KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
GA COBA HAMIL LAGI BIAR DAPAT ANAK LELAKI?


__ADS_3

Sari memesan pada pengelola villa yang dia pesan agar sarapan disediakan pengelola. Dia tak ingin rombongan repot di pagi hari. Siang hari mereka psti makan di luar dan malam hari rombongan akan makan malam dengan bebakaran. Sehingga sarapan saja yang Sari pesan. Pagi ini menu yang tersedia adalah bubur ayam dan nasi goreng. Walau tetap ada pilihan roti dan beberapa jenis selai yang tersedia. Kopi dan teh panas tinggal tuang sesuai keinginan.


Seperti biasa, para ibu negara sibuk meladeni anak-anak dan suaminya. Dan para asisten mengawasi anak-anak yang berkeliaran sebelum makan.


“Pie, gantian ya, kalau sudah makan pegang Dwipa. Dia belum mau makan waktu si embak nyuapin. Sepertinya ama Papie dia mau makan,” pinta Sari.


 “Kenapa enggak Dwipa aja yang makan duluan? Papie belakangan aja, ‘kan Papie sudah ngopi,” Steve langsung menghampiri Dwipa yang masih tidak mau makan.


“Sini Mbak, Dwipa biar sama saya. Mbak makan duluan biar bisa gantian,” Steve mengambil alih Dwipa. Sedang Sari sedang menyuapi Dhisty. Begitulah mereka. Walau masing-masing anak ada pengasuhnya, ditambah ada simbok yang bertugas masak. Urusan anak sebisa mungkin mereka lakukan sendiri. Bahkan mereka buka usaha berbrengan saja karena bertujuan agar selalau bisa bersama mengasuh anak-anak ditempat usaha.


“Duduk diam sayang, kita maem ya. Habis ini kita berenang,” walau Dwipa belum mengerti tapi sejak dini Steve memang selalu mengajaknya bicara. “Aaaaa … ayo pintar jagoan Papie,” bujukan Steve berhasil. Dwipa selalu membuka mulutnya dan memakan bubur ayam yang disuap oleh Papinya. Hampir satu mangkok yang tadi disiapkan si embak berhasil Dwipa habiskan.


“Yeeeaaay anak Papie hebat,” puji Steve sambil menyiumi jagoannya. “Mbak siapkan baju dan handuk serta minyak telon mas Dwipa dan mbak Dhisty ya, biar habis berenang mereka enggak kedinginan. Tadi Steve sudah meminta Leo membantu menjaga anak-anak untuk berenang di kolam anak. Anto pun sudah siap dengan Abbhie. Arya dan Amora sudah pandai berenang. Mereka hanya tinggal di awasi saja tanpa perlu dipandu seperti ketiga adiknya.


“Mama mau berenang?” tanya Leo pada Risye. Sejak tau istrinya hamil memang mereka membiasakan memanggil mama-papa bagi pasangannya.


“Enggak Pa, Mama mau makan lagi aja,” jawab Risye.


“Papa temani Dwipa ya, kalau perlu Papa, kami ada di kolam anak,” Leo mencium kening istrinya dengan lembut sebelum meninggalkan di ruang makan bersama Sari dan Dini. Para ibu negara memang makan paling belakang setelah kepala negara dan rakyat selesai makan. “Mbak, tolong perhatikan Amora dan Arya ya. Jangan lupa siapkan minyak kayu putih dan handuk serta pakaiannya,” Dini meminta pengasuh Arya dan Abbhie menjaga Arya dan Amora karena Abbhie ditangani Anto.


Para ibu negara ditambah bu Rahma dan mbak Rina baru mulai makan setelah rakyat mereka pergi berenang. Itulah tugas mereka, mensejahterakan kepala negara dan rakyat lebih dulu baru mengurusi perut mereka. Tanpa penyesalan atau marah, karena itu bentuk pengabdian dan cinta kasih mereka pada keluarga.


