KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
105 SELEKSI ALAM


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.


Mohon maaf kemarin lupa update bab, yanktie sedikit sibuk dengan real life. Hari ini akan update yang agak panjang deh sebagai permohonana maaf. Pak Ieman dan bu Neni tidak menyangka kelakuan anaknya yang baru saja mereka ketahui. Ini wajar, banyak orang tua yang tidak tahu bagaimana polah anak, bahkan pasangan kita di luar rumah ‘kan? Kita lanjut aja ceritanya ya.  Lanjut baca keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


“Papie juga bilang ke bang Gultom, yang penting dia sudah merasakan tidur di hotel prodeo. Masalah berapa lama dia disana, Papie bilang biar ikut aturan hukum saja. Namun kalau bisa ya dia dapat hukuman maksimal.” Steve melanjutkan apa yang dia tekankan ke bang Gultom tadi.


“Bener Pie, semoga aja bisa sampai dapat hukuman maksimal,” Sari setuju dengan suaminya. Dia lalu meletakkan Adhisty di kasur dan menyiapkan baju ganti Steve. Karena biasanya sepulang kerja Steve langsung mandi.


***


“Apa ayah enggak kasih tahu mbak Gita dan yang lain? Kalau keluarga besar tahu dari orang lain apa malah tidak bahaya karena pasti sudah penuh bumbu.” Bu Neni sedang bingung, bagaimana dia akan bercerita pada ayah dan ibunya? Bagaimana dengan keluarga besar dari pihak dirinya? Belum lagi dari pihak suaminya. ‘Mengapa aku harus mendapat cobaan seperti ini?’ batinnya.


“Ayah ingin kita undang semua keluarga dua hari lagi. Kita katakan kita akan pindah rumah karena persoalan ini. Semua tak bisa kita tutupi. Jadi lebih baik kita bicara langsung face to face terhadap semua agar semua juga bisa memetik pelajaran dari musibah yang kita hadapi ini.” Pak Isman sudah ada gambaran langkah apa yang akan ditempuhnya. Kebetulan dia sudah membayar lunas rumah barunya. Rumah minimalis, yang dia harap membuat penghuni rumah menjadi hangat dan saling interaksi setiap saat. Tidak seperti istananya sekarang. Membuat orang tua dan anak jarang bertemu walau sedang bersamaan dalam satu rumah. Dan seminggu setelah pertemuan, dia akan pindah ke rumah baru. Itu langkah yang akan dia ambil. Dan bu Neni pun setuju dengan langkah yang telah diputuskan suaminya itu. Tentu saja minimalis disini adalah versi pak Isman ya.


***


Sehabis imunisasi, tentu ada drama dari Adhisty. Kali ini dia tidak demam, namun tetap super rewel, apalagi bila bekas imunisasinya tersenggol saat ganti baju. Dan hot Papie lah yang kebagian mengatasi kerewelan princessnya. Dhisty sama sekali tidak mau di gendong siapa pun kecuali oleh Steve. Sari tentu bingung menghadapi kerewelan putri kecil mereka. Saat dibaringkan di kasur dia juga akan menangis. “Buka bajumu itu Steve,” perintah mama yang membuat Sari dan Steve bingung. Namun tanpa membantah Steve menuruti perintah mertuanya.


“Maaf, Ma.” Steve mohon maaf terlebih dahulu karena membuka baju di hadapan mertuanya. Steve membuka kaosnya yang sedikit basah oleh keringat. Agak sedikit susah karena masih menggendong Dhisty. Sari membantunya.


“Jadikan kaos itu alas tidur Adhisty,” perintah mama selanjutnya. Sari pun mengatur kaos itu, menggelarnya di bagian kepala Adhisty akan ditidurkan. “Nah, sekarang kamu boboin Adhisty.”


Benar saja. Adhisty tidak protes di baringkan di kasur dengan alas tidur kaos papienya. Dia tetap lelap. Mungkin dia merasa masih dalam dekapan papie nya itu. ‘Lumayan, aku bisa bergerak sedikit, bisa makan dan salat tanpa mendengar Dhisty menangis,” gumam Steve dalam batinnya. Dia bergegas mandi dan menjalakan salat maghrib.


