
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. YANKTIE ( eyang putri ) seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.
Hei, siapa readers yang susah mbalikin timbangan ke berat awal sesudah melahirkan? Para suami tu sulit mengerti ya penderitaan MaMud yang dilema dengan berat badan dan bentuk badan sehabis melahirkan. Buat para suami, hayo siapa yang bilang ga peduli kalau istri gemuk tapi di luar matanya jelalatan? Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
“Jangan mempersulit diri Mie, bukan bentuk badan yang kita prioritaskan, tapi kesehatan Mamie dan dede Dwipa. Mamie harus makan biar Mamie enggak kena maag. Dan dede Dwipa harus dapat gizi yang baik juga. Papie enggak akan peduli bentuk badan Mamie. Itu enggaak akan merubah cinta Papie koq,” Steve mencoba terus membuka pikiran Sari.
“Klise Pie. Orang laki itu gampang bermulut manis. Di depan istri bilang enggak peduli bagaimana perubahan bentuk tubuh istrinya. Tapi begitu di luar lihat yang muda dan seksi, langsung istri ditinggal,” Sari langsung bereaksi negatif akan kata-kata suaminya.
***
“Saya permisi ke kamar mandi ya Pak,” seorang perempuan calon pembeli pamit ke toilet. Suaminya sedang test drive dengan Saidi, seorang teknisi pegawai Steve.
“Apa saya boleh menunggu sambil melihat-lihat baju di butik? Saya bosan menunggu di sini,” ibu tadi kembali bertanya sehabis dia keluar dari toilet. Si istri memang sengaja menunggu suaminya, calon konsumen yang sedang test drive. Jadi Steve makin percaya saja saat calon konsumen minta test drive untuk mengetahui kelayakan mobil yang ingin dibeli.
“Monggo Bu, silakan,” Steve mengizinkan, tentu dia tak berpikir jelek. Saat mobil dan teknisi belum juga kembali setelah hampir 2 jam, baru Steve mulai curiga. Tak biasanya test drive hingga memakan waktu lebih dari 1 jam. Steve langsung mencari perempuan tadi di butik tapi dia tak menemukan sosok itu. Steve langsung masuk ruangan Sari dan melihat rekaman CCTV 2 jam ke belakang. Ternyata sosok itu tak pernah masuk ke butik. Akhirnya Steve berupaya menghubungi ponsel sang teknisi yang tadi menemani test drive.
“Hallo,” jawab penerima telepon. “Bapak kenal pemilik ponsel ini?”
“Lho, ini bukan mas Saidi?” tanya Steve.
“Bukan Pak, pemilik ponsel sedang pingsan. Saya menemukan dirinya di rerumputan dekat sawah tempat saya ngarit untuk cari pakan kambing saya.” Akhirnya Steve bertanya di mana lokasinya. Dia segera meluncur dengan seorang pegawai show room.
“Mam, Papie pulang agak telat ya, ada accident dengan teknisi. Papie akan urus dulu sampai selesai,” Steve memberitahu Sari dia akan terlambat pulang. Dia tak ingin istrinya yang baru melahirkan 1 minggu curiga. Di rumah masih ada oma dan opa. Mereka baru akan pulang ke Jakarta 3 hari lagi.
Saidi dibawa ke puskesmas terdekat dengan lokasi dia diketemukan dalam keadaan pingsan di daerah Magelang. Steve dan Bambang sampai heran bagaimana bisa Saidi pingsan. Dan bagaimana dengan mobil yang tadi dibawa oleh calon konsumen? Steve belum akan fokus pada mobilnya. Bukan sombong, tapi Steve berpikir rejeki tak akan tertukar. Mobil masih bisa dicari atau dibeli lagi bila ada rejeki. Tapi nyawa pegawainya tak bisa ditukar dengan apa pun. Dia harus bertanggung jawab terhadap keluarga Saidi.
Mereka sampai di puskesmas pembantu, tempat Saidi di tangani. “Sepertinya dia diberi obat tidur Pak, dia pegang erat botol air mineral saat ditemukan.” seorang tenaga medis memberi info.
“Bisa saya minta botol air mineral yang dia pegang, saya ingin diperiksa sidik jari dan kandungan air tersebut di kantor polisi,” Steve langsung meminta botol yang dipegang erat Saidi saat ditemukan.
“Maaf Pak, apa saya akan tersangkut perkara? Karena tadi saya memegang botol itu,” petani yang menolong Saidi bertanya dengan suara gemetaran.