“Enggak nyangka Putri dan Ajeng sudah jadi remaja gitu ya Mbak,” ungkap Risye yang memang jarang bertemu dengan keluarga mbak Rina.

__ADS_1


“Ya iyalah, lihat aja Dhisty dan Amora, dulu juga bayi, sekarang sudah besar. Yang enggak sabar ‘kan melihat mereka saat masih didalam perut seperti calon bayimu dan sikecil di perut Sari saat ini,” jawab mbak Rina dengan senang.


“Enggak pengen nambah Mbak, kali aja dapat anak laki-laki,” goda Sari.


“Halaaaah, nek itu aku lakukan, bisa enggak ada brentinya aku hamil kalau hasilnya harus perempuan lagi. Coba minta Dini hamil lagi. Kali aja punya teman perempuan buat Amora.” balas mbak Rina.


“Ih, koq jadi aku yang suruh hamil lagi? Hahaha aku juga penasaran sih. Aku juga bilang mas Anto mau nambah enggak, kali dia penasaran pengen punya anak kandung perempuan. Malah aku yang diamuk. Dia bilang Amora anak dia enggak akan yang bisa nyaingin walau ada anak kandung perempuan. Mas Anto kalau udah ngomong tentang status Amora buat dia, bisa ngamuk kalau dibantah. Jadi aku mending enggak ungkit soal status itu. Kalau suatu saat aku hamil lagi. Aku enggak berani bilang pengen perempuan biar mas Anto punya putri kandung. Aku akan bilang pengen perempuan biar Amora ada teman,” Dini curhat soal status Amora yang sering menjadi bahan selisih paham dengan suaminya.


“Wajaaaaaaaaaaaaaaar, aku yang tahu cinta matinya mas Anto ke Amora saat kalian belum jadian dan masih LDR an. Lalu kalian sudah jadian dan tetap LDR an. Atau malah gimana mas Anto ngamuk karena Amora sakit sebab enggak boleh ketemu dia. Mereka berdua memang lebih dekat dari sekedar ayah dan putrinya,”respon Sari membuat mbak Rina dan Risye yang tak tahu cerita itu bengong.


“Sampe segitunya?” tanya Risye.


“Iya, hubungan mereka memang lebih dekat dari ayah kandung dan putrinya. Mas Anto bisa demam kalau kangen Amora, tapi sampai saat ini enggak pernah demam kalau kangen aku,” tukas Dini sambil mengambil ayam suir untuk ditambahkan lagi di buburnya.


“Saat kami LDR an setelah aku terima cintanya, kalau enggak dilarang dan diancam, mas Anto maunya tiap Jumat malam ke Jogja dan balik ke Jakarta Senin pagi. Akhirnya diakali, tiap malam dia telepon Amora sebelum pacarnya bobo,” lanjut Dini.


“Wah hebaaaaaaaaat, apa ancamanmu Dek?” tanya mbak Rina.


“Aku ancam enggak mau nikah ama dia kalau uang tabungannya dia habiskan untuk pacarnya,” jawab Dini. “Kalian bisa bayangkan berapa yang tiap minggu akan dia buang buang tiket pesawat pulang pergi.”


Mbak Rina dan Risye tertawa mendengar ancaman Dini pada Anto saat mereka pacaran dulu. Kisah cinta mereka memang punya keunikan tersendiri. Dan ada jatuh bangun sebelum mereka bersatu. Risye yang harus patah hati menjelang pernikahan. Sari yang harus dibully sebelum menikah dan masih berlanjut dikehamilan Dhisty. Serta Dini yang terpaksa menikah dengan Harry dulu karena hamil Amora akibat perkosaan. Semua sekarang hanya kisah masa lalu buat mereka. Semoga kedepannya cinta mereka selalu terjaga.


\==============================

__ADS_1


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja

__ADS_1


----------------------------


__ADS_2