KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
30 AKU MEMERGOKINYA SAAT DIA BERSAMA TUNANGANNYA


__ADS_3

30 AKU MEMERGOKINYA SAAT DIA BERSAMA TUNANGANNYA


Sari sedang ngeprint data sudah dia rangkum untuk dicari bukunya diperpustakaan nasional besok siang. Dia sudah janjian dengan Endah, namun ternyata baru saja Endah menghubunginya dia besok ga bisa berangkat bareng karena akan diantar Bram, sehingga mereka janjian ketemu dulu di cafe dekat perpustakaan nasional jam 11 pagi


Sari sampai lebih dulu dari Endah, dia sengaja mencari meja yang agak mojok agar tidak terlalu menarik perhatian, begitu duduk dan sudah memesan minuman Sari langsung memberitahu Endah posisi mejanya. Dia baru akan membuka tasnya untuk mengambil buku ketika mendengar suara yang sangat dia kenal.


“Maaf, ini mejaku. Anda cari saja meja lain yang kosong” Sari mendengar jelas suara merdu laki-laki yang dia sangat kenal


“Ayolah, aku hanya menemanimu duduk minum kopi” rengek seorang wanita


“Tapi aku sudah bertunangan, aku ga ingin tunanganku salah pengertian dan membuat kami ribut. Saat ini dia sedang ke toilet” jawan si laki-laki. Sari hanya mendengarkan, tak ingin menoleh


“Aku akan buktikan perkataanmu. Bila benar tunanganmu datang aku akan pergi” jawab enteng si wanita


“See, lihat dia datang kan” jelas si laki-laki merasa menang. “Honey kamu mau pesan apa?” lanjut laki-laki tersebut


“Kamu sudah pesan untuk kita? Atau seperti biasa harus aku yang memesankan menu untukmu dan untukku sayang?” desah seorang wanita lain. Sari sudah tidak tahan, dia mencoba berbalik badan. Dilihatnya sosok yang akrab dengan dirinya duduk memunggunginya. Didepannya duduk seorang wanita cantik berbusana sexy dan berdiri disebelahnya seorang wanita cantik dengan pakaian formal kantoran, celana panjang bahan dengan blazer yang menawan.


Sari berdiri dan melewati meja itu, lalu dengan sengaja dia permisi hendak lewat, dia ingin laki-laki itu mendengar suaranya dan melihat dirinya. “Wah asyik nih rame, saya permisi ya mbak-mbak cantik”


Steve yang mendengar suara Sari langsung kaget. Dia yakin Sari mendengar kata-katanya karena Sari berjalan dari pojok ruangan bagian dalam, artinya sejak tadi dia sudah disana. “Ndin, saya keluar sebentar” pamitnya pada Andini sekretarisnya, tanpa dia menoleh ke Paula yang tadi berniat duduk semeja dengannya


Diluar Steve mencari keberadaan Sari, namun dia tidak menemukannya. Dicobanya menghubungi ponsel Sari namun terdengar nada sibuk. Ga putus asa dia mencoba terus, namun sekarang HP Sari sudah tidak aktiv lagi. Steve yakin saat ini berada pada masalah besar. Dengan gontai dia memasuki cafe, mendatangi Andin untuk menunggu klien yang akan mereka temui


***


Sari berupaya focus mencari data yang dia perlukan, tak lama Endah datang. Ya tadi dari cafe Sari langsung memutuskan masuk ke perpustakaan dan akan menunggu Endah disana saja. Di perpustakaan Sari sengaja duduk depan pintu masuk agar Endah langsung dapat melihatnya karena dia sengaja mematikan ponselnya


Selesai sudah perburuan Sari dan Endah hari ini, mereka ingin ke bakmi Gajah Mada terdekat sebelum pulang. “Ndah, aku boleh nginep rumahmu untuk ngolah data ga?” tanya Sari ragu

__ADS_1


“Pastinya boleh lah, gimana kalau kita ajak Uswah biar kita bisa kerja bertiga dan ngerumpi seperti biasa?” tawar Endah antusias


“Ngaco kamu, Uswah kan sudah punya satpam tetap, gimana mau nginep ama kita-kita lagi” Sari mengingatkan status Uswah yang sekarang sudah beda


“Hahahha, aku lupa” tawa Endah


“Pinjam HPmu dong, aku mau ngabarin mama dulu” pinta Sari. Dia sengaja ga mau menyalakan HP nya agar Steve ga bisa menghubunginya


