KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
28 WALAU GA ROMANTIS DAN GA BISA MERANGKAI KATA MANIS, ABANG MAU ……


__ADS_3

28 WALAU GA ROMANTIS DAN GA BISA MERANGKAI KATA MANIS, ABANG MAU ……


“Aku semester ini masih 22 dan semester depan 4 selain skripsi” balas Endah “Yang semester ini habis si Sari tu, dan semester depan dia tinggal ujian skripsi, karena skripsinya juga sudah sampai bab III”


“Iya, semester ini aku habis dengan 21 SKS” Sari ikut menimpali pembicaraan 2 sahabatnya. Aku harap bisa ujian skripsi semester ini biar ga harus sampai semester depan. Tapi pahitnya semester depan kita lulus bareng ya”


“Iya Ri, semoga kamu bisa lulus semester ini” do’a Endah dan Uswah untuk sahabat mereka itu


Ringtone HP sari berdering pelan, dilihatnya id callernya adalah Steve. “Ya bang, kenapa?” tanya Sari


“Sibuk de? Bisa minta waktu buat ketemu, ada yang harus abang bicarain” Steve sedikit ragu menyampaikan niatnya. Dia baru saja menerima surat pemberitahuan dari kantornya kalau mulai Agustus dia dimutasi ke Jogja dengan jabatan sebagai Kepala Cabang


“Abang bisa nya jam berapa? Aku kan cuma isi KRS aja. Ni sudah tinggal minta tanda tangan PA ( Penasehat Akademis )” jawab Sari


“Abang jemput jam 1 jam lagi ya, sekarang abang on the way dari kantor” Steve memastikan waktu


“Otreee” sahut Sari


Sari pamit pada kedua sahabatnya untuk pulang duluan begitu berkasnya sudah selesai ditandatangani oleh dosen PA nya. Di pintu kampus menuju parkiran dia bertemu dengan Teddy dan Bram yang ingin menemui Endah


“Hallo Ri, koq sendirian?” sapa Teddy


“Aku mau ada perlu jadi ga bareng ama Endah dan Uswah. Kamu ada perlu apa di kampusku Tedd?” sapa Sari ramah


“Tadi bete aja mau langsung pulang, jadi nyamperin ayam bangkok ini, eh dia malah mau njemput babonnya” jawab Teddy asal. Bram yang dikatain ayam Bangkok tentu saja ga terima


“Sembarangan lo, tadi lo bilang pengen konsultasi ke Sari” balas Bram


“Hahahhaaa, wani piro konsultasi ke aku?” Sari tertawa renyah sambil memukul lengan Teddy. Dia ga tau ada sepasang mata elang yang cemburu melihat tawa renyahnya itu.

__ADS_1


“Mau tanya apa Tedd? Asal ga lama aku bisa jawab koq” lanjut Sari karena dia sudah melihat kehadiran Steve bersandar di pintu mobilnya. Dilambaikannya tangannya agar Steve tau dia sudah melihatnya


Teddy yang melihat sosok yang di beri lambaian oleh Riri segera menjawab santai “Besok aja deh aku ke rumahmu, nanti ga enak kelamaan ditungguin arjunamu”


“Ya wis Bram, Tedd aku duluan ya, bye” Sari langsung menghampiri Steve. Dia memberikan senyum agar Steve ga ngambeg


“Aku ganggu?” tanya Steve


“Engga, itu tadi Bram mau njemput pacarnya dan Teddy kebetulan main ke kampusku buat bertemu dengan Bram. Ayok, kita mau ngobrol dimana?” tanya Sari


“Kamu mau makan apa?” tanya Steve


“Mau maksi masih kecepeten deh, kita cari tempat ngobrol yang ga perlu makan berat bisa? Atau abang mau makan?” tanya Sari


“Abang cuma butuh ngobrol de, abang kalut!” keluh Steve


“Ada masalah apa bang?” tanya Sari was-was


“Kamu mau pesan apa?” tanya Steve sambil melihat daftar menu


“Mbak pesan ini, ini, ini dan ini masing-masing 1pc aja, dimsum 1 porsi lalu minumnya lemon tea es nya sedikit dan 1 hot coffee vanila late” putus Sari tanpa tanya ke Steve lagi


Steve diam, dia memandangi Sari yang duduk manis menatap dirinya. “Sudah ga perlu ragu, katanya mau ngomong” pancing Sari. Dia sengaja meletakan HP nya di meja agar bisa serius ngobrol


