KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
63 PACARAN SESUDAH MENIKAH


__ADS_3

“Honey,” bisik Steve membangunkan Sari untuk turun. Steve mengambil alih belanjaan yang di pegang Sari, dia memastikan tak ada yang tertinggal di angkot.


Jangan bayangkan kalau lelah berwisata lalu pengantin baru bakal libur taancap gas. Tentu itu tak akan terjadi. Steve tentu tidak akan membiarkan Sari istirahat di malam ke dua. Dia yang semalam baru merasakan rally Dakar tentu tak ingin libur mengikuti race malam ini. Steve mmemulai saat Sari bersiap mandi. Dan akhirnya mereka sukses mengikuti race di etape malam ini. Tentu saja tidak hanya sekali putaran.


---


Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Steve dan Sari yang sejak kenal di lanjut jadian dengan kondisi LDR tentu belum banyak mengenal sifat asli pasangannya.


Sari si bungsu bertemu dengan Steve yang anak tunggal. Sari si jenius bertemu Steve yang pintar namun lebih kuat di dunia seni. Dari dua hal itu aja banyaaaaaaaaaak hal yang bikin mereka harus menurunkan ego dan emosi.


Sebagai anak bungsu dan anak tunggal keduanya sama-sama mau menangnya sendiri, dan di dalam rumah tangga mereka mulai merubah dan saling toleransi.


Belum lagi dua kultur budaya mereka yang berbeda. Sari biasa di didik mama dengan anggah ungguh Jawa Kuningannya, sedang Steve biasa dengan segala kebebasan berpendapat ala Belanda sesuai dengan didikan omanya yang asli Menado.


Beruntungnya keduanya selalu mau open mind dan selalu berdiskusi dalam segala hal sehingga hanya keributan kecil lah yang terjadi dan itu merupakan bumbu dalam kisah cinta mereka.


Sejak menikah mereka merasa sedang pacaran secara halal. Dan saat week end kadang mereka pacaran keluar kota, misal ke Solo, Semarang atau bahkan ke Jakarta menengok oma dan opa.


Mungkin karena mereka sekarang telah bersama, maka godaan orang ketiga sudah tak ada lagi.


Setahun sudah Steve dan Sari menikah, hari ini mereka makan berdua di lesehan Malioboro mengingat perjalanan cinta mereka. 12 bulan mereka masih berdua, tentu saja Sari mulai was-was. Dia takut tak bisa memberi keturunan pada suaminya


Saat sedang makan Sari ingat kekurangannya tersebut “Yank, kalau di antara kita ga ada anak gimana?” tanya Sari lirih.


Steve yang mengetahui ke galauan istri kecilnya tentu tidak berani menjawab dengan asal-asalan. Dia tidak mau Sari menjadi sedih dan tambah menjadi beban bagi perempuan muda di depannya ini.

__ADS_1


“Honey, usia kamu masih muda, jadi kamu jangan takut ga bisa punya anak, kamu sehat dan kita masing-masing tahu kita rajin usaha kan?” Steve mengedipkan matanya menggoda Sari.


“Aku serius, kalau kita ga dapat momongan gimana?” desak Sari.


“Keturunanku memang lama dapat momongan, oma dan opa dapat papi setelah nikah 6 tahun dan mereka hanya bisa dapat 1 walau ga pernah pakai alat KB. Dan mami baru dapat aku ketika sudah 3 tahun lebih menikah. Jadi wajar aja kalau sekarang aku belum dapat momongan. Tapi kalau kamu ragu, besok kita jadwalkan periksa ke ahli kandungan aja,” jawab Steve berupaya menepis ketakutan istrinya.


“Momongan itu memang ga bisa kita atur, kamu lihat Dini, sekali di senggol Harry jadi Amora dan di senggol Anto langsung jadi Arya, tapi mbak Sashi kakaknya Dini butuh bertahun-tahun dapat jagoannya kan?” tegas Steve lagi “Mulai sekarang bebaskan pikiranmu dari beban harus segera punya anak ya? Kita nikmati aja semua yang di gariskan Allah untuk kita.”


