
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Anto terjepit antara sahabat dan adik tersayangnya. Dia tahu kesalahan ada di pihak sang adik yang bergerak terbawa emosi saja. Gimana kelanjutan ceritanya? Lanjut baca keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
--------------------
‘Jemput Sari, kita bicara di cafe lembayung satu jam dari sekarang. Penting.’
Dini bingung membaca perintah suaminya. Tidak biasanya Anto datar tanpa keterangan. Dia segera menuju ruang dosen dan bersiap berkemas. Sambil berkemas dia menghubungi adik iparnya agar sesampai di rumah Sari. Perempuan itu sudah siap tanpa dia harus menunggu lebih lama.
Anto dan Steve sengaja parkir di seberang cafe. Mereka ingin memastikan Sari duduk di dalam lebih dulu. Karena bila Anto dan Steve yang lebih dulu di dalam, Sari bisa tak mau masuk. Dini dan Sari memesan minuman serta snack yang mereka inginkan sambil menunggu Anto datang. Tentu Sari dan Dini tidak tahu kalau Steve ada bersama Anto.
“Mbak, beneran mas Anto enggak bilang apa pun?” tanya Sari entah untuk yang ke berapa kali. Karena tak mau Sari menduga yang tidak-tidak, Dini memberikan ponselnya pada Sari untuk dibaca chat nya dengan sang suami. Sari memastikan kalau memang mbak Dini tidak tahu apa maksud kakaknya menyuruh menjemput dan membawanya ke cafe ini.
Tak lama Anto masuk sendiri. Dia memberikan tangannya saat Sari meminta salim padanya. Demikian juga Dini. Anto mencium kening kedua perempuan yang di kasihinya dengan lembut. “Sudah lama?” tanya Anto berbasa-basi seakan dia tidak tahu kedatangan istri dan adik perempuannya.
“Baru koq.” Tegas Sari.
Dini memesan minuman serta snack tambahan untuk Anto. Dia juga memesan pangsit rebus untuk dirinya yang tetiba ingin makan itu. Padahal tadi saat pesan dengan Ssari dia belum kepengin. “Mas enggak punya banyak waktu. Mas cuma mau tanya apa maksudmu menggugat cerai Steve?” tanya Anto pada Sari.
“Kamu …?” tanya Dini kaget mendengar perkataan suaminya.
Sari diam tertunduk. Dia membuka cerita seperti yang dia kemukakan pada Dini tiga hari lalu. “Kamu terlalu cepat dan terlalu emosi melayangkan gugatan cerai de. Seharusnya tanyakan dulu pada Steve. Atau selidiki dulu. Bila kamu sudah punya bukti lengkap baru kamu bisa ajukan gugatan bila memang tak ada kata sepakat. Lha kamu belum pernah tanya ke Steve. Belum menyelidiki, kenapa gegabah meminta cerai? Jangan berpikir pendek de. Mbak yang sudah jelas di selingkuhi beberapa kali saja masih mencoba berpikir ulang saat memutuskan mengajukan cerai pada Harry.” Dini tergugu mengingat lukanya saat di selingkuhi dulu. Anto yang menyadari istrinya sedih langsung menggenggam tangan Dini untuk memberi kekuatan.
__ADS_1
“Nah kamu dengar de? Jangan sembarangan menggugat cerai. Jangan emosian. Kamu sekarang bukan gadis single. Kamu punya Adhisty yang harus kamu pikirkan kejiwaannya. Selain itu bila Steve tidak melakukan perselingkuhan, tapi dia marah kamu sepelekan. Dia terluka kamu tidak percayai. Dan dia meng iyakan, mengabulkan gugatan ceraimu. Apa yang akan kamu hadapi? Memang mas tahu kamu baru saja melahirkan sehingga mudah emosi. Tapi kamu punya mas dan mbak Dini yang akan selalu ada buatmu. Mas terima Steve menjadi pendampingmu bukan karena mas lihat kesungguhannya untuk mendapatkanmu. Namun mas percaya dia lelaki yang tepat untukmu.” Anto menasehati Sari sambil mengeluarkan foto yang sudah di cetak oleh Steve.
“Kamu lihat ini. Posisi kepala Steve dan perempuan ini bukan sedang berciuman.karena jelas ada yang tertumpuk antara pipi kiri Steve dan pipi kanan perempuan itu. Artinya dari sudut pandang sebelah sini, akan terlihat kedua bibir berjauhan. Terlihat berciuman karena di ambil dari belakang tempat kejadian.”
