
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Kemarin Sari mulai sadar, namun Steve sudah memberi tahu kemungkinan terburuk tentang bayi mereka. Gimana kelanjutannya? Lanjut baca keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-----------
Jam 9 pagi Anto dan opa menemani Steve ke rumah pak Sigit untuk bersama pak Kunto dan temannya. Mereka ingin segera menuntaskan masalah sebelum opa kembali ke Jakarta. Dan jam 10.12 mereka sampai di bengkel. Pak Kunto langsung menanyakan di mana anak yang di duga pelaku kejahatan terhadap Sari.
“Masih tidur, dia pulang pagi tadi,” jawab istri pemilik bengkel terbata.
“Sebentar bapak-bapak, biar saya geret anak itu ke sini,” pinta pemilik bengkel geram
“Kamu ceritakan apa yang kamu lakukan saat memakai motor pak Sigit,” perintah pemilik bengkel pada anak tanggung yang masih terlihat kucel karena bangun tidur, saat anak itu sudah berhasil di seretnya ke ruang depan.
“Cepat katakan sebelum kesabaran saya habis,” opa sudah tidak sabar, biasanya dia lembut, tapi saat mikir dia hampir kehilangan cicit pertamanya dia sangat geram.
“Saya hanya di suruh menabrak seorang perempuan,” jawab anak tersebut tanpa rasa berdosa.
“Kenapa dia harus di tabrak dan kenapa kamu ga tabrak?” tanya Steve keqi, karena dia dan Sari tidak pernah menanam kebencian pada siapapun.
“Dia berdiri di belakang mobil, kalau saya tabrak ya motor akan rusak, maka saya geret dia,” jawab bocah tersebut yang membuat ibunya memekik dan terisak.
“Bagaimana kamu tahu perempuan itu yang jadi sasaran?” tanya Steve lagi.
“Sudah seminggu saya awasi dia di toko bajunya,” kata si,bocah tanpa rasa dosa itu, sepertinya dia pengguna obat tertentu sehingga benar-benar tidak ada rasa kasihan sama sekali pada tatap matanya.
“Siapa yang menyuruhmu dan berapa kamu di bayar?” tanya opa.
“Perempuan cantik, aku di kasih 5 juta,” jawab bocah tanpa ekspresi itu.
“Duite nang endi lan kanggo opo?” tanya pemilik bengkel, dia menanyakan uangnya kemana dan buat apa?
“Habis buat beli barang dan main perempuan,” jawab si tengil masih tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
“Masih ingat siapa yang menyuruhmu, siapa namanya?” tanya Steve masih mencoba bersabar, dia bisa tenang karena ada petugas kepolisian yang datang atas permintaan mas Anto sehingga semua tercatat secara resmi.
“Saya ga tau, yang saya tau dia cantik dan harum. Biasanya saya hanya berhubungan dengan mas yang jadi pengawal mbak itu,” jawab bocah tersebut sambil dia gelosor duduk di lantai tanpa rasa bersalah atau merasa sungkan.
“Kamu ada nomor telepon orang itu?” tanya pak Kunto.
“Ada,” katanya sambil melihat HP-nya namun benda tersebut langsung di ambil pak Kunto untuk di lihat lengkap isi SMS-nya.
“Bapak Ibu, ini sudah jelas dia pelaku tindak kejahatannya, kami akan bawa ke kantor,” pak Kunto berbicara akan membawa pemuda tanggung tersebut.
Entah sadar entah tidak si anak itu manut aja di bawa pak Kunto dan rekan-rekannya padahal dia mendengar ibunya menangisi sangat keras. Mungkin dia masih dalam pengaruh obat yang di minumnya. Anak tersebut tak bereaksi menolak atau takut, rupanya dia seperti tidak sadar.
“Itu hasil didikanmu, sudah berkali-kali aku bilang kamu salah kalau memanjakannya, namun kamu ga pernah menuruti kataku dan malah menuduh aku tidak menyayanginya karena dia bukan anak kandung kita. Sekarang biar dia menanggung akibat perbuatannya setelah selama ini aku selalu membelanya bila dia akan di hakimi massa,” keluh pemilik bengkel mengumpat istrinya menggunakan bahasa jawa (Kui hasil didikanmu, wis tak kandani ping piro wae ojo di manjake bocah kui, tapi kowe mesti nuduh aku ra sayang mergo dekne dudu anak kandung awake dewe. Saiki ben dekne ngrasake akibat tumindake. Wis cukup aku mbelani awake pas di pisuhi wong-wong).
