
Hallo, gimana puasa kalian ? Semoga lancar selalu ya.
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.
Beneran enggak ya dugaan mbak Dini kalau papie Steve ngidam lagi? Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
“Papie kayak orang ngidam aja sih,” celetuk Sari mendengar permintaan suaminya yang berubah-ubah. Dia segera ke dapur untuk eksekusi permintaan suaminya.
Tidak pakai lama, udang goreng tepung asam manis permintaan Steve tersedia. “Sudah Pie, makan dulu sana, biar Dhisty Mamie yang awasin,” Sari memerintah suaminya untuk sarapan.
“Mamie sudah makan? Masa Papie makan sendirian?” jawab Steve sambil mencuci tangannya.
“Tadi sambil masak Mamie makan nasi goreng sosis. Kalau kesiangan mamie mana bisa wong Dhisty masih nyedot semua energi Mamie,” jelas Sari, walau sudah makan, tetap saja Dhisty masih kuat minum ASI nya.
***
Malamnya Steve kembali berulah, dia pengen bubur sumsum buatan kakak iparnya. “Din, bikinin aku bubur sumsum dong,” Steve langsung mengutarakan keinginannya sehabis mereka berbalas salam.
“Kamu ngidam? Hari gini minta bubur sumsum!” Dini tentu saja bingung saat menerima telepon dari adik iparnya.
“Wah, sehari ini aku 2 kali di bilang ngidam, jangan-jangan emang bener ya?” jawab Steve
“Ya wis aku minta simbok bikinkan buburnya,” cetus Dini.
“Jangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan … aku mau bubur sumsum bikinanmu!” pekik Steve, dia tak ingin bubur sumsum bikinan simbok yang memang enak. Yang dia inginkan bubur sumsum bikinan Dini.
“Fix, kamu ngidam!” celetuk Dini. “Kamu meluncur ke sini ambil bubur sumsumnya, sekalian beli test pack,” jawab Dini sambil bergegas ke dapur. Untung semua bahan ada.
“Mbok, tolong rajangi ( potong halus ) gula merah, aku mau rebus buat bikin rucuhnya bubur sumsum,” perintah Dini pada asisten rumah tangganya.
“Kenapa mom?” tanya Anto yang melihat istrinya langsung sibuk begitu selesai menerima telepon. Anto sedang menggendong Abbhie, anak bungsu mereka yang berusia setahun.
“Kayaknya Dhisty mau punya ade, ini papie nya ngidam minta bubur sumsum buatanku,” jawab Dini tanpa menoleh pada suaminya.
“Hahahahaaaaa, dia dulu ngenyek (mengejek) Daddy, sekarang dia kena juga,” Anto ingat adik iparnya mentertawainya ketika dia kena sindrom couvade ketika Dini hamil Abbhie.
Steve sampai di rumah kakak iparnya ketika Dini baru saja mematikan kompor “Sendirian aja?” tanya Anto.
__ADS_1
“Iya, kasihan Adhisty baru tidur pas aku mau ke sini. Sari sih pengen ikut, tapi enggak boleh ama mama,” jawab Steve.
“Tapi kamu sudah beli test pack ‘kan?” cecar Dini.
“Sudah, 4 merek dan masing-masing 2 piece. Aku mau sepulang dari sini kami cek, kalau hasilnya negative, besok pagi cek lagi pakai urine pertama. Aku dengar yang paling bagus ‘kan urine pertama,” jawab Steve.
“Sekarang sih test pack sudah canggih, enggak perlu urine pertama juga langsung bisa terlihat hasilnya dengan akurat koq,” balas Dini.
“Kamu makan dulu jenang ( bubur ) sumsumnya, aku sudah siapkan juga yang buat kamu bawa pulang,” Dini menawarkan Steve untuk memakan bubur pesanannya.
“Kamu mual enggak?” tanya Anto, dia teringat saat mual tiap pagi kala kehamilan Abbhie.
“Enggak, cuma maunya makan yang neko-neko,” Steve menjawab sambil menyuap bubur yang sangat dia inginkan. Dia ingat dulu waktu Sari hamil Disty dia juga enggak muntah-muntah, hanya porsi makannya yang diluar batas kewajaran.
“Semoga besok atau minggu depan kamu mulai mual,” doa Anto, dia sangat ingin adik iparnya merasakan apa yang dia rasakan dulu.
“Gini aja aku udah mumet koq mas,” keluh Steve. “Biasa tiap pagi ngopi, mulai tadi pagi enggak doyan kopi, ganti hot milk choco, untung siangan dikit bisa ngopi, kalau enggak doyan sama sekali ‘kan lemes,” Steve ingat ketika ngidam Dhisty dia masih minum kopi seperti biasa.
