
~ PERUSAHAAN
Fadil baru saja beres meeting bersama teman-temannya untuk menyiapkan rencana B.
" Kita akhiri Meeting nya sampai di sini dan jangan lupa kalian makan siang " Ucap Fadil yang langsung meninggalkan ruangan Meeting
Fadil langsung pergi ke ruangan kerja nya dan ia juga memanggil salah satu pegawai yang ternyata dia lah orang nya yang sudah membocorkan Aplikasi yang akan di rilis.
Tok.. tok.. tok...
" Masuk " Kata Fadil
" Tuan "
Fadil duduk di kursi kebesarannya dengan tangan yang ia lipat di dada dan tatapan yang dingin seolah ingin memakan mangsanya.
" Jelaskan " Fadil memberikan bukti-bukti kepada pria itu agar tidak mengelak lagi.
Pria itu langsung sujud di kaki Fadil, ia meminta ampun kepada Fadil " Saya Mohon Ampun Bos, Maafkan saya " Ucapnya " Saya benar-benar khilaf "
" Kamu tau kan jika saya tidak pernah memberikan kesempatan ke dua kepada seorang penghianat! "
" Saya Mohon Boss Ampuni saya "
" Mungkin saya bisa memaafkan mu, tapi bagaimana dengan teman-teman mu yang sudah kerja keras untuk aplikasi itu? Apa kamu tidak berfikir kepada teman-teman mu? " ucap Fadil " Lebih baik sekarang juga kamu keluar dari perusahaan saya dan jangan pernah injakan kaki mu lagi di perusahaan saya. Saya tidak suka dengan seorang penghianat " usir Fadil dengan tatapan dingin
" Boss Maafkan saya Boss dan jangan pecat saya, Saya Mohon "
" Pergi dari sini secara diam-diam atau saya kasih tau yang lainnya jika kaulah pelaku utamanya " Fadil memberikan pilihan kepada si pria itu
Pria itu benar-benar tidak menyangka jika ulahnya bisa membuat dirinya di pecat dari perusahaan ini, apa lagi jika sudah memiliki kecacatan dalam bekerja pasti akan sang sulit untuk mendapatkan pekerjaan lagi, mungkin mereka tidak akan ada yang mau memperkerjakan seorang penghianat.
" Baik Boss, saya akan keluar dari sini dan sekali lagi saya benar-benar minta maaf atas apa yang sudah saya lakukan kepada Boss "
" Hm.. "
Pria itu keluar dengan langkah gontai, engah ia harus mencari kerja kemana jika dirinya di pecat seperti ini, para karyawan merasa heran ketika melihat pria itu pergi dengan langkah gontai.
"Ada apa dengannya? " Lixi menaruh tangannya di pundak Liong
" Entahlah, keluar dari ruangan si boss dia sudah begitu " Jawab Liong
" mungkin dia sudah melakukan kesalahan makanya dia seperti itu, dan kalian pasti tau bagaimana dengan sipat boss kita " Balas Marlo " Sudah Ayok kita lanjutkan makan siang " Ajak Marlo
Di dalam ruangan, Fadil sedang membalas pesan yang di kirim oleh istrinya
Fadil : sepertinya makan siang Istriku cukup bergizi
Kanza : tentu karena aku memiliki Ibu mertua yang begitu baik dan juga perhatian kepada menantunya hihihi
Fadil : Jangan terlalu banyak sayang, nanti kamu terkena kolesterol
Kanza : Baik suamiku yang tampan
Kanza : Suamiku juga makan ya, ini sudah jam makan siang
Fadil : Baik sayang, ini aku akan ke kantin. love you ♥️
Kanza : Love you too ♥️♥️
Fadil tersenyum lalu ia menaruh Handphone nya kembali di atas meja lalu ia pergi ke kantin untuk bergabung bersama teman-temannya.
Sebenarnya Fadil sudah tau siapa dalang dari semua ini namun waktu itu Fadil sengaja membiarkan orang itu bernapas lega dulu karena Fadil ingin tau seberapa jauh orang itu akan bertindak dan ternyata orang itu tidak memberikan pergerakan lagi mungkin karena dia juga sudah was-was makanya tidak memberikan pergerakan.
" Sini Boss kita makan bersama" Ucap Lixi kepada Fadil yang membawa nampan makanan nya
Fadil duduk di antara teman-temannya " Boss ad... "
" Dia baru saja Risen karena ada keluarga jauhnya yang terna musibah " Fadil langsung memotong pertanyaan Lixi " sudah kalian jangan terlalu banyak berfikir sekarang kita makan dulu karena setelah ini kita akan di si bukan dengan Rencana kita " Kata Fadil
Fadil sengaja tidak memberitahu teman-teman nya karena ia tidak ingin jika Teman-teman membenci pria tadi, cukup Fadil saja yang tau.
