KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
116 AYAH & BUNDA


__ADS_3

Hallo, gimana puasa kalian ? Semoga lancar selalu ya.


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.


Wah sayang Teddy baru menyadari sekarang saat Sari sudah jauh di Jogja dan menjadi istri orang. Andai Teddy menyadari sejak dulu lalu dia menyatakan cinta padaSari saat dia awal ketemu, bisa kemungkinan enggak ada Adhisty ya? Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


“Ok, hari ketiga gue nyusul. Gue juga kangeeen banget ama Sari.” Teddy pun menyetujui ide Bram menemui Sari.


Setelah itu Teddy memanggil Bagas untuk mengosongkan jadwalnya 4 hari sejak dia berangkat ke Jogja. Dia ingin refreshing berdua Bram seperti saat mereka SMA di Singapore.


Teddy langsung berpikir, apa yang dia akan bawakan sebagai oleh-oleh untuk Sari? Apa setelah jadi ibu, Sari masih sempat membaca buku? Apa masih hobby hunting kuliner? Apa masih hobby makan pangsit rebus tanpa kuah dan tanpa daun bawang dengan toping jamur yang banyak?


‘Aarrgghhh, kacau … Bram bikin aku malah sulit nyari bahan buat oleh-oleh untuknya,’ batin Teddy. Akhirnya Teddy memutuskan ke toko buku, dia akan membeli beberapa buku parenting bagi Sari.


Dan Teddy semakin tidak sabar menunggu 5 hari lagi. Menunggu keberangkatannya ke Jogja untuk bertemu Riri.


***


Akhirnya Steve membeli tanah di belakang show room nya. Dia belum tahu akan buat perluasan usaha atau untuk hal lain. Karena Sari juga belum memutuskan. Semua yang akan diambil adalah wewenang ibu negara. Jadi Steve hanya membeli untuk investasi saja.

__ADS_1


Hari ini Steve dan pak haji pemilik tanah pergi ke notaris. Tadi dia hanya mengantar Sari dan Dhisty lalu langsung keluar dengan pak haji. Cukup lama mereka di kantor notaris, bahkan selewat dzuhur belum juga rampung. Namun dari pada bolak-balik, Steve memutuskan tetap merampungkan semuanya hari ini. Tak mau menggangu istrinya, Sreve hanya memberitahu Sari kalau urusannya di notaris belum selesai sehingga tak bia makan siang bersama. Sari yang sedang memberi ASI pada Dhisty membalas chat suaminya. Dia mau telepon juga enggak enak, takut ganggu.


***


Bram sudah mewanti-wanti Endah, tidak memberitahu kedatangannya ke Jogja pada Sari. Bram tak ingin Sari repot mencari sesuatu untuk dititipkan padanya bagi istrinya dan Uswah. Karena Bram hafal bagaimana care nya Sari terhadap kedua sahabatnya itu. Bram hafal sifat Sari, karena dahulu pun dia menyukai Sari sebelum jadian dengan Endah. Walau tak cantik, namun inner beauty Sari memang membuatnya banyak pemuja. Namun sayang dia bersikukuh tak mau pacaran selama kuliah, apalagi dengan sesama mahasiswa. Dan terbukti, Sari memang tidak pacaran saat masih kuliah, dia mulai serius dengan Steve saat semester akhir, tinggal ujian skripsi, dan Steve bukan mahasiswa. Bram tak pernah kecewa tidak mendapatkan cinta Sari. Karena dengan persahabatan antara Sari dan Teddy, dia berhasil mendapatkan istri terbaiknya. Dia tak akan pernah menyesali jodoh yang diberikan Allah padanya. Dia sangat mencintai Endah. Apalagi saat ini ada calon anak di perut istrinya.


Hari ini jadwal Bram berangkat dengan pesawat pagi, semalam dia sudah mengecek kembali berkas yang harus dia bawa untuk presentasi di Jogja. Ini adalah tugas terakhir yang akan dia emban. Sehabis ini dia akan resign dan bekerja dengan Teddy. Saat hendak berangkat didengarnya istrinya sedang terisak. Bram tentu khawatir. “Kenapa Bund? Koq nangis?” Bram memang mulai membiasakan memanggil Endah dengan panggilan Bunda sejak mereka tahu Endah hamil.


“Engga-papa.” Endah terisak dan berlari memeluk suaminya. Dia tak ingin Bram pergi, karena sejak hamil dia tidak bisa tidur bila tidak memeluk suaminya. Padahal sebelum hamil, beberapa kali Bram dinas ke luar kota, Endah tidak masalah.


“Kalo Bunda enggak bisa jujur, Ayah marah ya. Ayah enggak suka mau pergi lalu ada hal yang nge ganjel seperti ini. Lebih baik Ayah enggak usah berangkat, dari pada berangkat tapi enggak bisa konsen kerja. ‘Kan percuma aja!” Bram memperingatkan Endah. Dia memang type yang mau nya semua persoalan langsung clear, agar enggak kepikiran. Dia tetap memeluk istrinya yang masih terisak.


“Baby enggak suka kalau Ayahnya jauh. Kasihan Bunda enggak bisa tidur kalau enggak peluk Ayah,” bisik Endah.


“Iyaaaa,” Endah pun berupaya berhenti menangis agar Bram bisa segera berangkat. Dia melihat mobil kantor yang akan mengantar Bram ke bandara sudah datang. Memang bila akan keluar kota Bram tidak mengendarai mobil sendiri, melainkan diantar oleh mobil kantor. Begitu pun saat kembali, akan di jemput oleh kantor. Dengan berat hati Endah mengantar suami tercintanya hingga teras. Dia juga bersiap untuk di jemput sopir ibunya. Selama Bram pergi memang Bram meminta Endah menginap di rumah ibu atau di rumah orang tua Bram. Dia tak ingin istrinya sendirian di rumah.


***


Sari sangat puas dengan perubahan tata letak di butiknya. Saat baru masuk pintu, konsumen akan langsung melihat becak cantik yang banyak di beri hiasan bahan batik halus yang ditata artistik. Ada manekin yang menggunakan kemeja batik dan celana lebar seperti sarung berbahan batik yang duduk sebagai pengemudi becak. Tak lupa ada topi batik bertengger manis di kepalanya.


Sedang di bagian penumpang ada manekin seorang ibu duduk dengan satu kaki diselonjorkan. Kakinya menggunakan sandal batik nan cantik. Si ibu juga menggunakan baju hamil dari batik karena perut manekin di lapis bantal sehingga terlihat dia seperti sedang hamil.


Masuk agak ke dalam, banyak hiasan batik yang di padu akar ratus wangi, sehingga ruang depan diselimuti aroma ratus. Steve sangat mengagumi kreasi istrinya. Tanpa malu dia memeluk tubuh mungil istrinya dari arah belakang. Tak peduli pada para karyawan yang melihatnya dengan tersipu malu. “Papie, bikin malu aja deh,” protes Sari yang kaget mendapat pelukan dari suaminya yang mau makan siang dengannya.

__ADS_1


---------------------------  \


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya

__ADS_1


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


__ADS_2