
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. YANKTIE ( eyang putri ) seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.
Penyamar ketemu penyamar akan seru enggak ya? Kalau Cassie orang kaya dan Teddy tahu, akankah tujuannya nyari yang sederhana gagal kalau Cassie naksir dia?. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
“3 bulan, hanya itu waktu yang Daddy bisa toleransi. Daddy ingin di acara ulang tahun perusahaan 5 bulan lagi, kamu sudah berdiri di podium sebagai wakil Daddy!” tak menerima penolakan Michael langsung meninggalkan meja makan dan bersiap berangkat ke kantornya.
Cassandra tak bisa membalas ultimatum ayahnya, namun dia akan bertekad menjalani kerja di luar minimal 4 bulan. Sekarang dia harus sabar menanti panggilan dari banyak lamaran yang dia kirim by email.
Flashback off
***
“Gilaaaaaaaaaaa, jangan mentang-mentang lo anak tunggal lu bikin Sari jadi mesin cetak gitu dong,” Leo menggoda Steve. Saat ini mereka sedang minum kopi di cafe Steve yang terletak satu lokasi dengan butik dan show room mobilnya. Steve memberitahu khabar bahagia kalau Sari sedang hamil anak ketiganya.
“Gue juga enggak nyangka, loe tahu ‘kan, buat dapat Dhisty aja butuh dua tahun padahal nyetak semalam bisa berkali-kali. Trus untuk dapat Dwipa, ‘kan bikinnya agak jarang, karena sudah ada Dhisty, baru dapat saat Dhisty umur 16 bulan, pasti lo tahu enggak bisa kayak sebelum ada anak. Eh ini yang ketiga, baru buka puasa malah jadi lagi,” Steve tentu tak menyangka. Itulah rahasia Ilahi. Tak ada yang tahu.
“Iya sih, gue juga pengen cepet bikin yang kedua dan ketiga biar saat mereka butuh gue dan Risye nemenin, kami masih sehat dan kuat. Kasihan anak-anak kalau mama papanya udah enggak bisa ikutin aktivitas mereka yang semakin kita enggak tahu bagaimana perkembangan jaman nantinya,” balas Leo.
“Eh, Harry gimana? Ada kemungkinan dia nikah lagi?” tanya Steve. Dia adalah teman Harry sejak mereka SMP.
“Gue rasa, dia udah sulit move on dari Dini. Dia merasa sangat bersalah. Mau Dini berkali-kali bilang udah maafin dia dan mama. Tetep aja Harry enggak bisa angkat muka buat lihat Dini. Dia sudah merasa sangat rendah. Gue yang jadi adiknya berkali-kali nyoba ngajak dia keluar dari trauma rasa bersalahnya, tapi dia tetap enggak mau. Kalau orangnya sudah tidak mau, kita mau gimana lagi?” keluh Leo.
“Iya, kemaren gue denger Moya dan Dini nginep di rumah papa pas liburan ke Jakarta, berkali-kali Dini ngobrol dan minta Harry membuka hati. Tapi Harry bilang dia hidup cuma buat papa dan Moya.” Steve juga prihatin akan nasib Harry.
“Gue udah lama banget enggak ke rumah Anto,” cetus Leo. Ini pun dia ke show room Steve karena tugas dari istri tercintanya yang meminta Leo mengambil pakaian pesanan konsumen Risye. Risye tak bisa datang karena sedang ada kedua orang tuanya dan ibu mertua Leo sedang tidak enak badan, sehingga Risye tak enak kalau meninggalkannya di rumah.
***
‘Edaaaaaaaaaaaaaaan ….’ chat Endah di group mendengar, lebih tepatnya membaca tentang kehamilan anak ketiga Sari.
‘Kerajinan atau doyan?’ ledek Uswah.
__ADS_1
‘Rejeki booooooooo,’ balas Sari tak mau kalah.
‘Waktu hamil Dwipa, kamu sedih karena Dhisty belum genap 2 tahun, sekarang bilang rejeki. Muna ah,’ ejek Endah lagi
‘Hisss,’ Sari pun merasa tersudut. Lalu dia mengubah topik pembicaraan agar tidak di bully kedua sahabatnya itu. ‘Hamil yang ini, aku yang merasakan, aku baru tahu apa itu morning sickness. Walau enggak parah, tapi pagi kadang aku mual dan muntah. Tapi makanku tetap bagus, enggak rewel. Si dede ngertiin mamie nya harus makan buat mas Dwipa juga buat dia, jadi apa aja enggak nolak.’
‘Hahaha, iya ya, kehamilan Dhisty dan Dwipa yang ngerasain ‘kan bang Steve,’ balas Uswah.
‘Ho oh,’ balas Endah. ‘Baguslah, jadi kamu tahu apa yang kita berdua rasain, ya enggak Us?’
Mereka asyik ngobrol hingga salah satu harus berhenti karena kesibukan mengurus bayi atau anak mereka. Itu yang mereka lakukan ketika siang menjelang sore. Karena jam segitulah waktu kosong mereka para mamud ( mama muda ) buat ngerumpi.
***
“Bagaimana Dwipa dan dede hari ini?” tanya Steve sambil mencium kening instrinya dengan lembut.
“Alhamdulillah mereka enggak rewel. Dedek maemnya banyak, mas Dwipa mimik ASInya tetap lancar dan kuat. Yang rewel malah mbak Dhisty, kayaknya mau ada gigi yang tumbuh jadi dia ngences keluar liur dan agak demam,” Sari melaporkan apa yang ingin diketahui suaminya.
“Trus, mau di bawa ke rumah sakit?” tanya Steve, dia paling sedih bila anaknya demam atau rewel.
“Trus, hari Senin Mamie jadi mulai masuk kerja?” tanya Steve.
“Apa kamar baru buat anak-anak sudah siap Pie?” balas Sari. Sejak sebelum kelahiran Dwipa memang mereka membuat kamar baru di belakang butik, seperti paviliun, ada dua kamar dan juga ruang istirahat para pengasuh termasuk ruang salat, dapur minimalis serta ruang bermain. Kamar Dhisty nanti akan di ubah menjadi ruang kerja Sari. Dan ruang kerja Sari akan di bongkar untuk display.
“Sudah Mam, hanya ada beberapa peralatan belum datang, seperti kasur Dwipa dan tambahan bed buat pengasuh,” Steve langsung bergegas mandi, baju gantinya sudah disiapkan oleh Sari. Dia ingin segera bermain dengan Dhisty dan Dwipa.
“Semoga saja besok semua peralatan itu datang,” Sari mengambil baju kotor suaminya dan menaruhnya di bak baju kotor lalu dia segera keluar untuk menyiapkan kopi sore untuk suaminya.
“Mam, ini tadi Risye kirim ini buat Mamie. Ibunya datang dari Jakarta, dia sengaja pesan minta dibawakan oncom lalu dia kirim ke Mamie dan Dini.” Steve memberikan bungkusan yang lupa tertinggal di mobil ketika dia turun tadi.
“Alhamdulillaaaaah,” seru Sari, dia tadi kebayang-bayang makan combro pedas. Tapi oncom sebagai bahan isi sulit di dapat di Jogja. Walau tidak seperti orang ngidam yang harus dapat, tapi memang tadi dia kepengen combro. Combro adalah kue tradisional yang di buat dari parutan singkong, lalu isinya adalah oncom yang dibumbui cabe bawang dan dan bawang. Kalau suka pedas ya isi dibikin super pedas. Dibentuk bulat panjang lalu di goreng. Sepertinya bentuknya baku. Karena kalau bentuknya bulat dan pipih, isinya adalah irisan gula merah dan namanya bukan combro melainkan misro.
-----------------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
__ADS_1
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
Sambil nunggu yanktie update bab baru, mampir ke novel bagus karya teman yanktie ya
Judulnya BED FRIEND karya WENI HIDA
Blurb:
Kenzo awalnya selalu menolak Cleo, wanita bar-bar dan agresif yang sudah dijodohkan dengannya, tapi saat cinta itu sudah tumbuh kesalahpahaman pun terjadi yang membuat Cleo pergi meninggalkan Kenzo saat sedang mengandung anak dari Kenzo.
Dua tahun kemudian, Cleo kembali dan mereka pun bertemu, sayangnya Cleo sudah bertunangan dengan Nathan, anak dari orang tua angkat Kenzo yang pernah menyelamatkannya saat Kenzo dibuang di hutan oleh ayah kandungnya, Abimana.
Dapatkan Kenzo merebut kembali Cleo dari tangan Nathan? Ataukah dia harus terjebak dalam hutang budi? Lalu apakah Kenzo bisa menerima Abimana sebagai ayah kandungnya?
__ADS_1