
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. YANKTIE ( eyang putri ) seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.
Hai hai yang kemaren bilang mbak Sari marahnya jangan kelamaan ngerti ya alasan dia marah lama ke papie Steve? Rupanya ada trauma masa kecil yang sangat membekas. Tapi sekarang mereka sudah baikan koq. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
Tidak terasa saat ini harus kontrol lagi. Usia kehamilan 6 bulan. Hari ini Steve dan Sari mendapat kejutan foto tampan calon anak mereka. Tentu saja hasil print USG itu langsung tak henti membuat mereka takjub dan bersyukur.
“Terima kasih ya Mam,” bisik Steve saat mereka baru saja keluar ruang periksa. Steve mendekap erat pundak istrinya. Janin mereka sehat dan makin besar sesuai usia kehamilan. Akan hadir generasi penerus Lumowa, marga atau Fam yang sangat ditunggu oleh orang suku Manado seperti dirinya. Fam adalah penerus, dan hanya bisa diteruskan oleh anak lelaki. Karena anak perempuan Famna akan ikut Fam suaminya.
Pagi ini sehabis periksa mereka makan siang di gudeg Wijilan. “Mau bawa pulang berapa porsi?” tanya Steve.
“Beliin untuk Bumijo ya Pap. Kita lewat aja, taruh gudeg lalu langsung pulang. Mamie rasanya malas ke butik,” Sari meminta Steve membelikan gudeg untuk mbak Dini. Dan sesuai permintaan Sari, dari Wijilan Steve melajukan mobilnya ke arah Bumijo guna mengantar gudeg. Ternyata Dini sedang tidak masuk kampus, sehingga mereka cukup lama ngobrol di sana.
“Sehat selalu ya dedenya Mamie,” Sari mengelus perutnya dengan lembut. Lelah berkegiatan, malam ini Sari berniat tidur agak cepat. Setelah Dhisty tidur jam tujuh tadi, dia juga bersiap tidur. Steve sedang ikut pengajian bapak-bapak. Dia terlelap lebih dulu.
***
Bulan ini Steve sengaja minta pengajian rutin bulanan di adakan di rumahnya. Dia sengaja akan meminta doa untuk kehamilan Sari yang kedua , yang sudah menginjak usia 7 bulan. “Sudah siap semua Ma?” tanya Dini pada mertuanya.
“Ini tinggal beberapa lagi yang belum masuk kresek,” balas mertuanya. Steve memang memesan nasi box. Sudah ada dalam kresek tinggal diberikan kepada para bapak yang nanti hadir. Tapi mama menambahkan sarung ke dalam kresek itu sebagai ungkapan syukur. Sedang kue-kue seperti biasa mengikuti kebiasaan lingkungan yaitu jajan pasar tradisional saja.
“Semoga sehat hingga lahiran ya Ma,” doa Dini tulus. Dilihatnya Sari sedang menyuapi makan sore putrinya karena Steve sedang sibuk mengeluarkan sofa agar ruangan bisa luas digelar karpet untuk pengajian.
***
“Ya, assalamu’alaykum Ma!” sapa Steve saat menjawab telepon mama siang ini
“Dhisty demam, Sari enggak bisa gendong, padahal Dhisty enggak mau turun dari gendongan, digendong Mama dia rewel,” mama memberitahu alasannya menghubungi Steve saat jam kerja. Memang pagi tadi Sari tidak berangkat ke butik karena Dhisty rewel, namun belum panas suhu tubuhnya.
“Ya Ma, sebentar lagi Steve meluncur pulang,” jawab Steve.
__ADS_1
“Hati-hati yo le,” pesan mama pada menantunya.
“Cantiknya Papie kenapa menangis terus?” tanya Steve setelah dia cuci tangan dan berganti baju. Dia tidak mau menggendong anak dengan baju kotor sepulang kerja. Dhisty sedang dipangku Sari, karena Sari memang tak boleh mengangkat berat, usia kehamilannya sudah hampir 8 bulan.
“Kita bawa ke dokter yok Mie, Mamie ganti baju dulu sana,” perintah Steve pada istrinya dengan lembut, dia tahu istrinya sangat lelah. Saat usia kehamilan 8 bulan ditambah anak rewel tentu berat bagi Sari. Itu sebabnya Steve selalu berupaya lembut. Memang dasarnya dia penyabar dan lembut, tapi saat ini dia harus ekstra lembut karena hormon ibu hamil tentu bisa salah persepsi bila dia menggunakan suara yang tidak lembut.
“Ini radang tenggorokan Pak, Bu, sehingga bikin mbak kecil panas, sepertinya dia alergi terhadap makanan yang dia konsumsi,” dokter spesialis anak yang mereka kunjungi memberi tahu penyebab Dhisty panas.
“Kemarin Dhisty makan apa Mie?” tanya Steve, dia harus tahu apa penyebab Dhisty mendapat radang tenggorokan agar untuk selanjutnya tidak mengkonsumsi lagi.
“Kemarin dia makan kue ulang tahun tetangga depan Pie. Selebihnya makan yang biasa kita makan koq,” Sari memberi penjelasan pada Steve setelah dia mengingat-ingat apa aja yang dikonsumsi Dhisty kemarin.
“Mungkin ada bahan kue itu yang mbak kecil nggak kuat bu. Misal gula buatan atau jenis lain,” dokter menduga penyebab alergi Dhisty. “Ini saya buat resepnya, semoga mbak kecil segera sembuh ya.”
***
“Ya, assalamu’alaykum Ma!” sapa Anto saat tengah malam ini mamanya menghubunginya
“Sari wis mangkat nang omah sakit karo Steve lan oma, mama nang omah njogo Dhisty,” papar bu Rahma menjelaskan pada satu-satunya anak lelakinya. Dia bilang Sari sudah berangkat ke rumah sakit bersama Steve dan oma, dan mamanya di rumah karena menjaga Dhisty.
“Aku berangkat ya Mom,” pamit Anto pada istri tercintanya.
“Pakai jacket Dadd, di sana ‘kan nanti nunggu di luar,” Dini memberikan termos dan 2 cangkir melamin yang ada tutupnya untuk Anto dan Steve.
Tanpa membantah Anto segera masuk kembali ke kamar untuk mengambil jacket nya.
“Hati-hati ya,” pinta Dini saat Anto mengecup puncak kepala dan keningnya. Dia lalu mengambil tangan suaminya untuk di cium hormat.
“Kalau bisa Mommy tidur lagi ya Mom,” perintah Anto.
“Yaaa,” jawab Dini dan dia langsung mengunci pintu rumahnya.
***
__ADS_1
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.
TELL LAURA I LOVE HER berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.
Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.
Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix 95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya. Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.
Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.
__ADS_1
Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?