KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
77 TOLONG ... SARI KECELAKAAN


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.


Papie Steve bikin kejutan pulang cepat, bikin mamie Sarie bahagia,.Gimana keseruan berikutnya?  Ikutin terus ceritanya ya


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


----------------------


“Assalamu’alaykum,” sapa suara yang sangat Sari rindukan.


“Wa’alaykum salam, abaaaang koq ga bilang kalau pulang malam ini?” pekik Sari sambil langsung berhambur memeluk suaminya yang datang lebih cepat dan memberi kejutan baginya.


“Hehehe, bukan ga mau kasih tau, tadi pas sampai bandara HP abang low bat, untung tadi sore udah kasih tau mas Anto kalau akan pulang malam ini,” jelas Steve pada istrinya sambil membawa barangnya masuk ke dalam rumah.


“Pantas mas Anto barusan nyuruh aku yang buka pintu. Padahal kalau ngikutin logika kan ga mungkin aku terima tamu malam-malam sedang di sini aku tamu,” kata Sari memaklumi mengapa masnya menyuruh dia membuka pintu saat bel berbunyi.


Akhirnya mereka berempat malah ngobrol sambil makan risol hangat dan wadai, kue manis khas Kalimantan. Steve menceritakan pengalamannya saat pesawat harus transit akibat cuaca buruk.


Steve dan Sari pulang ke rumah mereka di jalan Kaliurang (Jakal) hari Minggu sore bersama mama. Mama memutuskan mulai menemani Sari setelah menginap di Bumijo sebulan.


***


“Pie,” malam ini Sari ingin mengatakan kecurigaannya beberapa hari ini.


“Hhhm ...” jawab Steve yang sudah hampir terlelap. “I mau apa malam ini?” tanyanya.


“Baby ga minta apa-apa, cuma mamie pengen ngomong sebentar boleh,” tanya Sari ragu.


“Ya, ada apa honey?” tanya Steve, berupaya nyimak dia mengubah posisinya menjadi setengah duduk dengan 2 bantal tinggi menyangga kepalanya. Dia tidak mau Sari merasa di sepelekan karena emosi bumil sangat sensitive.


“Sudah beberapa hari ini mamie merasa ada yang suka ngikutin kalau mamie keluar butik untuk jajan,” jawab Sari ragu.


“Maksud mamie apa?” Steve sangat ketakutan bila istrinya dalam bahaya.


“Ga tau ini hanya mamie yang berfantasi atau emang beneran, tapi sudah 3 hari ada motor yang sejak jam 10 an akan parkir di ujung jalan dan kalau mamie jajan beli sesuatu orang itu selalu seperti ngawasin mamie. Apa ini hanya tingkat halu mami terlalu tinggi atau apa ya Pie? Tapi serius mamie ga nyaman,” lapor Sari.


“Ok, mulai besok Papi minta Kusno cari orang buat stand by di lokasi tempat orang itu biasa parkir ya, semoga Kusno segera dapat orang buat tugas itu,” Steve berupaya cari solusi masalah Sari “Sekarang mamie tidur dulu ya?” bujuknya.


Kehamilan Sari sudah menginjak usia 6 bulan lebih , kegiatan favorite Steve saat ini merasakan gerakan calon bayi mereka di perut Sari. Setiap dia berada di sisi Sari pasti dia akan mengajak calon bayi mereka bicara, seperti saat ini “Anak papie rajin gerak ya, sehat terus princess papie, ga boleh nyakitin mamie ya. We love you my baby girl,” bisiknya di perut Sari. “Papie berangkat ke kantor ya, kamu di sini sama mamie,” lanjut Steve, lalu dia berdiri dan mengecup kening Sari dan pamit menuju mobilnya. Dia baru saja nge drop Sari di butik. Steve sudah melarang Sari pergi kemanapun sendirian, dia yang antar jemput Sari sekalian dia berangkat dan pulang kerja sejak Sari melapor seperti ada yang mengawasinya. Steve sedang bersiap untuk resign seperti janji bu Gita dia bisa mundur setelah tugas nya selesai. Minggu depan dia akan menjadi owner dari usahanya sendiri yang akan di gabung dengan butik warisan maminya.

__ADS_1


“Pie, aku mau ke Kepatihan ya,” suara manja Sari terdengar sehabis Steve membalas salam dari istrinya.


