
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Sedih dan marah berpadu dalam dada Steve. Sedih karena istri dan anaknya sedang terluka, marah terhadap pelaku yanag membuat Ssari seperti saat ini. Gimana keseruan berikutnya? Ikutin terus ceritanya ya
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-----------------
“Assalamu’alaykum dadd, tumben siang-siang telepon” sapa Dini yang baru akan keluar ruang dosen untuk mengisi pelajaran sesuai jadwal mengajarnya.
“Wa’alaykum salam mom, kamu sibuk?” tanya Anto hati-hati karena istrinya juga sedang mengandung hampir 3 bulan, selisih usia kandungan Sari dan Dini memang 3 bulanan.
“Ini mau masuk kelas dadd. Ada yang urgent?” tanya Dini, karena memang sejak sebelum menikah mereka komitmen tidak akan telepon siang bila tidak penting.
“Minta doanya, Sari kecelakaan dan belum tau gimana kondisi calon bayinya karena Steve bilang ada perdarahan,” jelas Anto “Ini daddy mau ke Jakal kasih tau mama dan ambil baju ganti untuk Steve dan Sari,” lanjut Anto.
“Maz, kabari mbak Rina ya,” pinta Dini. “Aku isi kelas ( memberi kuliah ) dulu, habis itu aku on the way ke rumah sakit. Maz bicara ke mama pelan ya, aku enggak mau mama shock,” pinta Dini.
“Iya mom, daddy putus ya. Assalamu’alaykum,” Anto mengakhiri sambungan pembicaraan mereka.
Sebelum sampai rumah Dini meminta ART nya menyiapkan makan dan juga kopi panas di termos serta gelas plastik yang selalu ready stock di rumahnya. Dini memang berniat pulang dulu agar dia bisa membawakan baju untuk suaminya bila Anto terpaksa nginep menemani Steve. Dia tidak ingin mama mertuanya nginep di rumah sakit, lebih baik suaminya saja karena kondisi kesehatan mamanya sangat kurang baik bila harus ikut jaga di rumah sakit.
***
Sore baru Dini sampai di rumah sakit, dia melihat tante Woro masih stand by di sana dengan wajah sangat sedih dan merasa bersalah. Di peluknya perempuan lembut paruh baya itu. “Assalamu’alaykum tante,” sapa Dini santun.
“Wa’alaykum salam Din, kamu sehat?” tanya tante Woro karena dia tau kakak ipar keponakannya juga sedang hamil.
“Alhamdulillah sehat tante, yang lain kemana?” tanya Dini mencari mama, Steve dan Anto.
“Sedang di panggil dokter, baru aja mereka ke sana,” jawab tante Woro.
“Sebenarnya Sari kenapa tante?” tanya Dini hati-hati lalu tante Woro menceritakan kejadiannya tadi pagi.
Mama, Steve dan Anto keluar dari ruang dokter dengan wajah pucat seakan ada berita duka teramat dalam yang mereka terima. Dini memeluk mama mertuanya sehabis dia salim pada perempuan paruh baya yang sangat dia hormati dan sayangi itu. Di papahnya mama untuk duduk agar lebih tenang. Dia tidak berani bertanya pada ke tiganya karena jujur dia sendiri takut mendengar kabar buruk yang tak dia harapkan.
“Gimana Steve, apa kata dokter?” tanya tante Woro mewakili keingin tahuan Dini.
Steve menarik nafas panjang sebelum berkata-kata “Sari aman tante, dia pingsan karena shock aja, namun ga tau kalau dia sadar nanti melihat kondisinya. Dokter takut Sari stress yang akan membuat kemungkinan bayi bertahan semakin kecil karena saat ini kita masih menunggu hasil reaksi obat yang di berikan. Jujur tadi dokter bilang semoga ada keajaiban bayi bertahan dengan bantuan obat penguat kandungan yang dia berikan,” jawab Steve lirih, namun semua jelas mendengar.
“Artinya saat ini kondisi bayi sangat rawan?” tanya Dini tercekat.
__ADS_1
Steve hanya mengangguk tanpa memberi jawaban.
“Kamu! Ya hanya kamu yang bisa menopang Sari! Begitu Sari sadar kamu harus ada di sisinya dan memompakan semangat dan bilang langsung jangan stress agar baby tenang bobo di rahimnya sampai tiba saat kelahiran nanti,” lugas Dini menugaskan Steve untuk stand by.
“Mama, aku tau mama ingin berada terus di sisi Sari, tapi aku yakin mama ga bisa nahan air mata depan Sari, itu bahaya bagi psikis Sari saat ini, jadi mama harus agak jauh untuk sementara waktu hingga Sari tenang,” Dini meyakinkan mama mertua sambil memeluknya. Mendengar perintah Dini yang di sampaikan dengan lembut mama mertuanya hanya mengangguk sambil memeluk Dini.
