
Fadil sudah tertidur di kamarnya sekarang Tinggallah Meisya menidurkan Baby besarnya yang selalu ingin menggantung di Gunung kembar milik Meisya, tidak ada bosannya untuk Adam bahkan ia juga tidak merasa jijik ketika air susu itu keluar malah Adam selalu menhhi**p nya.
" Dad, Apa Daddy tidak bosan setiap malam begini terus " Oceh Meisya yang saat ini Gunung kembar miliknya sedang di his** oleh Adam dan yang sebelah malah di permainkan oleh tangannya.
" Ini tidak akan ada bosannya Mom. karena ini adalah favorit Aku " Jawabnya
" Eum... " Meisya meringis ketika merasakan desiran yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata, Bukan mesa perih ataupun sakit tapi Meisya malah merasakan hal yang lain
" Kenapa Mom? " Tanya Adam
" Jangan Aneh-aneh Dad. Daddy sangat tau betul apa kelemahan ku " Ucap Meisya yang di balas Senyumnya oleh sang suami " Eumm.. "
Adam semakin jadi ia malah semakin bermain dengan ceri merah yang ada di gunung itu membuat Meisya meremas rambut sang suami karena merasakan desiran yang luar biasa di bawah Sanah
" Udah Mom, aku sudah kebayang " ucap Adam sengaja agar sang istri meminta lebih kepadanya
Karena kesal tidak di tuntaskan oleh sang suami, Meisya langsung mendorong tubuh sang suami lalu ia membuka sarung yang di gunakan oleh Adam " Mom mau apa? " tanya Adam pura-pura
Namun Meisya enggan menjawab ia malah melahap habis adik Adam, Yang tadinya ia tertidur pulas tapi kini setelah mendapatkan sent*** dari Bi*** Meisya Adik Adam malah langsung tegak berdiri seolah siap dapat hukuman dari sang Nyonya
" Auh.. Mom.. " racau Adam ia sangat suka jika istrinya buas seperti ini
Adam sangat menikmati setiap sentu***n Dari Meisya apa lagi ketika Meisya bergoyang di atas sana Dan mendapatkan pelampiasan yang berkali-kali itu membuat Adam puas namun...
" Sudah Dad. aku sudah lemas mau mandi " ucap Meisya yang menghentikan aktivitas di atas sana
__ADS_1
Adam membulat kan kedua matanya dengan sempurna " Mom!! " Jerit Adam karena ia sebentar lagi akan Tuntas Namun di hentikan oleh sang istri
Sedangkan Meisya di dalam kamar mandi malah terkekeh geli " Makanya jangan suka mempermainkan wanita, Tau rasakan " Gumam Meisya sambil mengguyur tubuhnya dengan air
Bukan Adam nama nya Jika ia tidak bisa menuntaskan semuanya, Adam langsung menyusul sang istri ke dalam kamar mandi dan... terjadilah Olah raga di bawah guyuran Shower.
Adam keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sumringah karena bisa menuntaskan hasr*** sedangkan Meisya ia malah cemberut karena sang suami yang telah memaksa dirinya dan membuat Meisya harus mandi dua kali.
