KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
62 HONEYMOON BACKPACKER


__ADS_3

Sari mengucap hamdalah dalam hatinya, dia tidak menyangka pagi ini dirinya sudah menjadi istri dari Steve. Di hapusnya bulir air mata yang sedikit membasahi kelopak matanya. Dia lalu mengikuti prosesi lanjutan dengan hikmat di mulai mencium tangan imamnya.


Bu Rahma sangat bersyukur tugasnya sebagai orang tua telah tuntas dengan menikahnya putri bungsunya pagi ini.


***


“Makasih ya honey, aku berjanji akan menjadi imam terbaik untukmu.” bisik Steve saat siang ini mereka baru saja masuk ke kamar dan hendak ganti baju. Acara resepsi akan langsung di adakan nanti malam, karena itu mama memerintah Sari istirahat agar kuat berdiri nanti malam.


Resepsi pernikahan Sari juga sekalian ajang reuni bagi sahabat-sahabat saat SMA dan kuliah. Juga teman-teman Steve, rekanan dan tentunya para saudara mereka, selain juga teman-teman kantor lama Anto.


Malam ini Steve yang terlihat berbeda dengan pakaian adat Kuningan daerah asal mama dan papa Sari.


***


Sehabis resepsi yang melelahkan Sari dan Steve terkapar di kamar pengantin di rumah Sari. Acara resepsi memang tidak di buat di gedung atau hotel, melainkan hanya di adakan di rumah saja. Steve dengan telaten membantu Sari membuka asesori pengantin dan menyimpan dalam kotak milik perias.


“Abang balik badan, aku mau ganti baju dan sekalian mandi,” pinta Sari. Kamar mandi di rumahnya memang hanya kamar mandi bersama, tidak ada kamar mandi di kamar.


“Kita kan sudah halal de, masa liat aja ga boleh?” goda Steve, namun dia langsung berbalik badan takut istrinya marah karena dia tahu Sari sedang PMS di hari pertama tamu bulanannya. Steve juga segera membuka baju pengantin dan bersiap mandi bergantian dengan istrinya.


***


Anto dan Steve mengurusi pengosongan rumah 4 hari setelah acara pernikahan, kemarin juga mobil Anto yang selama ini sengaja di tinggal di Jakarta untuk di gunakan oleh Sari sudah terjual. Barang yang masih ingin di gunakan di naikan ke dalam truk dan akan di bawa ke Jogja ke rumah pribadi Steve yang terletak di Jalan Kaliurang, besok sepulang dari Jakarta dan Sari akan langsung menempati rumah yang mereka beli sebulan lalu. Kemarin pagi Dini, mama dan anak-anak serta ART sudah kembali lebih dulu ke Jogja, karena Dini tak bisa ijin lama-lama berhubung akan memasuki waktu mid-semester. Dan malam ini Anto akan kembali ke Jogja dengan penerbangan terakhir. Sehingga besok saat truk sampai di Jogja Anto bisa menerima kedatangan mereka, serta mengawasi kerjanya

__ADS_1


Rencananya pengantin baru akan kembali ke Jogja 5 hari lagi karena oma dan opa masih ingin lebih lama kumpul dengan keduanya selain keluarga dari luar kota masih full di Jakarta. Dan selama di Jakarta mereka menginap di rumah oma.


***


Steve menutup koper miliknya, istrinya sengaja hanya membawa satu koper besar untuk mereka berlibur di Bandung. Liburan dadakan yang tercetus saat dia dan istrinya sedang berbincang di malam ke dua pernikahan mereka. Mereka memang tidak sengaja menetapkan liburan tertentu untuk honeymoon. Rencananya hari ke 9 mereka akan kembali ke Jogja sesuai permintaan oma. Namun karena rencana dadakan ini semalam Sari langsung minta ijin pada oma untuk liburan ke Bandung lalu pulang langsung ke Jogja.


“Harusnya kita pakai dua ransel besar, bukan koper seperti ini, jadi pas judulI kita adalah  I cetus Steve.