Sigit dan Steve serta yang lain langsung pulang, mereka akan menunggu hasil pemeriksaan polisi siapa dalang dari kejadian itu.
***
Sari mulai bisa beraktivitas, seminggu sekali dia akan ke butik namun full di temani Steve atau mama bila Steve harus keluar cari barang. Sekarang usaha mereka sudah bersama walau ruang kantornya belum siap seperti keinginan mereka. Yang pasti ruang istirahat untuk Sari dan anak mereka lah yang di persiapkan lebih dahulu oleh Steve, bukan ruang untuk administrasi kantornya.
Steve benar-benar over protective dan semakin posesive terhadap istrinya. Namun mereka semakin happy karena sekarang bisa selalu bekerja dalam lingkup yang sama. Walau saat jam kerja mereka bertindak profesional. Steve berada di ruangannya dan Sari pun berada di teritorialnya.
“Wa’alay’kum salam, lo sibuk ga?” tanya Anto yang kadang juga masih ber elo gue namun kadang aku kamu bahkan sering mengatakan dirinya mas pada adik iparnya yang memang lebih tua dari dirinya.
“Masih ada kerjaan tapi ga sibuk, kenapa?” tanya Steve penasaran.
“Bisa ke kantor polisi bareng gue dan pak Kunto?” tanya Anto.
“Jam makan siang gimana? Ketemu di mana? Kita makan siang dulu tapi. Gue super laper, tadi pagi enggak bener sarapan gue karena Sari rewel ga mau di larang suruh di rumah aja!” balas Steve sambil sedikit mengeluh.
“Ketemu di pecel lele sebelah kantor polisi yang dulu kita makan di sana, inget ga?” tanya Anto. Dia pikir memang menyingkat waktu bila tidak saling mendatangi namun langsung ketemu di TKP.
Pak Kunto menunggu sendirian di warung pecel lele saat Steve datang. “Pak Anto sedang salat di mushola sebelah, tapi sudah pesan makanan, tadi bapak bilang belum memesankan pak Steve karena takut ga suka,” demikian dia katakan saat Steve mendatanginya dan mereka berjabat tangan.
“Baik pak, saya akan pesan juga lalu langsung salat ya, kalau pesanan bapak sudah datang bapak bisa makan duluan tanpa menunggu kami,” jawab Steve lalu dia segera ke tempat pesan menu.
__ADS_1
***
“Polisi sudah menangkap oknum yang nyuruh Dito, anak pengguna obat terlarang itu. Dan mungkin kamu akan takjub siapa dalang semua ini,” Anto mengajak Steve segera mengikuti pak Kunto ke ruangan atasannya di sana.
“Selamat siang pak,” sapa Steve pada petinggi polisi di kantor tersebut saat memasuki ruangan di pandu pak Kunto.
“Siang pak, silakan duduk,” balas petugas dengan ramah sambil menyalami tamunya.
“Jadi gini pak Steve, kami sudah mencari keterangan dari Dito, bocah pelaku kriminal pada istri anda. Dan kami agak sulit mencari penghubungnya karena ternyata nomor yang mereka gunakan bukan nomor utamanya. Nomor itu hanya aktive bila oknum penghubung membutuhkan menghubungi Dito. Baru seminggu lalu nomor itu merespon pesan yang kami kirim dari nomor Dito, minta agar di tambah uang lelahnya karena Dito butuh sembunyi dengan alasan polisi sedang mencarinya, dan Dito akan memberitahu polisi bila dia ketangkap,” jelas petugas tersebut.
“Irawan pemilik nomor malah balas mengancam akan menghabisi Dito bila masih menghubunginya karena hasil kerja Dito kurang memuaskan, karena target masih selamat. Dari beberapa kali sms kami berhasil melacak lokasi dan nama pemilik nomor tersebut. Dan sedihnya nomor tersebut di aktivkan petugas counter ponsel dengan data dirinya. Petugas counter mengatakan Irawan tinggal tidak jauh dari counter sehingga 3 hari lalu kami bisa menangkapnya saat dia sedang isi pulsa,” lanjutnya.
--------------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
__ADS_1
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
-----------------------