“Abang bingung mau mulai dari mana” jawab Steve ragu. Dia yang sudah sangat jauh usianya dibanding Sari masih ragu untuk membahas semua masalah yang dia hadapi


Sari langsung menyesap sedikit lemon tea yang baru saja diantar oleh pramusaji. “Masalah pribadi atau kerjaan?” pancing Sari lagi, untuk mempermudah Steve memulai pembicaraan mereka kali ini


“Keduanya” Steve berkata lirih lalu menarik nafas dalam. “Gini de, abang rasa selama ini ade tau, abang sayang ma ade walau ga pernah secara langsung menyatakan cinta secara lisan. Abang pikir dengan semua attensi dan dan perlakuan abang ke ade, ade bisa tau gimana perasaan abang. Namun abang sadar, perempuan butuh kepastian juga dengan kata-kata verbal.”

__ADS_1


“Jadi sekarang, walau ga romantis dan ga bisa merangkai kata manis, abang bilang dengan jujur kalau abang cinta ke kamu, abang mau serius ke kamu” Steve mengakhiri kalimat panjangnya yang sangat sulit keluat dari mulutnya. Dipegangnya telapak tangan kanan Sari yang berada diatas meja dan tetap ditatapnya mata Sari yang juga tetap memandangnya tanpa ragu


“Bener, aku bisa merasakan attensi dan perlakuan abang yang menyiratkan rasa sayang abang ke aku. Bener juga perempuan membutuhkan kepastian lewat kata-kata yang terucap bukan hanya yang tersirat” jawab Sari pelan tanpa memindahkan tatap matanya. “Namun aku ragu menerima cintamu bang” jawabnya lugas


Steve menarik nafas panjang, dia melepas tangannya dari tangan Sari, diseruputnya hot coffee yang sudah Sari pesankan untuknya. Saat ini matanya sudah tak menatap mata Sari lagi. Dia menggigit 1 snack yang terhidang disana. Tanpa dia tanya, dia bisa meraba alasan Sari menolaknya. Sesuai dengan prediksi Dini saat dia curhat ketika itu


“Abang boleh tau alasan keraguanmu? Apa ga percaya karena abang sudah terlalu tua untukmu?” sekarang Steve yaang memancing agar Sari mengeluarkan pendapatnya


“Usia bukan tolok ukur kesiapan seseorang berkomitmen” jawab Sari, “Jujur yang jadi penghalang adalah perbedaan keimanan kita. Aku sudah nyaman dengan abang, tapi aku ga berani menerima resiko. Pasti akan sangat menyakitkan bila kita putus setelah lama menjalin hubungan. Lebih baik kita tidak memulainya agar meminimalisir sakit hati nanti” jawab Sari terus terang


“Andai abang seiman denganmu kamu mau terima abang kan?” tanya Steve antusias


“Ga usah ber andai-andai, karena kita bukan membahas ganti baju” jelas Sari


Steve mengambil dompet dari saku celananya, dia mengeluarkan KTP dan SIM nya lalu diletakan di telapak tangan Sari. “Baca!” perintahnya


“Kamu merubah datamu?” tanya Sari curiga


“Kamu pikir mudah dan cepat merubah data di SIM dan KTP? itu memang data asliku” jelas Steve, dia lalu menceritakan latar belakang dirinya yang yatim piatu sejak berumur 8 tahun dan sejak usia 10 tahun mengikuti kegiatan beragam omanya karena di rumah itu ga ada yang muslim. Dan opanya sengaja tidak mengganti data keimananannya kecuali dirinya sendiri yang sengaja menggantinya. Karena bagi opanya agama adalah urusan privasi seseorang


“Aku tau, aku hanya islam KTP, namun aku akan belajar untuk kembali mendalami agamaku sesuai fitrahku” Steve mengungkapkan isi hatinya. “Aku mohon kamu mau sabar dan juga selalu disisiku menemani proses belajarku!”


“Aku no comment, ga bisa njawab sekarang” jawab Sari, dia bingung untuk menerima seorang imam yang baru akan belajar. Dia memakan sepotong kue, lalu meminum sedikit lemon teanya


“Tadi abang bilang ada masalah pribadi dan kerjaan. Apa masalah dikerjaannya?” tanya Sari mengalihkan pembicaraan


“Kalau masalah pribadi belum beres, abang tambah bingung dengan masalah kantor de’. Andai masalah pribadi beres saja, maslah kantor akan berimbas ke masalah pribadi, apalagi masalah pribadi belum clear seperti sekarang!” kembali Steve mengeluh


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya ya


__ADS_2