“Hahahahaaaa,” Anto hanya tertawa, karena dia bukan pecandu kopi seperti Steve.
***
Sari ragu mencoba test pack yang di sodori oleh suaminya, 4 buah test penguji kehamilan beda merk sudah ada di tangannya sejak beberapa saat lalu. Dia takut hasilnya positive karena anak mereka belum genap 2 tahun.
“Kalau hasil malam ini meragukan, besok kita coba lagi honey. Ini Papie udah siapin 1 set yang buat uji coba besok pagi,” Steve tentu tidak ingin mereka menunda uji kehamilan malam ini juga.
“Aku sebenernya belum pengen nambah anak karena Dhisty belum 2 tahun Pie,” kilah Sari. Namun dia tetap masuk ke toilet untuk membuktikan kecurigaan kakak iparnya. Mbak Dini sejak tadi juga sudah tak sabar menanyakan hasil test malam ini.
“Sudah Mie?” tanya Steve, sudah lebih dari 10 menit istrinya masuk ke dalam toilet. Dia pun jadi harap-harap cemas.
Sari keluar dengan wajah pias. “Sudah,” jawabnya lirih.
“Gimana? Kamu kenapa?” tanya Steve, dia memeluk tubuh istrinya yang wajahnya terlihat bingung.
“Apa pun hasilnya, itu ketetapan Allah Mie, kita wajib nerima ya,” bisik Steve lembut, dia mencoba menguatkan hati istrinya. Di ambilnya 4 alat test yang masih di genggam Sari untuk dia lihat.
“Alhamdulillaaaah, kita di beri kepercayaan lagi,” diciumi kening dan pipi istrinya dan terakhir puncak kepala Sari dengan penuh kasih saat dia melihat ada 2 garis di tiap test pack.
“Jangan bingung, besok kita konsultasi masalah ASI Dhisty. Kita wajib mensyukuri rizky ini. Kita pernah lama menunggu untuk dipercaya dapat momongan, kalau sekarang kita diberi dengan cepat ya kita wajib syukuri itu,” papar Steve sambil membimbing istrinya untuk duduk di pembaringan mereka.
“Piye de?” desak Dini yang sejak tadi penasaran sms nya tidak di balas Steve maupun Sari sehingga dia memutuskan langsung telepon saja.
__ADS_1
“Hahahahhaaa, sudah enggak sabar bangeeet sih Mbak ku,” jawab Sari. “Iyo mbak beneran, Abang ngidam lagi seperti waktu hamil Adhisty,” jawab Sari, dia sudah menerima kehamilannya kali ini dengan sangat senang. Dia ingat butuh waktu lama untuk dia bisa hamil Adisty.
“Mas mu berdoa semoga di kehamilan sekarang Steve juga dapat bonus mual seperti dia waktu aku hamil Abbhie,” Dini memberitahu harapan Anto tadi.
“Hahahhahaaaaaa, iso wae mas Anto,” Sari pun ikut tertawa mendengar doa kakaknya.
***
“Pie, kakak Dhisty sudah enggak mau ASI,” lapor Sari, sudah 3 hari putrinya tidak meminta ASI, dia ingat ketika konsul pada dokter. Hamil sambil menyusui jangan dibuat persoalan, asal asupan gizi inu cukup tidak membahayakan janin. Namun bila ragu maka ASI bisa di kurangi pemberiannya, terlebih Dhisty bukan di fase ASI exclusive, Dhisty malah sudah belajar makan nasi, sudah lepas dari bubur saring lalu ke bubur biasa. Sehingga kebutuhan ASI tidak setinggi bayi yang belum empasi.
“Baguslah, jadi kekhawatiran Mamie berkurang ‘kan?” balas Steve sambil tetap focus ke jalan raya.
Pagi ini Steve merasakan sangat pusing ketika membuka mata. Sari yang sejak tadi menunggunya untuk salat bersama bingung mengapa Steve tidak segera bangkit padahal sudah membuka mata sejak tadi.
“Ayo Pie, di tunggu Mama buat salat bareng,” ajak Sari.
“Aku pusing banget Mam, kalian duluanlah, jangan jadi telat karena Papie,” pinta Steve. Tak lama dia berlari ke kamar mandi karena mual.
‘Yaaaaaaah, harapan mas Anto sepertinya terkabul nih,’ batin Sari melihat suaminya terbirit ke kamar mandi.
----------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
__ADS_1
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja