
“Emang ulet keket dari mana lagi?” tanya Anto.
“Tantenya Kusno, janda, dia butuh mobil bak dan mobil box buat usaha catteringnya,” jelas Steve. Dia sengaja mulai buka bahasan ini agar bila suatu saat dia terkena masalah, para lelaki ini sudah tau latar belakang masalahnya. “Tidak apriori pada predikat janda. Karena tidak semua janda itu buruk nilainya. Tapi kalau yang ini gue akui sepertinya emang sedikit minus. Masa jam 11 malam ngajak gue main ke rumahnya?”
“Seriusan? Lalu kamu turuti ajakannya?” tanya Anto.
“Kalau aku ikutin ajakannya, aku enggak bakal nelpon Leo buat ngehindarin dia Mas,” balas Steve dengan menggunakan kata-kata aku dan Mas karena bicara dengan Anto sebagai adik ipar pada kakak iparnya.
“Kali aja kamu khilaf,” goda Anto.
“Alhamdulillah, aku enggak pernah berpikir untuk khilaf. Seperti yang Mas bilang, enggak ada bekas anak. Aku enggak ingin anak-anakku terluka ketika mereka tahu papienya mengkhianati mamie mereka. Itu pasti tak akan pernah termaafkan oleh mereka. Dan aku tak akan pernah bisa melihat tatapan luka anak-anakku,” tutur Steve. Leo dan Anto membenarkan pendapat Steve. Pandangan menusuk anak-anak tentu tak ingin mereka dapatkan sepanjang hidup mereka. Bagi 3 bapak muda ini, anak adalah segalanya. Mereka bekerja juga demi anak-anak mereka. Sakit dan luka anak adalah luka dan sakit mereka.
“Pa, makan yok … aku yang bertugas manggil para bapak buat makan,” Risye menyela pembicaraan tiga lelaki dewasa yang sedang serius bercerita.
“Sebentar ya Ma, nanti kami masuk,” jawab Leo. Dia ingin menghabiskan sisa rokoknya lalu cuci mulut dan tangan sebelum masuk. Dia tak ingin mencium istrinya dengan mulut berbau rokok.
***
Bu Rahma sangat senang melihat kerukunan anak-anak dan menantu-menantunya dengan pasangan Risye dan Leo yang sekarang juga menjadi keluarga mereka. Padahal pengikat hubungan itu ada pada hubungan darah Leo dan Amora saja.
“Ini masakan mama?” tanya Risye yang sekarang ikut memanggil bu Rahma dengan sebutan mama. Dia sangat ingin mencoba buntil pare yang terhidang di meja makan.
“Iya, aku request ke mama,” jawab Dini.
“Aku sering beli buntil daun talas, daun singkong dan dan pepaya. Tapi aku belum pernah coba buntil pare,” tukas Risye cepat.
“Kamu pasti akan ketagihan. Padahal kuliner sunda ‘kan banyak ragamnya?” Sari ikut nimbrung pembicaraan para ibu negara.
“Ibu jarang masak masakan sunda karena enggak mahir, ibu ya lebih sering masak masakan menado daerah aslinya,” Risye menerangkan kondisi di rumahnya. Ayahnya asli Cimahi dan ibunya asli Menado. “Makanya kali ini aku juga masak ayam woku, karena kebisaanku ya nurun yang biasa aku makan aja.”
“Nanti kita bahas resep di group ibu negara aja. Sekarang kita mulai makan. Biar para bapak belakangan enggak apa-apa. Ayo Ma, kita mulai makan duluan, karena kami harus gantian makan dengan para embak yang sedang nyuapin anak-anak,” Dini mengajak Mama mertuanya memulai makan lebih dulu.
__ADS_1
“Wah kami ditinggal nih,” protes Steve sambil selintas mencuri ciuman di pipi Sari yang sedang mengambil lauk untuk dirinya.
“Kalian three musketeers kalau sudah ngobrol ‘kan lupa makan, kami para ibu negara mana mau nunggu kalian kelaparan?” jawab Sari. “Papie mau ini?” lanjutnya menunjukkan piring yang sedang dia isi dengan lauk.
“Boleh, tambah wokunya ya,” jawab Steve. Dia beruntung, baru datang sudah langsung dapat nasi dengan lauk lengkap. Sementara dua bapak lainnya terpaksa mengambil makan sendiri karena sang nyonya sedang makan tanpa mau peduli pada keterlambatan pasangannya yaang sejak tadi sudah mereka panggil untuk makan.
“Mamaaaaa, enak bangeeet buntilnya, aku suka Ma,” Risye memuji masakan bu Rahma. Jenis buntil yang baru sekali ini dia makan.
“Kalau makan yang enak lupa Papa ya Ma,” protes Leo manja. Hahaha Dini dan Sari baru melihat Leo bisa bermanja seperti itu.
“Rugi Pa, enakan puas makan sendiri,” jawab Risye santai. “Kalau Papa mau, ambil sendiri enggak perlu kolokan minta diambilin,” makjleb. Leo langsung mingkem dikatain kolokan di depan anggota three musketeers.
“Enak aja kolokan, emang aku Dwipa,” protes Leo.
Sehabis makan para three musketeers lanjut duduk di teras depan, karena akan membahas mobil Risye yang akan di jual. Tentunya juga ajang untuk Leo merokok sehabis makan.
“Elo enggak perlu kasih harga miring karena ngejual buat teman, kasih harga normal aja,” cetus Leo.
“Ih, salah. Elo yang ngejual, gue beli. Dan sebagai pembeli, gue maunya dapat harga beli yang rendah dong?” tentu saja Steve sebagai pembeli berkelit taak mau kalah.
“Enak wae.”
“Enak aja.”
Steve dan Leo berkata dengan waktu yang hampir bersamaan tapi arti katanya sama. Mereka tak setuju memberi fee pada Anto. “Mas ‘kan bukan brokernya, kenapa minta fee pembelian dariku?” protes Steve.
“Iya, gue juga langsung menghubungi Steve sendiri, enggak minta perantara. Enak aja minta fee penjualan dari gue,” Leo juga protes.
“Bomat, yang penting fee ngalir,” balas Anto santai. Hahaha kakak ipar ini emang mau menang sendiri.
Setelah sibuk beradu argumen akhirnya terjadi kata sepakat harga penjualan mobil Risye. Fee dari penjual dan pembeli tetap keluar dan Anto mengalokasikan untuk mereka gunakan piknik keluarga ke Malang sekalian berkunjung ke rumah mbak Rina. Tentu saja Steve dan Leo setuju dan akan mengatur waktu. Terutama Anto dan Dini yang harus ambil cuti dari kantornya.
__ADS_1
Para ibu negara yang mendengar rencana three musketeers segera ikut nimbrung diskusi. Mereka maunya naik kereta untuk mengenalkan transportasi umum pada anak-anak mereka. Di sana mereka akan menyewa mobil untuk mobilitas mereka. Waktu mbak Rina pun harus disesuaikan karena sebagai tuan rumah tentu Mbak Rina ingin ikut berbaur dengan adik-adiknya. Mas Imron agak sulit untuk cuti. Setidaknya istrinya saja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
*Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi **TOP FANS *rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis* TAMAT / THE END***
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
----------------------------
Sambil nunggu yanktie update bab baru, mampir ke novel bagus karya teman yanktie ya
__ADS_1
Judulnya karya