~ DI RUMAH UTAMA
Aulia Begitu senang mendapatkan Skincare dari Kanza apa lagi merek yang di berikan oleh kanza bukan merek kaleng-kaleng " Wah Nona Lee benar-benar murah hati sekali " Puji Aulia yang langsung menggunakan nya
" Kamu sama Amira sama saja suka meledek aku " Keluh Kanza
" Hahaha... maaf nona Lee, Aku hanya bercanda " Kata Aulia yang langsung merangkul lengan Kanza
" Sudah-sudah kalian memang penjilat "
" Nona Lee, bagaimana jika kita pergi belanja " Usul Aulia
" Tidak!! " Jawab Amira dan juga Kanza bersama
Aulia mengerutkan keningnya" Tumben kamu nolak? " Tanya Aulia kepada Amira
" Karena Aku Sekarang punya anak banyak yang harus aku hidupi " Jawab Amira sambil tersenyum
Uhuk....
Aulia langsung terbatuk mendengar ucapan Amira lalu Aulia memegangi kening Amira " Tidak panas "
" Is.. kamu itu, siapa juga yang sakit. "
" Siapa tau saja kamu sakit gara-gara berenang tadi " Kata Aulia
__ADS_1
" Iss.. kau itu, Apa kamu tidak tau jika sekarang aku bekerja di salah satu tempat panti " Keluh Amira "
Pagi ini Kanza akan bermain ke tempat panti yang dimana akan ia akan menjadi salah satu donatur, Kanza sudah membicarakannya dengan Fadil dan fadil pun tidak mempermasalahkan itu selama istrinya senang dan selama tidak membuat Kanza kelelahan.
" Habby, jadi nanti habby akan tidur di perusahaan gitu? "
" Iyah sayang, Maaf ya aku memberitahumu dengan mendadak soalnya Aku juga sudah tidak bisa menunda nya lagi " Kata Fadil yang memeluk sang istri " Nanti kamu kan bisa main ke perusahaan jika kamu rindu aku hehehe.. "
Kanza melepaskan pelukannya " Heum.. baiklah nanti aku akan sering datang ke perusahaan Habby " Ucap Kanza
" Terimakasih sayangku " Fadil mengecup bibir Kanza sekilas
" Kalo begitu, Ayok kita sarapan " Ajak Fadil
Fadil dan kanza berjalan ke arah meja makan dengan mendorong koper kecil yang isinya keperluan Fadil selama tinggal di perusahaan, sebenarnya bisa saja Fadil bulak balik untuk tapi Fadil tidak tega jika harua meninggal anak buahnya lembur tanpa dirinya.
Di maja makan Kanza menyiapkan piring dan mengisinya dengan makanan yang akan di Santap oleh sang suami
" Makan Habby " Ucap Kanza
" Terimakasih Istriku "
" Sama-sama Habby, oh iya hampir saja aku lupa. Hari ini Aku akan ikut ke panti bersama Amira dan juga Aulia, aku akan mengisi hari-hari dengan anak-anak itu hehehe... "
" Apa kamu senang? "
Kanza menganggukkan kepalanya " Tentu siapa yang senang dengan anak-anak, mereka itu sangat lucu hehehe.. "
Fadil tersenyum " Lakukan apa pun yang kamu suka tapi ingat jangan terlalu lelah. "
" Baik habby " Jawab Kanza. Kanza dan Fadil melanjutkan sarapan mereka.
Kanza begitu senang karena sebagai harta yang di berikan oleh Kakek nya akan di gunakan untuk anak-anak yang kurang beruntung.
Setelah sarapan Fadil tidak mengantarkan Kanza soalnya arah nya berbeda. Kanza akan di antar oleh supir percaya Tuan Lee.
" Pak, Nama bapak siapa? " Tanya Kanza
" Nama saya Hao " Jawab Nya
" Oh, berati Bapak bukan orang sini dong? "
Supir itu terkekeh " Betul Nona, Saya adalah supir kepercayaan Tuan Lee, selama ini saya yang selalu mengantar Tuan Lee kemana saja "
Kanza membulatkan kedua matanya " Lalu jika Anda di sini, terus kakek bersama siapa? " Tanya Kanza kaget
" Nona tenang saja, kan si sana ada orang kepercayaan Tuan Lee yang akan mengantar Tuan lee kemana saja " Jawab Nya Dengan sopan
Kanza bernapas lega " Syukurlah kalo begitu, Aku takutnya tidak akan ada orang yang seperti Bapak Hao " Ucap Kanza
" Panggil Hao saja Nona, lebih enak di dengar "
Mereka sampai di tempat kediaman Marlo, di sana sudah ada Amira dan juga Aulia.