“Abang ada ransel besar?” Sari juga berpikir memang lebih enak dengan ransel agar lebih mudah.


“Ada!” Steve membuka lemarinya dan mengeluarkan 3 buah ransel miliknya yang masih tersimpan di sini.


“Ya udah, sini aku atur ulang,” Sari memilih 2 ransel yang akan mereka gunakan sebagai pengganti koper.


“Yang satu ranselnya ini aja, jangan besar semua,” Steve mengganti satu ransel pilihan istrinya dengan yang lebih kecil. Dia tidak ingin Sari membawa beban ransel besar seperti dirinya.


***


Dari stasiun Bandung, mereka naik angkot ke arah Maribaya, Steve ingin malam pertama di Bandung mereka menginap di sana.


Sehabis menyimpan ransel di kamar hotel, Steve dan Sari mulai berjalan di daerah wisata Maribaya dan sekitarnya. Sari langsung ingat opa, mama dan mbak Dini saat banyak melihat penjual tanaman, karena mereka bertiga penyuka tanaman.


Lelah seharian melihat pemandangan, jam 8 malam baru mereka kembali ke kamar hotel. Sari menyiapkan baju ganti untuk diri sendiri juga suaminya. “Bang ini bajunya,” Sari menyerahkan baju ganti yang baru dia ambil dari ransel. Dan dia sendiri langsung masuk kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.

__ADS_1


Sari terkejut ketika sedang asyik mandi dengan shower air hangat ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang. “Abang!” pekiknya, namun dia tidak menolak apa yang di perbuat suaminya. Karena itu hak Steve sebagai suami dan sejak subuh sebelum berangkat ke Bandung dia juga sudah mandi junub sehabis menstruasi.


Steve mengangkat tubuh basah istrinya dan membaringkannya ke kasur setelah sedikit mengurangi basahnya dengan handuk agr tempat tidur mereka tidak lembab.


Akhirnya mereka bisa melakukan malam pertama sebagai pasangan halal setelah tertunda 5 hari karena Sari mendapat tamu bulanan yang datang saat ijab kabul.


***


Esoknya mereka pindah hotel, ke arah berbeda, Sari meminta arah Cihideung. Kembali mereka di suguhi keindahan alam dan pesona penjual makanan serta wisata kuliner murah meriah namun tetap enak. Bandung memang surga bagi penggemar jajanan seperti Steve dan Sari. Mereka bukan species yang mengharuskan makan nasi dengan lauk lengkap. Mereka bisa makan hanya siomay, batagor atau roti bakar saja. Sari bersyukur di detik-detik terakhir suaminya punya saran mengganti koper dengan ransel. Karena ransel lebih fleksibel di bawa kemana-mana.


Ternyata aku bahagia tanpa honeymoon mewah seperti yang pengantin lain impikan. Aku sangat bahagia mendengar tawa cerianya serta memandang senyum manisnya. Liburan seperti ini lebih berkesan untukku dan istriku tercinta, batin Steve sambil memeluk bahu Sari yang tertidur dalam angkot saat mereka sedang menuju hotel mereka malam ini.


“Honey,” bisik Steve membangunkan Sari untuk turun. Steve mengambil alih belanjaan yang di pegang Sari, dia memastikan tak ada yang tertinggal di angkot.


Jangan bayangkan kalau lelah berwisata lalu pengantin baru bakal libur tancap gas. Tentu itu tak akan terjadi. Steve tentu tidak akan membiarkan Sari istirahat di malam ke dua. Dia yang semalam baru merasakan rally Dakar tentu tak ingin libur mengikuti race malam ini. Steve mmemulai saat Sari bersiap mandi. Dan akhirnya mereka sukses mengikuti race di etape malam ini. Tentu saja tidak hanya sekali putaran.


 -------------------------------------


Yanktie ucapin makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini.


Biar ga penasaran ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa.


Jangan lupa like dan vote serta komennya dan bintang 5 nya

__ADS_1


Sambil nunggu bab selanjutnya dari kisah ini, bisa baca cerita teman yanktie ini, ga bakal kecewa deh



__ADS_2