
44 SAYA KIRA DIA MASIH MENULIS NAMA SAYA DENGAN ANAK BAU KENCUR
Ditatap seperti itu Sari balas menatap tanpa takut, dia mencari keseriusan dimata lelaki tua didepannya. Om-om ganteng yang mintanya dipanggil abang. Akhirnya dia menarik ujung bibirnya, senyum kecil dia berikan pada lelaki teguh didepannya
Melihat senyum itu Steve sangat bahagia dan langsung mengacak-acak puncak kepala pujaan hatinya itu
“Sebelum kita masuk, abang mau kasih tau kamu 1 hal yang abang takut kamu salah paham bila abang ga jelaskan dari sekarang. Ini adalah natal terakhir aku main piano dan nyanyi di gereja, karena persiapannya sudah sejak jauh hari sebelum aku memutuskan kembali ke takdir awalku. Aku minta kamu ga meragukan keseriusanku. Oma dan opa juga tau. Aku ga ingin semua yang terlibat di acara menjadi kalang kabut karena aku mundur mendadak. Aku ga mau egois seperti itu” jelas Steve tentang kegiatannya akhir tahun ini
Sari hanya mengangguk sambil tersenyum. Dia cukup senang karena Steve sudah memberi tahu lebih dulu sehingga dia tidak salah persepsi lagi
***
24 Desember, seharian Sari sama sekali ga dapat telpon atau sms dari Steve. Sari menyadari Steve sangat sibuk karena ibadah natal yang ditanganinya adalah hari ini bukan tanggal 25 Desember. Bahkan sms yang dia kirim untuk mengingatkan agar sesibuk apapun Steve berkegiatan jangan telat makan pun belum dibuka oleh Steve
25 desember jam 9 pagi Sari mendapat sms dari nomor baru yang tidak ada di phone booknya. Sms singkat berbunyi “Temui saya di Dunkin donuts jalan Rawamangun muka pagi ini jam 11. Penting”
Sari penasaran, ditelponnya nomor tersebut. Namun sayang nomor itu sudah tidak aktiv. Sari bergegas mandi dan bersiap, dia hanya ingin tahu siapa orang itu dan apa maksudnya. Sari pamitan pada mamanya pergi keluar sebentar
Sari memesan milk cocholate dan 1 roti croissant karena memang dia belum sempat sarapan. Cukup lama Sari menunggu, jam 11.13 Cindy datang menghampirinya. Dia kaget, dari mana Cindy mendapatkan nomor HP nya?
“Hai, kenalin saya Cindy” perempuan cantik didepannya mengulurkan tangannya untuk berjabat tanga. Sari menerimanya dengan tulus “Sari” jawabnya
__ADS_1
“Saya to the poin saja. Saya calon tunangan Steve, namun dia selingkuh sehingga pertunangan kami batal” kata Cindy mengawali ceritanya
Sari merasa dia butuh bukti kata-kata Cindy, lalu dia memasukan tangannya kedalam tasnya dan menekan tombol rekam di HP nya dan meletakan tasnya diatas meja agar lebih dekat dengan Cindy. “Maaf saya ulang perkataan anda”, sengaja Sari menyebut ini karena saat tadi Cindy bicara dia belum merekamnya. “Anda tadi bilang anda adalah calon tunangan yang batal karena Steve selingkuh?”
