
42 KALAU CINDY MENGGANGGU SARI, OMA YANG AKAN HANCURKAN DIA!
“Papa, ini siapa?” tanya Amora polos
“Ini oma tua, dia oma nya papa” jelas Steve
“Suda, panggil oma saja ya cantik” pinta oma. Lalu Steve menjelaskan gadis kecil itu adalah anak Dini dan Harry. Oma yang sangat mengenal Harry terkejut bila ternyata mempelai wanita adalah mantan istri Harry
“Steve kamu bagus lho pakai baju Jawa seperti itu, tapi semoga dipernikahanmu nanti kalian juga pakai baju Menado ya selain baju Jawa” pinta omanya. Hal itu tentu membuat Sari tersipu
“Oma makan dulu yok” ajak Sari. Selain untuk mengalihkan topik pembicaraan, juga dia ga mau Steve telat makan. Steve dan oma makan bertiga dengan Sari saja karena opa makan dengan temannya yang kebetulan sudah lama tidak bertemu
Cindy berpikir, dia baru berpisah dengan Steve 2 tahun lebih, ga mungkin itu anak Steve. Apa perempuan yang dekat dengan Steve seorang janda anak 1? Karena saat anak tersebut memanggil Steve terlihat perempuan disebelahnya memandang gadis kecil itu dengan sangat bahagia dan sesekali menciumi pipi gadis yang sedang digendong Steve
Sesudah keluar dari penjara memang Cindy harus memulai hidup dari bawah, untuk itulah dia mencari pasangan yang bisa menghidupinya. Saat tadi dia melihat Steve dia langsung ingin mencoba kembali memikat Steve dan kali ini dia akan menariknya hingga bisa dinikahi. Bagaimanapun caranya, dia ingin Steve bisa dibawah kendalinya
“Oma melihat Cindy sejak tadi menatapmu” bisik oma pada Steve saat dia minta ambilkan air putih pada Steve, namun Steve sulit berdiri karena Amora ada dipangkuannya. Sehingga Sari berinisiatif mengambilkan air putih menggantikan Steve.
“Itu yang bikin aku kesal oma, tadi sudah bikin Sari ngamuk karena dia mencoba mendekati Steve bahkan memeluk Steve depan Sari. Saat ini Sari sedang marah, hanya dia pandai menyembunyikannya didepan banyak orang” balas Steve juga berbisik ke oma
“Oh my God, oma ga mau Sari terluka, dia sangat manis. Oma yang akan hancurkan Cindy bila sampai dia menyentuh Sari” bisik oma kesal
“Ini oma” Sari menyerahkan segelas air putih yang tidak dingin pada oma
“Kenapa tadi ga nyuruh mbaknya Amora aja sih Yank” keluh Steve. Karena walau pesta ini diadakan di rumah, namun Amora selalu didampingi pengasuhnya
“Gapapa, kan buat oma. Lagian si mbak kan harus selalu mantau princess, bisa ngamuk daddynya kalau princessnya lecet. Kamu kayak ga tau kelakuan mas Anto aja” jawab Sari sambil menciumi Amora
Lalu oma kembali bercerita dengan Sari. Saat ini Sari dan Steve sedang menceritakan kedekatan emosional Anto dan Amora. Bagaimana Amora bisa demam bila merindukan Anto dan sebaliknya Anto bisa uring-uringan bila kangen Amora dan harus segera terbang ke Jogja bila ga ingin semua kerjaannya berantakan karena ga bisa konsentrasi kerja bila belum bertemu bidadari kecilnya
Sambil bercerita oma memperhatikan Sari, dia kagum Sari bisa menekan amarah sedemikian rupa hingga ga terlihat oleh lawan bicaranya.