“Sama siapa dan ngapain babe?” tanya Steve.


“Sama tante Woro, ada produsen batik rumahan yang mau kita tinjau,” Sari menjawab pertanyaan suaminya sambil bersiap meninggalkan butik.


“Ya, kalau sama tante Woro, tapi jangan cape-cape dan inget makan ya,” Steve tentu memberi ijin bila yang menemani kegiatan istrinya adalah tante kandungnya sendiri.


Satu jam kemudian ponsel Steve berdering, kali ini dari tante Woro.


“Steve … ” isak tante Woro tanpa memberi salam.


“Tanteeeeeeee ada apa?” Steve tentu panik mendengar tantenya menghubunginya sambil menangis sedang dia ingat tadi Sari ijin akan pergi dengan tantenya.


“Kamu langsung ke RS Muhamadiyah yang di dekat KM 0 ya, tante sedang ke sana membawa Sari, ceritanya nanti,” demikian info tante Woro.


Steve sampai lebih dulu dari mobil tante Woro, sopir tante membukakan pintu dan Steve yang sudah minta petugas rumah sakit bersiap segera menggendong Sari untuk di tidurkan di brankar. Dia melihat ada darah di paha Sari “Ya Allah selamatkan istri dan anakku,” doa nya.


Tante Woro mendaftarkan Sari ke bagian administrasi setelah mengambil KTP Sari di tas yang dia pegang sedang Steve mendampingi istrinya di IGD. Selesai mendaftar tante Woro menghampiri Steve.


“Gimana kejadiannya tante?” tanya Steve lirih, dia sangat ketakutan melihat kondisi istrinya saat ini.


“Silahkan tunggu di luar sebentar Pak, Bu, kami periksa dulu kondisi ibu Sari dan bayinya ya,” seorang dokter berkata sambil memegang status data diri Sari.


“Assalamu’alaykum bro,” sapa Anto saat mengangkat telepon dari adik iparnya.


“Wa’alay’kum salam, bisa minta tolong ga?” tanya Steve berupaya tenang.


“Kenapa? Semoga bisa,” jawab Anto, dia memang tak akan langsung menjawab bisa menolong sebelum tahu apa rincian permintaannya.


“Sari kecelakaan, tolong jemput mama di rumah, dan jangan bikin mama shock, juga ambilkan baju ganti Sari serta baju ganti gue, karena baju gue kena darah dan stock baju bersih di mobil habis. Gue ga bisa sholat karena kotor gini. Kami di rumah sakit Muhammadiyah, saat ini masih di IGD. Dan mohon doa agar Sari dan anak kami selamat,” bisik Steve putus asa, dia mencoba Anto tidak mendengar isaknya.


“Astagfirullaaaah, ya wis kamu tenang, aku meluncur ke Jakal dan nanti langsung ke rumah sakit sesegera mungkin,” balas Anto lalu segera nge save data yang sedang dia kerjakan dan mematikan computernya untuk segera menuju rumah Steve karena memang sejak Sari mengandung 5 bulan Dini meminta mama menemani Sari.


“Assalamu’alaykum dadd, tumben siang-siang telepon” sapa Dini yang baru akan keluar ruang dosen untuk mengisi pelajaran sesuai jadwal mengajarnya.


“Wa’alaykum salam mom, kamu sibuk?” tanya Anto hati-hati karena istrinya juga sedang mengandung hampir 3 bulan, selisih usia kandungan Sari dan Dini memang 3 bulanan.


“Ini mau masuk kelas dadd. Ada yang urgent?” tanya Dini, karena memang sejak sebelum menikah mereka komitmen tidak akan telepon siang bila tidak penting.

__ADS_1


-----------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


-----------------------


 Cerita baru karya yanktie yang berjudul IMPOSSIBLE LOVE sudah mulai rilis lho


Cerita masih cerita sederhana yang membumi, berkisah tentang seorang pemuda lulusan London yang di paksa pulan orang tuanya. Saat reuni SMA, dia tertarik dengan mantan gurunya


Mantan guru pasti lebih tua dong!


Belum lagi si mantan guru sudah beranak 3


Penasaran??? Langsung cari hanya di Noveltoon ya


Ini cover novelnya

__ADS_1



__ADS_2