KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
137 KAMAR BAYI LELAKI


__ADS_3

Hai hai yang kemaren bilang mbak Sari marahnya jangan kelamaan ngerti ya alasan dia marah lama ke papie Steve? Rupanya ada trauma masa kecil yang sangat membekas. Tapi sekarang mereka sudah baikan koq. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. YANKTIE  ( eyang putri ) seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


Sore menjelang maghrib Steve menerima sawo mentega dari Bram dengan mata berkaca-kaca. Karena keinginannya ini istri tercintanya sampai terluka. Dia sungguh tak menyangka ngidamnya kali ini hampir membuat mereka berpisah.


***


Bulan keempat kehamilan. Steve mulai normal, morning sickness-nya sudah hampir tak dia alami lagi. Namun seperti kehamilan Adhisty, sekarang Steve kembali ke pola makan tak henti. Dia makan sering dan dalam porsi banyak. Sari mengerti, Steve begitu juga karena kehamilan dirinya. Untungnya mereka sekarang satu lokasi sehingga semua yang diinginkan Steve mudah Sari siapkan. Selain di butik ada dapur dan kulkas, Sari juga banyak membawa lauk yang ada di rumah untuk persediaan makan Steve. Ngidam yang aneh-aneh juga sudah tak pernah dialami lagi.


“Mau makan lagi?” tanya Sari saat belum dua jam di ruang kerjanya, Steve sudah memasuki butiknya. Suaminya hanya cengar cengir karena malu. “Ini, tadi simbok membawakan arem-arem untukmu. Isinya tuna pedas.” Sari membuka tupperware isi arem-arem yang memang sengaja dia bawa untuk suaminya. Steve menerima kotak bekal itu dan menghabiskan 2 buah arem-arem tuna pedas. Setelah itu baru dia kembali menuju ruang kerjanya.


***


“Sudah bangun ya sayangnya Mamie?” Sari menciumi Dhisty. Dia tadi ikut tidur dengan putrinya. Sejak hamil memang Sari rutin tidur siang bersama Dhisty, dia lebih sering merasa lelah. Sari mengajak Dhisty ke kamar mandi untuk buang air kecil. Sesudah itu dia memanggil mbak Irah agar mengawasi Dhisty kembali, juga memberinya buah jatah cemilan sore bagi putri kecilnya itu.  Sari bergegas merapikan pakaiannya sehabis salat. Dia akan kembali bekerja sambil menunggu waktu pulang kerja. Steve juga belum kembali ke show room. Pria itu sejak tadi pergi hunting mobil.


***


Usia kehamilan Sari sudah masuk bulan ke 5, dan Steve baru sebulan lalu selesai dari fase morning sickness. Doa dan harapan Anto kali ini ter kabul seminggu setelah mereka tahu kehamilan kedua, Steve mulai muntah-muntah hingga usia kehamilan Sari 4 bulan. Cinta Steve pada Sari memang terlampau kuat sehingga dia merasakan hamil simpatik seperti itu.


“Baik-baik kerja sama Mamie ya sayang” ucap Steve saat turun mengantarkan Sari, di kecupnya perut istrinya lalu dia kecup puncak kepala Sari. Dia mengantar Sari sampai masuk ke ruangan nya. Adhisty sudah sejak turun mobil langsung keliling butik di ikuti pengasuhnya.


“Pie, nanti kalau orang suruhan mbak Dini datang Papie terima ya, aku banyak kerjaan mbalas email dari manca negara,” pinta Sari pada Steve karena ruangan Steve bisa lebih cepat melihat orang yang datang ke tempat usaha mereka.


“Mau mbawain apa?” Steve langsung tahu kalau Dini menyuruh orang mengantarkan sesuatu, pasti soal makanan.


“Mbak Dini bilang bikin pangsit rebus dan mie ayamnya juga sih. Tapi akan dia banyakin pangsit rebus untukku,” jawab Sari. Jangan lupa dia penggemar berat pangsit rebus dengan toping jamur.

