum? " tanya Adam kepada Putranya yang balas cekikikan oleh Balita itu Apa lagi Adam yang mencium seluruh pipi sang putra membuat Fadil semakin geli karena terkana bulu-bulu halus dari dagu sang Daddy.