“Ya, seperti itu. Steve selingkuh dengan sekretarisnya. Papi dan mami saya langsung membatalkan pertunangan kami karena ga ingin saya terluka. Jujur saya masih sangat mencintainya dan bisa menerimanya kembali asal dia memohon maaf. Tapi Steve terlalu tinggi hati untuk melakukan itu. Lalu saya dengar sekretarisnya menikah meninggalkannya. Karma berlaku untuknya. Saya dengar itu maka saya mencarinya, saya ingin kembali kami merajut hubungan yang pernah kami miliki, namun saya kaget karena dia sekarang dekat dengan kamu. Untuk itu saya mau tanya, apa kamu serius mencintai Steve bila tau cinta Steve pada saya masih sangat besar, bahkan semalam kami menghabiskan malam panas semalaman sepulang kami dari gereja” Cindy menceritakan kisahnya
“Kalau saya bilang saya akan memperjuangkan cinta saya apa yang hendak kamu lakukan dan kalau saya bilang silahkan ambil bila memang Steve ingin bersama anda, apa yang anda akan katakan?” tanya Sari santai sambil memakan rotinya
Cindy ga nyangka anak kecil didepannya punya nyali yang sangat tangguh. “Mungkin kamu perlu melihat photo-photo kami sebelum saya menjawab pertanyaan anda” Cindy memberikan 3 lembar photo. Photo pertama Steve sedang memeluk Cindy ditempat tidur dalam posisi miring dengan selimut menutup badan mereka namun bahu Steve dan bahu Cindy jelas menunjukkan mereka tanpa busana. Photo kedua memperlihatkan posisi Steve diatas badan Cindy dengan selimut masih menutup badan mereka dan bibir Steve hampir menyentuh bibir Cindy dibawahnya. Photo ketiga Steve dan Cindy tertidur bersisian, masih dengan bahu tanpa busana dan leher Cindy penuh bercak merah dan terlihat wajah lelah penuh kepuasaan pada pasangan itu
Sari masih santai sehabis menerima 3 photo itu “Apa ini kejadian semalam?” tanya Sari
“Iya, itu di apartemenku semalam sepulang gereja” tegas Cindy tanpa ragu
“Kalau kamu bilang kamu akan memperjuangkan cintamu, maka saya akan melawanmu agar kamu tau, kamu sama sekali ga ada artinya dihati Steve. Dan bila kamu bilang silahkan ambil bila memang Steve ingin bersamaku, maka aku akan mengambilnya karena Steve memang semalam mengatakan hanya aku di hatinya” jawab Cindy penuh percaya diri
“Bagaimana bila saya ingin membuangnya namun Steve ga mau meninggalkan saya?” tanya Sari
“Ga mungkin, Steve ga akan mungkin mau bertahan disisimu, karena kata-kata dan desahananya semalam jelas menyiratkan hanya saya yang ada dihatinya dan dia ingin tetap bersama saya” jelas Cindy penuh kemantapan
Sari menghabiskan minumannya lalu dengan santai dia berkata “Silahkan ambil bila Steve mau, namun jangan pernah 1 kalipun lagi anda menghubungi saya atau menuduh saya mempertahankan Steve. Masih ribuan laki-laki yang bisa saya dapatkan. Jadi bila Steve nya yang tidak mau berpaling dari saya, anda tidak boleh menghujat saya. Dan saya minta photo ini bisa saya simpan untuk senjata saya memutuskan hubungan dengan Steve, karena dengan adanya bukti perselingkuhan seperti ini, saya kuat memberi alasan untuk putus dengannya”
__ADS_1
Cindy dengan pedenya menerima tantangan Sari, dia mengangkat dagunya saat bicara dan juga mempersilahkan Sari membawa photo yang sudah diperlihatkannya tadi
Sari menyimpan photo itu di tas nya “Tapi ini benar photo kejadian semalam kan?” Sari memastikan sambil menatap Cindy dengan seksama
“Iya, saya pastikan itu photo semalam sehabis kami mengisi acara natal” jawab Cindy dengan wajah bahagia, dia ga menyangka gadis ini ga menangis dan ga berupaya mempertahankan cintanya. Satu hambatan sudah disingkirkannya, pikirnya
Sari hanya tersenyum kecil, ular ini sangat bodoh, bagaimana dia santai mengatakan itu kejadian semalam bila saat ini leher jenjangnya terlihat putih mulus? “Ok saya pamit, ingat pesan saya, kalau Steve yang ingin bertahan disisi saya, kamu ga boleh menghujat saya. Dan oh ya, darimana kamu tau nomor HP saya?”
“Kemarin saya lihat nomormu di HP Steve saat dia tertidur kelelahan sehabis bergelut dengan saya” jawab Cindy
“Oh ya? Apa nama yang dia tulis di HP nya?” tanya Sari seakan ingin tahu
“Ya namamu lah, dia menulis namamu SARI” jawab Cindy
“Wah saya kira dia masih menulis nama saya dengan anak bau kencur, ternyata sudah dirubahnya” jawab Sari menjebak
“Engga tuh” jawab Cindy lugas
Sari berdiri, lalu dia pergi tanpa pamit lagi. Sebelum berdiri tadi dia sudah mematikan proses merekamnya. Sari segera berlalu dan langsung pulang. Andai aja Dini belum pulang, tentu dia akan langsung cerita pada kakak iparnya itu
***
__ADS_1
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini. kira-kira Sari mau ngebuang Steve ga ya?
Jangan lupa like dan vote nya ya