__ADS_1
“Besok main ke rumah ya, kita makan siang bareng” ajak oma pada Sari
“Sari ga berani janji oma, karena masih banyak kerabat luar kota yang tinggal di rumah. Ga mungkin aku tinggalin mama sendiri di rumah. Gimana kalau oma dan opa aja makan siang di rumah biar kenal dengan kakak Sari yang tinggal di Malang” Sari basa basi menawarkan omanya Steve datang ke rumah. Karena dia belum tentu mau ketemu dengan Steve lagi
“Ya sudah, besok oma dan opa ke rumahmu” balas oma yakin “Steve torang berangkat bareng ya” ajak oma
“Ya, besok pagi-pagi Steve ke rumah oma” jawab Steve senang. Paling tidak bila hari ini pembicaraan dengan Sari dead lock, dia masih ada kesempatan datang karena mengantar oma ke rumah Sari
***
Steve mengantar keluarga mbak Rina lebih dulu, walau jarak dekat tapi tentu cukup repot bila mereka harus berjalan dengan busana daerah yang hari ini mereka gunakan. “Mas aku langsung balik kerumah Dini ya” pamit Steve
“Iya, makasih ya sudah antar kami pulang duluan, kasihan anak-anak sudah lelah dan panas pakai baju seperti itu” sahut mas Imron
Dirumah Dini tinggal keluarga inti serta beberapa kerabat karena undangan sudah pulang semua. Steve melihat Sari sedang di kamar Amora, sedang memakaikan baju Amora sehabis mandi. “Papa gendong” pinta Amora saat melihat Steve melongok kedalam kamar
“Papa mau mandi dan ganti baju dulu, Amora boboan aja ya, nanti sehabis papa mandi papa akan kesini nemani Amora” Sari menjawab seakan menyuruh Steve berganti baju lebih dulu
Sesudah itu Sari mengeloni Amora, karena terlalu lelah ga berapa lama Amora tertidur. Sari menuju kopernya, mencari baju ganti lalu keluar ke kamar mandi.
Steve berpapasan dengan Sari saat dia keluar dari kamar mandi. “Kamu sudah mandi, mau ngopi?” tanya Sari saat akan masuk kamar mandi
“Boleh” jawab Steve
“Aku mandi dulu, nanti aku bikinkan” Sari bergegas masuk kamar mandi karena panggilan alam, dia takut ngompol bila dia tahan-tahan
Steve kedepan, membantu membereskan kursi juga membersihkan halaman agar saat tukang tenda datang sudah ga terlalu memberatkan mereka
“Sari dimana Steve?” tanya bu Rahma
“Tadi ketemu pas dia mau mandi, mungkin sekarang sudah selesai. Kenapa tante?” tanya Steve
__ADS_1
“Koper tante koq ga ada ya di kamar depan. Tante juga pengen mandi” jawab bu Rahma
“Kayaknya ada di kamar Amora, tadi kamar depan sengaja di kosongkan untuk Bapaknya Dini, tapi ternyata ga jadi datang” Steve memberi info mengapa koper dipindahkan dari kamar depan
“Oh ya wis, tante coba ke kamar Amora aja” bu Rahma langsung masuk untuk mencari baju gantinya
Didepan kamar Amora bu Rahma bertemu dengan Sari yang baru saja menyimpan baju kotornya dalam kopernya. “Koper mama ada disini?” tanyanya pada Sari
“Iya ma, tadi kan kirain Bapaknya mbak Dini jadi rawuh, karena takut mama rikuh cari koper saat beliau istirahat di kamar, koper mama Sari pindahin ke kamar ini” jawab Sari memberi tahu inisiatifnya
“Kenapa ma?” tanya Anto yang ingin mengecek anaknya, seharian kan dia jadi bintang utama sehingga belum sempat berinteraksi dengan Amora seperti biasanya. Dilihatnya putrinya lelap kelelahan
“Engga apa-apa, mama hanya cari kopernya yang aku pindahin ke kamar ini” jawab Sari
“Mas besok siang bisa ke rumah ga? Oma dan opanya Steve mau main ke rumah” Sari menanyakan kakaknya
“Lho, kamu belum bilang mama de” malah bu Rukma yang kaget
“Hahaha, kan kita baru ketemu sekarang ma” jawab Sari
“Ya wis, nanti aku upayakan datang sekalian ketemu dengan mbak Rina, karena lusa subuh kami pulang ke Jogja” jawab Anto
“Mas mau kopi? Aku mau bikinkan Steve sekalian” Sari menawarkan kakaknya kopi
“Hus, mas mu sekarang sudah ada yang urus. Biar aja ga usah kamu bikinkan dia. Kamu bikinkan Steve aja sana” bu Rahma malah mengingatkan Sari tentang status Anto saat ini
“Lali aku ma” jawab Sari sambil keluar kamar. Dia bilang dia lupa status kakaknya yang sudah menikah
***
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya ya