
Yanktie ucapin makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini. Buat yang selalu support dengan kasih like di tiap akhir bab dan juga kasih bintang 5, vote serta koment membangun yanktie sampaikan lope-lope buat kalian semua.....
Biar ga penasaran ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa.
Jangan lupa like dan vote serta komennya dan bintang 5 nya
------------------
“Astagfirullaaah, trus bagaimana? Saya akan hubungi orang tua ke tiganya untuk di perhatikan lagi deh, padahal saya malah ingin menambah kandidat menjadi 5 orang agar persaingan benar-benar ketat,” bu Gita bingung kalau masalah sepele yang tidak bisa di sepelekan akan membuat semua orang terbebani.
Steve agak plong setelah melaporkan kesulitan kecil yang tidak bisa di kecilkan itu. Dia juga tidak ingin orang satu ruangan harus tersiksa karena dia memberi dispensasi bagi keponakan bu Gita itu.
***
Sari ketagihan membuat bubur Menado, hari ini adalah kali ke 4 dia memasak makanan daerah itu, dia suka sambal pelengkapnya yaitu sambal roa, kebetulan oma mengirim ikan roa untuknya.
“Jangan terlalu pedes ya, kasihan baby kalau mamie nya buang-buang air, mamie jadi lemes nanti baby ga sehat,” pinta Steve agar Sari sedikit mengurangi level pedas yang di konsumsinya.
Selain bubur Menado, Sari juga menyukai ayam woku dan gohu, yaitu asinan pepaya khas Menado. Dan semuanya pedas, sehingga membuat Steve selalu saja cerewet memperhatikan asupan yang di konsumsi istrinya.
***
Hari ini jadwal kontrol ke dua kehamilan Sari. Saat pertama datang periksa usia kehamilan baru 3 minggu, maka sekarang baby berusia 7 minggu. Tentu Sari dan Steve sangat antusias. Sejak sehabis makan siang Steve sudah on the way ke butik, dia tidak bisa makan siang bersama Sari karena tadi ada tamu dari Pontianak. Dan Steve menjamu para tamu untuk wisata kuliner ke daerah Wijilan, pusatnya gudeg di Jogja.
Kalau sudah di Wijilan tentu Steve tidak akan lupa membeli untuk di bawa pulang bagi istri, mama dan kakak iparnya. Dia juga membawakan para tamunya gudeg dalam besek untuk di bawa pulang ke daerah asal.
“Masih lama Pie?” tanya Sari.
“Ini sudah hampir sampai butik koq, sabar ya,” pinta Steve.
Sari sangat senang, dia baru saja makan nasi soto, namun mendengar Steve membawakannya gudeg, dia menyisakan nasinya untuk teman santap gudeg, karena Steve tidak membeli nasi dan di butik tidak ada persediaan selain yang dia punya dari tukang soto tadi.
***
__ADS_1
“Kondisi bagus, sekarang kita dengar detak jantung ya, umumnya di usia 5 sampai 6 minggu kita bisa dengar tergantung kondisi bayi dan juga jenis rahim ibu. Semoga kita bisa mendengar ya, namun bila belum terdengar jangan khawatir, karena itu normal,” demikian penjelasan bu dokter sambil meletakan alat di perut rata Sari.
Walau masih lemah dan belum jelas namun Steve dan Sari bisa mendengar detak jantung si kecil. Tentu itu membuat mereka takjub dan bersyukur atas rizky yang mereka dapatkan. Rizky mendapat kesempatan menjadi orang tua.
Seperti kunjungan bulan lalu, Steve dan Sari banyak bertanya seputar masalah kehamilan. Dan yang tak di lupakan Steve adalah kegemaran istrinya akan makanan super pedas, dia tanyakan apakah itu akan mengganggu tumbuh kembang janin.
Bu dokter kembali menerangkan apa yang ingin di ketahui oleh pasutri tersebut. Dia menjawab dengan jelas namun tetap di beri bumbu canda sehingga pasien tidak merasa di gurui.
Setelah mendengar detak jantung baby, Steve makin posesive karena sudah jelas ada kehidupan di rahim istrinya. Dia makin memperhatikan nilai gizi yang di konsumsi istrinya. Selain susu khusus ibu hamil, dia mewajibkan Sari banyak makan keju, sumsum sapi dan sumber protein lainnya. Untungnya baby tidak menolak, dia anteng aja dengan makanan yang di konsumsi mamie nya. Sehingga mamie dan papie sangat bersyukur.
Namun di minggu berikut Sari mulai merasakan mual. Bukan karena faktor makanan, melainkan faktor lain yang sulit di atasi. Sari tidak bisa melihat hal kotor. Dia akan mual melihat tumpukan sampah,walau hanya sampah kering seperti tumpukan kertas, tumpukan baju kotor dan yang paling merepotkan dia mual melihat lubang WC di toilet!
Soal sampah dan tumpukan baju kotor mudah di atasi, yang repot adalah masalah toilet, karena siapa yang tidak butuh ke toilet?
Steve menyediakan banyak diapers dewasa untuk Sari gunakan, sehingga bila hanya buang air kecil Sari tak perlu ke toilet. Dan untuk buang air besar Steve akan membimbing istrinya berjalan mundur agar tak melihat lubang WC. Saat menyiramnya Sari memencet tanpa menoleh, dia hanya meraba di mana tombol penyiraman.
Mengatasi mandi, maka Sari melakukannya di tempat pencucian baju, agar tidak mual, karena bila telah mual dia akan seharian tak bisa bangun karena terlalu lemas sehabis muntah.
***
Jam 7 pagi Steve sudah memasukan mobilnya ke pekarangan rumah kakak iparnya di daerah Bumijo.
Sari yang melihat bubur sumsum di meja makan langsung berbinar, dia sedang hamil 4 bulan dan sejak tadi kepengen banget bubur sumsum namun sepanjang jalan tak di temui tukang bubur yang biasa banyak mangkal di pinggir jalan, dia sudah berniat besok mencarinya di sunmor (Sunday Morning). “Mbak koq pas bener, aku pengen jenang sumsum sejak tadi tapi ga ada yang jualan,” katanya.
Steve yang mendengarnya terluka, mengapa istrinya tidak mengatakan keinginannya. “Koq ga bilang babe, kan aku bisa cariin tadi,” keluhnya sambil memeluk istrinya posesif.
“Tadi niatnya pengen liat-liat sambil kita jalan ke sini, kalau untuk nyari tuh niatnya besok di sunmor,” jawab Sari pada suaminya sambil mengecup pipi Steve, dia tidak ingin suaminya marah.
“Ya wis de, maem jenangnya duluan aja, ben bayimu ra ngiler ( biar bayimu tidak ngiler)” tegas Dini menengahi debat adik ipar dan suaminya itu.
“Rapopo mbak, bar tumpengan wae,” sahut Sari, sekarang dia mulai belajar berbahasa jawa di percakapan sehari-harinya. Dia mengatakan nanti aja makan bubur sumsumnya, sesudah mereka makan nasi tumpeng.
“Assalamu’alaykum mommy,” teriak Arya yang dalam usia 2 tahun sudah jelas kosa katanya, tidak seperti Amora yang sampai 4 tahun masih banyak huruf yang tak jelas.
__ADS_1
“Mereka datang, yok langsung kasih selamat ke maz Anto,” ajak Dini agar mereka menyambut Anto yang hari ini ulang tahun. “Wa’alaykum salam anak ganteng mommy, cape ya sayangku?” tanya Dini pada Arya.
“Mana eyang uti, itu ada mobil papa Steve,” Arya tidak menjawab pertanyaan Dini melainkan langsung mencari utinya.
“Papaaaaaaaa,” teriak Amora melihat Steve. “Mana mama Yai?” tanyanya. Amora sedang senang memegang perut Sari.
Anto masuk paling belakang, karena dia menyimpan sepeda anak-anaknya lebih dulu di garasi. “Assalamu’alaykum,” salamnya saat memasuki ruang tamu.
“Wa’alaykum salam. Selamat ulang tahun yo mas, semoga menjadi usia yang barokah,” sambut mama sambil memeluknya setelah Anto salim.
“Maturnuwun ma, semoga doa dan harapan mama selalu di ijabah Allah ya ma,” jawab Anto atas doa mamanya “Owalaaaaaaah, tadi yang bilang malas ikut sepedaan tu rupanya nyiapin kumpul-kumpul tho?” katanya melihat istrinya di deretan paling belakang.
“Selamat ultah bro, sorry belum biasa panggil mas,” kekeh Steve pada kakak iparnya.
“Sesuka lo aja, enaknya manggil apa. Asal lo ga panggil gue bapak aja lah. Thanks ya,” jawab Anto sambil membalas pelukan Steve.
“Selamat ulang tahun yo mas, sehat selalu dan makin sukses,” ucap Sari pada kakaknya.
“Kamu juga yo de, semoga sehat terus,” kata Anto sambil mengelus perut adiknya yang mulai buncit.
----------------------------
Nantikan cerita baru karya yanktie yang berjudul IMPOSSIBLE LOVE ya
Cerita masih cerita sederhana yang membumi, berkisah tentang seorang pemuda lulusan London yang di paksa pulan orang tuanya. Saat reuni SMA, dia tertarik dengan mantan gurunya
Mantan guru pasti lebih tua dong!
Belum lagi si mantan guru sudah beranak 3
Penasaran???
Ini cover novelnya nanti
__ADS_1