KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
KELUARGA BERHATI EMAS


__ADS_3

YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\==================================


“Daddy belum maem?” selalu Anto dan anak-anak yang jadi fokus utama Dini. Dia melihat Arya sedang disuapi Anto dan Amora baru saja menghabiskan suap terakhirnya.


“Belum. Daddy nunggu Mommy aja,” Anto menjawab tanpa menoleh karena sambil menyuapi Arya.


“Mas Arya, kenapa harus disuapi? Kan sudah bisa maem sendiri?” tentu Dini bingung karena tumben jagoannya menjadi kolokan.


Arya hanya menjawab dengan senyum imoetnya. Dia hanya ingin bermanja dengan sang daddy.


“Mbak Moya hebat ya, nambah lagi maemnya? Mau telor rebus atau roti enggak?” tanya Dini melihat Amora baru saja makan bubur ayam.


“Nanti sepertinya aku pengen nyobain nasi gorenganya Mom, kata simbok nasi gorenganya enak,” jawab Amora.


“Wah, kalau gitu Mommy mau cobain nasi goreng aja,” sahut Dini sambil mengambil bubur ayam untuk sarapan Abbhie yang sudah dipangku oleh Leo. Usai menyuapi Abbhie baru Dini mengambil nasi goreng dan sekarang dia menyuapi anak terbesarnya. Tahu dong siapa bayi besarnya Dini. Tak ada malu buat mereka. Baik yang menyuapi mau pun yang disuapi.


“Enak Dadd?” tanya Dini.


“Enak, tapi kenapa kamu banyakin irisan kol, tauge mentah dan timun disetiap suapannya?” protes Anto.

__ADS_1


“Makanya Mommy suapin karena sadar menu sarapan ini tidak ada yang berserat!” balas Dini cepat. Dia tahu kalau tidak disuapi suaminya tak akan mungkin mengambil garnis sayuran untuk dimakannya. Anto tak bisa membantah dan terus membuka mulutnya bila sendok sudah di depan mulutnya.


‘Kamu memang selalu paling tahu yang terbaik untuk putraku,’ bu Rahma tersenyum melihat bagaimana perhatian menantunya pada Anto.


‘Untungnya Anto mendapat Dini yang sangat berbeda jauh dengan Shinta,’ batin mbak Rina melihat bagaimana perhatian adik iparnya. Karena ketika dengan Shinta, bahkan teh atau kopi pagi hari saja tak pernah disiapkan.


“Ada bayi gede nih,” goda Sari pada kakaknya.


“Kamu kayak enggak tahu Mas mu aja dek. Dari kecil susah makan sayurnya, sampe mama pernah ngebujuk bakal dibeliin kelereng kalau dia makan sayur sop 1 mangkok,” mbak Rina mengingatkan bagaimana sulitnya Anto makan sayuran sejak kecil.


“Ya ampun Daddy,” Amora kaget mengetahui bagaimana masa kecil daddynya.


“Wah gawaaaaaaaat, semua bakal bongkar rahasiaku nih,” gerutu Anto membuat ketawa semua yang masih berada di ruang makan villa itu. Dini yang juga baru tahu kalau Anto pernah dibujuk makan semangkok sop hanya mencium pipi suaminya. Sekarang hal ini menurun pada putra mereka. Arya juga sulit makan sayur, itu sebabnya Dini selalu mengharuskan membuat juice untuk Arya dan Anto.


‘Gilaaaaaaaaaaaa, Harry blo’on banget ngebuang Dini,’ Leo semakin sedih bila mengingat kakak kandungnya yang bertindak bodoh dengan berselingkuh dengan pelacuur dan juga kembali ke narkoba karena tekanan mama mereka. Semakin sering bersama dengan keluarga Dini dan Anto, Leo makin menyesalkan nasib Harry. Dia pun masih sering kesal terhadap dominasi almarhum mamanya yang membuat Harry tak punya pendirian yang tegas.


Bagi sebagian orang, makan bubur itu hanya kenyang sementara, jadi jangan aneh kalau saat ini Imron, Amora, Ajeng dan Leo kembali sarapan kedua dengan roti atau nasi goreng. Mereka sengaja makan lagi sebelum berangkat ke lokasi wisata terakhir hari ini. Sore nanti mereka akan kembali bergembira dengan lomba. Lalu malam nanti mereka akan kembali mengadakan makan malam dengan menu aneka bebakaran dan rencananya mereka akan pulang ke Jogja dengan kereta pagi. Sengaja Sari memilih kereta pagi agar anak-anak melihat pemandangan saat di dalam kereta.


Sehabis sarapan rombongan kembali mengunjungi beberapa wisata di kota Malang, semua tentu dipilih yang bisa membuat anak-anak fresh, bukan hanya untuk para orang tua saja. Mereka juga harus simpan semangat dan tenaga diacara lomba sore ini.


Hanya 2 lokasi wisata yang berdekatan saja yang mereka kunjungi kali ini. Karena tujuan utama mereka yaitu kebersamaan. “Kamu jangan kecapean lho,” bu Rahma memperingatkan Risye. Dia tak ingin Risye terpaksa mengikuti padahal lelah karena sedang hamil muda.


“Enggak koq Ma, baby enggak rewel. Dia malah suka jalan-jalan dengan keluarga besar seperti ini,” jawab Risye sambil mengelus perutnya yang belum terlalu terlihat buncitnya.  Sedang Leo hanya tersenyum melihat perhatian mama temannya terhadap istrinya.


‘Keluarga ini memang punya hati terbuat dari emas. Terhadap siapa pun selalu menebar kasih!,’ batin Leo. ‘Untungnya aku langsung menjauh dari mama. Kalau tidak aku yakin Risye tak akan sekuat Dini bila ditekan mama.’

__ADS_1


\====================================================


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja

__ADS_1


__ADS_2