KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
131 KONSULTASI KE MAS ANTO DAN MBAK DINI


__ADS_3

Hai hai, puasa 2022 tinggal 2 hari, semangaaaaat yaa


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.


Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


Steve keluar kamarnya, dia ingin bertanya pada mama, bagaimana mengatasi kemarahan istrinya.


“Awalnya bagaimana?” tanya mama pelan saat menantunya bertanya tentang sikap putri bungsunya.


“Kemaren ‘tu aku pengen kesemek dan sawo mentega Ma, aku bilang ke Sari, dia langsung bilang enggak akan mungkin bisa dapatkan buah itu,” Steve mengawali cerita kejadian kemarin.


“Kamu belum cari info kenapa langsung bilang enggak bakal dapat dan nyerah serta enggak mau cariin?” saat itu Steve bertanya agak keras lalu diam tanpa berkata apa pun karena dia langsung sibuk dengan muntahnya. Lalu siangnya Sari menawarkan makan namun Steve tidak berminat apa pun. Sari mulai marah dan malamnya Sari mulai tidak menggubris Steve. Begitu cerita Steve pada mertuanya.


“Mama bingung cari kesalahannya, karena kalian berdua sama-sama salah! Kamu kepengen kenapa bukan kamu yang cari info? Kenapa hanya fokus Sari yang harus dapatkan buatmu?” tanya mama.


“Sari sedang hamil, dia sedang labil, kamu tekan harus dapat yang kamu mau. Belum lagi dia urusin kamu, dia tawarin kamu makan siang dan kamu menolaknya. Bagaimana rasanya? Kamu berpikir enggak kalau kamu menjadi dia?” tanya mama lagi.


“Bukan karena Sari anak mama, tapi mama ngerti karena dia sedang hamil, emosinya labil dan kamu menekannya sedemikian rupa. Setahu mama, kalau Sari sudah diam, itu artinya tak termaafkan!” jelas mama. Dia hafal karakter anaknya yang sangat keras bila sudah marah dan tak mau memaafkan. Karena bila dia masih bisa memaafkan dia masih mau bicara.


“Lalu aku harus bagaimana Ma?” tanya Steve bingung.


“Mama enggak punya saran, karena yang bisa cari jalan ya kamu sendiri. Kuncinya sabar! Kalau kamu keras dan kurang sabar, jangan kaget kalau dia memilih berpisah denganmu!” mama pasrah, dia tidak ingin Sari berpisah dengan Steve maka dia meminta Steve bersabar agar semua aman.


‘Aku enggak ingin berpisah dengannya, aku enggak sanggup berpisah dengannya, ya Allah mengapa ini harus terjadi?’ keluh Steve dalam hati.


Steve berwudhu untuk menenangkan hatinya, dia duduk terpekur di ruang sholat. Dia hanya berdoa sambil menangis. Tak ingin dia merasakan berpisah dengan istri dan anaknya. Dan pastinya bila dia berpisah dengan istrinya semua keluarga Sari akan menjauh darinya. Dia akan kehilangan keluarga besar yang hangat dan menyayangi secara tulus.


“Papieeee … ,” panggilan suara bening bangun tidur mencarinya. Steve menghapus air matanya. Dia buka sarungnya langsung melipat dan dia keluar mencari pujaan hati yang telah memanggilnya barusan.


“Ya sayang, Papie di sini cantik,” jawab Steve sambil menghampiri arah suara yang memanggilnya.

__ADS_1


“Hap,” di gendongnya Dhisty tinggi-tinggi. “Bangun tidur cari Papie ya,” Steve mengajak Dhisty ke kamar mandi untuk buang air kecil agar tidak mengompol. Dia melihat Sari kembali tidur setelah membantu Dhisty turun dari ranjang.


“Mbak siapkan juicenya Dhisty ya, jangan terlalu dingin. Sudah disiapkan sejak tadi belum?” tanya Steve pada mbak Irah.


“Sudah keluar dari kulkas sejak kakak bobo Pak, jadi sudah enggak dingin,” jawab mbak Irah, sambil memberikan segelas juice pada Steve untuk diberikan pada Dhisty.


Setelah memberikan juice, Steve meminta mbak Irah mengawasi Dhisty yang sedang bersama mama. Dia tak ingin mama kesulitan menjaga putrinya maka dia meminta mbak Irah mengawasinya. Lalu dia masuk ke kamarnya.


“Babe, maem dulu yok, udah siang lho,” dengan lembut Steve berbisik di telinga istrinya yang sedang berbaring miring memeluk gulingnya. Diciumi pipi kekasihnya yang tetap tak bereaksi terhadap ajakannya.


“Honey, maem dulu lalu nanti lanjut tidur lagi ya,” masih dengan sabar dan lembut Steve mengajak Sari makan. Setelah tetap mendapat penolakan dalam diam, Steve keluar kamar dengan gontai.


Dia pamit pada mama akan ke show room karena barusan ada yang janjian. Setelah selesai urusan jual beli di show room, Steve segera meluncur ke rumah kakak iparnya tanpa mampir ke butik. Di sana Steve berkeluh kesah dengan putus asa. Sama seperti mama, Anto yang sangat hafal sifat adiknya juga berpandangan sama.  Kuncinya Steve harus sabar. Karena tak ada yang pernah dapat pengampunan bila Sari sudah dendam. Sari yang jarang marah memang seperti itu. Jadi sangat salah kalau pernah melukai hatinya. Mungkin untuk orang lain kasusnya dengan Steve kemarin sepele. Namun tidak bagi Sari. Persis seperti pandangan mama, mengapa semua harus dilimpahkan di pundak Sari? Mengapa tidak dicari bersama? Mengapa Sari yang disalahkan sedang kehamilan ini ‘kan karena perbuatan mereka berdua bukan hanya Sari. Apalagi dia sudah memberi attensi dengan menyediakan makan lalu Steve tak menggubrisnya. Itu bagi Sari adalah pelecehan dan dia tak memaafkan hal itu.


“Nanti malam aku ke rumahmu, mungkin di depan banyak orang dia akan bicara padamu walau hanya sekedar basa basi, namun aku rasa kamu bisa mendekati selama kita ada di sana. Sekarang kamu pulang agar dia tidak makin marah!” nasehat Dini.


“Thanks ya, aku pamit,” Steve langsung meluncur ke butik, dia tidak mau Sari mengecek ke karyawan butik, dia tak terlihat. Maka walau sebentar dia masuk ke butik sebelum kembali ke rumah.


Steve tiba di rumah saat Dhisty sedang main adonan kue yang sudah berubah warna karena kotor. Mama memang memberi sejumput adonan untuk dimainkan cucunya guna merangsang syaraf motoriknya. Rupanya mama sengaja membuat kastengel agar Sari banyak makan keju. Mama juga membuat kue kacang. “Lagi apa sayang?” tanya Steve pada Dhisty.


“Woow, anak Papie pintar bikin kue ya,” Steve mencium pipi chubby putrinya, lalu dia masuk ke kamarnya hendak mandi dan salat ashar. Saat dia selesai salat ternyata di ruang makan sudah ada Dini.


“Wah koq tau sih Mama lagi bikin kastengel?” goda Steve pada Dini.


“Baunya sampai Bumijo, jadi aku langsung meluncur,” jawab Dini. Itu memang salah satu kuker (kue kering) kesukaannya.


“Emang kamu mau berbagi babe?” tanya Steve sambil memeluk Sari dari belakang.


Sari yang diperlakukan seperti itu tentu jadi tak enak. Memang kalau sedang tak marah Steve biasa memperlihatkan kelakuan bucinnya seperti ini di depan siapa pun. Kalau saat ini dia diam tentu semua akan bereaksi keras. Sari tentu kesal terhadap kelakuan Steve kali ini. “Kalau aku sih enggak mau berbagi, tapi aku yakin mama pasti adil,” Sari menjawab


-----------------------------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.

__ADS_1


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


------------------------------


Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.


***TELL  LAURA  I  LOVE  HER*  berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.**


Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.


**Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix  95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan liar yang diikutinya.  Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.  **


Saat sedang melakukan santunan dan di panti asuhan August dan Laura berkenalan. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.


Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?


__ADS_1



__ADS_2