" Jangan manyun gitu Mom, pamali " Goda Adam yang sudah berada di atas tempat tidur
Meisya Yang awalnya buang muka ia langsung melihat kearah sang suami " Aku kesal sama Daddy, jadi jangan rayu-sayu. pokonya mulai besok Gunung kembar Mom segel tidak ada lagi main-main dengan buah ceri dan Gunung kembar, titik " Ucap Meisya yang langsung menutupi tubuhnya dengan selimut
Sedangkan Adam ia terkejut dengan ucapan sang istri mana mungkin dirinya bisa libur dan bisa tidur tanpa gunung kembar dan Ceri merah bisa-bisa ia begadang
" Tidak bisa mom "
Adam mendesah Frustasi ia menjambak rambutnya, Adam menyesali telah jahil kepada sang istri " Mom, Maafkan Daddy, Daddy janji tidak akan mengulanginya lagi " Ucap Adam memeluk sang istri dari belakang dan mengecup pucuk kepala sang istri
Karena tidak ada jawaban dari sang istri Adam terus memeluk Meisya dan mencoba untuk menutup kedua matanya agar tertidur namun bukannya tidur Adam malah semakin melek, ia memikirkan bagai mana Nasib nya besok " Ya ampun, Hukumannya kan mulai dari besok tapi kenapa sudah gak bisa tidur nya dari sekarang " keluh Adam
Sedangkan Meisya, ia malah sudah terlelap tidur apa lagi Dirinya sudah melakukan pelampiasan beberapa kali Otomasi lelah dan nyenyak kalo di pake buat tidur.
~ PAGI HARI
Meisya bangun dari tidur nya ia merasa segar bahkan senyumannya mengambang di pipi, Meisya merentangkan kedua tangannya ke Atas lalu ia menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan namun " Astaghfirullah.. Dad. sedang apa di sana? " tanya Meisya yang melihat suaminya sedang duduk dengan tangan memegangi pelipis dan kedua matanya sangat Sendu
__ADS_1
" Aku tidak bisa tidur Mom, aku ke pikiran nanti malam gak bisa Mimi dan bermain dengan ceri-ceri merah milikmu Mom " keluh Adam dengan wajah sendu nya
Meisya turun dari tempat tidur lalu ia berjalan kearah sang suami, Meisya merasa kasian kepada Suaminya yang sudah memikirkan gunung kembar dan kedua ceri " Dad. kenapa yang ada di pikiran Daddy hanya itu saja? Sudah Sanah mandi nanti kebur siang, Daddy kan harus berangkat kerja " Meisya sudah duduk di pangkuan sang suami dan mengusap wajah Adam dengan lembut.
" Tapi bagai mana dengan hukumannya? " Tanya Adam memeluk sang istri
Meisya membuang Napasnya pelan, Mana tega melihat suaminya yang terlihat Frustasi seperti ini " aku cabut hukumannya " jawab Meisya
Kedua mata Adam langsung terasa segar bahkan Adam langsung mencium pipi milik sang istri bertubi-tubi" Terimakasih sayang. Mom memang paling pengertian " Ucap Adam senang Karana tidak akan ada hukuman dan Ia masih bisa bermain dengan Gunung kembar dan Ceri merah
" Sudah Dad. mandi sana, Atau Daddy mau aku hukum lagi? "
" Big No! Mom. Daddy mandi sekarang " Jawab Adam yang langsung pergi kemar mandi
Meisya yang melihat kepergian sang suami menggelengkan kepalanya, Bisa-bisanya Suaminya terlihat segar bugar hanya karena hukuman untuk diri ya di Cabut " Dasar laki-laki " gumam Meisya sambil tersenyum dan membereskan tempat tidur.
Setelah beres Meisya dan Adam langsung turun ke bawah dan di sambut oleh Putra mereka yang sudah beres mandi Juga " Halo Boy " Ucap Adam yang langsung menggendong Sang anak dan membawanya ke meja makan
" Diva, kamu tinggalkan saja Fadil di sini " ucap Adam
" Baik Tuan " jawab Diva yang langsung pergi
Meisya melirik sang suami " Tumben Fadil di biarkan di sini? " tanya Meisya karena biasanya Mana boleh Istrinya menyuapi Sang anak bisa-bisa ia tidak bisa manja-manja sama istrinya
" Hanya ingin makan bertiga saja " jawab Adam sambil tersenyum
__ADS_1
Meisya tersenyum lalu ia menaruh Fadil di kursi yang khusus untuk balita, Meisya mengisi piring sang suami tidak lupa Meisya juga menaruh Makanan di piring milik Fadil gak apa-apa berantakan yang penting Baby Fadil makan nya lahap.