KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
107 IJIN BUKA PUASA


__ADS_3

Hallo, gimana puasa kalian di hari kedua kemarin? Semoga lancar selalu ya.


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.


Haha papa Steve dikerjain mas Arya sampai pegal. Gimana kelanjutannya? Lanjut baca keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


Sari sangat senang atas kiriman kakak iparnya. Lumpia Semarang mentah, moci dan bandeng presto asli Semarang. “Apa mbak Dini habis dari Semarang?” tanya Sari pada Steve.


“Wah aku enggak tahu, dan dia enggak cerita. Apa sih kirimannya?” tanya Steve,karena dia hanya bawa bungkusan tanpa mengintip isinya.


“Sepertinya ini semua langsung dari Semarang. Kalau mbak Dini enggak habis pergi. Pasti ada temannya yang dia titipi. Karena kalau dia dapat oleh-oleh, tentu enggak banyak dan bisa dibagi kesini.” Demikian asumsi Sari. Steve hanya meng iya kan saja pendapat istrinya itu.


***


Pagi ini Steve malas ke show room. Kemarin dia sudah melihat kamar Dhisty di butik sudah siap. Niatnya dia ingin beli furniture yang di butuhkan di ruang itu. Tapi dia maunya semua dia lakukan bersama Sari. Oleh karena itu mereka sepakat akan pergi menjelang makan siang. Sari minta makan siang di luar berdua. Dan Steve menyetujui permintaan kekasih hatinya. Dia tahu Sari mulai jenuh terkukung tembok rumah. Sejak pagi hingga malam tak ada pemandangan apa pun selain semua yang ada di rumahnya. Dia harus mengikuti keinginan istri mungilnya ini.


“Mamie pergi sebentar ya, beli alat-alat kamarmu di butik. Bulan depan kamu mulai ikut Mamie kerja. Kita enggak di rumah aja seharian seperti sekarang. Kamu enggak boleh rewel selama Mamie pergi. Nurut sama eyang dan mbak ya.” Sari berbisik pada Adhisty yang sedang tidur. Dia pamit pada putrinya.


“Berangkat ya Ma,” Sari salim pada mamanya. “ASI sudah siap, Mama cek dulu sebelum si embak ngasih ke Dhisty ya Ma,” Sari meminta mama memperhatikan kinerja pengasuh Adhisty.


“Mau makan apa dan dimana Mam,” tanya Steve. Dia tak mau istrinya kecewa kalau dia salah menentukan pilihan tempat makan.


“Aku ‘tu pengen mie ayam bakso pangsit seperti di Jakarta. Tapi di sini agak sulit carinya ya Pie.” Jelas Sari. Dia kangen mie gang kelinci pasar baru atau bakmie GM ( gajah mada ).


“Kita cari resto mie yang besar aja. Kali aja ada yang taste nya mirip ama mie gang kelinci atau GM,” jawab Steve seakan tahu apa yanag jadi keinginan istrinya.


“Ok,” jawab Sari riang. Yang penting dia bisa ketemu pangsit rebus tanpa kuah dengan banyak toping jamur.


Akhirnya mereka makan mie di pasar Kranggan yang memang menyediakan pangsit rebus sesuai keinginan Sari. Walau tidak persis sama, tapi Sari merasa puas bisa makan pangsit rebus kesukaannya. Selama ini bila dia kepengen, maka mama dan mbak Dini lah yang akan membuatkan untuknya.

__ADS_1


Sehabis puas makan, maka Steve mengajak Sari ke berbagai toko furniture. Dia membiarkan istrinya memilih semua kebutuhan kamar Adhisty di butik.


“Cukup Pie, pulang yok,” ajak Sari. Dia cukup lelah. Ini adalah kegiatan pertama di luar rumah setelah melahirkan, yang memerlukan energi besar.


“Capek?” tanya Steve sambil mengacak rambut di puncak kepala istrinya. Sari hanya menjawab dengan anggukan. Dia memang lelah namun puas. Semua sesuai keinginannya.  “Ok, kita pulang. Mau mampir beli sesuatu?” tanya Steve.


“Kayaknya enggak, tapi kalau Papie mau mampir beli martabak, aku enggak nolak.” Sari menjawab dengan senyum menggoda. Dia memang kepengen martabak telur dengan cabe rawit.


“Huuu … bilang aja minta jajan martabak.”  Steve mengerti keinginan istrinya. Dia pun segera melajukan mobilnya menuju rumah. Dan mobil dia hentikan di dekat gerobak martabak yang dia lewati menuju rumah mereka. Dia membeli 3 martabak telur untuk malam ini dan 3 loyang martabak manis untuk besok pagi.


***


Saat Steve sedang menunggu martabak selesai di buat, ponsel Sari berdering.


“Hallo Oma, apa khabar?” Sari langsung menjawab telepon dari mertuanya itu. Tak biaanya oma menghubungi sore hari. Biasanya ibu pengganti Steve akan menghubungi saat mereka sedang rehat menjelang tidur malam.


“Oma dan Opa sehat sayang. Cece oma bagaimana? Ada sehat ‘kan?” Oma menanyakan cicitnya.


“Kasih tau Steve, Vonny akan menikah di Semarang hari Sabtu lusa. Apa Steve bisa hadir mewakili Opa?” oma menyampaikan maksud dia menghubungi Sari. Untung Sari langsung menyalakan speaker telepon saat suaminya masuk mobil.


“Sepertinya bisa Oma, nanti dia biar naik travel, biar enggak cape,” tanpa tanya pendapat suaminya, Sari langsung memutuskan bahwa suaminya akan berangkat ke Semarang mewakili opanya. Steve yang mendengar keputusan istrinya hanya bisa menarik napas panjang. Dia pasti akan menjalankan tugas negara perintah presidennya itu.


“Kamu koq langsung mutusin kalau aku bisa sih Mam?” tanya Steve setengah protes saat oma sudah mengakhiri pembicaraan dengan istrinya.


“Itu sudah tugas kita sebagai anak. Kita wajib mengemban tugas orang tua. Kalau Opa sehat, pasti ke Menado pun dia akan berangkat kan? Terlebih ini hanya ke Semarang. Tapi karena kaki opa terkilir, maka opa minta kamu mewakili. Masa tugas ringan gitu aja aku akan melarang? Kalau aku boleh, aku juga akan berangkat koq,” jelas Sari panjang lebar. Steve sadar. Sari adalah anak yang menjunjung tinggi martabat orang tua. Dia pasti tidak mau suaminya tidak berbakti dan menolak tugas ringan dari opa. Dia bersyukur Sari sangat perhatian terhadap opa dan omanya.


“Iya, iyaaaa. Aku cuma becanda koq. Papie pasti akan berangkat sesuai perintah komandan,” goda Steve.


Setiba di rumah mereka langsung mandi agar bisa menggendong buah cinta mereka. Serasa sudah seabad meninggalkan Adhisty padahal belum sampai 8 jam. Bagaimana ibu yang kerja kantoran sehabis melahirkan, harus minimal 10 jam meninggalkan bayinya. Sari sangat bersyukur dia tidak bekerja di kantor orang lain. Sari langsung memberi ASI pada putrinya saat dia sudah selesai mandi. Steve yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri istrinya dan berbisik. “Papie boleh minta jatah enggak?” dia terpancing melihat mahameru Sari yang sedang dihisap Adhisty.


“Ih, mau saingan ama Dhisty?” jawab Sari.


“Papie relain deh mahamerunya buat Dhisty, jatah papie yang lain aja. Kan sudah boleh buka puasa.” Jawab Steve. Sudah tiga bulan dia puasa. Dia memang tidak seperti lelaki lain yang langsung buka puasa saat istri habis melahirkan empat puluh hari. Dua minggu sebelum kelahiran Steve sudah tidak tega menyentuh istrinya. Dan sekarang Dhisty sudah dua bulan lebih. Dia baru minta izin pada sang permaisuri hatinya itu. Sari yang mendengar permintaan suaminya segera sadar. Suaminya sangat menghormati dirinya. Tidak asal nyosor seperti cerita teman-temannya.

__ADS_1


“Nanti malam ya? Biar enggak keganggu Dhisty.” Balas Sari, dia tak ingin menunda menjalankan kewajibannya sebagai istri. Dia juga tak ingin Steve cari pelampiasan di tempat lain. Steve yang mendengar janji istrinya sangat senang. Dia mencium pipi Sari, pipi Dhisty dan terakhir menciumi mahameru yang sedang dihisap Dhisty. Tentu saja membuat Sari risih dan memukul punggung suaminya itu. Steve tentu terkekeh mendapat penolakan Sari.


***


Di butik, ada tamu istimewa. Dia minta langsung bertemu dengan Sari. Dia menyebut nama lengkap Sari sebagai pemilik butik. Para karyawan bingung. Karena sudah sore dan bu Sari baru saja cuti melahirkan. Maka mereka segera mencari Steve di show room. Tapi boss show room juga tak hadir, menurut info pegawai di sana, sang boss pergi belanja alat-alat untuk kamar sang baby di butik.


“Bisa ibu beritahu nama lengkap agar saya beritahu ibu Sari sia yang mencari dirinya? Tapi kami yakin ibu Sari tidak bisa hadir karena baru melahirkan.” Pegawai di butik mencoba bertanya siapa perempuan anggun nan ketus yang sedang mencari boss nya itu.


***


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja

__ADS_1


__ADS_2