
Sari baru saja rampung mendaftar wisuda, dia mengisi data dengan teliti, membayar uang toga dan lain-lain. Sambil menunggu Uswah dan Endah selesai dia memperhatikan HP nya yang memperlihatkan notifikasi sms dari nomor yang tidak terdaftar di HP nya.
“Bisa kita ketemuan? Saya ada info tentang Steve yang masih mencintai saya di belakang anda” demikian bunyi sms yang baru saja di terimanya.
Lagi … lagi … dan lagi, aku harus berurusan dengan para pemuja Steve, rasanya aku jenuh dan ingin bebas dari dia, keluh Sari dalam hatinya.
“Maaf saya ga minat, kalau memang dia masih mencintai anda, ya anda ambil saja, saya rela membuang sampah pada tempatnya!” balas Sari lalu dia memblokir nomor tersebut.
***
Sari sedang uring-uringan, dia kesal sendiri setelah menolak Steve. Dia benci keputusan yang di ambilnya meminta Steve menjauh, namun dia masih terluka karena minggu lalu dia mendapat sms entah dari siapa yang sangat memprovokasinya. Dia menyesal karena tidak menanyakan kebenarannya pada Steve. Dia sudah mendaftar wisuda, sudah ambil Toga, namun merasa tidak ingin hadir di acara tersebut karena pendamping yang di inginkannya engga akan hadir di sisinya, semua karena ulahnya meminta Steve tidak mendekatinya lagi. Tapi dia tidak mungkin engga berangkat wisuda, mama sangat mengharapkan melihat prosesi wisudanya.
Flash back on
“Assalamu’alaykum cintanya abang” sapa Steve malam ini, dia kangen berat karena seharian dia engga bisa kirim khabar pada kekasih hatinya, untuk itu malam ini dia sengaja langsung telepon
“Wa alaykum salam,” jawab Sari datar.
“Koq juteq gitu ngejawabnya, abang kangen banget, abang udah atur jadwal buat acara wisudamu akhir minggu depan!” jelas Steve bersemangat.
“Bisa aku bicara serius?” tanya Sari.
“Ada apa, biasanya juga ga perlu pakai ijin kan kalau mau bicara?” tanya Steve.
“Aku ingin mulai hari ini kita break, aku ingin kamu menjauh,” kata Sari terbata-bata.
“De, maksudmu apa? Aku salah apa?” tanya Steve bingung.
“Abang ga salah apapun, tapi aku yang salah, aku yang ingin menepi. Aku yang ga sanggup berada disisimu.”
“Astagfirullah de, kenapa jadi gini sih. Kamu ada persoalan apalagi?’ pancing Steve.
__ADS_1
“Ga ada apa-apa, aku hanya mau kamu menjauh,” lirih Sari bicara lalu tanpa salam dia memutus pembicaraan mereka.
Steve hanya terpaku, sampai larut dia engga bisa tidur, bahkan saat ini tanggal sudah berganti karena sudah lewat tengah malam. Dia hanya berpikir viruz apalagi yang datang menghampiri kekasih hatinya kali ini?
Esoknya Steve menghubungi Anto saat akan pulang kantor. “Hallo bro, ada dimana lo?” tanya Steve setelah mengucap salam, Steve sedang serius belajar agama Islam, namun dia engga ingin Sari tau, hanya Anto dan Dini yang tau.
“Baru mau pulang, kenapa?” tanya Anto
“Ya udah, ketemu di rumah lo aja, gue yakin lo ga mau dan ga bisa kan kalau gue ajak ketemuan pulang kantor?” tuduh Steve, dia tau sekarang kondisi Dini engga seperti dulu, Dini tidak bisa Anto bergeser sedikit aja dari dirinya, dan engga bisa Anto terlambat sebentar aja.
Steve segera keluar kantornya, kali ini dia mampir Malioboro membeli lumpia Semarang langganan Dini, Dini engga suka bila lumpia bukan di beli di sini, entah kenapa, dia bilang cocok dengan rasa yang di jual di tempat langganannya tersebut.
Sehabis makan malam, Dini mengeluarkan kopi dan lumpia bawaan Steve. Perutnya sudah membesar, usia kehamilannya sudah 5 bulan. “Kenapa Steve, koq galau gitu?” tanya Dini, dia tau ada yang ingin Steve sampaikan pada Anto, namun Steve ragu.
“Sari minta gue menjauh dari dia, dia ga yakin kalau gue serius ke dia!” keluh Steve.
“Dia minta kamu menjauh, ga minta putus kan?” tanya Dini.