“Ternyata ada gunanya ya baju bau keringet,” gumam Sari pada mamanya.

__ADS_1


“Sejak dulu, orang tua mama juga kasih tau itu bila mbak Rina rewel nunggu papamu pulang. Saat itu usaha papa baru dirintis. Papa sering lembur dan tentu saja jadwal tidur mbak Rina masih sore. Dia tidak akan pernah bisa tidur bila tidak digendong papa. Oleh sebab itu mbah uti ngasih tahu mama buat selalu kasih baju di alas tidur mbak Rina. Bahkan saat menggendong untuk menidurkannya, baju kotor papa yang jadi alas di dada mama, agar mbakmu merasa sedang dalam dekapan papa.”


Sari bergegas ke dapur, dia sangat lapar dan kebetulan simbok sedang mempersiapkan makan malam. “Punya labu siam kecil enggak, Mbok?” tanya Sari, dia pengen sekali lalap labu siam kecil.


“Mboten wonten Bu, wontene sing gedi,” jawab simbok. Dia bilang tidak ada labu siam kecil-kecil yang biasa buat lalap. Adanya yang besar.


“Ya wis darurat, itu aja potong memanjang, lalu rebus ya buat lalapan.” Sari pun terpaksa meredam keinginannya menkgkonsumsi lalapan labu siam kecil. Karena terpaksa maka dia minta labu siam besar di potong memanjang dan direbus untuk lalapnya kali ini.


***


Hari ini, hari yang sangat menakutkan bagi Neni. Dia perempuan dari orang tua kaya raya, yang mempunyai suami pengusaha yang berhasil, harus memproklamirkan dirinya sebagai ibu yang gagal di muka para kerabatnya. Namun dia memetik pelajaran, seperti teman, keluarga pun akan terlihat siapa yang benar-benar sayang padanya sebagai saudara. Saat melihat dia terjatuh.


Semua kerabat dekat yang diundangnya sudah hadir. Kerabat dari pihak dia dan pihak Isman suaminya. Ssejak tadi snack dan minuman sudah dinikmati semua yang hadir. “Assalamu’alaykum.” Isman membuka pengumuman yang akan dia kemukakan, di sebelahnya duduk Akbar dan istrinya. Dia sengaja berdiri agar semua bisa jelas mendengar kata-katanya.


“Pertama-tama sebagai sohibul bait saya sampaikan terima kasih atas kebesaran hati semua yang sudah mau meluangkan waktu untuk datang ke undangan saya ini. Niat saya dan Neni mengundang kali ini adalah mau memberi tahu dua hal penting dalam hidup kami.” Isman mengambil napas panjang mencari kekuatan agar bisa melanjutkan kata-katanya. Neni menggamit tangan Isman untuk dia genggam.


“Saya dan Neni akan pindah ke rumah yang cukup jauh dari lingkuhan mewah ini. Bukan karena kami bangkrut. Namun lebih karena kami butuh suasana baru yang kondusif. Saat ini putri kami sedang menjalani tahanan karena dia sudah dua kali melakukan tindakan tak menyenangkan pada orang yang sama. Dan kali ini orang yang jadi korbannya tidak mau memberi toleransi lagi sehingga Lita saat ini di tahan polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.” Dengan perlahan Isman bisa menyelesaikan kalimat pengakuannya. Suaranya bergetar karena tak mampu menahan rasa sedih akan kegagalannya sebagai orang tua.


Putri, ibunda Widyo pun segera memberi dukungan. Dia memeluk Neni dengan erat. Sabar Mbak, kalau kita mau berubah, pasti ada pelangi sesudah badai ini.”  Putri tidak memeluk Isman, dia hanya menjabat erat tangan lelaki itu. “Sabar Mas.”