__ADS_1


“Wah aku mau bangeeeeeeet pangsit rebus, bilang Dini bonus pangsit goreng juga, porsi jumbo,” Steve malah kepengen pangsit yang akan di bawakan Dini untuk istrinya


“Ya wis aku telepon mbak Dini, ” pesan Sari sambil mencium tangan suaminya walau mereka hanya berbeda ruangan saja.


“Ah kalian nih, untung aku belum berangkat,” Dini menjawab permintaan adik iparnya dengan senang walau seakan dia mengeluh. Hari ini Dini memang libur karena sedang akhir semester. Dia sudah janji akan ke kantor Anto dengan Arya untuk makan siang. Moya tidak ikut karena sedang berlibur dengan mama ke Malang. Rupanya Dini tidak menyuruh  seseorang, tapi dia antar sendiri pangsit itu, sekalian dia berangkat ke kantor Anto.


“Aku enggak lama-lama ya De, kasihan Maz Anto kalau telat makan,” Dini pamit setelah puas menciumi Dhisty. Dini mencari jagoan kecilnya yang sejak datang langsung menghampiri papa Steve.


“Ayo Mas Arya, kita pulang,” ajak Dini.


“Katanya mau ke kantor Daddy?” protes Arya.


“Iya, maksud Mommy kita pulang dari sini, langsung ke kantor Daddy. Bukan pulang ke rumah,” Dini menjelaskan maksud kata-katanya.


***


Dikehamilan kedua ini, Steve ingin tahu lebih dulu apa jenis kelamin anak kedua mereka, dan pagi ini mereka mendapat info, kemungkinan anak kedua mereka adalah laki-laki. Steve langsung berpikir akan menambah kamar untuk jagoan kecilnya. Akan didekor dengan thema laki-laki. Karena awalnya bila anak kedua mereka perempuan, Sari hanya akan merubah kamar Dhisty menjadi kamar bersama dengan sang adik.Tidak terasa saat ini harus kontrol lagi. Usia kehamilan 6 bulan. Hari ini Steve dan Sari mendapat kejutan foto tampan calon anak mereka. Tentu saja hasil print USG itu langsung tak henti membuat mereka takjub dan bersyukur


“Itu keren lho Pie, tapi yang ini juga bagus bangeeeet,” Sari dan Steve sedang di toko furniture bed bayi. Mereka melihat semua barang yang di display, lalu sang pramuniaga memperlihatkan album foto produk untuk memberi wacana pilihan selain yang ada di ruang display. Sementara Steve hanya diam, karena memang semua yang Sari tunjuk benar-benar bagus dan sesuai dengan seleranya juga.


***


Hampir 3 minggu Sari dan Steve menyiapkan kamar bayi kedua mereka. Semua keputusan yang diambil selalu melewati tahap diskusi. Sari atau Steve tak mau mengambil keputusan sepihak. Bahagia! Itu yang sekarang mereka rasakan. Mereka selalu bisa mengambil pelajaran dari kejadian yang mereka alami. Selain itu Steve dan Sari juga mulai menceritakan masa lalu mereka yang sebelumnya tidak diketahui pasangan masing-masing seperti trauma yang dialami Sari saat TK dulu. Steve menceritakan kerinduannya terhadap sosok mama. Walau ada oma yang menggantikan maminya setelah sang mami meninggal, tapi kasih sayang oma ke cucu beda dengan kasih sayang seorang ibu. Itu sebabnya Steve sangat sayang terhadap maminya Dini, mamanya Harry dan mama mertuanya sekarang. Maminya Dini dan mamanya Harry selalu menyayangi dirinya yang hanya teman anaknya. Mereka melakukan itu dengan tulus. Dan Steve menghargai perempuan seperti itu. Sedang mama mertuanya adalah ibu sempurna di mata Steve. Mama tak pernah membedakan menantu dan anak kandung. Dia bersyukur mempunyai mertua seperti bu Rahma.


.


 ----------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.

__ADS_1


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.


TELL  LAURA  I  LOVE  HER  berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.


Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.


Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix  95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya.  Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.  


Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.


Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?

__ADS_1



__ADS_2