
39 PERTAMA KALI PAKAI BAJU SARIMBIT DI ACARA LAMARAN MBAK DINI
Sudah hampir 2 jam Dini keluar dari kamarnya, Anto mulai gelisah, dia meminta Sari menghubungi Dini. Terdengar nada dering di tas Dini di meja, rupanya Dini tidak membawa HP nya. Anto ingin lari mencarinya. “Emang tadi mbak Dini nangis kenapa tho mas?” tanya Sari yang penasaran. Anto menceritakan permintaan Dini, Dini sangat sakit hati atas kelakuan Puspita. Dini depresi memikirkan bila teamnya pak Irhan ga ada saat Anto dijebak oleh Puspita
“Mama sependapat dengan Dini, perempuan itu emang sudah kelewatan, kalau usahanya berhasil, dan kamu menolak menikahinya, kamu ga akan bisa berkelit bila dia nunjukin dia positive hamil padahal kamu ga pernah melakukan apapun ke dia. Mama juga bisa ngerasain ketakutan Dini semalaman ga bisa langsung terbang kesini saat kamu sedang ga sadar. Jadi kalau kamu lemah dan mau nurutin permintaan damai dari keluarga pak Hadi dan bu Murni, ya mama juga akan marah” kata bu Rahma membela Dini
“Yang bilang mau damai siapa? Mas belum jawab Dini, saat mama masuk, lalu dia udah pergi aja tanpa kasih kesempatan mas ngejawab. Gimana coba?” keluh Anto putus asa
HP Sari berbunyi, telpon dari Steve. Setelah saling mengucap salam, Sari memberitahu dia dan mamanya sudah di rumah sakit, sedang Steve bilang dia baru bisa meluncur ke rumah sakit sepulang jam kantor, karena Jakarta macet kemungkinan baru sampai rumah sakit sekitar jam 7 malam
“Ya gapapa, jangan dipaksain kabur kalau masih meeting. Hanya sekarang sedang ada masalah dikit, mbak Dini kabur sudah 2 jam lebih belum kembali, tadi dia sedikit ribut dengan mas Anto” lapor Sari
“Masalah apa de?” tanya Steve
“Keluarga Puspita minta damai, dan mbak Dini ga mau kalau mas Anto kasih damai, dan sepertinya mbak Dini memilih mundur bila emang ada perdamainan”
“Udah coba telpon Dini?” tanya Steve
“HP mbak Dini ditinggal di rumah sakit” jawab Sari
“Abang masuk dulu ya? Ini bisa telpon karena ijin ke toilet” kata Steve. Walau bingung dengan masalah di rumah sakit namun Steve ga bisa kabur begitu saja karena kedatangannya ke Jakarta saat ini memang untuk urusan pekerjaan
Sebelum maghrib Sari sengaja pulang, tadi dia lupa bawa perlengkapan untuk yang akan menunggu di rumah sakit. Barusan dia sudah telpon Steve untuk menjemputnya di rumah. Sari datang bersama Steve, dia membawa makan malam dan selimut untuk yang akan jaga malam.
“Hallo bro, betah lo disini?” goda Steve pada Anto
“Gue mending liburan di Bumijo daripada disini” sanggah Anto
***
__ADS_1
Setelah heboh kunjungan keluarga Puspita kemarin siang ( bab heboh penyelesaian masalah kaburnya Dini dan kedatangan keluarga Puspita bisa dilihat lengkap di cerita CINTA KECILNYA MAZ ya ), malamnya hanya Dini yang menjaga di ruang rawat Anto dan pagi ini sesuai kesepakatan mereka, sehabis sholat subuh Dini pulang untuk bertemu Amora
Sari dan bu Rahma datang saat Anto sedang dibuka infusannya. Hari ini Sari libur sehingga dia bisa full stanby bila Dini ingin istirahat dulu, namun tadi Dini telpon akan datang bila Amora sudah selesai makan pagi
“Maz, semoga hari ini sudah boleh pulang ya?” harap Dini
“Aamiiin, semoga boleh pulang, biar lusa bisa tumpengan ulang tahun Moya” sahut Anto
“Wah si endud mau ulang tahun ya” pekik Sari. “Kalau gitu tante Yai mau pulang dulu, mau cari kado buat ponakan chubby ku” lanjutnya. “Mama mau disini liat orang pacaran, nanti sore aku jemput atau ikut pulang sekarang?” tawar Sari
“Siapa juga yang pacaran?” kilah Dini
“Mama pulang ajalah, biar ga ganggu calon penganten” goda Bu Rahma
“Ye mamaaaa” kata Dini yang malu digoda calon mertuanya