" Hai, kalian sudah samapi? " Tanya Kanza yang berjalan kearah Amira dan Aulia
" Kami jiga baru sampai Nona Lee "
" Mulai deh " Keluh Kanza memasang wajah yang tidak suka
" Hehehe.. sorry, sorry habis nama itu yang melekat di pikiranku sekarang " Kata Aulia sambil terkekeh
" Tante.... " Seru Denis yang berlari kearah Amira
Hap...
Amira langsung menangkap Denis " Lain kali jangan lari lagi ya, nanti kalo kamu jatuh bagaimana" Keluh Amira
Kanza dan Aulia saling lirik mereka lalu tersenyum " Calon ibu" Bisik Aulia kepada Kanza
" Kamu benar " Balas Kanza " Amira, kamu sudah cocok jadi Ibu " Ucap Kanza
Amira berdiri sambil menggendong Denis " Benarkah, maka doakan lah agar Aku dan Kak Marlo menyusul mu " Jawab Amira yang langsung masuk dengan menggendong Denis
" Seriusss... Yang amira bilang? " Aulia terkejut mendengar penuturan sahabatnya itu
" aku juga baru tau " Balas Kanza yang langsung menyusul Amira masuk kedalam
" Walah walah... Jika Amira menikah lalu aku dengan siapa? " Keluh Aulia yang bingung
Di dalam rumah Kanza melihat bayi-bayi yang sangat lucu bahkan sangat menggemaskan
" Mbak ini bayinya lucu-lucu sekali " Seru Kanza yang ingin menggendong sang baby
" Iya Non " Jawab Sus itu
" Apa aku boleh menggendong nya? " Tanya Kanza
" Boleh " Sus itu memberikan bayi Nabila kepada Kanza yang usianya saat ini baru empat bulan
" Kamu gemoy sekali nak, Sus ini namannya siapa? " Tanya Kanza
" Ini namannya Baby Nabila Non " Jawab Nya
" Baby Nabila sayang halo perkenalkan nama tante tante Kanza " Kanza begitu lembut kepada Baby Nabila
" Maaf jangan terlalu lama menggendong bayi-bayi ini apalagi belum berpengalaman takutnya bayi ini malah sakit badan " Kata Sus judes
__ADS_1
" Oh iya Maaf sus " Jawab Kanza
" Tidak perlu kayak gitu juga sus, Nona Kanza ini adalah salah satu yang akan menjadi donatur di sini dan Nona Kanza juga yang akan memberikan dana untuk pembangunan sekolah yayasan " Tegur Amira membuat si sus itu langsung diam
" Maafkan saya nona, Saya tidak tau " Ucap nya dengan menundukkan kepalanya
" Lain kali jangan gitu lagi ya dan tanyakan dulu siapa yang datang ke sini jangan asal negor, Lagian bukannya setiap orang yang datang ke sini kita harus ramah. " lanjut Amira
" Amira sudah " Kata Kanza " Ini aku juga yang salah "
" Sudah sus gak apa-apa "
" sekali lagi saya minta maaf Nona " Kata sus itu
" Iya tidak apa-apa sudah jangan terlalu dipikirkan, lanjutkan lagi saja pekerjaannya " Ucap Kanza ramah
Setelah kepergian sus, Kanza langsung melirik ke arah adik iparnya yang seperti tidak terlalu menyukai Sus yang barusan " Ada apa dengan kamu, Sepertinya kamu memberikan tatapan membunuh kepadanya? " Tanya Kanza
" Aku sih awalnya baik-baik saja dan bahkan Aku cukup respek kepadanya karena mau mengurus anak-anak tapi setelah aku mau ngobrol dengannya aku merasa ada yang aneh di dirinya " Balas Amira
" benarkah? " Tanya Aulia yang sedang memakan permen loli
" Hm.. Bahkan dia juga menjelek-jelekkan kak Marlo kepadaku "
Kanza membuang nafasnya pelan ya cukup paham dengan sikap dan sifat adik iparnya ini, Amelia tidak mungkin benci lebih dulu jika tidak dipancing.
" Sudah kamu jangan terlalu pikirkan lagian kan sekarang kita fokusnya ke anak-anak bukan ke orang itu, jika nanti dia melakukan hal yang lebih baru kita tidak lanjutin lagi " Kata Kanza
Akhirnya Kanza Aulia dan Amira mereka mengobrolkan soal pembangunan sekolah dan yayasan baru tidak hanya itu bahkan Kanza akan membuat sekolah dari Tk, SD, SMP dan SMA sekaligus.
