KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
74 AKU KANGEN STEVE, MINTA NOMOR PONSELNYA DONG?


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.


Seru ya pakai parfum special beraroma minyak kayu putih? Ada-ada aja deh mamie Sari. Gimana keseruan berikutnya?  Ikutin terus ceritanya ya


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


---------------------


“Aku ga ngebayangin seminggu ada dua bumil di rumah ini. Yang ada pemaksaan makan untukku akan semakin sering nih,” Anto pura-pura mengeluh. Memang awalnya Anto pemilih jenis makanan yang akan di konsumsinya, namun sejak menikah istrinya selalu memaksa dia agar mencoba jenis makanan yang di hidangkan dengan segala argumen ilmiahnya. Sehingga mau tidak mau Anto harus memakannya. Dari pada tidak dapat jatah malam atau di cemberuti istri mungilnya. Apalagi kalau Dini sampai terlihat akan menangis bila Anto menolak tawarannya.


Steve dan bu Rahma tertawa namun Dini langsung cemberut mendengar kata-kata suaminya.


Sari rupanya tidak mau kalau hanya dia yang di bilang makannya banyak, dia menceritakan bagaimana pola makan Steve saat ini sejak dia hamil.


***


Sabtu ini tidak ada kegiatan heboh di Bumijo yang sekarang sedang ada 2 keluarga kecil. Hanya Arya yang sibuk jadi penguntit Steve. Dan Amora yang selalu tidak bisa lepas dari daddynya bila sang daddy ada di rumah. Sementara dua bumil sedang pergi ke salon untuk melakukan perawatan mumpung ada yang menjaga Amora dan Arya.


“De, besok kita ke sunmor yok,” ajak Dini saat mereka sedang di treatment.


“Boleh mbak, aku ya niatnya gitu,” Sari tentu saja senang mendengar usulan kakak iparnya.


“Din … kamu Dini kan?” sapa seorang perempuan sebaya Dini yang terlihat sangat miskin karena pakai baju kekurangan bahan. Tentu saja dia tidak kekurangan uang karena salon ini cukup berat bagi yang kekurangan uang, hanya perempuan tersebut miskin bahan baju saja hehehe. Sapaan itu Sari dengar saat mereka sedang membayar biaya perawatan.


“Haaai,” balas Dini. “Aku inget wajah kamu, tapi lupa nama, maaf. Tapi seriusan aku kenal kamu. Aduuuh siapa yaaa .…”


“Aku Risye, teman SMA mu dulu,” jawab perempuan itu.


“Owh iyaaaa, Masya Allah, maaf aku lupa namamu. Dulu kamu beberapa kali main ke rumahku ya. Apalagi kalau hari Minggu pagi,” Dini ingat akan sosok temannya ini.


“Kita duduk minum di cafe depan yok,” ajak Risye ramah.


“Gimana de, keburu-buru ga?” tanya Dini pada adik iparnya.


“Ayok mbak, aku juga suka siomay di cafe itu,” jawab Sari yang memang sudah mulai kelaperan.


“Kamu berapa lama tinggal di sini?” tanya Risye.


“Cukup lama, hampir 6 tahun. Oh ya kenalkan adik iparku,” jawab Dini sambil memperkenalkan Sari.


“Risye.”


“Sari.”


“Tinggal daerah mana Din? Aku daerah Batikan,” Risye sudah seperti wartawan aja bertanya terus.


“Aku di Bumijo, main ke rumahku,” ajak Dini ramah.

__ADS_1


“Pengen sih, nantilah kalau pas aku selo, boleh minta nomor HP mu?” pinta Risye. Mereka pun bertukar nomor HP.


“Eh kamu jadian ama Robby?” tanya Risye “Seingatku dulu kamu pacaran ama dia kan?”


“Hahaha, cinta monyet ama Robby mah. Aku nikah ama kakaknya dia nih, cinta dari aku masih SMP,” Dini tergelak karena saat Risye rajin main ke rumahnya dia memang sedang dekat dengan Robby.


“Nah apalagi itu, cinta dari zaman SMP, cinta apa dong namanya kalau kamu sebut cinta zaman SMA itu cinta monyet?” Risye tentu tertawa akibat kata-kata Dini.


“Ama Robby aku ga pernah jatuh cinta, bahkan pacaran ama Robby aja minta izin dulu ke kakaknya Sari,” jawab Dini santai.


“Ya ampuuuuuun … kamu nih bisa aja sih,” tentu saja Risye bingung.


“Hahahaaa panjang lah ceritanya, eh enak ga de siomay nya?” tanya Dini yang melihat Sari santai aja mengunyah terus, sedang dia hanya pesan juice alpokat.


“Enak mbak, nanti aku pesan beberapa porsi buat kita bawa pulang ya,” Sari terus aja mengunyah, dia memberi kesempatan pada kakak iparnya untuk bernostalgia.


“Din, inget Steve ga?” tanya Risye tiba-tiba.


“Steve mana? Nama Steve kan banyak. Steve anak bahasa yang juara nasional baca puisi atau yang anak IPS yang adiknya artis itu?” tanya Dini, sementara Sari langsung pasang telinga karena mendengar nama suaminya di sebut.


“Bukaaaaan, Steve yang aku temui di lapangan basket tempat kamu latihan, yang bikin aku rajin datang ke rumahmu tiap hari Minggu,” jawab Risye tanpa rasa bersalah.


“Inget lah ama Steve itu, aku malah sering ketemu,” jawab Dini santai, karena Steve yang di maksud Risye adalah adik iparnya.


“Aku kangen ama dia Din. Minta kontaknya dong?” rengek Risye.


“Kamu belum nikah? Dulu pernah jadian atau gimana ama Steve?” cecar Dini, dia tidak enak ama Sari yang sedang serius memperhatikan perbincangan mereka.


“Kita masih SMA kan saat itu, kamu ndekati Steve sampai ke kampusnya?” tanya Dini tidak percaya.


“Iya, aku suka banget ama karakter Steve. Ayo dong minta kontaknya dia?” rengek Risye kembali.


“Minta ke Sari aja, dia yang lebih ber hak untuk kasih nomor Steve,” Dini memberitahu hal yang sebenarnya.


“Bisa minta nomor Steve?” tanya Risye tanpa rasa bersalah.


“Tentu saja boleh,” jawab Sari sambil mengambil HP nya “Silakan catat sendiri mbak,” kata Sari sambil memberikan ponselnya ke Risye.


Risye menerima nomor yang tertera dengan nama papie “Koq di save pakai nama papie?” tanyanya.


“Iya, dia suamiku,” jawab Sari santai “Nih juniornya ada di sini” tukas Sari sambil mengelus perutnya.


“Oh maaf … maaf. Aku ga bermaksud ganggu rumah tangga orang. Aku tau sakitnya di ganggu,” jawab Risye terbata.


“Sari, Dini  aku serius minta maaf,” Risye benar-benar menyesal, karena dia sungguhan tidak berniat mengganggu rumah tangga perempuan lain. Walau penampilannya seronok, namun tidak ada niatan merebut milik orang lain.


“Santai aja mbak, walau aku iket seperti apa, kalau bang Steve mau selingkuh ya pasti ada aja jalan yang akan dia tempuh,” jawab Sari ringan sambil melambai pada pramusaji untuk memesan siomay guna di bawa ke rumah.

__ADS_1


“Kalau mau ketemu bisa sekarang, kebetulan Steve sedang di rumah mbak Dini,” ajak Sari.


“Maaf, aku ga niat ketemu pria beristri untuk aku dekati. Serius kalau bertemu ga sengaja gapapa, tapi kalau untuk kudekati tentu saja aku ga mau,” balas Risye.


Sari membayar semua yang mereka makan berikut juga yang dia bawa pulang. “Mbak mampir beli buah yo, kayaknya buah di kulkas tinggal sedikit deh,” pinta Sari saat dia dan Dini sudah berpisah dengan Risye.


“Iya bener de, Arya sukanya pear, dan semalam pear dia habis. Dia kaya Maz Anto, pemilih jenis makanan, jadi harus sedikit-sedikit di giring buat makan yang dia ga suka, namun yang dia suka harus ada sebagai pemancing atau hadiah dari paksaan kita,” cerita Dini tentang jagoan kecilnya.


***


------------------------------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


-----------------------


Cerita baru karya yanktie yang berjudulIMPOSSIBLE LOVE  sudah mulai rilis lho


Cerita masih cerita sederhana yang membumi, berkisah tentang seorang pemuda lulusan London yang di paksa pulan orang tuanya. Saat reuni SMA, dia tertarik dengan mantan gurunya


Mantan guru pasti lebih tua dong!


Belum lagi si mantan guru sudah beranak 3


Penasaran??? Langsung cari hanya di Noveltoon ya

__ADS_1


Ini cover novelnya



__ADS_2