***


Sejak tadi Steve belum bisa menghubungi Sari, meeting dengan klien pun dia ga terlalu focus, untung Andin sangat handal sehingga semua pembahasan bisa terlaksana dengan baik


Pulang kerja Steve langsung menuju Rawasari, dia ingin langsung bicara dengan Sari. Bu Rahma bingung saat Steve datang lebih dulu dari Anto. Sedang Sari pun tadi sudah ijin akan nginep di rumah Endah


“Assalamu’alaykum tante, Sari ada?” tanya Steve sopan


“Sari belum pulang, dan tadi dia telpon minta ijin nginep di rumah temannya di daerah kebayoran” jawab bu Rahma


***


Sudah jam 7 pagi, Steve sedang didalam mobilnya menuju kantor, sejak jam 6 dia mencoba menghubungi Sari tapi nomor ponselnya masih tetap belum aktiv. Dia sangat putus asa. Disaat yang sama Sari sedang perjalanan berangkat ke kampusnya. Berdua dengan Endah mereka sudah berangkat sejak jam 6 tadi. Kemarin Sari sempat beli kemeja serta pakaian dalam untuk dia gunakan hari ini, walau ga ganti jeans yang dia gunakan, setidaknya orang melihat dia fresh karena berganti pakaian. Ponselnya masih tetap mati


Jam 2 siang Sari sudah sampai rumahnya, dia sangat lelah, sehabis meletakkan semua bawaannya dia menghampiri mamanya. “Koq poselmu mati nduk?” tanya mamanya lembut


“Lowbat ma, kenapa?” Sari balik bertanya


“Malam ini mama mau nginap rumah mbak Rina, kangen Putri dan Ajeng” bu Rahma memberi tahu anak bungsunya itu


“Ya udah, aku ikut nginep deh ma, aku juga kangen, aku beresin buku dan baju gantiku dulu biar aku berangkat kuliah dari rumah mbak Rina” Sari senang karena masih bisa menghindar dari Steve

__ADS_1


“Ya wis, mama telpon mas mu biar dia ga bingung nyariin kita” jawab bu Rahma


Steve datang ke rumah Sari 10 menit setelah Sari dan bu Rahma pergi ke rumah mbak Sari. Dia hanya mendapati rumah yang terkunci rapat. Steve makin putus asa, dia ga nyangka sandiwaranya dengan Andin berbuntut seperti ini. Dia ga akan minta tolong Anto karena dia belum dapat lampu hijau dari sahabatnya itu, sedang Dini sekarang sudah tidak di Jakarta


***


“Hallo bro” sapa Anto menjawab telpon Steve


“Hallo, lo ada acara apa besok?” tanya Steve


“Sabtu gue belum ada acara, Minggu mungkin kerumah mbak Rina, karena udah 4 hari mama dan Sari nginep sana” jawab Anto


Pantas tiap pulang kerja aku ke rumahnya, rumah selalu terkunci, ternyata dia dan mamanya nginep di rumah mbak Rina “Gue mau tanya, lo jadi ke Jogja bareng gue 2 minggu lagi?”


“Jadilah” jawab Anto antusias. Trus rumah lho siapa yang urus?” tanya Anto


“Opa yang akan selalu mantau, ada yang seminggu sekali datang buat ngebersihin” jawab Steve. “Ya udah besok gue ke rumah lo, kita ngobrol planning ke Jogja”


“Ok” jawab Anto singkat


***


Saat akan sampai rumahnya dari jauh Sari melihat mobil Steve parkir di halaman. Andai ga bareng mama dia pasti kan balik entah mampir kemana dulu asal ga ketemu Steve. Kepaksa dia diam dan ikut masuk rumahnya, dia langsung membawa tas mamanya dan meletakan ke kamar mama, lalu masuk ke kamarnya


“Assalamu’alaykum” sapa bu Rahma pada Anto dan Steve yang sedang asyik berbincang diteras belakang


“Wa’alaykum salam, loh koq pulang hari ini ma? Katanya mau pulang besok?” tanya Anto


“Ajeng dan Putri hari ini pergi ke Bekasi, rumah sepupunya dari papanya, mama malas lah bengong di rumah, mending mama pulang aja, kangen ama pohon-pohon mama. Lebih-lebih kemaren ngobrol ama Dini, dia bilang habis dapat vanda tricolor, kan mama langsung pengen ngerawat pohon-pohon mama” cerita bu Rahma yang memang sangat senang dengan tanaman

__ADS_1


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini


Jangan lupa like dan vote nya ya


__ADS_2