Sari pun merasa terhibur dan sedikit terbebas dari beban yang selama ini menghimpitnya.


***


“Bang, peluk,” rengek Sari pagi ini, dia malas sekali bangun, walau sejak tadi sudah mendengar alarm subuh berdering.


Dengan sedikit memaksa Sari akhirnya mau bangkit untuk sholat berjamaah, lalu sesudah itu dia kembali meringkuk di kasurnya tanpa membuka mukena. Steve yang entah kenapa sejak kemarin selalu merasa lapar langsung bergegas menuju dapur, dia membuat nasi goreng kecap lengkap dengan garnis tomat dan timun.


Setelah nasi goreng selesai Steve berupaya membangunkan Sari untuk sarapan namun Sari tetap tak terusik. Akhirnya Steve sarapan lebih dulu. Tidak tanggung-tanggung dia menghabiskan 2 piring nasi goreng. Padahal biasanya dia sulit makan kenyang bila masih terlalu pagi.


Sudah 2 jam dari sejak Sari kembali tidur dari sholat subuh tadi. Steve sudah bersiap berangkat kerja, namun Sari belum bangun. Di tulisnya memo di tutup piring nasi goreng yang dia siapkan untuk Sari lalu dia berangkat kerja. ART nya belum datang karena ART datang jam 8 pagi dan akan pulang max jam 12 siang.


Jam 9 pagi Sari baru terbangun karena perutnya berteriak minta di isi. Di lihatnya ARTnya sedang mengeringkan pakaian di mesin cuci sambil menyikati lantai tempat cucian agar tidak licin. Kebiasaan Sari biasanya sudah mempersiapkan bahan yang akan di olah hari itu sebelum dia berangkat kerja.


Tadi pagi ART melihat belum ada bahan yang harus dia olah, maka dia menunggu nyonyanya bangun, dia terlebih dulu menyapu dan mengepel tadi pagi. Padahal biasanya sengaja ngepel ketika dia akan pulang jam 12 siang.


'Morning honey, met maem ya. Maaf ga bangunin kamu,' demikian memo yang Sari baca di atas tutup nasi gorengnya. Dia segera menghubungi suaminya.

__ADS_1


“Ya honey, sudah sarapan?” tanya Steve ketika Sari menghubunginya.


“Aku baru bangun, ini baru mau makan,” jelas Sari.


“Kamu capek kenapa sih? Apa ga enak badan?” cecar Steve, dia bingung karena sejak kemarin dia tidak berolah raga kasur dengan kekasih kecilnya itu.


“Aku gapapa, cuma bawaannya malas aja. Tapi habis makan aku mau mandi trus berangkat kerja koq,” jawab Sari “Nanti pulang kerja kita langsung belanja mingguan ya Yank.”


“Kalau ga sehat ga usah di paksa berangkat lah,” pinta Steve


“Aku sehat koq, ga sakit,” tolak Sari, dia tidak mau di katakan sakit karena dia emang tidak merasakan sakit.


***


“Yank, pengen makan nasi goreng kambing,” rengek Sari saat mereka baru saja selesai membayar belanjaan mereka di kasir supermarket yang mereka datangi.


“Mau makan di mana?” tanya Steve yang juga tidak nolak keinginan istrinya. Dia juga merasakan sangat lapar. Padahal dia ingat sehabis Sari telepon pagi tadi, jam 10 dia iseng menyuruh OB kantornya membelikan burger yang tak jauh dari kantornya. Di lanjut makan siang dan sebelum pulang dia kembali makan sepiring siomay yang tukangnya memang mangkal depan kantor sejak jam 3 sore.


---------------


Yanktie ucapin makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini.


Biar ga penasaran ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa.


Jangan lupa like dan vote serta komennya dan bintang 5 nya

__ADS_1


__ADS_2