“Buat perempuan itu beda. Aku ga tau kalau buat kalian kaum laki-laki. Dia hanya sedang tidak nyaman, dia sedang ragu maka minta menjauh. Biarkan beberapa saat hingga dia berlari kearahmu dan memelukmu” nasehat Dini.
“Tapi sayangku, minggu depan hari wisudanya, aku ga mungkin ga berada disisinya saat itu. Dan aku sudah atur jadwal agar aku ada kegiatan kerja di Jakarta, sehingga sudah beli tiket untuk berangkat kesana,” tukas Steve.
“Kamu datang di hari H, langsung ke lokasi, aku pastikan kamu bisa masuk ke arena walau ga bawa undangan” janji Anto.
“Kalian memang best couple, I really appreciate you guys, I’m proud to be friends with you” Steve bahagia karena sudah mendapat solusi kesulitannya.
Flash back off
***
Sari ingat kemarin kakaknya telepon kalau Steve akan bersama keluarga kakaknya berwisata ke pantai, Sari sangat menyesalkan keputusannya, namun dia engga mungkin meminta Steve untuk hadir esok hari saat wisudanya.
__ADS_1
Flash back on
“Mas ga bisa datang ya de, mbakmu sudah ga bisa naik pesawat, sedang bila naik kereta terlalu lelah, jadi kami sengaja atur waktu dengan Steve buat main ke pantai,” Anto mengabari Sari mereka engga bisa datang ke Jakarta, dan mengatakan ingin pergi dengan Steve ke pantai, padahal Anto tahu sejak 4 hari lalu Steve sudah berangkat ke Jakarta dengan kereta api malam karena tiket pesawat penuh.
Sari berpikir panjang, ternyata Steve memang engga akan hadir di hari bahagiaku, dia menjauh seperti yang ku minta, pikir Sari sedih
“De? Kamu gapapa kan?” tanya Anto yang lama engga mendapat jawaban Sari.
“Gapapa mas, yang penting mbak sehat, aku kangen banget, habis wisuda aku dan mama niat ke Jogja sebelum aku sibuk cari kerja,” ucap Sari menjawab pertanyaan Anto.
“Gimana kalau kamu cari kerja di Jogja de? Kan mama juga mau ikut mas, kalau memang kamu ga mau tinggal dengan mas, kita bisa beli rumah disini, kamu dan mama bisa 1 rumah, rumah Jakarta kita jual aja, nanti mas tanya mbak Rina dia setuju ga. Tapi yang pasti kemarin mama sudah setuju pindah ke Jogja,” usul Anto.
“Nanti aku tanya mama, boleh ga aku cari kerja di Jakarta saja,” tukas Sari, dia engga yakin mau pindah ke Jogja dan akan sering ketemu dengan Steve, pria yang ingin dia jauhi.
Flash back off
Besok adalah hari H wisudanya Sari, sudah sejak kemarin Steve berada di Jakarta, dia sedang di kantor pusat menyerahkan laporan kinerja kantor cabang Jogja yang dia pimpin di Jakarta. Sudah 2 hari kerja di Jakarta, besok sengaja Steve kosongkan harinya untuk menghadiri wisuda kekasih kecilnya.
Sejak pagi Sari sudah ke salon Wati di jalan Pramuka yang terkenal merias wisudawati dia mendapat jadwal jam 6 pagi. Sari pangling pada wajahnya sendiri saat selesai di make up, andai kamu hadir, dan memintaku untuk menjadi pendampingmu, apapun alasannya, apapun halangannya, aku akan menerima permintaanmu bang, janji Sari dalam batinnya. Aaaah andai aja kamu bisa hadir,apapun permintaanmu akan aku kabulkan bang, aku kangen kamu, keluhnya sambil memasuki mobilnya menuju ke rumah, dia harus berganti kebaya dan berangkat bareng mama tentunya.
Steve sudah mengenakan jas cream di padu dengan kemeja coklat serta celana coklat tua, di tangannya terdapat se ikat mawar merah nan harum dan sangat indah dengan pita besar berwarna gold. Dia sudah standby di pintu masuk wisudawan. Di lihatnya Sari yang berjalan pelan tanpa semangat, sedikit kesulitan menaiki 1 level lantai yang berbeda ketinggian, dia tertatih karena menggunakan kain. Steve segera menghampirinya lalu membantunya untuk naik.
--------------
Yanktie ucapin makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini.
Biar ga penasaran ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau habis koq.
Jangan lupa like dan vote serta komennya dan bintang 5 nya
Sambil nunggu bab berikut dari kisah ini, bisa baca cerita teman yanktie ini, ga bakal kecewa deh
__ADS_1