“Udah Ma, kita semua sayang Sari dan kita semua pengen baby bertahan, maka kita semua harus saling menopang. Bener yang Dini bilang, jangan sampai air mata mama bikin Sari ikut hopeless,” Anto menguatkan pendapat istrinya.
“Steve, sudah kabari opa?” tanya tante Woro.
“Astagfirullah aku lupa tante,” jawab Steve langsung mengambil HP dari sakunya.
Oma menangis mendengar cerita opa yang baru di hubungi Steve, oma meminta agar dirinya bisa berangkat ke Jogja, maka opa segera mencari tiket pesawat ke Jogja secepatnya.
***
Sesuai dengan kesepakatan, maka yang jaga Sari malam itu adalah Anto dan Steve. Tante Woro pulang bareng Dini dan mama walau pisah mobil, sehabis para wanita pulang Anto langsung menghubungi satpam senior di kantornya yang mempunyai link di kepolisian dan kebetulan dia pensiunan polisi yang cari kerja setelah pensiun.
“Sugeng ndalu pak,” Anto mengawali panggilan telepon tidak dengan salam karena pak Kunto non muslim. Anto menyampaikan selamat malam dalam bahasa Jawa.
“Njih, sugeng ndalu ugi pak Pras,” balas pak Kunto dengan hormat terhadap boss di kantornya tersebut, pak Kunto menjawab selamat malam juga.
Akhirnya Anto bercerita ingin meminta tolong pada pak Kunto untuk mencari data nomor polisi yang membuat adiknya terluka pagi tadi.
“Kamu tidur duluan Steve, biar kalau Sari sadar tengah malam nanti kamu sudah segar nemanin dia,” saran Anto, seingatnya dokter bilang Sari tidak akan segera sadar karena tadi dia memberikan suntikan anti stress yang bisa berdampak mengantuk dan kemungkinan Sari baru akan sadar tengah malam ini.
“Mas tau kamu pasti ga bisa tidur karena stress mikirin kondisi anakmu, tapi kalau kamu drop, siapa yang akan nopang Sari? Karena peran kami ga ada artinya buat Sari saat kondisi seperti ini,” nasehat Anto pada adik iparnya yang lebih tua 3 tahun dari dirinya.
Steve mengakui kebenaran perkataan Anto, namun dia sulit tidur saat ini. Akhirnya dia mengambil wudhu dan berupaya tidur sesuai saran Anto.
Jam 3 dini hari Anto membangunkan Steve yang sudah bisa beberapa saat terlelap, dia melihat sebelumnya memang Steve bisa tidur namun gelisah. “Kamu sholat malam dulu lalu gantian jaga. Aku tidur sebelum waktu subuh karena aku harus kantor mimpin meeting sebentar lalu akan kembali ke sini,” Anto memberitahu planning kerjanya hari ini pada Steve.
Jam 6.30 Dini sudah tiba di rumah sakit mengantarkan sarapan untuk Steve dan Anto serta tentunya baju kerja Anto karena kemarin dia hanya membawakan baju ganti santai bukan baju kerja.
“Dadd, tolong telepon mbak dulu, semalam daddy lupa pamit ama dia dan sejak bangun tidur dia ngambeg,” bisik Dini pada suaminya.
“Astagfirullaaaaaah, daddy lupa ama pacar kecil daddy, maaf momm, serius semalam daddy lupa,” keluh Anto sambil langsung men dial nomor telepon rumah mereka. Dini memaklumi kealpaan suaminya karena galau akan nasib Sari dan calon keponakannya. Dini ingat saat mereka pendekatan aja Anto sampai pasang alarm untuk selalu telepon anaknya agar tidak pernah lupa menghubungi Amora walau sedang sibuk.
Eh, gimana nasib Sari dan calon anaknya? Koq yanktie engga bahas sih, tau-tau udah pagi aja!
Flash back on
__ADS_1
Steve baru saja melipat sajadah, dia letakan sajadah itu di punggung kursi, di dekati istrinya yang masih terlelap, di ciumnya kening istri tercintanya serta di bacakannya doa di puncak kepala Sari lalu dia tiup di lanjut dengan memberi kecupan di puncak kepala istrinya penuh kasih “Cepat sadar babe, kamu ga cinta ama aku?” bisiknya lembut lalu di kecupinya pipi istrinya.
---------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
-----------------------
Cerita baru karya yanktie yang berjudul IMPOSSIBLE LOVE sudah mulai rilis lho
Cerita masih cerita sederhana yang membumi, berkisah tentang seorang pemuda lulusan London yang di paksa pulan orang tuanya. Saat reuni SMA, dia tertarik dengan mantan gurunya
Mantan guru pasti lebih tua dong!
Belum lagi si mantan guru sudah beranak 3
Penasaran??? Langsung cari hanya di Noveltoon ya
Ini cover novelnya
__ADS_1