" Wah Nona Lee benar-benar sultan " bangga Aulia
Peletak..
Kanza menyentil kening Aulia " Bukan Aku yang kaya tapi Kakek ku " Jawab Kanza " kita berbagi tugas ya, Aulia tugas kamu adalah mencari arsitek yang bagus dan Amira cari kontraktor yang bagus karena aku gak mau nanti hasilnya asal-asalan " Ucap Kanza
" Lalu kamu ngapain? " Tanya Aulia dan Amira
" Aku... " Kanza menyandarkan tubuhnya di sofa " aku yang akan menjadi mandor kalian hahaha... " Kanza tertawa
Sedangkan Aulia dan juga Amira mereka Langsung menganga melihat Kanza yang tertawa seperti itu " Aulia, Apa ini yang di namakan the real sultan? " Keluh Amira
" sultan mah bebassss " Ledek Amira namun Amira memberi kode kepada Aulia untuk mengerjai Kanza
1
2
3
Aulia dan juga Amira langsung menyerbu Kanza yang masih tertawa " Hahaha.... ampun "
" Kau sekarang sudah bisa meledek ya, nona Lee " Seru Amira
Tawa mereka bertiga wanita itu begitu renyah sehingga ada seorang yang di pojok sana yang merasa tidak suka dengan keberadaan mereka di sini bahkan orang itu merekam bagaimana kegiatan ketiga wanita itu " Akan aku adukan kalian kepada Tuan Marlo " gumam orang itu.
" Sudah Stop!!! " Kata Kanza yang menjauh dari kedua sahabatnya
Aulia mengibas kan rambutnya sedang Amira ia menaikan lengan baju nya, mereka sudah siap-siap untuk menyerbu Kanza.
" Tante, di depan ada kurir " kata Anak Panti
" Ah iya, Terimakasih sayang " Ucap Amira
" Nona Sultan, Apa yang sudah kamu pesan? " Tanya Aulia
" Hanya makanan kecil pasti anak-anak akan menyukainya " Jawab Kanza langsung yang langsung pergi ke depan untuk mengambil kiriman yang tadi ya pesan lewat online
Aulia dan juga Amira langsung menyusul Khanza, mereka Langsung membulatkan kedua matanya ketika melihat apa yang dipesan oleh Khanza " Wah Nona Sultan kamu memang benar sultan "
" Udah jangan banyak omong Ayo kita bawa ke dalam, kita akan makan bersama sama anak-anak " Kata Kanza yang membawa beberapa bungkus box ke dalam.
Amira langsung mengumpulkan anak-anak dan juga suster untuk makan bersama " Sus, tolong ini kasih dulu ke depan ya pasti pas security juga ingin ikut makan " Ucap Amira
" Baik Nona "
Anak-anak sudah duduk dengan rapi mereka juga sangat antusias dengan makanan yang belum pernah mereka makan ini.
Kanza begitu senang ketika melihat ekspresi anak-anak yang begitu antusias dan begitulah memakan makanan yang ia pesan tadi " ternyata untuk bahagia itu sederhana ya cukup melihat mereka senang dan makan begitulah saja sudah membuat hatiku senang " Ucap Kanza
" Kamu benar, aku pikir dengan Aku belanja dan menghamburkan uang ayah dan ibu itu sudah cukup membuat aku bahagia namun ternyata setelah aku datang ke sini melihat mereka bercanda tertawa begitu riang itu sungguh seperti mempunyai kebahagiaan tersendiri gitu " Balas Aulia tersenyum
" Ada sudah jangan ngobrol aja ayo kita makan " Kata Amira yang membuka Box yang akan mereka makan
Kanza teringat kepada suaminya " Apa suamiku sudah makan? " Gumam Hati Kanza
Kanza langsung mengambil handphone miliknya dan memesan makanan khusu untuk sang suami " Pasti suamiku suka " Gumam Kanza
" Siapa yang suka? " Tanya Aulia yang mengunyah makanannya
"Suamiku " Jawab Kanza
" Uuuuhhhhh... Nyonya Fadil " Ledek Aulia
" Mulai lagi deh " Keluh Kanza
Mereka melanjutkan makanan mereka bersama anak-anak ya walaupun mereka tidak bisa berlama-lama mengumpul karena ada baby yang harus mereka jaga.
__ADS_1
Setelah beres makan-makan Kanza Aulia dan juga Amira pun kembali kegiatan mereka masing-masing. Aulia yang tadinya hanya ingin bermain saja tapi ternyata Aulia malah tertarik dengan kegiatan bersama anak-anak.