__ADS_1
“Saya akan infokan pada polisi mengenai data anda sebagai penolong. Bapak juga nanti akan ditanya tentang kejadian perkara. Jangan takut, polisi hanya butuh info Bapak. Sebentar lagi polisi datang. Karena saya tadi sudah menghubungi polisi wilayah ini,” Steve bertindak cepat. Memang yang bisa menangani adalah polisi wilayah kejadian.
‘Jangan telat makan ya Pie,’ chat Sari membuat Steve agak terhibur.
‘Mamie juga, minum obat dan vitaminnya ya, love you babe,’ cepat Steve membalas chat itu.
***
Sejak oma bergabung dengan mama di Jakal, mama dan Sari banyak belajar masakan Manado dari ahlinya. “Ada pepaya mengkal, baru semburat merah di kulitnya,” mama memberitahu Sari. Mama baru saja memetik daun pepaya untuk membuat buntil.
“Bikin gohu yok,” tetiba oma kasih ide. Gohu adalah asinan pepaya mengkal khas Manado. Khas rasa asinan ini adalah rasa bawang merah dan jahe. Kedua bahan ini tidak digunakan dalam asinan daerah lain.
Akhirnya oma dan mama mengeksekusi buntil dan gohu. Gohu sengaja dibuat tidak terlalu peas karena Sari baru menyusui. Biasanya gohu memang dibuat pedas. Siang-siang saat panas, makan gohu yang sudah didinginkan memang sangat menggoda. Seperti biasa mama langsung mengirim gohu ke Bumijo.
“Mamaaaaaaaa, maturnuwun asinannya, ada rasa yang beda ya Ma?” Dini langsung menghubungi mertuanya. Sepulang dari kampus dia langsung menyicipi kiriman mertuanya itu.
“Itu Gohu, asinan khas Manado. Oma yang buat,” bu Rahma memberi info pada menantunya yang selalu responsif atas semua yang dia kirim.
“Owh pantes Ma, ada rasa jahe dan bawang merah. Enggak seperti asinan biasanya. Enak Ma, pas siang panas, makan pedes-pedes gini,” Dini senang bisa merasakan masakan khas Manado.
“Buntilnya kurang Ma, hehe,” Dini memang suka buntil. Baik dari daun talas atau daun pepaya dan pare. Dia kurang suka buntil yang dari daun singkong. Anto suaminya tidak suka buntil. Anto memang sangat pemilih untuk jenis sayuran. Tadi saat pak Saino datang mengantar kiriman mama, Dini mengirim sagu lempeng dan kenari mentah yang baru Dini dapat dari seorang karyawannya yang asli Ambon di kampus. Dini yakin oma pasti akan mengolah menjadi puding sagu atau bubur sagu dengan bumbu kayu manis.
“Iya Ma, bisa untuk minum teh atau kopi.” Dini yang pernah menjadi menantu orang Ambon setidaknya tahu sedikit tentang kebiasaan suku Ambon yang beberapa kebiasaan mirip dengan suku Manado.
***
“Tadi saya diberi minuman air mineral yang masih segel ini, saya buka sendiri segelnya. Konsumen sampai bilang, ‘ini air masih segelan Pak, aman koq’ … jadi saya langsung minum karena sebelumnya saya diberi pisang goreng yang bikin saya haus.” Saidi mulai menjelaskan kronologis saat dia menemani tamu untuk test drive.”Baru minum saya langsung berkunang-kunang lalu tidak tahu lagi apa yang terjadi. Saya minum saat tidak jauh dari jalan Monjali koq Pak.”
Steve dan Bambang serta Saidi lama memberi keterangan, sejak tadi Steve sudah memerintah Bambang staff administrasi untuk membawa data yang diperlukan seperti copy surat kendaraan dan keterangan nama calon konsumen serta copy KTP yang diberikan calon konsumen saat akan test drive. 3 jam baru mereka selesai pemeriksaan. Setelah Steve membayar biaya puskesmas, Steve langsung pamit. Steve memberi tanda terima kasih pada petani yang menolong Saidi.
“Kamu mau saya langsung antar ke rumah atau ke show room dengan mas Bambang?” tanya Steve pada Saidi.
“Ke show room saja Pak, motor saya di sana,” jawab Saidi.
“Soal motor biar nanti diantar oleh siapa aja yang bisa. Kamu tu baru dibius dengan obat tidur dosis tinggi. Kalau saya antar ke show room, kamu nanti pulang tidak boleh bawa motor. Harus tetap diantar!” Steve memberi perintah tegas pada Saidi. Dia tak ingin pegawainya celaka, bukan karena marah.
__ADS_1
--------------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.
TELL LAURA I LOVE HER berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.
Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.
Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix 95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya. Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.
Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.
__ADS_1
Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?