“Dan lihat foto ini, perempuan ini memeluk Steve dari belakang dengan posisi miring seakan hendak terjatuh, dan ekspresi Steve bukan senyum tapi kaget karena di foto berikut baru terlihat dia seperti memaklumi. Mungkin perempuan itu bilang maaf tak sengaja atau apa. Sehingga Steve mengira bukan masalah besar, karena dia tak melakukan hal kotor.” jelas Anto merinci foto yang Sari dan Dini juga sudah melihatnya. Mereka sedang serius sehingga tidak mengetahui kedatangan Steve. Steve datang dengan bang Gultom.
“Assalamu’alaykum,” sapa Steve.
“Wa’alaykum salam,” jawab Dini, Anto dan Sari bersamaan.
“Mas, Mbak perkenalkan bang Gultom, pengacara yang menangani kasus Jelita.” Steve memperkenalkan Gultom pada Dini dan Anto. Steve tidak menyapa Sari sama sekali.
“Anto.”
“Gultom.”
“Kopi hitam saja,” jawab Gultom ramah.
“Bang tolong jelaskan kapan kita ketemu dan apa yang sudah saya laporkan ke abang pada kakak ipar saya ini,” pinta Steve.
Gultom menerangkan secara rinci apa yang Steve lakukan serta data Jelita yang Steve dapatkan dari Kusno. “Rencananya besok kami akan lapor ke kantor polisi. Karena pak Steve memberi waktu toleransi pada orang tua pelaku. Dia masih punya empati yang tinggi pada kedua orang tua pelaku.”
“Kamu dengar de? Suamimu tidak tinggal diam. Dia sudah bergerak agar kamu nyaman. Dia tak mau membuat kamu kepikiran. Namun sayang dia tidak menduga kamu bergerak tanpa perhitungan dengan langsung mengajukan gugat cerai. Sekarang tugas mas sudah selesai. Mas akan biarkan Steve menyetujui surat gugatan yang kamu ajukan bila memang kamu tetap akan meneruskan gugatan itu. Mas rasa percuma Steve bertahan kalau kamunya tidak mau melangkah disisinya. Percuma Steve bertahan bila tak ada kepercayaan dari diri kamu. Kamu tidak cross check terlebih dulu tapi langsung memvonis.” Anto menyeruput ice coffee yang dipesan kan istrinya.
“Diminum Bang, ini snack nya juga di cicipi” Dini mencoba membuat suasana menjadi cair. Anto, Steve dan Gultom lalu terlibat pembicaraan tentang planning yang akan mereka lakukan esok. Steve dan Gultom juga memastikan jam bertemu dan ,lokasi pertemuan agar tidak saling tunggu. Sari hanya tertunduk sambil mendengarkan. Sari melihat amplop dari kantor lama Steve yang dia tahu isinya copy KTP milik Jelita dan kartu keluarga milik ayahnya. Ternyata data itu untuk pelaporan, bukan untuk mengurus surat nikah!
__ADS_1
Gultom pamit terlebih dahulu karena masih banyak klien yang harus ditemuinya. “Aku dan mbakmu duluan ya, kalian selesaikan saja persoalan kalian. Mas rela kalau Steve menyetujui gugatan Sari,” Anto mengajak Dini berdiri meninggalkan pasangan suami istri yang masih sama-sama diam. Tadi Anto ke cafe ini memang naik mobil Steve. Mobilnya masih di show room Steve. Dia akan meminta pegawai Steve mengantarkannya ke rumah. Saat ini dia pulang membawa mobil istrinya.
“Kamu masih mau teruskan gugatanmu Mam?” tanya Steve pelan sambil menatap wajah istrinya yang tertunduk. Steve mengangkat wajah Sari dengan mengangkat dagu perempuan mungil itu. Ditatapnya mata hitam istrinya yang menyisakan tetes air mata. “Jangan menangis! Seperti mas Anto bilang, percuma aku bertahan di sisimu bila kamu tak mau. Percuma aku mempertahankan rumah tangga kita bila kamu tak ingin di teruskan. Besok Papie akan meminta Erlangga untuk datang dan akan papie tanda tangani permintaanmu.” Walau berat Steve mengungkapkan isi hatinya. Dia memang merasa Sari sudah tak bisa mempercayainya lagi.
-------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulisB
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
__ADS_1
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja