
Masih suasana lebaran, masih asyik ngunyah kacang bawang atau nastar?
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. YANKTIE ( eyang putri ) seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.
Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
“Mbak sih enggak berpikir sampai sejauh itu. Sekarang kita cooling down aja, kamu sekarang berjuang agar babymu selamat! Itu dulu aja fokusmu saat ini. Tak usah berpikir kalau baby enggak bertahan, karena itu artinya kamu berpikir bisa saja terjadi dia tak bertahan. Nah ubah itu, kamu harus focus dia bertahan, abaikan kata-kata kalau dia tidak bertahan. Ulangi terus dia akan bertahan, beri afirmasi pada otakmu,” Dini menyemangati adiknya untuk merubah pola pikir.
“Satu lagi, jangan pernah berpikir untuk berpisah dengan Steve. Mbak pernah merasakannya, dan itu sangat menyakitkan,” Dini mengingatkan Sari akan perceraiannya dengan Harry ayah Amora putri sulungnya.
“Coba kamu mengingat semua kenangan manismu dengan Steve, mengingat begitu banyak batu yang harus kamu singkirkan untuk dapat berjanji di depan penghulu. Mungkin Steve kemarin tidak sadar saat berteriak, karena dia ‘kan sedang ngidam, bukan karakter asli dirinya. Kamu ‘kan kenal Steve lembutnya seperti apa?” kembali Dini mencoba membuat adik iparnya mengerti mengapa Steve berperilaku seperti itu.
“Kamu tau ‘kan maz Anto enggak doyan pedes, tapi saat aku hamil Abbhie dia ngidam tiap hari harus makan extra pedas. Apa itu maz Anto yang kita kenal? Buktinya setelah selesai masa ngidamnya dia kembali enggak suka pedas, walau mulai bisa makan pedas, namun tetap enggak suka. Jadi percaya sama mbak, kemarin itu pasti bukan emosi Steve yang asli.”
Sari diam, dia mendengarkan semua kata-kata mbak Dini dan mencernanya dengan baik.
Dini dan mama menemani Sari makan siang di depan televisi, tidak di meja makan. Saat makan Sari duduk setengah bersandar agar bisa makan tanpa disuapi, setelah makan dia kembali menurunkan bantal di kepalanya. Dia mulai mengafirmasi dirinya bahwa baby pasti bertahan dan akan lahir dengan sehat.
Sehabis makan siang Dini pulang, mama istirahat di kamarnya dan Sari termenung memikirkan percakapannya dengan mbak Dini.
‘Satu lagi, jangan pernah berpikir untuk berpisah dengan Steve. Mbak pernah merasakannya, dan itu sangat menyakitkan,’ Sari sedih karena membuat mbak Dini jadi mengingat perceraiannya dengan Harry ayah biologis Amora. Dan dia jadi ingat tadi sudah salah berucap kalau kehamilan adalah akibat pekerjaan dua pihak, karena bagi mbak Dini kehamilan Amora tak ada peran serta dirinya di dalam prosesnya. Mbak Dini hamil Amora karena perkosaan. Ah Sari menyesal berkata seperti itu. Dia berharap kakak iparnya tidak terluka.
‘Coba kamu mengingat semua kenangan manismu dengan Steve, mengingat begitu banyak batu yang harus kamu singkirkan untuk dapat berjanji di depan penghulu. Mungkin Steve kemarin tidak sadar saat berteriak, karena dia ‘kan sedang ngidam, bukan karakter asli dirinya. Kamu ‘kan kenal Steve lembutnya seperti apa?’ begitu tadi mbak Dini bilang. Benar dia sudah banyak menendang kerikil yang menghalangi jalannya menuju pelaminan. Betapa bodohnya dia melupakan perjuangan dirinya dan Steve untuk berjalan bersisian.
Kata-kata mbak Dini yang selanjutnya melintas adalah ‘Kamu tau ‘kan maz Anto enggak doyan pedes, tapi saat aku hamil Abbhie dia ngidam tiap hari harus makan extra pedas. Apa itu maz Anto yang kita kenal? Buktinya setelah selesai masa ngidamnya dia kembali enggak suka pedas, walau mulai bisa makan pedas, namun tetap enggak suka. Jadi percaya sama mbak, kemarin itu pasti bukan emosi Steve yang asli.’ Mbak Dini benar, abang bukan type pemarah atau bersuara keras, selama dia kenal sejak pacaran hingga menikah abang tidak pernah memarahi apalagi membentaknya. Mengapa baru sekali abang bersuara keras dia sudah enggak bisa memaafkan?
__ADS_1
Sari terus berpikir sampai tak sadar tertidur, karena obat yang diberikan dokter memang membuat dia cepat tertidur agar banyak beristirahat.
Malam kedua Steve tak di rumah, Sari mulai gelisah dan Adhisty rewel tak mau tidur. Sari bingung karena dia tidak bisa menggendong putrinya mengingat kondisinya yang seperti ini. Akhirnya dia mengirim chat pada Steve, ’Adhisty rewel dan aku enggak bisa gendong dia.’ Tanpa menjawab chat itu Steve langsung keluar ruang istirahat, menguncinya juga mengunci butik dan meluncur pulang.
“Sabar ya, nanti kakak digendong Papie ya, Mamie enggak bisa gendong kakak,” bujuk Sari mencoba menghibur Adhisty, namun putri kecilnya semakin keras menangis. Mama yang mendengarnya segera masuk kamar anaknya dan menggendong Adhisty serta mencoba membuatnya tertidur dengan cara mengayun dalam gendongannya. Mama membaca shalawat agar cucunya diam. Namun rupanya Adhisty merindukan sosok papie nya yang sejak malam kemarin tidak hadir di sisinya. Dia tetap merengek dalam gendongan eyang nya.
Steve turun dari mobil langsung menuju keran air di depan, dia mencuci wajah dan tangan di sana sebelum masuk rumah, agar begitu Adhisty melihatnya dia langsung siap menggendong. Dia masuk ke rumah setelah mbak Irah membukakan pintu saat mendengar mobil majikannya masuk halaman rumah.
“Assalamu’alaykum Ma,” sapa Steve melihat mama sedang kerepotan membujuk Adhisty. Dia langsung mengulurkan tangan pada putrinya.
“Wa’alaykum salam,” jawab mama, dia senang Steve sudah sampai di rumah, padahal dia baru saja ingin menghubungi menantunya.
Sari mendengar Steve memberi salam pada mamanya dan tak lama tangisan putrinya tak terdengar lagi. Sebelum Steve masuk kamar meletakkan Adhisty, Sari memilih keluar kamar terlebih dahulu. Dengan perlahan dia berjalan menuju kasur di depan televisi. Dia memilih tidur di sana.
Adhisty sudah tertidur, namun belum lelap, Steve sengaja menunggu sampai putrinya bisa dipindah ke kasur di dalam kamar mereka, kamarnya dan Sari. Steve juga melihat Sari tertatih-tatih keluar kamar dan pindah tidur di depan televisi.
Sari langsung tertidur, dia masih dalam pengaruh obat yang baru diminumnya sesudah makan malam tadi. Steve baru selesai mengurus putri kecilnya, dan dia langsung mematikan lampu-lampu rumahnya serta mengunci pintu pagar.
Sari yang merasakan kecupan di keningnya membuka mata dengan malas karena sangat mengantuk akibat obat pengurang stress yang di minumnya. ”Hhmmm … “ gumam Sari sambil beringsut sedikit.
Steve memeluk istrinya, namun tidak masuk ke dalam selimut. Tanpa sadar Sari membalas pelukannya dan mengguselkan kepalanya ke dada Steve, tempat paling dia sukai dalam dekapan suami tercinta nya.
---------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
__ADS_1
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.
TELL LAURA I LOVE HER berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.
Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.
Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix 95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya. Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.
Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.
Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?
__ADS_1