
Hallo, gimana puasa kalian ? Semoga lancar selalu ya.
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.
Rupanya Jelita tetap iseng mencoba bunuh diri ya? enggak bosen gagal. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
“Iya, seharusnya dia tinggal berkelakuan baik. Hukumannya juga tidak terlalu berat.” jawab bang Gultom.
Setelah berbasa basi sebentar, pembicaraan mereka ditutup saat Steve keluar dari kamar mandi membawa Dhisty yang naked berbalut handuk. Sehabis mandi memang Steve akaan menjemur Dhisty tanpa busana. Biasanya untuk menghemat waktu Dhisty di jemur sambil diberi sarapan. “Pie, barusan bang Gultom ngasih khabar, Jelita kembali melakukan percobaan bunuh diri.” Sari menyuapi Dhisty yang dijemur dan didudukan di kursi bayi.
***
“Gimana saat pertama kali MPASI de?” tanya Dini malam ini saat menghubungi adik iparnya.
“Heboh Mbak, awalnya dia mungkin merasa aneh, dia julurin lidahnya ke sendok, lucu banget. Eh habis itu di suapan ke 6 dia sembur-sembur ‘tu bubur. Papie nya sampai bikin foto dan video.” Cerita Sari saat menjawab pertanyaan kakak iparnya itu. Sari dan Steve memang sedang senang memasuki tahapan perkembangan putri mereka. “Abbhie gimana mbak? Jadi imunisasi sore tadi?”
“Jadi, dan dia seperti Moya, dia ngerengek walau sedang tidur. Trus maunya ama Daddy nya aja, enggak mau sama aku. Maka aku sudah antisipasi imunisasi hari Jumat seperti sekarang. Besok ‘kan mas Anto libur,” Dini bercerita tentang anak bungsunya yang selisih hampir 4 bulan dengan Adhisty.
***
__ADS_1
Anto iseng ke show room milik adik iparnya, tadi dia baru ke lapangan. Jadi sebelum kembali ke kantor, dia mampir. “Bagaimana progress usaha barumu?”
“Baru mau bikin area bengkel yang baru dulu Mas, setelah bengkel baru selesai di bangun dan bisa digunakan, baru bengkel lama dipindah ke sana selanjutnya yang lama di bongkar. Setelah itu baru di buat show room di tengah. Nanti terakhir baru atur cafe terbuka di depan sini. Rencananya show room juga terbuka dan menyatu dengan cafe. Kesannya akrab dan tidak kaku. Itu sesuai dengan pengaturan ibu negara. Awalnya aku dan Bram ‘kan rencanakan cafe di tengah. Tapi ibu negara bilang cafe di depan. Aku manut lah, perhitungan dia selalu jadi pertimbangan terpentingku.” Steve menerangkan step yang akan dia lakukan untuk membuat cafe gaul sebagai tambahan bidang usaha yang dia akan buka.
Tak lama Anto di show room, dia menyapa Sari di butik, menggendong Adhisty sebentar lalu kembali ke kantornya. Ada tamu yang akan mengunjunginya.
***
“Bisa, kamu kirim aja via email gambarannya seperti apa, nanti aku kirim biaya barang aja. Tenaga dan keuntungan enggak usah kamu bayar. Anggap hadiah dariku untuk Fitri ya,” Steve masuk ke ruangan istrinya saat Sari sedang menerima telepon, entah dari siapa. Dia masuk ruangan itu sambil menggendong Dhisty yang baru saja bangun.
“Hallo anak Mamie, sudah bangun ya, tadi digendong pakde Anto terus bobo?” Sari menghampiri suaminya setelah membuka email di laptopnya. Dia memastikan pesanan Endah untuk pernikahan adiknya 4 bulan lagi. “Mau gendong Mami atau ama Papie? Papie mau nge teh?”
“Air putih aja Mam, kue yang di bawain Mas Anto tadi ‘kan manis. Atau pakai kopi pahit deh. Sepertinya cocok.” Jawab Steve. Dia sering membawa Adhisty keliling ruangan butik, tapi tak pernah dia bawa ke show room. Karena di sana sering ada yang merokok. Dia tak ingin Dhisty menghirup bekas asap rokok. Rupanya sekelas Steve yang perokok berat sekali pun, setelah punya istri dan anak bisa berubah. Sari pun pergi ke dapur butik dan membuatkan kopi untuk Steve. Walau di butik, tugas melayani suami sebisa mungkin tidak Sari limpahkan kepada orang lain.
“Mbak, ini tolong rinci semua ya,” Sari memberikan data dari email yang baru dia print. Lalu dia mulai kembali fokus bekerja. Dia tenang karena Steve yang menemani Dhisty saat ini. Setelah itu baru dia menyiapkan air mandi badi putri kecilnya. Sari biasa memandikan Dhisty saat menjelang pulang dari butik. Agar setiba di rumah Dhisty bisa langsung tidur. Kadang mereka memang langsung pulang, kadang mampir makan malam atau ke swalayan. Itu akan membuat Dhisty kemalaman mandinya bila harus mandi di rumah.
****
“Pie, adiknya Endah akan menikah 4 bulan lagi. Semoga Dhisty sehat dan kita bisa berangkat ke Jakarta ya. Biar Dhisty ketemu oma dan opa.” Sari memberitahu rencananya untuk datang saat pernikahan Fitri nanti.
“Koq Mamie tahu?” tanya Steve sambil tetap fokus mengendarai mobil. Saat ini mereka baru saja selesai membeli lumpia Semarang dan akan mampir ke rumah Anto sebelum pulang ke rumah.
“Tadi Endah telepon, dia memesan seserahan seperti saat nikahannya dulu. Hanya bentuk dan size serta coraknya beda,” jelas Sari.
__ADS_1
“Iya, Papie juga mau. Kita atur aja sejak sekarang. Nanti jadwal imunisasi juga di jauhkan dari tanggal keberangkatan agar Dhisty enggak pas rewel.” Steve tentu setuju. Dia senang akan mengunjungi oma dan opa bersama keluarga kecilnya.
----------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
__ADS_1
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja