KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
123 DISKUSI TANPA HASIL …


__ADS_3

Hallo, gimana puasa kalian ? Semoga lancar selalu ya.


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.


Kasihan dede' Dhisty jatuh sampe benjol, Papie Steve sampe merasa bersalah deh. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


“Mbak, tolong jaga Dhisty,” perintah Steve pada pengasuh anaknya.


“Mam, Papie enggak mau kita tunda, Papie tunggu di kamar buat bicara,” lirih Steve mengultimatum istrinya untuk menyelesaikan permasalahan mereka. Sudah satu minggu Sari menutup mulutnya, tak mau bicara dengannya. Steve langsung pergi ke kamarnya terlebih dahulu.


Steve menunggu Sari di kamar, dia tak ingin pembicaraan mereka didengar mama atau para asisten rumah tangga. Dengan malas Sari masuk ke kamarnya. Walau enggan, dia tak dapat menghindar dari permasalahan ini. Di lihatnya suaminya duduk di sofa panjang dalam kamar. Dia sengaja duduk di seberang kursi yang di duduki suaminya. “Silakan bicara,” tantang Sari.


“Kamu tidak mau duduk di dekat Papie?” tanya Steve melihat istrinya memilih duduk di seberang kursi yang dia duduki. Steve tahu, Sari sudah sangat marah pada dirinya. Yaang dia sesalkan mengapa istrinya memilih diam? Mengapa tidak marah-marah? Steve tidak sadar, Sari bukan perempuan tukang ngomel. Bila marah Sari memilih diam, dan bila sudah tak tahan, maka dia akan sakit karena memendam persoalan. Mereka sudah 4 tahun menikah, tapi banyak sifat Sari yang belum di mengerti oleh Steve. Karena Sari tak juga pindah, maka Steve yang pindah, dia duduk di kursi sebelah yang di duduki Sari. Steve sampai lupa apa yang akan dia bicarakan dengan Sari melhat kelakuan dingin istrinya.

__ADS_1


“Sampai kapan kamu mau diam seperti ini? Papie minta maaf. Papie tadi kurang waspada menjaga Dhisty,” Steve menggenggam kedua jemari Sari dengan lembut. Sari masih tanpa reaksi, membuat Steve makin frustasi. “Maafkan Papie ya, please jangan diam begini.”


“Saya maafkan!” jawab Sari datar sambil mengibaskan tangan Steve dari tangannya. “Sudah selesai “kan?” Sari langsung berdiri dan bersiap keluar kamar. Steve berlari mengejarnya dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.


“Kalau Mamie sudah memaafkan, bukan begini reaksi yang kamu perlihatkan. Harus bagaimana Papie minta maaf?” tanya Steve lembut di telinga istrinya. Tentu Steve sedih, anak bau kencurnya marah seperti ini. Sari bukan perempuan matre yang akan berhenti marah bila diberi hadiah uang atau barang seperti Paula dan Cindy. Dibaliknya tubuh Sari yang seakan enggan berada dalam pelukannya. Dari kalimat memaafkan saja Sari menggunakan kata SAYA, bukan mamie atau aku. Itu merupakan pukulan telak untuk Steve.  Sejujurnya Steve sangat takut akan sikap diam yang saat ini kembali Sari lakukan. Dia selalu ingat, Sari pernah sangat marah ketika baru melahirkan. Tanpa pertimbangan apa pun Sari langsung mengajukan gugatan cerai. Steve tak mau itu terulang. Anak bau kencur ini bila diam lebih berbahaya daripada saat ngomel.


“Please … jangan seperti ini. Kalau mau marah ke Papie, lakukan saja. Jangan diam, Papie enggak mau kamu seperti ini,” rengek Steve sambil memegang dagu istrinya agar mereka bisa bertatapan. Ada kilat marah di mata Sari, namun tak ada tanda akan turun air mata. Mata yang penuh luka. Steve mengecup dua kelopak mata istrinya, lalu dia dekap tubuh mungilnya. “I love you Mam, jangan siksa Papie dengan diammu.”


Steve tak mau memaksa Sari untuk bicara lebih lanjut karena istrinya benar-benar tak ingin bicara lagi. Dia melepas pelukannya. Sari bergegas keluar kamar dan menuju dapur, dia ingin mengalihkan emosinya dengan memasak. “Papie berangkat ya Mam,” pamit Steve, yang tak di jawab oleh Sari. Tak ada cium tangan, apalagi cium pipi. Bahkan Sari sengaja menghindar agar Steve tak bisa mencium keningnya seperti biasa. Sebenarnya, Steve bisa saja tidak berangkat bekerja. Tapi dia berpikir, mau ngapain diem-dieman di rumah? Malah bikin mama curiga. Setidaknya dia memangkas waktu bersama Sari.


-------------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)

__ADS_1


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja

__ADS_1


__ADS_2