
YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.
Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
=======================================================
Semua cape, tapi semua bahagia. Sekarang saatnya mereka mandi sebelum berkumpul lagi untuk acara bebakaran makan malam. Menu yang dibakar malam ini adalah sate kambing dan sate aneka baso dan sosis. Untuk sate kambing sudah dipesan pada penjual sate jauh sebelum rombongan datang dari Jogja. Anto yang meminta mbak Rina menghandle masalah itu. Tapi tetap akan dibakar oleh mereka sendiri bukan oleh si tukang sate. Tak akan ada kesan bila yang membakar tetap tukang satenya. Sedang sate sosis dan baso sengaja dibuat oleh anak-anak yaitu Ajeng, Moya dan Putri serta Arya. Bara sudah disiapkan oleh pegawai villa, sehabis maghrib nanti bebakaran akan dimulai. Tentu Arya sudah tak sabar menanti dia membakar sate sosis yang dia bikin sendiri tadi.
***
Pagi ini semua rombongan sudah selesai sarapan. Pegawai Villa membungkuskan nasi goreng, bubur ayam dan sandwich yang masih ada untuk bekal di kereta api. Tentu saja para ibu negara tak menolak. “Buat makan siang nanti kita jadi pesan di restorasi atau bagaimana?” tanya Risye.
“Sebelum berangkat dari Jogja aku sudah pesan paket di fried chicken di stasiun, tapi kita juga masih bisa nambah lauk kalau mau beli sambil jalan,” jawab Sari sang bendahara.
“Enaknya sih nambah aja lauknya. Tahu sendiri para bapak enggak bakal kenyang kalau hanya makan seporsi nasi plus ayam,” jawab Dini. Suaminya mungkin nasinya enggak terlalu banyak, tapi sepotong ayam goreng bukan porsi lauk untuknya.
“Kalau begitu biar nanti kita tambah lauk aja ya?” jawab Sari lagi.
***
Kembali ke Jogja, kembali ke rutinitas. Setelah kemarin sore mereka sampai di stasiun Tugu Jogjakarta, hari ini Selasa, Anto, Dini dan anak-anak masih istirahat di rumah. Baru besok mereka akan mulai sekolah dan bekerja.
Begitu pun Sari dan Steve, hari ini mereka masih belum berangkat ke tempat usaha mereka. Saat ini pasangan suami istri itu sedang santai duduk di karpet depan TV dan bersandar di sofa. Sofa di ruang TV ini memang jarang diduduki, lebih sering menjadi tempat bersandar bila mereka duduk di lantai yang dilapis karpet tebal. ‘Bisa ngobrol?’ chat dari Nunuk masuk ke ponsel Sari.
‘Maaf, saya cape baru pulang dari Malang,’ balas Sari yang Nunuk kira Steve.
“Pie, kapan dan gimana caranya kita jebak Nunuk?” tanya Sari sambil mengusap kepala Steve yang tiduran di pahanya.
“Papie malas ngurusin orang kayak dia Mam,” jawab Steve yang mulai ngantuk. Terlebih merasakan belaian tangan istrinya, dia tambah ngantuk.
“Kalau enggak dijedotin, dia akan selalu ngejar kamu Pie. Dan Mamie enggak suka,” suara Sari mulai meninggi. Tentu Steve sadar perubahan itu dan tak mau kalau istrinya sampai marah. Dia tak mau dibilang membela perempuan itu.
“Ya sudah, kalau Mamie sempat, Mamie pancing-pancing atau kalau dia mulai menjurus Mamie sahuti dengan manis agar bisa janjian. Tapi harus banyak kata-kata menjurus. Mamie mau nyahutinnya?” tanya Steve.
“Kalau Mamie enggak mau, lalu Papie yang bakal ngejawabin chat dia gitu?” pancing Sari.
__ADS_1
“Ogaaaaaaaaah,” balas Steve cepat, membuat Sari terkekeh.
“Ya sudah, nanti malam kalau enggak ngantuk Mamie akan ladeni obrolannya. Sahut Sari.
“Jangan lupa, pancing kalau Papie sudah punya istri dan anak mau 3. Apa reaksi dia terhadap status Papie.” Steve tentu penasaran, apa motivasi para ulet bulu mengejar buruannya.
‘Siyaaaaaaaaap Ndan,” balas Sari. Tanpa disadari mereka tertidur di depan televisi.
***
Sebelum tidur malam ini Sari menyiapkan su5u bubuk dan botol untuk Dwipa, putra nya itu sudah mulai tak menyukai ASI bila malam. Padahal bagi para pejuang ASI, lebih enak malam dengan ASI karena enggak ribet. Dispenser ada di kamar sehingga bila malam Sari tak perlu keluar untuk mencari air panas. Karena tak terlalu mengantuk, Sari menjawab chat yang baru saja dikirim oleh Nunuk.
‘Malam Mas.’
‘Malam juga, belum tidur?’ balas Sari sok manis.
‘Kan mau chat ke Mas, ya belom tidurlah. Lagian tidur sendirian tu enggak enak Mas.’
‘Makanya, cepat cari teman tidur biar enggak bobo sendirian,’ aaaaaaah Sari sok imoet banget kan mengganti kata tidur dengan kata bobo.
‘Pengennya gitu Mas, tapi temen bobonya bakal mau enggak ya kalau aku ajakin?’
‘Gitu ya Mas, apa harus ketemu dulu? Bisa enggak ya kalau ngajak bobonya lewat chat?’
‘Tergantung sih, kalau saya ‘kan enggak ngerti. Saya punya istri yang selalu bisa diajak jadi teman bobo,’ jawab Sari lagi.
‘Istrinya sekarang udah bobo ya Mas, koq mas bisa chat tanpa dia tahu? Berarti Mas enggak bobo berdua istri dong? Percuma dekat kalau enggak bobo bareng.’
‘Istri udah dari tadi lelap. Dia kan lagi hamil anak ke 3 jadi cepet cape,’ Sari memberi tahu Steve sudah punya 3 anak.
‘Mas hebat ya, udah mau anak 3 aja. Mas kuat ya.’
‘Percuma jadi lelaki kalau enggak kuat ‘kan?’ jawab Sari.
‘Gitu ya Mas, jadi pengen tahu seberapa kuatnya.’
‘Saya off ya, istri bangun karena pengen ke toilet,’ Sari malas melanjutkan. Dia enggak sanggup bicara soal yang nyerempet ke pertempuran di ranjang dan masalah kuat. Sari rasa cukup segitu dulu obrolan malam ini.
__ADS_1
“Jijaaaaaaaaaaaay Pie kalau dilanjutin,” Sari memberikan ponselnya biar Steve membaca sendiri.
“Ini mah enggak seberapa Mam, kalau beneran chat ama lelaki yang mudah kepancing, bisa langsung teleponan sambil memancing dengan aneka rayuan vulgar koq. Kan enggak semua suami istri seperti kita yang saling terbuka,” jawab Steve. Dia yakin kalau Nunuk merayu lelaki yang klop pasti mereka akan langsung janjian tidur bareng.
“Iya sih, tapi Mamielangsung malas aja ngelanjutin obrolan,” balas Sari sambil bersiap tidur.
“Lha katanya mau ngejebak. Masa segitu aja udah langsung ilfill,” sahut Steve.
“Au ah, besok-besok lahi aja,” Sari langsung memeluk tubuh suaminya. Mencari kehangatan yang selalu tak pernah bosan dia reguk.
“Ya udah, sekarang lupain tu ulet keket,” Steve langsusng menciumi Sari, lalu ikut bersiap tidur. Malam ini mereka sudah sepakat tak akan berperang.
\================================
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
__ADS_1
----------------------------