Yoyo suami Putri yang melihat kelakuan istrinya merasa bangga. Walau dengan saudara, sekarang Putri tak akan asal peluk. Yoyo mengucap attensi pada Neni dengan berjabat tangan saja. Sebaliknya pada Isman dia memeluk erat dan memberi dukungan penuh.


Ada satu jiwa yang sejak tadi diam memperhatikan sosok Neni dan Isman … Akbar! Dia merasa sangat bersalah selama ini juga salah langkah. Dan dia yakin, kalau dia terus berkelakuan buruk, sebentar lagi akan menoreh duka pada ayah dan bundanya, bila dia juga tertangkap polisi. Dia berjanji akan berubah demi martabat kedua orang tuanya. Beribu sesal ada di batinnya melihat sang bunda terpuruk dan sang ayah mengatakan kelakuan kakaknya dengan suara bergetar. Dia berjanji akan membuat wajah ayah dan bundanya berbinar bangga akan prestasinya.


***


Rewel imunisasi sudah lewat kemarin. Saat ini Adhisty kembali ceria, semburan air liurnya sudah mulai dia lakukan, membuat sang pengasuh dan mamienya selalu menyiapkan tissue untuk mengelap mulut bayi chubby itu. “Aaabuuuuuuuu … buuuuu,’” suara Adhisty yang sedang bermain liur di mulutnya.


“Papie, lihat anakmu jorok,” canda Sari saat Steve baru saja pulang kerja dan melihat Dhisty di karpet tebal depan televisi. Sari menggelar alas Dhisty di sana, dia sengaja duduk selonjoran sambil membaca majalah tentang perkembangan bayi.

__ADS_1


Steve mencium kening istrinya sebelum melihat putri kecilnya yang sedang bahagia dengan eksperimen di mulutnya. “Hihihi, anak Papie lagi cerita apa?” tanya Steve sambil mengambil tissue untuk mengelap mulut putrinya. Dia terkekeh melihat Adhisty anteng bicara dengan bahasa planet sendirian.


***


Pak Isman sudah menyewa jasa pindah rumah. Kemarin dia, Akbar dan Neni sudah memilah mana barang yang akan mereka bawa ke rumah minimalis mereka. Barang lain akan di jual beserta rumahnya. Selain barang, pak Isman juga membawa semua burung berkicau peliharaannya sedang bu Neni membawa koleksi anggreknya. Kemarin Akbar sudah mengembalikan mobil sport ke ayahnya. Dia bilang, dia cukup mengunakan motor saja. Dia ingin berubah. Tak ingin terlihat mewah seperti dulu. Dan sejak kemarin dia sudah melihat, beberapa teman menjauh darinya, termasuk Sisca pacarnya. Mereka mengira orang tua Akbar jatuh miskin. Walau sedih, Akbar tetap senang. Ternyata cinta Sisca hanya pada hartanya saja. Dia pun sesungguhnya tidak mencintai Sisca, namun dia butuh figur pacar agar namanya tidak di rendahkan tidak punya pacar. Maka ketika Sisca mendekatinya, dia menyambutnya. Sisca cantik, bahkan sangat cantik. Namun terlalu manja dan arogan. Akbar juga tak suka pada kelakuan Sisca yang sering bergayut pada pria mana pun. Dan itu tetap dilakukannya di depan Akbar.  Akbar menilai Sisca tak bisa menghargai dirinya sendiri apalagi pasangannya. Dengan mengakui bahwa mobilnya di tarik ayahnya dan mereka akan pindah ke rumah minimalis, Sisca otomatis menjauh dari Akbar. Semua terjadi dengan otomatis tanpa proses yang sulit. Akbar bisa menilai, kalau cinta Sisca memang bukan untuk dirinya, melainkan untuk hartanya. Seleksi alam sedang terjadi untuknya. Dia akan melihat siapa kawan yang masih akan bertahan di sisinya. Mulai besok dia akan terlihat berhemat. Bila harus jajan dia akan membayar untuk dirinya sendiri. Tidak untuk semua kawan yang sedang bersamanya.


***


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


*Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis*TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya

__ADS_1


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


__ADS_2