Saat Sari dan bu Rahma baru saja keluar, dokter visite datang dan membolehkan Anto untuk pulang. Karena sebenarnya Anto sehat, dia dirawat hanya untuk membuang sisa obat tidur yang dikonsumsi secara over dosis olehnya, walau bukan konsumsi secara sadar, karena awalnya dia bukan orang yang ketergantungan terhadap obat itu, maka recoverynya sangat cepat
***
Steve yang rencananya pulang ke Jogja subuh tadi agar bisa langsung ke kantor, terpaksa mengundur kepulangannya saat kemarin Sari memberitahunya ulang tahun Amora akan diselenggarakan sore ini
Karena hari ini Steve sudah ga ngantor, maka sejak jam 2 dia dan Sari sudah lebih dulu tiba dirumah Dini
Jam 4 sore Sari meminta Steve menjemput mamanya,dia sedang tanggung menghias tumpeng bersama Dini
“Besok jadi pulang ke Jogja mbak?” tanya Sari ambil mengatur irisan telur dadar diatas tumpeng
“Maunya gitu de, tapi belum dibeliin tiket ama maz, aku mau beli sendiri ga boleh. Liat malam ini aja” jawab Dini
__ADS_1
“Sudah rampung semua nduk” tanya bu Rahma yang baru aja datang
“Sampun ma” jawab Dini mendekati calon mertuanya “Tanganku reget ma, ga salim ya” kata Dini mencium kedua pipi bu Rahma. Dini mengatakan ga bisa salaman dengan calon mertuanya karena tangannya sedang kotor ( reget ).
Sehabis Amora tidur, yang masih ada disana hanya keluarga Anto dan DIni saja, Anto memberi kejutan. “Ma, Pi, Mi” sapa Anto pada ketiga orang tuanya dan Dini. “Kemarin kami ke rumah Bapak, dan Bapak meminta Dini segera menikah. Oleh karena itu kami mohon doa restunya, kami akan menikah 2 bulan lagi saat Dini libur semesteran”
“Alhamdulillah kalau kalian sudah menetapkan waktu pernikahan, apa ga repot karena itu artinya akhir tahun, tiket kamu wira wiri gimana Din?” tanya papi Dini
Sari dan Steve sangat bahagia atas berita yang sangat baik ini
***
Hari ini hari yang dinanti oleh Sari dan Steve. Ini adalah moment pertama mereka pakai baju sarimbit karena hari ini mas Anto dan mbak Dini akan mengadakan lamaran. Steve mendampingi Sari, bu Rahma serta 2 pasang pakde dan bude nya Anto sebagai pengganti almarhum papanya serta Anto sebagai aktor utama hari ini tentu saja. Keluarga Anto dan keluarga Dini datang beriringan, mbak Sashi dan mas Teguh, mbak Kiran dan kang Amir, mami dan papi serta mama ke Cilandak
Memang lamaran Dini hanya dihadiri keluarga inti saja, tak ada kemewahan seperti saat lamaran Shinta dulu
Pakde Jarwo kakak tertua papa nya Anto membuka pertemuan itu dengan memperkenalkan keluarganya, lalu dilanjut dengan pakde Sigit, kakak tertua mama Anto yang bertugas menyampaikan tujuan mereka datang pagi ini
“Kami bermaksud meminang ananda Rahdini menjadi istri putra kami Prasetyanto. Semoga Bapak bisa menerima niat baik kami ini” begitu pakde menutup permintaanya pada Bapaknya Dini
“Saya sangat tersanjung atas berkenannya keluarga besar pak Sigit dan pak Jarwo rawuh ke gubuk kami ini, namun untuk masalah lamaran saya tidak bisa memutuskan menerima atau menolaknya, karena itu akan berpengaruh terhadap garis hidup anak saya ke depannya. Jadi untuk jelasnya silahkan nak Anto menanyakan kesediaan Dini secara langsung” jawab Bapak pada pakde Sigit
Anto yang diberi waktu untuk berbicara bingung, karena saat itu Dini belum berada di ruangan itu. Bapak yang melihat kebingungan diwajah calon menantunya tersenyum kecil lalu dia mengangguk pada dek Retno sepupu Dini
Lalu Retno masuk ke dalam, mengabari sepupunya yang lain dek Rari untuk keluar mengapit Dini yang berjalan keluar menggandeng Amora
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
Jangan lupa like dan vote nya ya
__ADS_1